Sekuel Ketos Itu Suamiku.
🍁🍁
"Nikah yuk, Bi!" ajak seorang cowok pada seorang gadis yang berjalan di dekatnya.
"Nggak mau!" balas gadis berkerudung lengkap dengan cadarnya tersebut. Menolak mentah-mentah ajakan menikah dari seorang cowok yang dia ketahui bernama Alther Davindra Bagaskara.
🍁
Siapa yang tidak mengenal cowok bernama Alther Davindra Bagaskara? Murid pindahan yang langsung menjadi most wanted di SMA Mahardika.
Wajahnya yang tampan paripurna, postur tubuhnya sesuai idaman para kaum hawa, serta praupannya yang dingin itu sungguh menjadikannya seorang pangeran di sekolah barunya. Bahkan statusnya sebagai ketua geng motor semakin menjadikan Al sebagai cowok idaman mereka.
Namun, siapa sangka jika cowok keren dan brandalan seperti Al malah jatuh hati kepada perempuan bercadar dan sangat menutup penampilan serta menjaga batasannya? Tidak akan ada yang percaya, bukan?
Siapakah perempuan yang berhasil menarik hati Al?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 22. Kesetanan
Bab. 22
Brak!
Dengan sengaja dan dengan amarah yang memuncak ketika melihat seorang gadis yang meronta ketika ditarik masuk ke dalam semak-semak, Al menabrak apa saja yang ada di depannya. Bahkan orang yang juga ingin gabung untuk bersenang-senang bermain dengan gadis bercadar tersebut.
"Bajing4n, kalian!" sentak Al setelah menabrak beberapa dari mereka.
Sedangkan Genta, beruntung pria itu mempunyai skill yang mumpuni. Sebelum Al menabrak mereka, Genta memilih loncat dari motor Al dan segera menuju ke arah gadis bercadar yang ditarik oleh dua orang.
Gadis itu menjerit dalam tangisnya. Sampai-sampai suaranya terdengar begitu lirih dan lemah. Mungkin karena sedari tadi melakukan perlawanan yang jelas tidak akan membuahkan hasil. Karena gadis yang tak lain ialah Bina, tengah dikeroyok oleh beberapa orang berbadan lebih besar dari gadis itu.
"Banci banget, lo! Beraninya main keroyokan sama cewek!" cibir Al seraya maju ke arah mereka dan langsung menendang orang yang berada di dekatnya.
Sedangkan orang yang Al tabrak dan tendang barusan, berusaha untuk bangkit. Teman-teman mereka yang tengah menikmati minuman di botol, gegas mereka bangkit dan menolong
"Ck! Sialan! Siapa lo? Berani-beraninya mengganggu kesenangan gue!" hardik seseorang yang sedari tadi memegang tangan Bina.
Al begitu berang melihat tangan Bina dipegang oleh pria itu. Matanya yang tajam menatap penuh amarah ke arah dua orang yang tadi memegang tangan Bina.
Dengan gaya sombong dan menyebalkan, Al melipat tangannya di depan dada lalu bersandar di motornya.
"Kalian benar-benar ingin mat1 memang," ujar Al lirih dengan lirikan penuh mengejek ke arah lima orang yang kini berada di hadapannya.
Sementara Bina yang memiliki kesempatan di kala dua orang itu melepas tangannya, ia berusaha untuk menjauh dari sana. Di kala mereka fokus pada pria yang ia tahu murid baru di sekolahnya. Perasaannya sedikit lega, meskipun rasa sesal itu ada. Karena kulit tangannya tersentuh oleh orang yang tidak berhak atas dirinya.
Grep!
Bina tersentak kaget di saat dirinya berhasil mundur menjauh dari orang-orang mabuk tersebut, namun ada sebuah tangan yang memegang tangannya dan menarik ke samping.
"Tenang aja, gue nggak megang tangan lo secara langsung," ujar Genta yang berhasil menyusup ke dekat Bina dan menarik gadis itu dari sana tanpa sepengetahuan lima orang tadi. Di mana mereka terkecoh oleh provokasi yang Al lontarkan.
Bina menatap tangan Genta yang memegang lengannya. Masih terhalangi oleh bajunya ternyata. Membuat Bina tenang.
Meski langkahnya berat, karena tenaganya yang hampir habis, tetapi Bina sekuat mungkin berusaha mengimbangi langkah Genta yang mengajak nya ke tepi jalan.
"Lo berani pulang sendiri? Udah dekat kan rumahnya?" tanya Genta setelah menarik tangannya. "Karena tidak mungkin gue atau Al bonceng lo, kan?"
Benar apa yang dikatakan oleh Genta. Tidak mungkin dirinya meminta bonceng dua pria itu. Lalu tatapannya mengarah ke arah Al yang mulai menghadapi lima orang sekaligus.
Genta mengikuti arah pandang Bina.
"Tenang saja. Al jago bela diri. Lebih baik lo segera pergi dari sini, dari pada mereka memanfaatkan keberadaan lo buat bikin Al menyerah," ujar Genta lagi.
Meskipun tidak yakin Bina bisa mengendarai motornya lagi. Tetapi ini pilihan yang paling baik. Apa lagi ia dan Al kalah jumlah. Genta sendiri juga belum yakin kalau ia dan Al bisa melawan mereka dalam waktu singkat. Sedangkan kondisi lima orang itu belum terlalu mabuk parah.
"Yakin sama gue. Habis ini gue suruh Putra kawal lo. Dia akan nunggu lo di persimpangan depan. Ingat, dia make motor biru mirip kayak punya Al bentukannya. Jangan takut, oke," ucap Genta yang segera menyuruh Bina pergi dari sana.
Dari pada nanti Al melihat gadis itu disentuh lagi oleh pria lain, yang ada malah tugas Genta makin berat. Karena kalau pria itu kesetanan, runyam semuanya.
Sorry ya, Yaang. Cerita yang ini agak lama. Karena aku butuh menjernihkan pikiranku biar jadi anak yang kalem, lembut, serta alim😂
pengen tau kelanjutannya