NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Sang Ceo

Cinta Tulus Sang Ceo

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Kehancuran yang Ia rasakan, membuat Ilham Adi Prawira, kabur dan mengasingkan diri di sebuah hotel selama beberapa minggu.

Putra pertama dari Prawira grup yang berusia berusia 27 tahun itu, mengalami patah hati yang cukup parah. Ketika sang wanita yang Ia cintai, justru memilih sang Papa sebagai calon suaminya.

Di hotel itu, Ia mengalami sebuah insiden. Seorang pelayan, bernama Khalila. Ia salah memberikan pesanan, hingga berakibat fatal untuk mereka berdua.

Karena kejadian malam itu, dengan semua rasa bersalahnya, Iam mencari wanita itu dan memberikan tanggung jawab untuknya.

"Tak perduli bagaimanapun kau menolak. Aku, akan tetap menikahimu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku suka ceriamu.

Bel berbunyi. Lila mengintip dari monitor yang tersedia, untuk melihat siapa yang datang.

"Aul..." senyumnya. Ia pun segera membukakan pintu dan menyambutnya untuk masuk.

"Hey, Aul..." sapanya ramah.

"Kak Lilaaa... Maaf telat. Tadi Aul ada konsul mendadak sama dosen. Ini ada titipan belanjaan dari Kak Iam."

"Apa?" Lila membuka kantong yang Aul berikan.

"Bahan makanan." jawab Aul, lalu masuk dan menuju dapur. Hidungnya begitu peka, apalagi dengan bau makanan yang begitu nikmat.

"Kakak masak?"

"Iya, bosen di rumah. Jadi masak seadanya. Makan gih." pinta Lila, sembari membereskan kulkasnya yang lumayan penuh.

Kulkas itu telah kosong begitu lama. Untung Lala dan yang lain memberi isi kemarin malam, untuk sarapan mereka sebelum mengantar Iam akad. Dan kini, terisi penuh kembali dan berubah menjadi sangat rapi.

Setelah mengambil makan siangnya, Aul duduk di sofa dan mengajak Lila bersamanya. Aul berusaha mengakrabkan diri, dengan menceritakan tentang dirinya dan Iam.

"Pasti, Kakak belum kenal banget 'kan, sama Kakaknya Aul?"

Lila pun menggeleng. Ya, mereka bahkan tak sempat mengenal lebih dalam.

Aul menceritakan semuanya. Hanya mengenai Dona yang masih Ia hindari. Ia takut, akan terjadi salah faham jika bukan Iam sendiri yang bicara.

" Kak Lila sendiri, gimana? Eh, Kak Lila itu seumuran Aul rupanya?"

"Iya, baru 21tahun. Sebenarnya, ngga pernah rencana nikah muda. Apalagi..."

"Udah, ngga usah dibahas. Kalau kita terpaku masa lalu, maka akan sulit menatap masa depan. Ucap seseorang." jawab Aul, yang telah menghabiskan sepiring nasinya.

Aul tak hentinya memuji masakan Lila. Dan berkata, jika Lila adalah idaman Iam yang sesungguhnya. Wanita tipe Lila lah, yang Iam cari sleama ini. Meski, Dona pun memilikinya.

" Jangan terlalu tinggi memuji. Nanti bisa terbang." balas Lila.

"Tapi serius, Aul tuh. Enak banget, mana orangnya rapi. Top deh." pujinya lagi.

Obrolan terus berlanjut dengan begitu serunya. Tak sadar, jika waktu telah menjelang manghrib.

"Mas Iam, biasanya pulang jam berapa?" tanya Lila.

"Ehm, sebentar lagi. Sebelum maghrib, pasti udah di rumah." jawabnya.

Lila pun segera membersihkan dirinya. Dan mengganti pakaiannya dengan yang bersih dan harum. Aul hanya tersenyum gemas, melihat kelakuan sang Kakak ipar kala itu.

"Begini, kalau udah punya suami. Ketika suami pulang, sambut dengan rapi dan wangi." ucap Lila, yang menirukan gaya Ibunya ketika masih bersama sang Bapak.

Meski pada kenyataannya, Bapak Lila masih tetap lari meski sang Ibu memberi pelayanan yang terbaik. Hanya karena tergoda seorang biduan desa yang bohay.

Agak sedikit lama menunggu. Aul dan Lila nyaris tertidur bersama di sofa. Tapi, Aul sudah begitu lelap dengan cepat.

"Lila? Kamu ketiduran?" tanya Iam, membangunkannya.

"Mas, udah pulang? Maaf, ngga bukain pintu."

"Ngga papa, aku bersih-bersih dulu."ucap Iam.

Namun, Lila memegangi tangannya dan ikut masuk ke dalam kamar. Ia mempersiapkan pakaian untuk Iam, meski sedikit canggung dengan segala isi di dalam lemarinya.

" Massss..." panggil Lila.

" Yang itu, biar aku siapkan sendiri, jika kamu masih canggung."

"Maaf, belum terbiasa."

"Tapi, sudah menikmati isinya, bukan?" ledek Iam.

"Iiih, apaan sih? Malu tahu..." tunduknya.

Iam hanya tertawa, mengangkat dagu Lila dan mengecup dahinya dengan hangat.

"Dahlah, jangan malu-malu. Kita akan terbiasa." ucap Iam.

Ia kemudian mengajak Lila mengobrol, mengenai aktifitasnya hari ini. Dan Lila, dengan semangat menceritakan kegiatan sederhananya dirumah barunya itu.

Bersyukur, karena Lila tak secanggung pertama kali mereka bersama.

" Perlahan, Lila... Aku suka ceriamu." batin Iam.

1
Syalum
😍😍
Jamaliah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jamaliah
pasti ulah keluarga dona
juwita
mampir
nissa
ada ada saja lila ngidam nya
nissa
yang lalu biarlah berlalu iam, kamu harus bisa mengiklaskan dona
nissa
lanjut
nissa
percaya saja sama iam bu marni
nissa
syukurlah kalau mas iwan mo berubah
nissa
iam iam kasihan papamu itu lho wes tue
nissa
mbak dinar telaten banget ya ngurus lila
nissa
duh semakin rumit
nissa
meleyot deh aku
nissa
wah sungguh bijak iam
nissa
iam memang pintar otak nya, pantas jadi ceo
nissa
baik banget si iam
nissa
tak tau malu mama nya dona
nissa
siapa tuh
nissa
kasian lila
nissa
kacau dech semua nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!