NovelToon NovelToon
Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:60.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kiki Amalia

Livia Renata harus menelan pil pahit saat mengetahui dirinya hamil, setelah kejadian naas yang menimpanya beberapa minggu yang lalu.

Salah satu mantan kekasihnya yang masih menaruh hati pada Livia, menyerang dan memperkosa gadis itu.

Livia yang baru berusia 17 tahun di paksa harus meninggalkan sekolah dan kepopulerannya.

Orang tuanya yang merasa malu dan pilu kemudian menerima lamaran Deni, kekasih Livia yang polos. Namun, tidak lama kemudian laki-laki yang menghamili Livia datang dan mengatakan dirinya akan bertanggung jawab.

Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 22 : Flash Back

Episode sebelumnya...

"Ini yang terakhir kalinya ya Deni, mama izinin kamu keluar rumah!. " Tegas Bu Tania.

###

Happy Reading and Enjoy Guys.

Deni mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa segera sampai di rumah Livia, waktunya tidak banyak karena tadi laki-laki itu harus mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman kelasnya terlebih dahulu.

Untungnya tugas mereka cepat selesai jadi masih ada waktu satu jam untuk Deni bisa menemui Livia. Sudah berhari-hari bereka tidak bertemu pesan bahkan teleponnya pun tidak pernah di gubris.

Disisi lain Deni juga sudah berjanji kepada mamanya, bahwa hari ini adalah hari terakhir dirinya akan keluar rumah. Deni di berikan hukuman skorsing selama tiga minggu dan akan mengikuti pembelajaran dari rumah, artinya Deni akan melakukan homeschooling selama tiga minggu tersebut di rumahnya.

Tidak lama kemudian mobilnya sudah sampai tepat di depan pagar rumah Livia, Deni segera turun dari mobilnya dan berlari kecil ke depan pintu rumah Livia.

Tok... Tok... Tok..

Tok... Tok... Tok..

Deni mengetuk pintu rumah Livia dengan tidak sabar. Terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah mendekati pintu.

"Deni?. " Livia sedikit terkejut melihat laki-laki itu.

Livia keluar dari dalam rumahnya dan mengajak Deni berbicara di halaman depan.

"Ngapain kamu kesini?. " Cecar Livia, judes.

"Aku mau liat keadaan kamu Liv. " Jawab Deni.

"Nggak usah datang kesini lagi, Mama kamu udah datang kesini dan hubungan kita udah benar-benar berakhir!. " Tegas Livia.

"Kamu ngomong apa sama Mama aku?. " Tanya Deni.

"Mama kamu gak bilang aku ngomong apa sama dia?. " Balas Livia.

"Livia, jangan balik tanya jawab aku!. " Tegas Deni, tidak sabar.

"Aku bilang ke Mama kamu kalau anak yang ada di dalam perut aku ini bukan anak kamu, dan aku juga udah jelasin ke dia kalau aku udah nemuin calon suami yang tepat buat aku sama anakku ini. " Balas Livia.

"Mama udah ngomongin itu, aku kesini juga mau dengar itu dari mulut kamu sendiri. Aku cuman gak habis pikir, Kenapa kamu harus ngomongin itu ke Mama? Kamu pernah nggak sih ngehargain usaha aku buat ngeyakinin Mama aku sendiri buat bertanggung jawab ke kamu? Kamu tau nggak aku juga dalam keadaan yang nggak baik-baik aja Livia, bukan cuman kmau aja yang menderita, aku juga. " Oceh Deni, meluapkan isi hatinya.

"Yan makanya kamu gak udah datang kesini lagi, lupain aku!. " Bentak Livia.

"Livi, aku datang kesini tuh baik-baik cuman mau ngeliat keadaan kamu kenapa kamu harus sekasar ini?. " Ujar Deni.

Livia mendorong tubuh Deni dengan sedikit kasar.

"PERGI DARI SINI!. " Teriak Livia.

Deni yang mendengar itu sontak terkejut, mata mereka berdua sempat bertatapan selama beberapa detik.

"Oke, aku gak bakalan datang kesini lagi!. " Ujar Deni, datar.

Benerapa saat kemudian Deni mebalikkan badannya dan berlari keluar dari halaman rumah Livia.

Livia masuk kembali ke dalam rumahnya, emosinya saat ini sungguh tidak terkontrol, apalagi setelah melihat Deni. Livia merasa sangat kesal kepada laki-laki yang terlalu mencintainya itu. Livia merasa tidak pantas menerima cintanya.

"Maaf Deni. " Lirih Livia, sebelum menutup pintu rumahnya dengan kasar.

###

Deni mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak lama kemudian laki-laki itu sudah sampai di rumahnya sendiri.

Deni masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan lumayan keras. Pikirannya saat ini tidak bisa berpikir jernih, mungkin betul kata mamanya lebih baik untuk beberapa waktu ke depan Deni tidak usah pergi kemanapun.

Deni kembali mengingat-ingat kenangan saat pertama kali dirinya mengenal Livia.

(Flasch back on)

Penerimaan Siswa Baru.

Hujan gerimis turun membasahi bumi, meskipun begitu tidak mengirungkan niat para murid baru di SMA 3 Dirgantara untuk mengikuti ospek yang di adakan oleh panitia pelaksanaan penerimaan murid baru.

Livia adalah gadis yang sangat mencolok di antara para murid lainnya, rambutnya yang blonde khas campuran Indo-Belanda membuatnya terlihat lebih bersinar di banding murid-murid yang lain.

Hal itu pula yang membuatnya menjadi salah satu murid baru paling populer, perangainya yang ceria dan supel membuat siapa saja yang berkenalan dengan gadis itu akan langsung akrab dengannya.

"Hehhh, ngeliatin apaan kamu?. " Tegur Roni teman kelompok Deni selama masa ospek berlangsung.

Setelah berjam-jam berdiri di tengah lapangan, Ospek hari terakhir akhirnya telah selesai di laksanakan, tiga orang remaja itu sedang duduk di samping gerbang sekolah sambil menikmati semilir angin yang menerpa tubuh mereka, meskipun sedang gerimis hal itu tidak membuat tiga remaja itu ingin meninggalkan tempat duduknya saat ini.

"Ah hehe, enggak kok nggak ada. "jawab Deni gugup.

Roni yang mengetahui jika Deni berbohong kemudian mengalihkan pandangannya kepada seorang gadis yang sedang di kerumuni oleh murid yang lain. Roni sadar betul gadis itulah yang sedari tadi tidak berhenti di pandangi oleh Deni.

" Oh, si Livia? Kamu naksir sama dia?. " Goda Roni.

"Ah apaan sih, enggak lah. " Jawab Deni.

"Ya elah, santai aja kali! Lagian si Livia anaknya emang cantik banget sih wajar aja kamu ngeliatin dia sampai gak berkedip kayak tadi, hahaha. " Goda Roni.

"Enak aja. " Balas Deni, cuek.

"Dengar-dengar dia udah di gebet loh sama kakak kelas kita. " Ujar Roni, memberikan informasi.

Mendengar itu Deni sama sekali tidak heran, mengingat Livia adalah gadis yang sangat cantik wajar saja akan ada banyak laki-laki di sekolahnya ini yang berlomba-lomba untuk mendapatkan hati gadis itu.

"Tau kok. " Jawab Deni.

"Eh dengar-dengar juga nih yah kalau mau deketin dia itu latar belakang keluarga kita mesti kaya tau!. " Timpal Budi yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan Deni dan Roni.

"Masak sih?. " Tanya Roni, karena melihat Livia yang supel dan gampang akrab dengan orang lain membuat Roni berpikir jika gadis itu tidak akan terlalu pemilih.

" Ketinggalan informasi sih kalian, btw kakak kelas yang naksir dan jadi gebetannya si Livia itu anaknya yang punya toko elektronik terbesar di kota kita ini. " Ujar Budi.

"Wuahh yang bener?. " Tanya Roni.

"Beneran, kemarin katanya ada senior lain yang coba nyatain perasaannya ke Livia, tapi langsung di tolak mentah-mentah, soalnya katanya persyaratan untuk jadi gebetannya Livia, bapaknya si cowok itu mesti punya penghasilan yang banyak atau seenggaknya punya usaha yang ngasilin duit, kalau bapakmu cuman PNS biasa dengan gaji pas-pasan mending gak usah coba-coba deh, Livia gak bakalan ngelirik. " Oceh Budi panjang lebar.

"Lah emangnya kenapa mesti nanyain kerjaan bapaknya? Emangnya si Livia mau pacarin bapaknya tuh cowok juga?. " Ujar Roni.

"Ya nggak gitu juga kali, kan kalau bapaknya punya banyak duit otomatis anaknya juga kecipratan dong, liat aja penampilan Livia dari sepatu sampai rambutnya, barangnya mahal-mahal bro apalagi perawatannya, dia pasti nyari cowok yang bisa ngasih dia segalanya lah. " Ujar Budi.

"Maksud kamu, Livia matre?. " Tanya Roni.

"Nah itu, tepat sekali!. " Balas Budi.

"Tapi, emang wajar sih cewek kayak dia itu mesti matre, diakan cantik orang tuanya juga pasti bukan orang sembarangan, gak mungkinkan dia pacaran sama orang dari keluarga dengan latar belakang sembarangan juga. " Ujar Deni membela Livia, padahal ia sama sekali tidak mengenal gadis itu.

Menurut Deni, perempuan manapun di muka bumi ini wajar-wajar saja untuk memilah dan memilih laki-laki seperti apa yang mereka inginkan, begitu pula dengan laki-laki. Kalau tidak cocok yah tinggal di skip saja toh? Apa susahnya?.

"Akuu harap kamu tidak terlalu berharap bisa mendapatkan gadis itu Den, mengingat sainganmu adalah anak pengusaha elektronik itu, kalah telak kita. " Tutur Roni, yang menyangka Deni adalah murid dengan latar belakang ekonomi yang sama seperti dengannya karena bersekolah di SMA 3 Dirgantara ini melalui program beasiswa.

Deni hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Roni.

Bersambung....

1
Qaisaa Nazarudin
Perlakuan peran Livia di sini terlalu sombong dan Kasar menurut ku, Sekarang tambah jadi isteri durhaka lagi,Walau gimana pun Radit udah SAH jadi SUAMI nya..Aku semakin eneg dengan sikap sombong Livia..
Qaisaa Nazarudin
NGEBACTIKIR itu apa thor?? Banyak ayat kata2 mu yg aku gak paham,Padahal cerita mu bagus lho..
Qaisaa Nazarudin
CINTA bisa bikin orang cerdas jadi BODOH, CINTA bisa bikin orang WARAS jadi GILA,Jangan karna CINTA kita rela kayak Jadi PENGEMIS di mata orang yg tak bisa MENGANGGAP dan MENGHARGAIN kita..
Qaisaa Nazarudin
Udah di perkokos kek gini masih aja sombong,Ini jahat kan kalo aku bilang ini KARMA buat Livia..
Qaisaa Nazarudin
Apa Livia gak punya sahabat ya..Biasanya cewek Cantik n tajir pasti punya geng lho..
Qaisaa Nazarudin
GILA si Radit..Ini mah bukan CINTA tapi OBSESI,kalo orang udah gak suka ya udah,maksa banget,Cewek tuh bukan Livia doang,Cewek Matre kek gitu di rebutin...
Qaisaa Nazarudin
Kecil' aja udah matre,Gimana saat udah gede..
Qaisaa Nazarudin
Kasian juga Deni,Tapi harusnyandia tau diri juga kalo gak modal jangan berani2 dekatin nih cewek,udaj tau dia cewek cantik,pasti gayanya selangit,Kalo gak punya modal,lupain aja..Biasanya yg berani deketin cewek cantik yah paling juga cowok2 tajir,Jadi gak masalah hanya beli boneka dgn es krim doang,Tapi di sini terlihat kan kesungguhan Deni..👍👍

Mampir thor...🙋🙋
Aurora
Ceritanya bagus... 👍
Mampir juga ya kak..
Anonim
Lanjutannnnnnn
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
cerita yang sangat menarik, alurnya juga oke
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
aduh kalian ini yaa, gosip and ngomongin orang aka kerjaannya, belajar heh
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
alasannya dong liv, kasian deni
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
pasti enak banget ya Livia
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
kak habis tanda tanya tak perlu ada titik. Dan setelah tanda petik itu huruf kecil kalau berupa dialog tag🤗
lanjutkan
masokk
lanjutkan
bgaus
🥑⃟G_ard
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!