NovelToon NovelToon
Possessive Brother

Possessive Brother

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Biru Blerina

Apa salah jika memiliki kakak yang super posesif, ini tidak boleh itu tidak boleh?

Bahkan Papa dan Mama juga tidak pernah membatasi apa yang kulakukan. Hampir semua laki-laki yang mendekatiku akan mundur secara perlahan karena kakak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Blerina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Possessive Brother| 22

Deruman mobil memasuki pekarangan rumah menyadarkan lamunan Elang, dengan langkah lebar-lebar ia segera melihat keluar. Laki-laki yang terlihat sudah lebih santai dari sebelumnya itu tengah kesal, ketika dirinya pulang ingin segera menemui Aletha yang sudah jarang ia temui sejak dari pantai. Tetapi, gadis itu tidak ada dirumah. Kata ibunya Aletha berpamitan untuk pergi ke taman kompleks, dengan niat yang besar berniat untuk memberikan ponsel baru sebagai kejutan justru dirinya yang dikejutkan. Tidak ada gadis bernama Aletha yang berada di taman, terlebih didekat bunga pukul empat.

Dengan kekesalannya Elang kembali kerumah, baru saja memikirkan dimana gadis itu.

Elang mengintip dari jendela besar yang berada tepat disamping pintu utama rumahnya, menyingkap gorden bermotif flora yang mirip dengan gorden dikamar Aletha. Di sana, gadis itu baru saja keluar dari mobil berwarna hitam yang mengkilap. Bersama dengan laki-laki yang sangat mirip dengan Arka, atau mungkin saja memang dia.

"Aletha! Cepat masuk!".

"Kakak sudah pulang?".

Elang tersenyum miring melihat tangan laki-laki yang berdiri dibelakang Aletha itu menahan lengannya, berusaha menahan agar Aletha tetap berada disana dengan Arka. Dengan satu hentakan, Arka berhasil menyembunyikan Aletha dibalik tubuhnya yang lebih tinggi dari gadis itu.

"Aletha!".

"Aletha, nggak akan menurut lagi dengan kamu. Dia akan menurut padaku, mulai hari ini dia kekasihku!".

Tanpa menunggu apapun lagi, tangan Elang yang sudah terkepal sejak tadi sudah melayangkan tinju diwajah Arka. Suara jeritan keras gadis itu mampu membuat pasangan paruh baya yang sedang berada didalam rumah tergesa-gesa keluar, Renata berusaha menghentikan Elang yang sudah kesetanan memukuli Arka. Arka juga tidak diam saja, karena sejak beberapa jam yang lalu ia sudah berjanji untuk tidak akan pernah membuat Aletha kembali terkekang.

"Elang, Berhenti!". Tetapi, seakan menulikan pendengarannya laki-laki itu masih terus menghujami wajah Arka dengan pukulan-pukulan yang keras, entah bagaimana rasanya wajah yang tadi terlihat tampan itu kini justru mengerikan. Aletha masih belum berhenti menjerit tertahan karena takut dengan emosi kakaknya yang selalu menakutkan, ia juga tanpa sadar sudah meneteskan air matanya.

Dengan kekuatan tangannya Renata yang sudah mahir dengan karate, membanting kedua laki-laki yang terus saling pukul. Keduanya terjatuh, Elang yang sama sekali belum terluka itu kembali meraih kerah baju Arka. Kembali ingin menghujam wajah yang begitu ia benci dengan pukulan, tetapi suara ayahnya yang begitu tegas menghentikannya.

"Tenanglah Elang, ada apa sebenarnya?".

"Hiks, kakak jahat kenapa mukulin Arka? Memangnya apa salah Arka?". Gadis itu baru berani bersuara ketika kakaknya itu sudah melepaskan tangannya dari kerah baju Arka, gadis itu belum bisa menghentikan tangisannya.

"Curut ini sudah berani melawanku pa, sekarang mereka malah berpacaran."

"Sudahlah, lagi pula Aletha juga sudah besar. Kamu jangan terlalu mengekangnya lagi, kasian juga Aletha."

Elang memincingkan mata tajamnya ke arah ayahnya, sebegitu mudahnya laki-laki yang selama ini ia hormati itu melepaskan Aletha. Wajahnya terlihat kaku, juga memerah sepertinya amarahnya kembali memuncak.

"Sebegitu mudahnya papa melepaskan Aletha? Tapi aku tidak akan pernah melepaskan Aletha, sekalipun aku juga harus melawan papa!".

Rangkaian kata yang terucap mulut Elang itu, terdengar seperti ancaman. Tetapi, kata-kata itu justru ungkapan kekecewaan seorang Erlangga Narendra. Laki-laki itu menarik Aletha yang sedang membantu Arka berdiri, tetapi gadis itu menolak keras ia bahkan berusaha menggigit tangan kekar kakaknya. Namun sayangnya usahanya sia-sia, gadis itu diseret dengan kasar oleh Elang memasuki rumahnya.

Aletha terjatuh tersandung kakinya sendiri karena tidak dapat mengikuti langkah kaki Elang, karena begitu gemas dengan adiknya itu ia menangkap Aletha lalu menggendong gadis yang terus saja mengucurkan air mata.

"Kak, turunin Aletha!".

Dengan sangat tidak berperasaan Elang melepaskan kedua tangannya, yang sedang menggendong Aletha. Kedua matanya terpejam begitu rapat takut akan merasakan sakit pada punggungnya, tetapi tidak ada hanya rasa empuk yang punggungnya rasakan. Aletha terlentang diatas sofa panjang, ia baru sadar jika kakaknya melepaskan tepat diatas sofa. Ia kira akan dijatuhkan ke lantai, sudah sangat takut ternyata hanya perasaannya saja yang terlalu buruk.

"Kak!".

Elang berlalu meninggalkan Aletha yang sudah beranjak duduk disofa, memandanginya dengan kecewa. Sampai kapan kakaknya akan menghalangi jalannya untuk pergi kedunia yang luas, kenapa ia selalu merasa jika dunianya sangatlah sempit.

"Berhentilah melawan kakak, kalau kamu ingin bahagia!".

Lagi-lagi kalimat yang serupa dengan ancaman, apa tidak ada kalimat lain yang bisa dikatakan kakaknya itu? Laki-laki itu pergi ke lantai atas dimana kamarnya berada, tanpa ada minat untuk menolehkan wajahnya lagi pada Aletha yang masih terus menatapnya.

"Astaga Arka!".

________________________________________

Suasana romantis pada restoran berbintang lima yang sengaja disewa Gean untuk Carol ternyata belum cukup membuat keduanya saling berbicara, sejak sampai ditempat indah itu mereka hanya diam dan saling bertukar pandangan. Gean nampak sangat bingung dari mana harus memulai pembicaraan, sementara Carol, wanita itu tidak tahu apa tujuan calon suaminya itu menyewa sebuah restoran ini. Hatinya seperti berbunga-bunga, apakah dirinya sangat istimewa untuk Gean sehingga dengan begitu loyal , merelakan pengeluaran yang begitu besar untuknya.

Setelah menguatkan tekadnya, Gean mulai membuka suara memecahkan keheningan diantar keduanya.

"Carolina, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan denganmu. Ku mohon, dengarkanlah sampai selesai."

"Apa itu?".

Rasanya detak jantung wanita itu semakin cepat, atmosfer ruangan luas dengan begitu banyak kursi dan meja yang tertata rapi juga mewah, sudah berubah tatkala Gean berbicara. Ada firasat aneh yang tiba-tiba muncul dipikiran Carol.

"Aku, aku tahu hampir setiap hari kamu ke kantor dan bukan untuk menemui ku tapi Elang. Aku tahu pasti ada tujuan khusus, dan banyak karyawan ku sendiri yang bertanya tentang dirimu. Aku masih terus diam, karena aku sama sekali tidak percaya tapi itu awalnya saja."

"Gean, aku.."

"Tolong dengarkan aku sampai selesai, Carol!".

Wanita itu mulai takut dengan arah pembicaraan Gean, apakah mungkin selama ini calon suaminya sudah tahu dan percaya dengan perkataan Elang?

Rasa khawatir yang begitu besar membuat setetes demi tetes air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya, ia benar tidak kuasa mendengarkan lagi perkataan Gean. Suaranya kini redam dengan telapak tangan yang sengaja ia tempelkan pada telinganya, ia harus apa sekarang.

"Hiks, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf, cukup jangan lanjutkan perkataan mu."

Carol masih tetap menangis, dan berusaha untuk mengatakan sesuatu tetapi air matanya yang sudah mulai deras itu mengalahkan suaranya.

"Carolin?"

Wanita itu menggelengkan kepalanya seakan tidak ingin lagi mendengar perkataan apapun dari mulut Gean, tangisnya mulai terdengar lebih keras. Ia seperti akan mengeluarkan semua beban yang sudah ia tumpuk didalam hatinya.

"Aku,. Gean maafkan aku hiks.."

Gean menghela napas pelan, berdiri dari kursinya dan mendekat pada Carol yang terus menangis. Ia meraih tubuh ramping Carol dan memeluknya erat, ada rasa sakit yang menyengat pada hatinya melihat wanita yang begitu ia cintai menangis didepan matanya.

Ruangan yang redup dengan harum bunga mawar segar, menjadi lebih romantis dengan keadaan. Walaupun tujuan yang sebenarnya belum terucap sama sekali, mereka menghabiskan waktu dengan saling berpelukan. Tidak ingin terpisah lagi, tetapi dalam hati laki-laki itu ada yang masih mengganjal.

"Baiklah, aku menunda pernikahan kita."

"A-apa? Kenapa begitu?".

"Maafkan aku, awalnya aku memang percaya denganmu. Tapi , setelah mencari kebenaran kamu memang berniat menggoda saudaraku."

"Berikan aku kesempatan, aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan buruk itu lagi, Gean".

Bibir tebal Gean melengkung, ia hanya mendengar Carol sebagai pembual sekarang ia tidak menemukan penyesalan apapun dalam setiap rangkaian kata itu. Apakah itu cukup untuknya memutuskan sebuah hubungan?

1
Bear
Jadi kapankah kelanjutannya diupdate?
Linda Dwi Saputri
kak udah beneran End kah ini . terus gak ada kelanjutannya lagi
elf
sepertinya GE mau d jodohin Ama Anna Ama othor... huufff... AQ g mw lanjut baca wes... takut kecewa.. AQ g suka Anna..
endra gunawan Gunawan
arletha jgn meninggal dong,entar aku ngk mau baca lagi.nyesek
Sita Sara
Thor up lagi dong ceritanya bagus
Adey
knp gk update lg thor
Oh Dewi
Wah seru banget ceritanya kaya Novel (Siapa) Aku Tanpamu
Queenmf😉
Enak kayakya punya kk perhatian
Sinsin Nur Syifa Karimah
anna itu jahat tapi kenapa musti dipasangin sama Gean sih thor 😭😭
Sinsin Nur Syifa Karimah
aku baca lagi yang ke lima apa ke empat sih, suka bngt..
KooKie💜🐰
sabar ya gean😂
uli
sptnya bukan Abang kandung
Dekta Wita
kisa yang menarik
Sinsin Nur Syifa Karimah
yang aku gak suka disini, Anna, titik gak pake koma!! 😂😂 kalo aku suruh milih mending Caroline daripada Anna
Sinsin Nur Syifa Karimah
entah ini yang ke tiga ke empat kalinya aku baca cerita ini, suka bngt. tapi kenapa Thor musti gean bersama Anna 😔😢
☘️anita🌺
beli asi saja ,ada kok sekarang....atau dikasih susu formula saja dan berdoa supaya aletha sadar atau taruh saja bayinya di dadanya aletha jadi intinya didekap tuh bayi biasanya akan ada ikatan mungkin bisa membuat aletha bangun dari koma nya apalagi kalau bayinya nangis...
jangan ada pelakor lah....
Azkadina Maritza
ggvFYI ftp FYI hi
Sumardi
emangnya masi gadis bisa ngeluarkan asi?????
tak masuk di akal????
ini aku yg bodoh apa thoor nya yg ngelantur????
💥Meg🔥
jangan ada cerita nikah sama ibu yg ngasih ASI yahh....
Aisyah Prasutio
gk relaaaa Thor,kalau ada ibu susu yg lain,,,,cepet bangun aletha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!