update setiap hari Senin - Jumat pukul 19.00 WIB.
Kisah lanjutan perjalanan He Shu Huan ,Alina,Bi Guan dan Ming Ming.
Jangan lupa like ,fav,komen,vote d share y bagi yang suka,makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lembah Rahasia.
Gu Jin Wu , Ma Xiao Yu , Yang Ti Fei dan Putri Giok Lan tercengang melihat dinding yang terbuka tak sengaja akibat tawa gembira He Shu Huan dan Bi Guan yang terjeblos masuk ke kotak besi raksasa di goa terdalam di lembah kaktus kuning.
" Lembah apakah ini ?" Tanya Putri Giok Lan nada takjub terhadap pemandangan indah fatamorgana yang di perlihatan lembah tersebut.
" Lembah Tak Bertuan." Jawab He Shu Huan dan Bi Guan bersamaan.Mereka berdua telah berada di depan lautan pasir yang membentuk istana yang menakjubkan.
" Istana Gurun Pasir Gobi kah bangunan indah nan megah itu ?" Tanya Gu Jin Wu terpesona dengan penemuan mereka yang menakjubkan.
"Ya ,mungkin saja.Ayolah kita telusuri bangunan itu secara detail." Jawab He Shu Huan antusias.
Alina mengikuti langkahnya menuju ke arah pintu bangunan megah itu dan melihat sesuatu yang amat janggal di gagang pintu bangunan mewah itu.
" Kak Huan ,lihatlah itu..!" Kata Alina cepat menarik lengan He Shu Huan untuk mencegah suaminya mendekati pintu bangunan megah berpasir itu.
" Ada apa Alina ? Bukankah bangunan ini baik -baik saja ?" Tanya He Shu Huan cepat menoleh ke arah istrinya.
Sebelum Alina menjawabnya ,tiba -tiba bangunan itu berubah menjadi hamparan pasir yang amatlah luas dan tak bertepi.Seketika itu juga He Shu Huan dan Alina beserta para sahabatnya terperangkap di ilusi gurun pasir Gobi.
" Tempat apakah ini ? Kenapa begitu tak dapat ku lihat dengan jelas ?" Tanya Bi Guan yang nyaris melupakan kedua orang selirnya yang memekik di peluk sesuatu yang tak terlihat oleh mereka akibat serangan pasir yang berhembus kencang.
Buzzzz...!!
He Shu Huan mengangkat telapak tangannya ke depan untuk mengerahkan ilmu telapak naga biru yang dashyat.
Bresss....!!
Byarrrr...!!
Serbuan angin pasir terhempaskan oleh telapak tangan He Shu Huan.
" Hahahaha kalian sungguh cerdas sekali rupanya sehingga kalian dapat mengetahui tempat tinggal ku di lembah rahasia Sekte Naga dan Hong Emas Kuno..!" Terdengar suara seorang kakek tua renta di tempat itu.
" Lociapwe ,kau siapakah dan kenapa kau serang kami secara diam -diam ?" Tanya Bi Guan yang sudah melihat Kakek tua renta duduk di pilar batu mamer dengan kedua tangan mengarah ke depan mereka.
" Aku adalah pemilik Lembah Kaktus Kuning dan nama ku adalah Lauw Beng.." Jawab Kakek tua renta itu dengan suara berat dan giginya hanya ada satu di dalam rongga mulutnya yang mungil.
" Lauw Beng ? Oh rupanya kau pengkhianat besar dari Sekte Bu Tong Pai yang telah membunuh lima murid utama dari Lociapwe Zhang Chu Man Ketua Sekte Bu Tong Pai yang baru." Kata He Shu Huan dengan nada tajam sekali kepada Kakek tua renta di hadapannya itu.
" Benar sekali ,lalu kau mau apa bocah sombong yang menganggap dunia ini milik mu seorang?" Lauw Beng mengendus bengis kepada He Shu Huan.
" Tentu saja ,aku mau membunuhmu untuk dunia ku damai sejahtera dari orang -orang busuk hina dan tak tahu diri seperti mu..!" Hardik He Shu Huan yang bergerak bagaikan seekor serigala ke arah Lauw Beng yang mencelat cepat sekali dari posisi Kakek tua renta itu sebelumnya agar hindari serangan maut dari He Shu Huan.
Brrrrr.....!!
Wussshhh...!!
He Shu Huan bergerak ke samping dengan satu gerakan miring dan telapak tangannya mengarah ke depan Lauw Beng yang menyambut serangan mautnya dengan ilmu telapak burung hong gurun pasir Gobi.
Plakk....!!
Dessshhhhh...!!
Lauw Beng terhuyung ke belakang dengan kedua telapak tangannya terasa nyeri luar biasa akibat ilmu telapak racun api suci milik He Shu Huan.
" Bajingan cilik..Kauuuu...!!" Maki nya dengan nada penuh dendam kepada He Shu Huan.
" Lauw Beng sudah saatnya bagi mu untuk mati di tanganku yang akan mengirimmu ke neraka untuk menebus dosa -dosa mu terhadap para murid dari Sekte Bu Tong Pai...!! " Balas He Shu Huan nada dingin luar biasa kepada Lauw Beng.
Singg...!!
Lauw Beng menggerakkan besi yang runcing di kedua telapak tangannya untuk menusuk ke dada He Shu Huan yang terbuka.
Wutt...!!
Trang...!!
He Shu Huan menangkis serangan besi runcing di tangan musuhnya dengan ranting yang menjadi senjatanya yang paling ringan namun berbahaya bagi para musuhnya di dunia persilatan daratan besar.
Trang..!!
Lauw Beng menyerang ranting di tangan He Shu Huan dari bawah lengan He Shu Huan dengan niat hati ingin mematahkan ranting sekaligus menusuk leher He Shu Huan dengan cepat dan tangkas.
Tetapi ,ranting He Shu Huan sungguh luar biasa kuatnya dan tak biasa di tangan seorang sakti seperti He Shu Huan bagaikan sebatang pedang tajam luar biasa sehingga besi runcing di tangan Lauw Beng patah dan patahannya di gerakkan di atas ranting oleh He Shu Huan.
Lalu ,He Shu Huan melemparkan patahan besi dengan luar biasa cepat sekali dan tahu -tahu besi telah menancap di seluruh tubuh Lauw Beng yang terbaring kaku di pasir dengan darah bercucuran di sekitar nya.
" Kakak Huan..! " Panggil Alina yang cepat dekati He Shu Huan untuk memastikan tak ada luka pada tubuh He Shu Huan yang bertarung dengan amat mengerikan bagi Alina yang menyaksikan betapa besi runcing Lauw Beng nyaris menusuk leher He Shu Huan.
" Tenanglah ,Istriku sayang.Aku baik -baik saja." Kata He Shu Huan menenangkan Alina dengan pelukan hangatnya.
" Shu Huan lihatlah berkat terjangan mu yang tak mengenal tempat dan keadaan sekitar mu apabila kau sudah haus darah untuk menghukum mati para musuh mu itu." Kata Bi Guan kepada He Shu Huan dengan nada mencela tetapi juga gembira luar biasa.
" Ada apa ,Guan ?" Tanya He Shu Huan dengan nada galak kepada Bi Guan yang mengganggunya yang ingin mencium bibir Alina sejenak.
" Ada kereta kuda untuk sarana kita pergi menuju ke kota Da An untuk menghancurkan Liu Ze Bun dan para antek nya di sana." Jawab Bi Guan yang rupanya sedang meneliti sebuah kereta keledai di sudut kanan lembah rahasia.
" Penemuan yang luar biasa." Puji Song Tian Chi dan Walet Kecil dengan sepasang mata bersinar -sinar ajaib kepada Bi Guan.
"Keledai siapakah ini ? Kenapa mirip sekali dengan Daun Bawang kita di Istana Kekaisaran Ming usai kita memerintahkannya untuk pulang lebih awal daripada kita saat kita mulai perjalanan misi ke Kekaisaran Mongolia?" Alina menyentuh kuping kanan keledai bulu hitam dengan garis merah di kelopak matanya yang rantainya telah di putuskan oleh Bi Guan dengan tangan kosong pria hebat itu.
"Dia keledai betina yang mungkin bisa kita jadikan sebagai pasangan hidup Daun Bawang kita." Kata He Shu Huan merasa rindu kepada Daun Bawang keledai peliharaannya yang tersayang yang berada di Istana kekaisaran Ming.
" Ya ,dan kita bisa memberinya nama Daun kecipir yang tak kau sukai juga selain Daun bawang salah satu jenis sayuran yang tak kau sukai." Kata Bi Guan terkekeh kepada He Shu Huan.
" Guan ,kau memang saudara ku yang paling tahu banyak tentang ku." Kata He Shu Huan menepuk lengan Bi Guan dengan sayang kepada sahabat terbaiknya itu.
" Ya...Sekarang kita bisa naik ke kereta dan kau bersama dengan Alina dapat menjadi kusir kami di depan dengan menunggangi Daun kecipir cantik ini." Kata Bi Guan yang segera menyuruh kedua selirnya naik dan masuk ke kereta.
" Hei..Aku ini Kaisar mu bukan pelayanmu ,Guan..!"
" Iya ,saat ini kau bukanlah Kaisar tetapi adik ipar ku yang wajib mematuhi perkataanku." Kilah Bi Guan yang menyuruh Gu Jin Wu dan Ma Xiao Yu serta Yang Ti Fei dan Giok Lan naik dan masuk ke kereta.
" Kak Huan ,sabarlah dan anggaplah kita berdua bertamasya bersama dengan Daun kecipir dan mereka para saudara dan saudari kita." Kata Alina yang lembut sekali kepadanya dapat tenangkan dirinya dengan luar biasa cepatnya.
" Iya ,Alina sayang." Jawabnya tersenyum manis kepada Alina.
Bersambung..!!