NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:187k
Nilai: 5
Nama Author: Starry Light

Eleanor Belvina gadis berusia 22 tahun yang bekerja sebagai wanita bayaran, Suatu malam ia tidak sengaja bertemu dengan Martin Hariz, seorang duda berusia 41 tahun ketika melarikan diri dari klien nya.


"Jika kau bukan pencuri atau penipu, apakah kau ini seorang wanita malam?" tanya Martin realistis, karena kebanyakan wanita seperti itulah yang ia temui di Bar.

"Om ini sembarangan, saya ini masih perawan tingting asal Om tahu" ucap gadis itu.

"Bagaimana saya tahu jika saya tidak mencobanya" sahut Martin




Ikuti kisah mereka ya🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starry Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelelahan

Elea kembali kerumah dengan wajah tampak lesu dan murung, sepertinya apa yang diceritakan oleh Fara menjadi beban tersendiri bagi dirinya. Sebenarnya bukan hal baru jika kedua sahabat itu saling membagi masalah juga keluh kesah, karena sejak dulu memang tidak ada rahasia diantara mereka, tapi kali ini permasalahan Fara cukup berat dan tidak hanya membutuhkan kekuatan mental untuk menyelesaikannya.

"Mami dari mana?" tanya Risha duduk di ruang tamu, namun di lewati begitu saja oleh Elea.

"Eh...kamu dirumah, Ris?" Elea yang tadinya menundukkan kepalanya, kini mengangkat kepalanya dan melihat kearah anak sambungnya.

"Iya, tadinya mau ngajak Mami ke Spa melakukan body message. Tapi Mami gak ada di rumah," Risha masih beranggapan jika tubuh Elea pasti lelah setelah pergi jalan-jalan tempo hari, makanya gadis itu ingin mengajak Mami mudanya itu perawatan tubuh.

"Mami abis dari rumah, Fara." ucap Elea duduk didekat Risha, menyenderkan punggungnya di sofa.

"Maksudnya Tante Fara?" Risha memastikan, dan Elea hanya mengangguk sambil memejamkan matanya.

"Mami kelihatannya capek banget." Risha melihat Elea yang memejamkan matanya.

"Tidak, hanya mengantuk." ucap Elea tanpa membuka matanya.

"Istirahat ke kamar saja kalau ngantuk, Mih." saran Risha, tidak tega melihat Elea tiduran dengan posisi duduk, apalagi dengan perut bulat nya, melihat itu Risha merasa sesak nafas.

"Iya nanti." sahut Elea, ia terlalu malas jika harus bangkit dan menuju ke lantai atas untuk merebahkan tubuhnya. Kehamilan yang semakin besar di iringi kenaikan berat badan beberapa kilogram, membuat Elea semakin sering di hampiri rasa malas.

Kurang dari sepuluh menit Elea memejamkan dengan posisi setengah duduk, kini dengkuran nafas halusnya mulai terdengar, wanita hamil itu benar-benar terlelap begitu mudahnya meskipun posisi tubuhnya kurang nyaman, namun siapa perduli karena rasa kantuk lebih mendominasi.

"Ckk ... udah di bilangin pindah ke kamar." decak Risha mengetahui Mami mudanya itu benar-benar tertidur.

"Rishaaaa!" teriak Asri memanggil nama cucunya.

"Nek, jangan teriak-teriak." sahut Risha dari ruang tamu mengeram kesal.

"Kamu disini, nenek pikir kamu di kamar." ucapnya menghampiri Risha di ruang tamu.

"Lho...?" Asri melihat menantunya yang terlelap di sebelah Risha.

"Makanya nenek jangan teriak-teriak." ucap Risha.

"Kenapa tidak tidur di kamarnya?"

"Mami baru datang dari rumah temennya, sepertinya sangat lelah, makanya begitu duduk langsung tertidur seperti ini." jelas Risha.

"Kenapa tidak kamu suruh tidur di kamarnya?"

"Sudah Nek, tapi Mami bilang nanti dan beginilah akhirnya." ucap Risha.

"Di biarkan tidak tega, mau di bangunkan juga tidak tega." Asri melihat menantunya yang tidur terlelap, sepertinya sangat lelah dan mengantuk.

"Coba telpon Papi kamu, suruh pulang lebih cepat. Biar bisa pindahkan istrinya ke kamarnya," titah Asri.

"Sudah, Papi memang dalam perjalanan pulang." Risha menunjukkan chattingan nya dengan sang Papi beberapa menit yang lalu pada Nenek nya.

🌼🌼🌼

Martin turun dari mobil dengan tergesa-gesa, bahkan pria 41 tahun itu setengah berlari kecil karena ingin segera melihat sang istri yang tertidur di sofa. Begitu mendapat kabar dari sang putri tentang Elea yang terlihat kelelahan dan tertidur di sofa tamu, pria itu menambahkan kecepatan mobil yang di kemudikan nya agar bisa lebih cepat sampai rumah.

Klek...

Pintu utama terbuka, Martin langsung menuju ruang tamu di mana ada anaknya yang senantiasa menemani istrinya yang terlelap di sofa.

"Sudah berapa lama dia tertidur begini?" tanya Martin pelan.

"Kurang lebih 50 menit." jawab Risha mengangkat lengan kirinya dimana ada jam tangan mahal itu melingkar.

"Hufff.... Papi bawa dia ke atas dulu." Martin dengan gerakan perlahan membopong tubuh Elea yang tidak terganggu sama sekali.

"Kebiasaan." gumam Martin, ia mengingat saat pertama kali membawa Elea masuk ke rumah itu dengan kondisi terlelap di mobil, dan sama sekali tidak terganggu apalagi terbangun saat Martin mengangkat tubuh nya.

"Ada apa dengan dirinya?" Martin melihat Elea mengerutkan dahinya.

Pria itu merebahkan tubuh istrinya di atas king size nya, sejenak Martin menatap wajah Elea. Cinta, mungkin saja saat ini Martin sudah mencintai Elea, bukan mungkin lagi sebenarnya. Tapi Martin sudah lama merasakan perasaan yang berbeda pada Elea, bukan karena Elea yang telah mengandung calon buah hatinya, namun lebih dari itu, Martin sudah mencintai Elea.

Hanya saja Martin tidak pernah mengatakan jika dirinya mencintai Elea, hanya kata sayang yang selalu ia ucapkan. Martin berharap dengan semua perhatian perlakuan yang ia berikan pada Elea, bisa membuat wanita itu sadar dan mengerti jika dirinya sangat di cintai oleh Martin.

"Semoga semua baik-baik saja." lirih Martin beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Elea masih dalam posisi yang sama, wanita itu tetap terlelap dalam tidurnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 19.45 sebentar lagi jadwal makan malam di kediaman Adnan Hariz itu di mulai, namun belum ada tanda-tanda bangun dari menantu tunggal keluarga itu.

Martin turun seorang diri ke meja makan, di sana sudah ada Adnan, Asri dan juga Risha, putrinya. Ketiga orang itu menatap penuh tanda tanya, kenapa Martin turun seorang diri? lalu dimana Elea?.

"Kau sendirian Martin? Di mana istrimu?" tanya papa Adnan.

"Elea masih belum bangun, Pah." jawab Martin menarik salah satu kursi untuk duduk.

"Dari tadi sore itu?" kali ini Asri yang bertanya.

"Hemm," dehem Martin sebagai jawaban.

"Kenapa gak di bangunkan saja Pih? Inikan sudah waktunya makan malam." Risha khawatir jika kondisi Elea drop karena telat makan.

"Biarkan saja, dia tidur sangat pulas. Nanti kalau lapar pasti bangun sendiri, Papi tidak tega membangunkannya," tutur Martin.

"Tapi pastikan nanti dia makan dengan benar jika sudah bangun. Atau kalau Elea menginginkan sesuatu, panggil saja mbok Sumi di paviliun belakang." ucap Mama Asri memperingatkan Martin.

"Iya, Mah." jawab Martin, kalau keempat orang itu mulai makan malam dan di selingi beberapa obrolan.

"Kamu jangan sering-sering mengizinkan Elea pergi sendirian, Martin." sela Asri ketika mereka tengah menikmati makan malam.

"Maksudnya?" Martin tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Mama nya.

"Itu Elea tadi katanya habis bertemu dengan temannya."

"Ya, dia pergi ke rumah Fara tadi," jawab Martin, ia memang tahu jika Elea menemui Fara, sahabat satu-satunya.

"Bukan Mama tidak mengizinkan Elea pergi, tapi Mama lihat wajahnya sangat kelelahan saat pulang tadi, bahkan langsung tertidur di sofa ruang tamu dan belum bangun hingga sekarang." Asri mencemaskan keadaan calon cucunya.

"Mama tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon cucu Mama. Jika kamu tidak bisa mengendalikan istri mu, maka Mama tidak akan segan-segan untuk ikut campur urusan rumah tangga mu." ancam Asri.

"Itu tidak perlu Mah, Martin pastikan jika Elea tidak akan kelelahan lagi. Dan Martin masih sangat bisa sekaligus cukup mampu untuk mendidik istri Martin." tukasnya.

"Bagus kalau begitu." sahut Asri melanjutkan makannya.

🌼

🌼

🌼

🌼

🌼

TBC 🌺

1
Ray
😅😅😅😅😅😅
Pearly Verna Masambe Inaray
great👍👍
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Ibelmizzel
hamil lg
Ibelmizzel
😭😭😭😭😭😭😭😭
Ibelmizzel
🔥🔥🔥🔥🔥😭😭😭😭😭😭😭
Ibelmizzel
nenek kakek kepo😁😁😁
Ibelmizzel
mampir
MomRea
awas di grebek massa
MomRea
maraton di sini Thor... suka sama karyamu 😊
Ihda Rozi
ini beneran udh tamat
Starry💫: Iya Kk, sudah tamat...karena author akan fokus ke novel baru.
total 1 replies
Nita Beni Bening
ga terasa udh tamatt
Starry💫: terimakasih sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Putry Anasthasya Kinasih
kirain masih berlanjut ternyata udah tamat. .akasih thor atas karayax.
Starry💫: terimakasih juga karena kk sudah membaca karya author 🙏🙏
total 1 replies
Laily Sitorus
iyaaaa....tamat😭😭😭
Starry💫: ikuti karya selanjutnya ya Kk 🤗
terimakasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Nita Beni Bening
top cer amat pak Martin 😊😊
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
nahh ini kalau dengar sesuatu dr orang lain yg gak tau apa² dan gak menanyakan lsg sama org yg lbh tau yaitu martin 🙄
Ihda Rozi
lanjut
Laily Sitorus
bagus x
Laily Sitorus
lanjutkn makin seru...lama x baru rilisnya jadi penasaran😭
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
lalu waktu nikah kemaren bintinya siapa itu klo alea gak tau asal usulnya
Starry💫: Hai Kk, terima sudah mampir 🙏🙏🙏
waktu akad nikah Elea di binti kan ke Ayah Nabi Muhammad ya., yaitu binti Abdullah, karena tidak diketahui nama kandung nya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!