Judul novel [My wife the farming transmigrasi]
Fu lichen saat ini hanya merasa perutnya mual, seakan mau muntah, dia melihat sekeliling merasa bahwa tempat itu sangat asing.
Tiba-tiba kepalanya sangat sakit, ingatan yang tidak dia miliki muncul secara tiba-tiba.
Pergi ke zaman kuno?
Secara tiba tiba mendapat istri dan anak?
Bagaimana kelanjutan cerita tersebut? jangan lupa like, komen, and vote😘
teer.id/onedea_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen 1003, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22(mencara nama untuk Baozi)
Sesampainya dirumah Fu Lichen pun langsung memasuki ruang belajarnya dan membuka buku yang baru dibelinya saat ini. Fu Lichen pun mulai membaca satu persatu nama-nama tersebut, akhirnya dia menemukan sebuah nama yaitu Fu Bai. Kata ‘’Fu’’ sebagai marga dan "Bai" berarti putih dan jernih. Tetapi menurut Fu Lichen nama itu tidak terlalu memuaskan, jadi dia mulai memilah satu persatu nama-nama yang ada dibuku tersebut.
Kurang lebih ada seribu nama yang ditulis dibuku itu, tetapi saat ini dia belum menemukan nama yang baik untuk anaknya itu, dan akhirnya dia menemukan sebuah nama yang menurutnya cocok untuk anaknya yaitu Fu Jianying, "Jianying" memiliki arti perempuan yang pintar dan dianggap penting, arti dianggap penting disini mempunyai makna sendiri yaitu agar dia selalu dihargai orang lain, menyayanginya, menghargainya dan tidak menyia-nyiakannya.
Dan juga nama tersebut diambil dari kisah istrinya sendiri yang karena dijual dan tidak dianggap oleh keluarga, ia berharap kalau anaknya akan terus hidup bahagia sampai dia menemukan seseorang yang cocok dengannya, dan ada akhirnya saat dia meninggalkan dunia ini dalam artian sudah meninggal, anaknya itu akan tetap bahagia dan ada seseorang yang setia menjaganya.
Fu Lichen yang sudah mempunyai nama untuk anaknya itu pun langsung memanggil Su Lingyu untuk membicarakannya, apakah dia setuju dengan nama itu dan jika memang istrinya itu tidak setuju, dia bisa mencari nama lain yang menurutnya menarik.
Su Lingyu yang tibi-tiba dipanggil pun merasa bingung untuk sesaat.
Tetapi dia dengan cepat tenang, dan bertanya ada apa memanggilnya saat ini, keadaan Su Lingyu saat ini sedang menggendong Baozi.
‘’Lichen ada apa?’’
‘’Lihat nama ini cocok untuk Baozi’’
Kata Fu Lichen sambil mengulurkan tangannya untuk melihat coret-coretan yang ada dikertasnya, Su Lingyu yang melihat sebuah nama yaitu Fu Jiangying pun menggumamkannya beberapa kali, dan merasa itu sangat cocok dengan nama anaknya itu.
‘’Artinya apa’’ tanya Su Lingyu kepada suaminya.
‘’Perempuan yang pintar, dan akan dianggap seseorang dan tidak akan ditinggalkan’’ jawab fu lichen, "dianggap" Su Lingyu pun mengulang kata-kata itu dan merasa bahkan itu ada hubungannya dengannya, semenjak kemarin hubungan Fu Lichen dan Su Lingyu membaik, Su Lingyu mulai menceritakan kenangan masa lalunya kepada suaminya itu, karena dia tidak ingin ada kebohongan diantara mereka.
Fu Lichen yang memang sebagai budak istri pasti akan dengan senang hati mendengar keluh kesah istrinya itu, dan dia merasa sangat tidak nyaman dan merasa tidak nyaman dihatinya karena pengalaman tragis istrinya itu, dia tidak bisa membayangkan kalau saat itu dia tidak menyebrang kezaman kuno ini, pasti hidup Su Lingyu lebih menyedihkan lagi dan bahkan bisa saja meninggal akibat melahirkan.
Dan saat itu juga dia bersumpah bahwa pasti akan membalas keluarga yang sudah menelantarkan istri dan menjualnya, dia pasti akan membalas puluhan kali, tidak bahkan ratusan kai lipat dari apa yang mereka lakukan, tetapi karena saat ini masih terlalu lemah utuk hal itu, jadi saat ini dia hanya bisa menunggu, menunggu dengan sabar, ketika saatnya tiba tunggu saja apa yang akan dilakukannya nanti kepada mereka.
Juga Fu Lichen saat ini tidak bisa memberitahu rahasianya kepada Su Lingyu, karena hal tersebut adalah hal yang tidak wajar didunia ini, bahkan kalau hanya menceritakan bahwa dia saat ini bukan suaminya sendiri walaupun dengan tubuh yang sama tetapi jiwa yang berbeda, pasti dia akan sangat tersebut, dan Fu Lichen juga merasa takut akan penolakan istrinya itu tentang dirinya.
Apalagi rahasianya yang lain yaitu ruang dimensinya, Fu Lichen tidak tau bagaimana respon istrinya itu, tunggu, tunggu saat dia menyerahkan cincinnya kepada istrinya dan perjamuan anaknya pasti dia akan menceritakannya. Awalnya dia ingin terus menyembunyikannya, tetapi kebohongan itu pasti suatu saat akan menghancurkannya, apalagi dia akan menceritakannya pada hari bahagia, jika memang Su Lingyu menolak dirinya dia tidak akan segan untuk berlutut dihadapan istrinya itu.
Fu Lichen kagum dengan istrinya itu karena mempunyai keberanian untuk menceritakan kisah tragisnya sendiri setelah hanya beberapa kata manis darinya, Fu Lichen saat ini merasa sangat pengecut karena tidak berani mengungkapkannya.
‘’Su Lingyu, bagaimana? apakah kamu setuju’’ kata Fu Lichen dengan hati-hati melihat apakah ada ekspresi yang aneh di wajah istrinya itu.
Su Lingyu yang mendengar pertanyaan dari suaminya itu dengan cepat terbangun dengan lamunnya untuk sesaat itu, dan dengan buru-buru berkata kepada Fu Lichen.
‘’Namanya bagus’’ kata Su Lingyu sambil tersenyum.
‘’Benarkah?’’
‘’Iya’’
‘’Apakah benar? Su Lingyu jika memang ada ketidakpuasaan dengan nama ini, kita bisa membicarakannya, aku tidak mau secara sepihak langsung memutuskan sesuatu, karena kamu itu isriku, kamu berhak untuk menyampaikan pendapatmu’’ kata Fu Lichen.
‘’Namanya sangat bagus, aku sangat menyukai nya, aku bertanya apakah nama ini diambil dari pengalaman hidupku?’’ tanya Su Lingyu sangat terharu hingga menangis.
Fu lichen pun mulai terdiam sejenak dan lalu menjawab.
‘’ya’’
Setelah menjawabnya Fu Lichen pun langsung memeluk istrinya itu, dan berkata ‘’jangan menangis’’
‘’Su Lingyu lingyu, jangan menangis, hatiku sakit melihatmu menangis begitu sedih’’
‘’Um’’ hanya itu yang bisa didengar Fu Lichen dari istrinya.
Saat ini Baozi yang berada ditengah-tengah pelukan orang tuanya hanya diam saja dan sangat pengertian, karena tidak ingin mengganggu momen keduanya saat ini.
‘’Su Lingyu’’
‘’Um?’’
‘’Jika memang suatu saat aku membuatmu merasa kecewa karnaku, jangan sampai kamu meninggalkanku, aku tidak tau apa yang akan terjadi bila sampai saat itu terjadi’’
‘’Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu’’ geleng kuat Su Lingyu.
Fu Lichen yang mendengar itu pun hanya tersenyum diam, karena masa depat tidak pasti, banyak orang yang akan berubah pikiran dimasa depan, memang awalnya dia bilang tidak tetapi tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Su Lingyu pun mendongak menatap suaminya itu, karena ketinggiannya Su Lingyu pada dasarnya sebatas dagu Fu Lichen, jadi dia hanya bisa mendongak sedikit.
‘’Apakah kamu tidak percaya denganku?’’ kata Su Lingyu.
Tetapi sebelum menjawabnya Su Lingyu tiba-tiba melanjutkan perkataannya.
‘’Lichen kamu adalah suamiku, seperti katamu aku istrimu dan kamu suamiku, pasti aku akan percaya setiap perkataanmu, walaupun kamu berbohong sekalipun aku pasti akan tetap mempercayaimu’’
Fu Lichen yang mendengar perkataan istrinya panjang lebar pertama kali istrinya itu pun hanya bisa terdiam kembali, dan sangat bersyukur didalam hatinya karena mendapatkan istri yang begitu baik hati dan begitu perhatian, pasti dia tidak akan pernah mengecewakan istrinya itu.
Pada saat ini Fu Lichen pun memantapkan hatinya itu dan pasti dia akan jujur kepada istrinya saat itu, dan dia pasti tidak akan pernah sedikit pun menyembunyikan apapun dari istrinya itu.