'' Rani Marissa ''
Seorang gadis cantik, yang mandiri baik hati.
'' Leonardo Pratama ''
Pria tampan ,pewaris tunggal perusahaan Pratama . sekaligus pria yang menjadi kekasih Rani Marissa.
'' Disa Andini ''
Sahabat Rani yang menyukai Leon, sejak pertama kali bertemu. Ketika Leon diperkenalkan oleh Rani, sebagai kekasihnya. Tapi demi persahabatan mereka , dia menyimpan perasaan itu dalam htinyaa.
Ada sebuah kejadian yang menyebabkan Leon menikah dengan Dissa
Apa kejadian itu?
penasaran ?.
yuk!! bacaa😍😌
jangan lupa like, comen, vote nya yaahh
😍😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raquini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Rani mengerjabkan matanya beberapa kali setelah tadi dirinya pingsan lagi, dia melihat sekelilingnya dan mendapati bahwa dia berada di sana sendirian di ruangan yang tidak terlalu besar itu ( kayak kosan untuk 1 orang ya) dengan satu tempat tidur yang sekarang menjadi tempat dirinya berbaring. Rani beranjak duduk dan memegang kepalanya dia mencari-cari ponselnya tapi tidak ada. Saat sedang mencari ponsel dia melihat ada nasi bungkus tergeletak dekat tempat tidur dan sebuah kertas yang bertuliskan " HABISKAN MAKANANNYA"
Rani mengambil nasi bungkus itu dan memakannya dengan lahap, sebenarnya makan dalam keadaan seperti itu sangatlah menyesakkan tapi mau bagaimana lagi dia mengingat pesan ibunya untuk tidak boleh terlambat makan.
Selesai makan Rani mencoba untuk membuka pintu dan berhasil namun saat melihat keadaan yang tampak sepi di luar membuatnya merinding. Ya,
dia melihat bahwa rumah yang sedang ditempatinya dikelilingi oleh pohon-pohon pinus yang tinggi semampai, belum lagi pekarangan sekitar yang ditumbuhi semak belukar yang sangat tebal. Rani cepat-cepat masuk ke dalam kamar dan matanya tertuju pada sebuah benda kecil berwarna hitam yang di simpan di ujung tempat tidur. Rani mendekat dan melihat dengan teliti ternyata itu adalah ponselnya. Dia tersenyum dan mencium ponselnya itu dia juga ingin meminta bantuan kepada orang tuanya agar segera menjemputnya karena dia sangat takut dan entah mengapa perasaannya seperti tidak enak dia juga merasa bahwa akan ada sesuatu nanti malam namun karena dia sendiri dia mencoba mengatakan pada dirinya bahwa semua baik-baik saja.
Rani berdiri dan mencoba mencari sinyal dan berhasil mendapatnya meskipun hanya dua. Dia berdiri di atas tempat tidur dan saat hendak mengetikan pesan dia melihat sebuah pesan dari ayahnya.
**Nak...
Kamu di mana, kenapa tidak pulang, hari semakin sore tapi kenapa belum kembali. Papa tadi mendapat sebuah pesan dari nak Leon dan isinya foto kamu bersama seorang lelaki. Papa dan mama tahu kamu tidak mungkin melakukan hal itu. Papa tahu kamu pasti akan mengingat semua nasehat yang papa dan mama selalu berikan.
Nak....
Saat ini papa dan mama akan mencarimu dan papa harap kita dapat bertemu. Perasaan papa tidak tenang saat dari rumah, jika kamu sudah membaca pesan ini dan tidak ada kabar dari papa dan mama lagi maka mungkin sudah terjadi sesuatu kepada kami.
Rani sayang..
Papa dan mama mencintaimu, papa dan mama berharap kamu bisa berbahagia. Pesan dari papa dan mama, jika suatu saat kamu mendapat masalah maka jangan terburu-buru mengambil sebuah keputusan pikirlah matang-matang.
PAPA DANIEL DAN MAMA MAYA SANGAT MENCINTAI PUTRI SEMATA WAYANGNYA
" RANI MARISSA" ♥️***
Ponsel Rani terjatuh setelah melihat isi pesan itu cairan bening membasahi kedua pipinya dia berusah bangun dan mencoba menelepon papanya namun tidak ada jawaban, berulang kali dia menelepon namun masih dengan hasil yang sama.
***
Sedangkan di tempat lain hari ini adalah hari pernikahan Leonardo Pratama dan Disa Andini. Mereka baru saja selesai mengucapkan janji suci untuk sehidup semati mereka sangat berbahagia. Namun tidak dengan bu Nani dia merasa ada yang salah dari semua ini raut wajahnya juga menandakan jika senyum yang di berikan adalah keterpaksaan tapi saat melihat putra semata wayangnya sangat berbahagia tentunya hal itu menjadi pertimbangan untuknya. Orang tua mana yang tidak ikut bahagia jika anaknya berbahagia namun di dalam hatinya dia justru memikirkan nasib Rani. Dia juga sudah mendengar tentang berita kematian dari ayah Rani tapi dia tidak menemukan Rani bahkan sampai acara pemakaman yang dilangsungkan kemarin setelah kejadian.
Leon menghampiri ibunya yang dari tadi dia perhatikan seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Ma.. mama kenapa melamun?" tanya Leon sambil memeluk ibunya dan mencium pipi ibunya.
" mama gak senang Leon menikah?" tambahnya
" Bukan begitu sayang, mama senang kok lihat putra mama sebentar lagi akan meninggalkan dan melupakan mama." ujar bu Nani bercanda. Leon melepaskan pelukannya dan menggenggam jari ibunya.
" Ma.. Jangan ngomong kayak gitu sampai kapan pun mama tetap mamanya Leon mana mungkin Leon lupain wanita yang sangat berarti buat Leon." ujarnya menenangkan sang ibu. Bu Nani tersenyum melihat putranya.
"Leon mama hanya kepikiran dengan Rani. Entah kenapa perasaan mama mengatakan jika ada yang tidak beres. Apa yang akan terjadi saat dia tahu orang tuanya sudah meninggal." kata ibu sambil menangis
" Sssttt.... ma Leon juga sedih liat tante Maya sama om Daniel, tapi menurut Leon mungkin itu karma akibat perbuatan Rani yang tercela itu ma." ucapnya namun tidak di pungkiri jika dia juga merasakan hal yang sama dengan ibunya ada hal yang tidak beres !!! Bu Nani pun menganggukan kepalanya dengan ragu dan tersenyum ke arah putranya dan menantunya yang sedang berbicara denga teman-temannya yang kebetulan di undang.
" Ooia ma, nanti malam Leon pengen malam pertamanya di apartemen Leon aja ya mah." ucap Leon memohon
" Terserah kamu sayang, semoga lancar ya malam pertamanya" ucap ibu dengan alis yang di naik turunkan Leon tersenyum malu menanggapinya.
***
Hari mulai kembali gelap dan di tengah pohon-pohon pinus yang menjulang mulai kedengaran suara jangkrik-jangkrik sedang bernyanyi sedangkan di dalam sebuah ruangan yang sudah di nyalakan dua buah senter besar membuat seisi ruangan itu menjadi terang. Namun hati seseorang tidak seterang cahaya senter dan bulan di luar sana. Setelah tadi siang dan baru saja seorang lelaki mengantarkan makanan padanya tapi tidak mengatakan apapun. Rani meringkuk di atas tempat tidur sambil menahan tekanan batin yang dia rasakan. Tadi siang setelah makan dia mendapat dua buah video yang dikirim dari sebuah nomor tak dikenal. Video pertama berisikan acara pernikahan yang di berlangsungkan dengan hanya beberapa orang penting dan rekan terdekat mengingat acara Leon dan Disa yang di adakan secara mendadak. Setelah berteriak histeris dia membuka video yang kedua. Entah apa yang ingin di lakukan saat melihat video kedua itu disana ada foto orang tuanya yang kecelakaan serta proses pemakaman. Kenapa ini? cobaan apa yang sudah Tuhan berikan padanya ini? video kedua seperti mengguncang jiwanya ditambah dengan tangisan pilu membuat siapa saja yang mendengarnya akan ikut merasakan kesedihan mendalam seperti yang dialaminya. Rani bertelut dan berdoa kepada Tuhan dengan napas tersengal-sengal semoga orang tuanya mendapat tempat yang layak di surga. Rani menyanderkan kepalanya di dinding itu,
" *pah... mahh...
ini semua salah Rani, Rani tidak tahu jika masalahnya akan panjang seperti ini. Kenapa harus Rani yang merasakan ini semua.
Pah... mahh..
Rani gak kuat, Rani gak kuat...
Kenapa Leon gak bisa simpen rahasia ini.. Rani udah janji sama diri Rani sendiri akan ceritain semua sama papa mama tapi Rani butuh waktu yang tepat. Waktu itu Rani di perkosa sama om Sandro adik kandungnya mama... Rani takut ceritain ke mama papa karena hubungan kekeluargaan yang harus terjalin dengan baik. Om Sandro juga sekarang udah berubah, Om Sandro gak kayak dulu lagi...
Ma... Paa..
tolong bantu Rani buat lewatin ini semua, Rani tau papa dan mama selalu ada di hati Rani*"
Mungkin seperti itulah ungkapan hati Rani kala itu. Saat Rani sedang berusaha menenangkan jiwanya tiba-tiba pintu di dobrak dengan keras dan ternyata Leon, Dito, Arga, dan Disa sudah ada di tempat itu.