NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Kikan

Takdir Cinta Kikan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:630.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Ternyata tidak hanya kehilangan kekasih, Kikan juga kehilangan kehormatannya saat seorang pria menyebutnya penganggu rumah tangga orang lain.

Semuanya terjadi karena fitnah yang kejam.

Bagaimana Kikan menjalani hidup dengan kenyataan pahit, bahwa ada janin di dalam rahimnya karena tragedi itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22 Dia AE?

Kepala Dicto melihat ke kanan dan kiri sebelum masuk ke ruangan Astra. Itu mengundang pertanyaan bagi Astra.

 

“Kamu mencari siapa?” tanya Astra seraya membuka pintu ruangannya. Setelah penyambutan sederhana tadi, orang-orang yang mengawalnya pergi. Sementara Dicto masih di sini. Mereka mulai masuk ke dalam ruangan.

 

“Tidak ada.” Dicto tersenyum. “Aku ingin bertanya sesuatu padamu,” kata pria ini dengan wajah serius. Astra yang awalnya ingin mendengarkan seraya mengerjakan sesuatu di komputer, akhirnya memilih berhenti. Wajah serius Dicto mengganggunya.

 

“Ya. Tanyakan saja. Jika aku tahu jawabannya, aku akan menjawab,” ucap Astra siap mendengarkan.

 

“Apa kamu mencintai adikku, Ruby?” tanya Dicto mengejutkan. Astra tidak langsung menjawab. Pertanyaan itu sungguh di luar dugaannya. Dia pikir Dicto akan bertanya rahasia ZEUs atau segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Namun saat yang di tanyakan adalah masalah pribadi, Astra terperangah kaget. Apalagi soal perasaan itu.

 

“Apa yang kamu tanyakan, Dicto?” tanya Astra terganggu. “Aku dan dia sudah menikah. Jadi pertanyaan itu membuatku sakit hati.”

 

“Aku tahu pertanyaanku bukan pada tempatnya, tapi aku perlu tahu bagaimana perasaanmu pada adikku. Kamu tahu hati Ruby begitu rapuh jika itu berurusan denganmu?” Dicto bertanya karena ia peduli dengan adiknya. Dia juga mulai ingin tahu karena akan berada di perusahaan ini bersama mereka.

 

“Jelas aku tahu soal itu, Dicto,” sahut Astra sedikit tertekan. Ia ingat lagi saat Ruby memilih bunuh diri demi mendapatkan dirinya. Jadi dia tahu soal kecemburuan Ruby yang posesif.

 

“Aku harap kamu benar-benar mencintai adikku. Karena dia menjadi benar-benar gila kalau kamu sedikit saja mempermainkannya,” nasehat Dicto. “Walaupun begitu, aku tidak harus menekan kamu untuk menjadi pria yang sempurna. Karena kita tahu, tidak mungkin bisa sempurna," kata Dicto.

 

Saat mengatakan ini, Dicto membayangkan dirinya sendiri. Dia yang awalnya hanya ingin menakut-nakuti ternyata telah menodai perempuan itu.

 

Astra mendengarkan.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian. Dia mencurigaimu. Apa yang telah kamu lakukan hingga dia menjadi setengah gila?” tanya Dicto. Astra diam. Dia mengerti apa yang di tanyakan kakak iparnya ini. Pasti Ruby mengatakan sesuatu pada Dicto tentang foto dirinya dan Kikan. “Oke. Tidak perlu di jawab,” potong Dicto segera.

 

Astra menghela napas. Dia kembali pada komputernya. “Kamu mau makan siang denganku, nanti?” tanya Astra mengganti topik.

 

“Emm ... Tidak.”

 

“Tidak?” tanya Astra terkejut. Dia menatap Dicto.

 

“Aku masih ada urusan,” jawab Dicto.

 

“Di perusahaan ini?” tanya Astra ingin tahu. Dicto hanya tersenyum tipis. Astra menaikkan alisnya. Ada apa Dicto di perusahaan ini? Tidak sengaja, Astra melihat keluar jendela. Kikan. Perempuan itu muncul dari ruang kesehatan.

 

Kamu tidak apa-apa? Kamu terlihat pucat dan lemah.

 

“Apa semua karyawan ....” Dicto yang tadinya mengutak-atik ponselnya, kini mendongak karena ingin menanyakan sesuatu. Namun saat ia melihat Astra, pria itu tengah larut dalam obyek pandangan bola matanya. Hingga tidak sadar saat Dicto memperhatikannya. Ia mencoba mengikuti kemana arah bola mata Astra memandang.

 

Bola mata Dicto mengerjap. Ia merasa mengenal perempuan itu. Perempuan dengan rambut di bawah bahu.

 

Saat itu Kikan ingin ke ruangan Astra untuk mengatakan sesuatu. Namun saat melihat ada seseorang di sana, ia mengurungkan niatnya.

 

“Kak Kikan, aku bisa temani kakak ke ruangannya Pak Astra,” kata Arin yang berpikir Kikan enggan masuk ke ruangan mantan kekasihnya.

 

“Kamu belum bertemu dengan wakil presiden kita yang baru, kan?” tanya Mirna. Kikan diam. Apakah pria yang ada di dalam ruangan Astra adalah wakil presiden direktur? Pandangannya Kikan menjadi buram.

 

“Sebaiknya kamu mengenalkan diri jadi kamu tahu bagaimana harus bersikap. Kalau masih merasa pusing, lebih baik pulang saja. Tidak peduli dia wakil presiden pun,” kata Rangga mendukungnya. Kikan merespon dengan senyuman tipis di bibirnya.

 

Kikan melihat ke meja Ruby. Perempuan itu tidak ada.

 

Kikan tidak yakin dirinya bisa baik-baik saja setelah melihat pria itu lagi. Karena dia sadar, bahwa pria itu adalah pria yang bertemu dengannya di pesta pernikahan Astra dan Ruby, sekaligus pria yang telah menodai dirinya.

 

“Ah, Pak Astra,” kata Mirna terkejut sekaligus senang saat melihat mereka berdua muncul. Ternyata Astra memilih keluar untuk bertanya langsung keadaan. Kikan yang masih berdiri menatap berdua dengan menahan diri untuk tidak marah.

 

“Kamu sudah merasa baikan, Kikan?” tanya Astra. Di Karena sekarang sudah ada di depan, Kikan, Dicto mengamati perempuan ini lagi. Ia mulai ingat kalau wanita ini pernah bertemu dengannya di pernikahan. Namun saat dirinya mau menyapa, bibirnya urung karena menyadari sesuatu.

 

“Ya,” sahut Kikan lemah. Namun ia mencoba tetap kuat.

.

“Dicto, dia Kikan. AE kita,” kata Astra sungguh mengejutkan. Dicto terkejut.

AE? Dia?

______

1
Nayy
kenapa aku juga sakit yaa😭
wulan dini
bagus
Rahmawati
bagus bgt
Rahmawati
beneran hamil. kayaknya
Rahmawati
jgn hamil dong kikan
Rahmawati
orang lagi kena musibah malah diTambah lagi dengan menghancurkan masa depan kikan
Rahmawati
selera kikan memang bagus
Rahmawati
hohohoho ternyata Astra tdk sebaik yg orang kira
Rahmawati
nyesek banget jadi Kikan,, si Astra pasti di janjiin jabatan yg bagus sm papa ruby
Riaaimutt
hadir 🙋‍♀️
Asri Yunianti
Luar biasa
Martin Yan
Kikan hamil, Ruby bs sewot kl tahu hamilnya krn Dicto 😀😀😀
Mrs. Utomo
Baca ini untuk kedua kalinya. 💞
Mrs. Utomo
Kurang panjang ceritanyaa ❤️
Lia Sakking
biar bintang bicara
Dhinok Farrel
bagus.....,👍👍💖
Dhinok Farrel
Kikan kurang ih nyiksa dicto nya
Dhinok Farrel
jahat ihhhh😠
kasian Kikan
noers
vavo
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
diiih fucek boy... enak nyaa di ulek jd sambel tuh si astra... 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!