Ini kisah dari Anaknya Rara dan Aris ( My Ex Wife ) Keill Abraham. Jangan lupa follow Ig othor @navizadewi.
🌹🌹🌹
Safara Maulida tidak pernah menyangka bahwa dia akan dilamar secara tiba-tiba oleh atasannya di kantin kantor tempatnya bekerja. Tentu saja Fara nama panggilan gadis itu merasa sangat bahagia, apalagi atasannya itu adalah cinta pertamanya di masa putih abu-abu.
Keill Abraham, tidak main-main dengan lamaran itu, dan sebulan kemudian mereka melangsungkan pernikahan. Tapi di dalam kehidupan mereka ada kejanggalan yang Fara rasakan, yaitu sikap Keill yang dingin saat di rumah. Tapi akan berubah hangat jika di kantor. Fara jelas saja tidak terima dengan sikap suaminya itu.
"Gue tahu kalau dia gak cinta sama gue, tapi apa alasannya dia ngajak gue nikah jika matanya hanya menatap ke arah wanita itu dengan tatapan sendu!" Batin Fara dengan dada sesak.
Sanggupkah Fara menjalani pernikahan yang seperti itu? apa alasan Keill menikahinya kalau hanya dianggap bayang-bayang saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vero & Vera
Happy Reading.
Fara dan Keill akhirnya mandi besar bersama, karena mereka baru saja melakukan ibadah yang penuh dengan kenikmatan.
Keill menatap sang istri yang sedang menyisir rambutnya di depan cermin. Rambut Fara tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek.
Hitam lurus dan sedikit tebal, menurut Keill rambut istrinya itu tidak jauh beda pada saat masih SMA.
"Nanti malam sepupu ku akan datang, mereka baru saja pulang dari luar negeri, dan segera datang ke sini untuk bertemu denganmu," ucap Keill menyentuh ujung rambut Fara dan mencium baunya.
Wangi strawberry yang selalu dia sukai, sepertinya istrinya itu memang mem-favoritkan rasa strawberry karena parfumnya juga berbau strawberry yang wangi dan manis.
"Sepupu?" tanya Fara menatap suaminya lewat cermin.
"Sepupu yang mana?"
Karena memang Fara belum mengetahui kalau Keill memiliki sepupum
"Iya, sepupu anaknya Tante Nita dan Om Nathan, namanya Vero dan Vera mereka kembar dan sama-sama berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit di Jakarta," Jawab Keill mengelus surai hitam milik sang istri.
Keill bisa melihat istrinya yang tengah mengoleskan liptint pada bibirnya. Pantas saja bibir Fara begitu lembab dan segar, ternyata wanita itu selalu merawat nya.
"Oh, anaknya Tante Nita dan Om Nathan, ya? yang katanya kemarin pas waktu nikahan kita mereka nggak bisa datang karena sedang ada acara di Amerika?"
"Yaps! betul sekali, mereka itu kembar tapi tidak begitu mirip, sifatnya pun juga begitu, yang pasti nanti kamu akan senang jika sudah bertemu dengan mereka," Fara mengangguk.
Tentu saja dia merasa sangat senang bisa bertemu dengan sepupu Keill karena Fara sendiri juga tidak memiliki sepupu, maupun saudara. Ayah dan ibunya adalah anak tunggal, jadi dia tidak akan pernah merasakan memiliki sepupu, yang ada mungkin hanya saudara jauh yang bahkan jarang sekali bertemu.
"Tentu saja aku akan senang, jadi mereka semua berprofesi menjadi dokter seperti mamahnya?"
"Iya, sebenarnya Om Nathan ingin Vero meneruskan bisnisnya tetapi sepertinya Vero tidak berniat terjun ke kalangan bisnis, dia lebih suka menjadi seorang dokter seperti mamanya begitupun dengan Vera," cerita Keill.
"Kalau begitu kamu cepetan siap-siap, Mas! masa cuman pakai boxer doang!!" Fara berdiri bersedekap dada, melihat tubuh indah Keill yang selalu membuat nya meleleh, membuat Fara langsung membuang muka.
Keill yang menyadari bahwa istrinya tengah malu karena tengah memperhatikan, tersenyum jahil.
"Sayang," Keill memajukan wajahnya ke arah Fara, berusaha menempelkan bibirnya pada bibir sang istri, tapi belum sampai bibir itu bertemu, Nathan sudah mendapatkan cubitan di lengannya.
"Aww! Sayang, sakit!!" Nathan mengaduh.
"Makanya, cepat pakai baju sana!" Fara mendorong dada suaminya agar segera memakai pakaian.
'Mataku tidak akan kuat jika harus berlama-lama menatap tubuh Keill yang benar-benar membuatku panas dingin!' Fara mengelua dada.
"Mas!! Cepetan! Apa kamu mau telan jang terus!!"
"Iya sayang, tentu aja aku pakai baju, masa harus telanjang seperti ini, yang ada nanti Mas masuk angin dong," Keill mencubit kedua pipi Fara dan hal itu langsung membuat Fara mengaduh.
Cup, cup, cup!
karena gemas dengan sikap istrinya yang malu-malu kucing, akhirnya Keill berhasil mendapatkan ciuman yang sejak tadi ingin dia lakukan kepada istrinya.
"Mas!!"
"Iya sayang, apa? Mau lagi?" Fara memukul pelan dada suaminya.
"Ayo, aku pilihkan bajunya," ucap Fara berusaha lepas dari dekapan tubuh Keill yang begitu besar itu.
"Kamu tidak mau melihat tubuh seksi suami mu ini lagi," Fara melototkan matanya.
Sungguh dia tidak pernah menyangka bahwa Keill bisa bersikap seperti ini, tentu saja pria itu memang terkenal dingin tapi terkadang dia juga sangat ramah terhadap orang lain terutama para karyawannya.
"Mas, ternyata kamu nggak sedingin yang aku kira, ya?"
"Aku 'kan memang nggak dingin sayang," jawab Keill kali ini sudah melepaskan pelukannya pada sang istri.
Fara berjalan ke arah lemari diikuti oleh k6ill di belakangnya.
"Ya, dulu ku kira kamu itu akan menjadi atasan yang dingin dan tidak ramah, pada saat kabar pak Aris telah pensiun dan digantikan oleh putra satu-satunya, tetapi setelah aku tahu kalau kamu itu adalah Kei di masa SMA, ternyata memang sisi kebaikan mu masih ada," ucap Fara sambil membuka lemari pakaian.
Mengambil kaos warna putih dan juga celana pendek rumahan warna hitam.
"Aku memang terkenal memiliki wajah yang datar dan dingin tapi sebenarnya hatiku itu lembut," jawab Keill sambil memakai pakaian yang diambil kan oleh istrinya.
Tok, tok, tok!
"Keill, Fara, di bawah sudah ada Vera dan Vero yang menunggu kalian!" seru Mama Rara.
"Iya, Ma!! Lima menit lagi kami keluar!"
"Ya udah Mama tunggu jangan terlalu lama mengurung istrimu, Keill!"
"Iya, Ma!!"
Rara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Sang putra yang bahkan tidak membukakan pintu kamar untuknya.
Tapi Rara memaklumi karena romansa pengantin baru memang masih mereka rasakan.
"Kamu keluar dulu, temui mereka, Mas!" ucap Fara.
Keill mengerutkan keningnya, "kenapa kita tidak keluar bersama saja?"
"Aku harus memakai jilbab dulu, nanti kalau kelamaan kan nggak enak," jawab Fara mengambil jilbab yang terletak di atas ranjang.
"Nggak apa-apa, sayang! Akan aku tunggu, ya udah cepat dipakai dulu," Fara kemudian memakai jilbabnya yang berbentuk persegi itu setelah melipatnya menjadi bentuk segitiga.
Keill mengamati sang istri yang memakai kerudung berwarna biru muda itu, pesona Fara memang sangat luar biasa, semakin diamati wajah itu, akan menjadi semakin cantik dan hal itu membuat Keill tidak pernah bosan memandang wajah ayu istrinya.
Setelah beberapa saat akhirnya keduanya turun ke lantai bawah, Keill bisa melihat punggung para sepupunya itu.
"Eh, Keill, Fara, baru bisa turun?" Seru Papa Aris yang melihat kedatangan kedua sejauh itu.
"Wah, pengantin baru!! Selamat ya bro maaf, maafkan kita berdua yang tidak bisa datang ke acara pernikahan kalian," ucap pria yang Fara yakin itu adalah Vero.
"Gue sih gak heran, secara kalian berdua memang sok sibuk!" jawab Keill setelah memeluk Vero.
"Wah, ini yang namanya Fara? Cantik banget!!" Vera memeluk Fara yang sejak tadi hanya bisa tersenyum canggung.
"Iya, Mbak Vera 'kan?"
"Iya, sepupu Keill, sorry ya gak bisa datang di nikahan nya kalian!" ucap Vera.
Fara bisa melihat jika Vera ini adalah wanita yang ramah.
"Eh, tunggu sebentar, temen gue telepon nih, tau aja kalau udah pulang ke Jakarta!" ucap Vera mengamati ponsel yang berada di sakunya.
"Halo Jim, ada apa?"
" ......... "
"What?? Pertunangan lo batal, dan cewek yang lo suka udah nikah!"
Bersambung.
YAA BATALAH, LIDIA DI TANGKAP, DN WANITA YG DISUKAI JIMMY ITU ISTRI SPUPU LOO