NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Menikah?

Kenapa Harus Menikah?

Status: tamat
Genre:Misteri / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:224.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arkya

Adis seorang gadis yang sangat membenci laki-laki, entah apa penyebabnya ia juga tidak tahu.

Yang jelas jika ada laki-laki yang mendekatinya, hati Adis bisa menjadi marah. Dan yang mengetahui penyebab itu adalah ibunya, hingga sang ibu memutuskan menyuruh Adis untuk menikah karena hanya itu jalan satu-satunya.

Meski kata menikah dalam benak Adis adalah 'Aneh' namun akhirnya Adis tetap menuruti permintaan ibunya itu meski ia sendiri ragu untuk menjalankan kehidupan berumah tangga.

Rahasia apa yang di sembunyikan oleh ibunya Adis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatiannya

Bahkan Adis sampai selesai makan pun Ibu Sari masih berbalas pesan dengan Ustadz tersebut. Banyak sekali pertanyaan yang ditanyakan oleh Ibu Sari kepada Ustadz itu. Mereka berdua saling bertanya dan menjawab satu sama lain mengenai Adis. Tidak ada topik lain selain nama Adis di dalam chat tersebut.

Dan tiba-tiba ponsel Adis yang ada diatas meja berdering.

"Nak, hape kamu bunyi." Teriak Bu Sari memanggil Adis yang berada di dapur. Adis sedang mencuci piring kotor bekas makannya.

"Iya Bu." Sahut Adis berteriak juga.

Buru-buru Adis mengelap tangannya yang basah dengan kain serbet. Lalu kembali ke ruang depan. Dilihatnya nama panggilan masuk itu di ponselnya.

"Calon suami kamu nelpon Nak." Ujar Ibu Sari tersenyum penuh makna. Dalam benak Ibu Sari pasti Bima ini merindukan Adis.

"Mau ngapain lagi sih, nih orang." Gerutu Adis dalam hati. Ia pun mengangkat panggilan itu meskipun hatinya dongkol.

"Hallo, Assalamu'alaikum." Sapa Adis duluan lalu mendudukkan dirinya di samping sang ibu.

"Wa'alaikumsalam, Sayang." Jawab Bima lembut.

"Huek, mau muntah gue." Adis hanya mampu berucap dalam hati sebab ada ibunya di sebelahnya. Jika dia berkata terang-terangan, siap-siap dapat omelan panjang kali lebar dari sang ibu.

"Ada apa Tuan?" Tanya Adis tanpa basa-basi.

"Hush.. manggilnya kok masih 'Tuan' ganti jadi Mas." Perintah Ibu menegur Adis seraya memukul paha perempuan itu. Adis hanya tersenyum manis pada ibunya.

"Maaf ya Dis, malam ini aku tidak bisa datang ke rumahmu." Jawab Bima memberitahu.

"Lah, ngapain juga mau ke rumahku." Heran Adis. Nggak ada bosannya apa Bima ini untuk bertemu dengannya. Dia aja bosan.

"Tadinya aku mau jemput kamu makan malam romantis di luar, tapi tidak jadi." Jelas Bima.

"Oh.." Adis manggut-manggut. "Iya nggak papa lagian aku tadi juga udah makan malam." Lanjut Adis dengan ramah. Terpaksa karena sang ibu terus mengawasinya.

"Tadi makan pakai lauk apa?" Tanya Bima penuh perhatian.

"Pake nasi terus lauknya cah kangkung sama ikan mujaer." Jawab Adis.

Bima merasa prihatin dengan ekonomi calon istrinya itu. Makannya hanya dengan lauk seadanya sedangkan dirinya selalu makan yang enak-enak.

"Sekarang aku lagi di cafe, mau nitip makanan?" Ujar Bima menawari Adis.

Rejeki kan tidak boleh ditolak, biarpun Adis benci sama Bima. Tapi kalau soal makanan nomer satu bagi Adis. Secara makanan di cafe kan enak-enak.

"Boleh-boleh.. aku minta pizza ya." Ucap Adis dengan binar bahagia sebab dia selama ini tidak pernah makan makanan satu itu. Bukannya Adis tidak mampu beli hanya saja sayang sama uangnya. Mumpung ada yang menawari jadi Adis langsung menyebutkan makanan yang ia inginkan itu.

"Baiklah, sepulang dari cafe nanti aku belikan." Jawab Bima lembut.

"Lama nggak pulangnya?" Tanya Adis.

"Paling dua jam lagi." Sahut Bima seraya melihat jam di tangannya.

"Ok deh, nggak masalah. Aku tunggu." Jawab Adis riang.

"Ya sudah telponnya aku tutup ya." Ucap Bima mengakhiri panggilannya.

"Iya." Jawab Adis.

Oh, ternyata seperti ini rasanya jika diberi perhatian oleh laki-laki. Pantas saja banyak sekali gadis diluaran sana yang udah punya pacar. Bahkan anak masih SMP saja juga sudah pacaran. Benar-benar luar biasa orang yang jatuh cinta itu.

"Anak Ibu kenapa senyum-senyum sendiri." Goda Ibu mencolek pipi Adis.

"Hehe.. Adis mau dibelikan pizza sama Tuan Bima." Jawabnya lalu memeluk Ibu Sari.

"Bener kan yang dikatakan oleh calon mertuamu. Apapun keinginan kamu pasti akan dituruti oleh Bima." Ucap Bu Sari.

Adis hanya mengangguk. Tapi satu hal yang tidak dituruti oleh pria tampan itu, yaitu kalung berlian yang Adis inginkan tidak menjadi miliknya. Entah akan diberikan pada siapa kalung itu. Yang jelas Adis sangat sedih sebab kalungnya sangat bagus dan betapa beruntungnya orang yang memakai kalung itu, pikir Adis.

***

Adis menunggu kedatangan Bima sambil menonton televisi. Saat ini jam sudah pukul 21:20 menit dan ibu juga sudah tidur dari satu jam yang lalu. Adis berkali-kali menguap. Ini sudah dua jam lebih yang Bima katakan tadi.

"Kok lama ya Tuan Bima." Gumam Adis. Apa mungkin lupa kali sehingga Bima tak kunjung datang. Gagal deh untuk bisa makan pizza nya.

Berhubung rasa kantuknya sudah tidak bisa ditahan lagi. Adis pun mematikan TV nya dan bangkit dari duduknya. Namun baru mau melangkahkan kakinya suara ketukan pintu terdengar dari dalam.

"Itu pasti Tuan Bima." Ucap Adis. Ia pun berjalan kearah pintu dan membukanya.

Pria jangkung itu berdiri di hadapannya sambil tersenyum kepada Adis semakin menambah kadar ketampanannya, tapi jelas Adis tidak akan terpesona.

"Sorry ya lama." Sesal Bima lalu mengulurkan satu kotak pizza pada Adis.

"Iya lama sekali." Jawab Adis dengan cemberut.

Bima tersenyum tipis sambil mengacak gemas kepala Adis yang tertutup kerudung instan. Saking asyiknya nongkrong dengan kawan-kawannya di cafe membuatnya lupa dengan pesanan calon istrinya itu. Untung saja ia ingat dan langsung undur diri untuk balik duluan lalu membelikan apa yang dimau oleh Adis.

Tanpa disuruh oleh Adis, Bima nyelonong masuk begitu saja dan mendaratkan bokongnya di kursi.

"Tuan ini sudah malam lebih baik anda pulang saja. Tidak baik bertamu malam-malam." Usir Adis. Pintu rumahnya belum ia tutup masih dibiarkan terbuka lebar.

"Aku kangen sama kamu Dis, lagian nggak apa-apa juga bentar lagi kita kan menikah." Jawab Bima dengan entengnya.

"Tuan.." Sambil menarik lengan Bima. "Di sini ada aturannya, nggak boleh bertamu malam-malam, bisa-bisa kita kena grebek." Ujar Adis kesal.

Mau taruh dimana mukanya kalau sampai di grebek tetangganya gara-gara kedapatan membiarkan laki-laki masuk ke rumahnya malam-malam seperti ini.

"Itu lebih baik lagi." Jawab Bima membuat Adis mendelik dan ingin sekali mencekik leher pria tampan itu jika ia tidak takut dosa.

"Ck." Adis berdecak kesal. Bima tetap tidak mau pulang.

"Ya udah, kita keluar aja kalau gitu. Kita makan pizza ini di teras." Usul Adis pada akhirnya. Ia tidak mau menjadi gunjingan warga sekitar jika ada yang mengetahui.

"Oke." Angguk Bima menyetujui. Mereka pun duduk di teras sambil menikmati sekotak pizza yang masih hangat itu.

Bima memperhatikan cara makan Adis yang tidak ada malu-malunya di depannya bahkan sampai belepotan segala.

"Rakus bener." Ucap Bima sambil menghapus saus yang menempel di pinggir bibir Adis.

Seketika tubuh Adis menegang. Dadanya dag-dig-dug.

"Maaf-maaf.." Ucap Bima menyadari kelancangan jarinya.

.

.

Bersambung..

.

1
Fitroningsih
Buruk
Zaza Eiyna
jadi takut aku bacanya, malam lg
Rahmawati Thahir
bagus
andi hastutty
sampai senyam senyum sendiri 🥰😘😍 bahagia slalu senang bacanya. sukses dan sehat slalu berkarya tambah bagus lagi Thor 😘
andi hastutty
🥰😍❤️
andi hastutty
setia banget Bima mau dong kaya dia 1 bungkus 😜😘🤭😍🥰❤️
andi hastutty
ah Bima mau di cium juga dong 😘🤭
andi hastutty
jangan langsung marah
andi hastutty
romantisnya babang Bima ganteng 😘🥰😍❤️mau dong
andi hastutty
semangat untuk bebas yah adis
andi hastutty
syukurlah jin bisa keluar smoga ngga masuk lagi yg lain dan saya tau bagaimana berada di posisi Adis karena saya pernah ngalamin
andi hastutty
smoga jinnya keluar kasian manusia klo di grogotin jin
andi hastutty
aduh penasaran juga kepotong hahaha
andi hastutty
kayanya pak ustadz mau jelaskan keadaan Adis
andi hastutty
😂😂😂😂🤭🤭🤭mertua kepoo hahhahaha
andi hastutty
biasanya laki2 yg keras kepala ini malah Adis
andi hastutty
kan blom cerai Adis jadi masih bisa liat hahahha
andi hastutty
lawan setan dalam dirimu Adis
andi hastutty
Adis gila yah
andi hastutty
ibunya Adis ngga rukiyah anaknya suka ngelantur bgi2 bagaimana Bima tidak emosi hal yg tidak nyata mau di miliki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!