Suatu hari saat jam perkuliahan ku selesai, aku bertemu dengan seorang laki-laki yang lebih dewasa dariku.
Dia begitu tampan dengan memakai pakaian casualnya membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah pertemuan itu aku selalu terbayang akan sosoknya, ingin selalu melihat dan ingin tau tentang dirinya. Namun itu hanya anganku saja, karena kita tidak pernah bertemu lagi. Sampai pada akhirnya setelah aku lulus kuliah, Tuhan mempertemukan kembali aku dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yes.im'emil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memberanikan Diri
Alvi masuk kedalam ruangannya dan di ikuti oleh Johan. Semantara Melliza hanya bengong dan kemudian duduk di kursinya.
"Astaga, kenapa malah ketemu sama dia lagi? Kenapa aku ga tau kalau dia itu anak yang punya perusahaan ini? Huuhff, gimana ini?"
kata Melliza dalam hati, sambil nunduk memegang kepalanya
Sedangkan Alvi kini menanyakan kepada Johan tentang sekretaris barunya itu.
"Jadi dia sekretaris pribadi ku?" tanya nya pada Johan
"Iyaa, memang nya kenapa? Gua ga bisa nemenin lu kalau ada meeting diluar, kan lu juga yang setuju buat nyari sekretaris pribadi"
Dulu Alvi merupakan adik kelas Johan. Johan selalu membantu Alvi ketika dalam masalah. Sehingga tak heran sekarang mereka memang sangat dekat, bahkan Alvin sudah menganggap Johan seperti Kakanya sendiri oleh sebab itu gaya berbicara mereka berbeda jika sedang berdua. Dan selain itu Johan pun merupakan orang kepercayaan Alvi.
"Hmm iyaa, tapi kenapa mesti dia?"ucap Alvi prustasi
Alvi memang membutuhkan sekretaris pribadi, karena Johan tidak bisa menemaninya untuk pergi keluar kota bahkan keluar negeri jika ada urusan bisnis. Itu semua karena Johan telah menikah dan saat ini istrinya sedang hamil muda dan selalu ingin dimanja olehnya.
"Memangnya kenapa kalau dia? Kalian ada masalah apa?" tanya Johan penasaran
"Tidak ada apa apa, tapi hanya saja.."
Alvi pun menceritakan kejadian di puncak dan di hotel xxx ketika mereka bertemu.
"Pantes ajalah lu di marahin di teriakin cowo songong, orang lu yang salah"
"Ya kan gua ga sengaja, lagian gua buru buru waktu itu. Makanya gua langsung kasih dia uang buat ganti pakaiannya yang kotor" bela Alvi
"Tapi lu tetep salah. Lu ga minta maaf lagi, terus lu ngasih uang ke dia. Ya dia pasti kesinggung lah"
"Hmmm sudahlah" ucap Allvi tidak mau membahasnya
"Yaudah, gua cabut ada kerjaan. Kalau lu mau apa apa panggil dia aja"
"Hmm ya, namanya Melliza Anantasya Vin" kata Johan sambil meninggalkan ruangan Alvi
Kemudian Johan pun keluar dari ruangan Alvi dan menghampiri Melliza
"Melliza apakah kamu sudah membaca buku yang saya berikan?"
"Sudah Pak"
"Kalau gitu pukul berapa Alvin ada rapat hari ini?"
"Pukul sepuluh di kantor, dan pukul tiga sore di hotel xx Pak"
"Segera beritau Alvin, jika tidak dia akan lupa, dan aah iya kamu sudah baca juga kan, apa yang harus dilakukan oleh seorang sekretaris pribadi?"
"Sudah Pak"
Melliza pun kini memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan Alvi walaupun dirinya merasa sangat gugup dan takut menghadapi Bossnya itu
Tok tokk tokk
"Masuk"
Terdengar Avi menjawab singkat, karena dia sedang fokus pada pekerjaan yang ia lakukan. Tangannya menatap pada sebuah kertas ditangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang balpoint sambil dia putar putar.
"Hmm permisi Pak, saya hanya ingin memberitau jika pukul sepuluh pagi, Bapak ada rapat di kantor dan dilanjutkan pukul tiga sore di hotel xx"
Setelah mendengarkan ucapak Melliza, Alvi menyimpan kertas ditangannya, dia berjalan menuju Melliza yang berapa di depannya.
Kini tubuh mereka semakin dekat, Alvi sengaja melakukan itu pada Melliza, karena dirinya tidak terima dikatai om om oleh Melliza pada waktu itu. Ya karena semua orang yang melihat Alvi tidak pernah mengucapkan begitu, mereka selalu bilang dirinya tampan dan sempurna, selain itu Alvi tersinggung apakalah dirinya terlihat tua padahal usianya belum dapat dikatakan sebagai om om.
Melliza sekerang sangat gugup ketika Alvi dengan sengaja semakin mendekat.
"Eeuu ada apa Pak?" kata Melliza gugup dan menatap wajah Alvi
"Kenapa memanggil ku Pak? bukannya waktu itu kamu memanggil aku Om hah?" kata Alvi semakin mendekatkan wajahnya
"Euu tidak! Saya minta maaf"
Ucap Melliza sambil menunduk, tidak berani menatap Alvi karena sorot mata Alvi yang begitu tajam melihatnya.
Tapi ekspresi Melliza yang seperti itu malah membuat Alvi semakin penasaran, dan dengan sengaja dia memegang dagu Melliza dan menganggkat wajah Melliza agar dia memandangnya.
"Coba liat! Apakah ada tampang om om dari wajahku?" kata Alvi
Melliza menatap Alvi, merekapun saling berpandangan. Jantung Melliza begitu kencang, dan pipinya mulai memerah.
"Ya ampun, kalau deket ginih bisa bisa rasa suka gua dua tahun lalu muncul lagi" lirih Melliza dalam hatinya
Alvi yang melihat Melliza bengong, kini melepaskan tangannya pada dagu Melliza
"Kenapa lu bengong?" kata Alvi menyadarkan Melliza dari lamunannya
"Euuh tidak! Baik, kalau gitu saya permisi dulu Pak" Melliza langsung terburu buru pergi meninggalkan ruangan Alvi
Swdangkan Alvi hanya tersenyum, melihat Melliza pergi dengan wajah merahnya.
.
.
.
.
.
nihh ruang kerja Alvin Sanjaya
Jangan lupa like dan komen
Terimakasih sudah membaca💛