'Nikmati masa mudamu selama kamu masih bisa'.
Bajingan!
Aku Nolan Farnley sangat membeci kata kata itu.
Setelah berpacaran dengan Irina selama 3 bulan, siapa sangka bahwa dia akan selingkuh dengan terang terangan di depanku?.
Tidak sampai disana, dia juga mempermalukan ku di depan banyak orang.
Hidupku kacau bukan?!
Tidak sampai disana, kesialan bajingan itu sekali lagi mendatangiku. Toko yang sudah susah payah kukembangkan malah berakhir terbakar oleh seseorang.
Apakah dewa benar benar membeciku?.
Namun, setelah aku berpikir bahwa para dewa membeciku, sebuah panel biru transparan tiba tiba muncul di depanku.
Itu adalah sesuatu yang akan berperan sangat penting dalam membuat hidupku menjadi luar biasa.
Baiklah! sekarang tidak ada cinta cinta! sekarang yang ada hanyalah Nolan Farnley dengan Bisnis nya!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Di dalam ruangan itu, tatapan mata Ron dengan tajam memandangi wajah Kevlin yang saat ini menggelap saat diseret keluar dari ruangan interogasi.
"Semuanya benar benar berjalan sesuai dengan yang tuan Javier inginkan.." Gumam Ron yang tidak didengarkan oleh siapapun.
"Kamu bisa keluar sekarang".
Disaat berpikir, sebuah suara tiba tiba terdengar di telinga Ron. Menoleh ke sumber suara itu, Ron melihat seorang polisi yang sebelumnya menginterogasi Kevlin.
Memejamkan matanya sejenak, Ron berbicara, "Sebelum itu, bisakah saya berbicara dengan Anda?".
Polisi itu melirik ke arah Ron dan tatapan matanya bertemu dengan Ron, segera dia menjawab, "Apa yang ingin kamu bicarakan?".
Tersenyum tipis Ron menjawab kembali, "Ini tentang insiden Javier Zanetti, saya memiliki sebuah bukti yang menyatakan bahwa Javier Zanetti tidak bersalah".
"...." Polisi itu terdiam sejenak saat mendengarkan pernyataan Ron, yah dia sedikit terkejut dengan itu. Setelah mendapatkan ketenangannya, polisi itu menjawab, "Itu adalah kasus yang baru saja di selesaikan, namun, sepertinya masih ada kesalahan dalam penyelidikan?. Baiklah, pergilah ke ruang penyelidikan dan serahkan buktinya di tempat itu, aku akan memimpinmu".
Mendengar itu, sebuah senyuman muncul di wajah Ron.
*
Disisi lain, kembali ke tempat Nolan dan Lenia yang berada di restoran tepat di depan kantor polisi saat ini.
Nolan melihat dua orang wanita yang berjalan menuju ke kantor polisi itu. Menyesap kopi miliknya, Nolan menajamkan penglihatannya dan mendapati tubuh dari dua wanita itu memiliki bekas luka cambukan.
Segera Nolan memejamkan matanya lalu menggeser tatapannya ke arah Lenia yang sedang memakan cemilan.
"Kamu bisa pergi sekarang, ingatlah dan gunakan rekaman itu" Ucap Nolan yang membuat Lenia sedikit tersentak.
Namun, secepat Lenia terkejut, Lenia juga segera mendapati ketenangannya. Melirik sejenak ke arah kantor polisi, Lenia mengangguk sebagai jawaban dari perintah Nolan.
Ya, perintah, pada awalnya hubungan Nolan dan Lenia adalah rekan kerja sama, namun posisi nya saat ini lebih terlihat seperti dia adalah bawahan dari Nolan.
Lenia tidak bisa mengeluh tentang itu, pria dihadapannya ini memanglah bahaya.
Segera Lenia mengeluarkan handphone nya dan menatap rekaman yang kurang lebih sekitar 5 menit itu.
"Kalau begitu...aku pergi.." Ucap Lenia dengan nada rendah dan tenang sebelum beranjak dari tempatnya dan menuju ke kantor polisi itu.
Nolan hanya menganggukkan kepalanya saat melihat Lenia yang melaluinya untuk menuju ke pintu keluar.
Sambil menatap ke arah Lenia, senyuman puas terbentuk di wajahnya, Nolan meregangkan tubuhnya dengan nyaman sambil berkata, "Huftt..akhirnya masalah ini akan segera selesai.."
Dengan menjatuhkan keduanya sekaligus, Nolan setidaknya bisa merasakan ketenangan untuk waktu yang cukup lama.
Mungkin di masa depan Nolan harus melawan lebih banyak orang yang memiliki uang dan kekuasaan yang lebih tinggi. Meski begitu Nolan tidak berniat untuk mundur ataupun kabur lagi.
Memandangi punggung Lenia yang perlahan menghilang dan memasuki kantor polisi itu, Nolan mengalihkan perhatiannya ke arah kopinya dan segera menyesap nya.
*
Di dalam kantor polisi itu, setelah mengatakan alasan dan tujuannya untuk datang ke sini, Lenia segera menuju ke bagian ruangan penyelidikan.
Tepatnya, tepat dimana Ron berada saat ini.
Lenia terus berjalan hingga sampai pada sebuah pintu yang mengarahkannya ke sebuah ruangan.
Meletakkan tangannya di gagang pintu itu, segera Lenia membukanya dan memperlihatkan beberapa orang yang berada di ruangan itu.
*
Beberapa menit sebelum kedatangan Lenia.
Ron saat ini sudah berada di hadapan polisi yang bertugas dalam penyelidikan. Dengan dua orang wanita di sampingnya adalah korban dari insiden Javier Zanetti sebelumnya.
Memandangi wanita itu satu-satu, Ron membuka mulutnya, "Mereka adalah saksinya, Anda bisa menanyakan semuanya kepada mereka".
Mengangguk kan kepalanya, polisi itu menatap kedua wanita yang tubuhnya penuh dengan bekas luka cambuk.
"Katakan yang sebenarnya" Ucap polisi itu kepada kedua wanita itu.
Sebelum menjawab, keraguan terlihat diantara kedua wanita itu, sejenak mereka saling memandangi satu sama lain.
"Um..seperti yang tuan Ron katakan, tuan Javier sama sekali tidak terlibat dan tidak bersalah dalam insiden itu".
"Sebenarnya, pelakunya yang sebenarnya adalah Kevlin Hart. Dia dengan sengaja menjebak tuan Javier agar membuat tuan Javier masuk ke penjara, selain itu...tuan Javier hanya mencoba menolong kami saat itu. jika Anda tidak percaya, Anda bisa menyelidikinya lagi.."
Meskipun wajah mereka gelisah dan dipenuhi dengan keraguan, mereka dapat mengucapkan dialog tanpa sedikitpun kesalahan.
Hal itu membuat polisi itu mengangguk ringan, "Apa yang kamu katakan itu benar?".
Kedua wanita itu mengangguk disaat Ron sendiri sedang tersenyum puas.
Mungkin itu adalah pernyataan yang sangat mudah untuk disangkal oleh polisi itu, namun yang menjadi masalah saat ini adalah fakta bahwa orang yang bersaksi atas insiden itu adalah korban itu sendiri.
Karena fakta itu, polisi mau tidak mau harus mencari tau lebih lanjut tentang masalah ini.
Memikirkan hal itu membuat Ron kembali melebarkan senyuman puasnya, namun segera suatu pikiran terlintas dibenaknya.
'Aku harap tuan Javier benar benar sudah menyiapkan rencananya agar penyelidikan yang polisi lakukan akan tertuju pada Kevlin sebagai dalangnya' Batin Ron.
Yah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan pikiran yang sederhana, Ron hanya berpikir bahwa dia perlu mengikuti skenario yang sudah Javier ciptakan.
"Baik, kalau be-"
Saat polisi itu berbicara, ucapannya tiba tiba terpotong di saat seorang wanita cantik muncul dengan agresif membuka pintu ruangan itu.
Segera ketiga orang yang berada di ruangan itu menjadi terkejut dengan beberapa yang membeku di tempat yang tidak terkecuali adalah Ron.
"Kamu.. Lenia Hillis?! apa yang kamu lakukan di tempat ini?" Tanya Ron dengan bingung.
Apakah dia terlibat dengan rencana ini? tapi mengapa? bukankah dia selalu mempertahankan posisi netralnya?.
Menatap wajah Ron yang terkejut, Lenia tersenyum saat dia menyadari apa saja yang dipikirkan oleh Ron.
"Terkejut bukan?" Ucap Lenia dengan senyum menggoda.
"Maaf, saya tidak tau siapa Anda tapi, mengganggu penyelidikan ini...apa Anda siap dengan konsekuensinya?" Ucap polisi itu membuat Lenia menoleh ke arahnya.
Lenia menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Mengganggu? saya tidak mengangguk pak polisi.., saya disini untuk membantu"
Lenia mengangkat tangannya yang memperlihatkan sebuah handphone lalu segera Lenia meletakkan handphone itu tepat di meja yang digunakan oleh polisi petugas penyelidikan.
Melihat handphone yang memperlihatkan rekaman video itu, pak polisi itu mengerutkan keningnya, namun mengingat pengalamannya selama bekerja, pak polisi itu sampai pada satu kesimpulan.
Mungkin wanita di hadapannya ini ingin memperlihatkan bukti lainnya tentang insiden ini?.
Itu adalah apa yang dia pikirkan dan dengan segera menekan tombol play video itu disaat Ron dan kedua wanita lainnya sedang membeku di tempat.
Disaat video itu diputar, segera suara full volume handphone itu memperdengarkan suara yang sangat familiar.
"Jika kamu masih ingin hidup, jadilah saksi atas ketidakbersalahannya tuan Javier. Jika tidak aku akan membunuhmu ditempat.. ah ya aku juga akan membunuh keluargamu.."
Mendengar suara yang berada di handphone itu, segera wajah polisi itu menggelap penuh amarah sedangkan disisi lain Ron terdiam seribu bahasa dengan wajah terkejut yang mengerikan.
*
*
*
Baiklah kesan pertamaku pada novel ini gak sesuai judulnya less 🤣🤣... kukira bakalan toko kecil sungguhan ternyata cukup gede, dari modal aja udah keliatan ( 33 juta 🗿 bahkan bibiku yang mulai bisnis aja cuman 10 juta )
Kedua, plotnya menurutku terlalu cepat. kukira bakalan berprogres gitu dari nol atau setidaknya dari kecil ( gak terlalu paham aku )
Ketiga, keknya lebih bagus gitu barang yang dijual agak dimahalin dikit gitu dari harga pasar.... Itupun kalo misalnya MC yang kamu ceritakan gak mau menonjol menonjol banget (kayaknya gak mungkin sih melihat sifatnya 😅)
Kesimpulannya sih ceritanya gak "wah" gimana gitu tapi untuk seukuran Noveltoon mah udah cukup 😁, intinya aku enjoy.
Sekian.
Semangat less