NovelToon NovelToon
Pada Sebuah Pulau

Pada Sebuah Pulau

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Tamat
Popularitas:204.9k
Nilai: 5
Nama Author: Reo Ruari Onsiwasi

Persaingan dunia bisnis yang digeluti oleh kakeknya membuatnya diculik dan dibuang ke laut. Namun ia selamat berkat pertolongan dari penduduk yang tinggal di sebuah pulau.

Hilangnya Cresen ternyata membuat masalah baru bagi penculiknya. Pasalnya ditubuh Cresen ditanamkan alat peledak yang mampu menghancurkan dunia. Dan peledak itu akan meledak jika ketujuh jantung palsu yang dicangkokkan ke tubuh Cresen rusak.

Sementara Cresen yang tidak mengetahui hal itu kini terperangkap di sebuah pulau yang tidak ada di peta dunia. Mampukah ia bertahan hidup di sana? Ataukah ia akan jadi santapan para penduduk di pulau itu seperti film kanibal yang pernah ia tonton?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reo Ruari Onsiwasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendarat

Malam hari pun tiba di tempat kediaman kakek Cresen berada. Namun di sana ada beberapa pesawat yang siap melakukan penerbangan untuk menyelamatkan tim yang pertama kali dikirim.

Menggunakan bantuan satelit buatan, mereka mendapatkan lokasi keberadaan tim pencari Cresen di sebuah pulau kecil. Setelah memastikan situasi dan kondisi, akhirnya lima pesawat di terbangkan.

Di pulau tempat para tim pencari berada, para pengantar paket mengisi bungkusan-bungkusan paket barang terlarang ke dalam pesawat milik tim penyelamat Cresen.

Mereka berencana mengunakan pesawat itu untuk mengangkut barang terlarang. Yaitu tanaman terlarang yang sudah dikeringkan dan dibungkus rapi. Tapi masalahnya tidak ada yang bisa mengendarai benda tersebut.

"Jangan macam-macam atau teman-temanmu akan kami akhiri di sini!" ujar penerjemah menerjemahkan kata-kata Ketua mereka.

Maka pesawat tersebut terbang dengan beberapa penjahat di dalamnya dan seorang pilot dari pihak tim penyelamat Cresen. Hanya dalam hitungan menit pesawat itu terbang ke udara dengan menggunakan lautan sebagai landasannya.

Ketua tim gusar, jika terjadi sesuatu pada rekannya tersebut. Dan berharap anggotanya itu tidak berbuat nekat. Selain itu ketua tim gusar karena pesawat itu dibawa pergi dari pulau tersebut. Jadi jika tim penolong datang, mereka akan kesulitan menemukan mereka.

"Lapor, pesawat tim pertama pencari Cresen bergerak," ujar seseorang yang melihat lampu signal keberadaan pesawat tim pertama pergi meninggalkan lokasi.

"Kenapa tiba-tiba?"

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Ujar mereka saling bertanya pendapat satu dengan yang lain. Sebelum akhirnya ketua dari ketua tim memberi perintah untuk membagi dua tim.

"Dua pesawat mengikuti jejak terbaru, dan tiga pesawat menuju lokasi tanda diaktifkan!"

"Baik. Laksanakan!"

Maka mereka pun menuju tujuan yang berbeda.

Saat ini orang yang merencanakan penculikan Cresen juga melakukan penerbangan menuju lokasi keberadaan Cresen. Dengan membawa ketiga penculik yang sudah disiksa habis-habisan.

"Iya, kami memang bekerja pada boss kami yang lain. Saat ini boss kami yang asli sedang menyembunyikan Cresen. Dan dia lebih gila dari yang lain."

Ujar pria yang menjadi supir bohongan Cresen saat penculikan. Ia mengatakan hal itu agar teman-temannya berhenti disiksa. Mengambil resiko besar dengan berbohong dan mengarang cerita. Tapi tujuannya berhasil, ia berencana akan mengajak temannya kabur saat di perjalanan.

"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Paula berbisik saat mereka dipindahkan ke pesawat.

"Untuk mencari udara segar," jawab supir palsu Cresen nyengir kuda.

"Kamu masih bisa tertawa di saat ini?" tanya Paula geram.

Tapi ia dan satu rekannya berterima kasih atad ide konyol tersebut. Setidaknya mereka tidak harus terus-terusan berada di ruangan sempit tersebut.

Suasanya tiba-tiba bising di pulau tempat tim pencari Cresen berada. Tiga pesawat berada di atas pulau itu lalu mendarat di laut. Para penjahat mulai waspada, dan bersiap melakukan perlawanan. Masing-masing dari mereka mengangkat senjata.

"Apa mungkin pesawat yang membawa barang-barang selundupan kita ketahuan?" tanya boss para penjahat.

"Aku sudah bilang, kalau kita tidak seharusnya menggunakan pesawat. Karena pasti akan sangat mencolok," lanjutnya.

"Tenang saja boss. Sepertinya mereka bukan polisi."

"Semuanya bersembunyi!" ujar penjahat pada kelompoknya.

Satu pesawat yang mendarat di laut perlahan mendekati pulau tersebut. Mencari tanda-tanda keberadaan dari tim pertama pencari Cresen. Dengan menggunakan pengeras suara.

"Ketua, apakah pesawat yang baru melintas dengan rendah itu pesawat bantuan?" tanya anak buah tim pencari.

"Stt jangan berisik, jangan membuat kegaduhan."

Mereka yang ditawan mengamati gerak-gerik para penjahat, sambil melihat hal apa yang bisa mereka lakukan. Sebab mereka kini dikurung dan sulit untuk memberitahukan tim penyelamat kalau mereka ada di sana.

Saat itu tim penyelamat memutuskan untuk menyisir pulau tersebut, dengan cepat karena matahari di pulau itu hampir tenggelam. Mereka menyusuri tepi pulau dan menemukan jejak-jejak kaki di tepi pantai.

Seekor anjing yang mereka bawa khusus untuk melacak keberadaan orang yang ditawan penjahat mengendus jejak kaki tersebut lalu bergerak menuju suatu tempat.

Tim penyelamat pun mengikuti anjing tersebut. Mereka menemukan jalan setapak. Menandakan adanya kehidupan di pulau itu. Dan mereka mencurigai sesuatu.

Dengan membuat kode, ketua tim penyelamat memberi isyarat agar mereka memperlambat jalan mereka. Sebab mereka belum tahu siapa yang akan mereka temukan nantinya.

"Lapor boss, pengunjung semakin mendekat!" ujar seorang penjahat.

Dia yang bertugas memantau dari atas pohon yang rindang. Namun cukup jelas untuk melihat orang-orang yang memasuki hutan dari segala arah.

"Untuk sebuah pulau yang berpenghuni, tempat ini terlalu sepi. Tidak ada yang muncul untuk melihat kita," ujar salah satu dari tim penyelamat.

"Jangan-jangan saat ini kita sedang diawasi," kata yang lain.

"Baiklah kalau begitu kita mundur. Kita lanjutkan pencarian setelah malam tiba. Beritahu tim lain. Kalau kita menginap di sini!"

Melihat tim penyelamat kembali ke tepi pulau para penjahat mengira kalau mereka akan meninggalkan pulau tersebut. Apalagi saat melihat mereka kembali ke dalam pesawat.

"Lapor, para tamu sudah kembali ke pesawat mereka!"

"Apa?! Mereka kembali begitu saja?! Aneh? Apa mereka tidak mencari para tawanan?"

"Tidak tahu, tapi pesawat tersebut juga menjauh!" ujar si pelapor.

Sementara meski menjauh dari tempat tersebut tim penyelamat sedang merencanakan sesuatu. Mereka akan mendekati pulau dengan cara menyelam dan memasuki hutan dari jalan lain.

Di tempat lainnya, tim empat dan lima menemukan lokasi keberadaan pesawat tim pencari pertama berada di sebuah pulau. Di tepi pulau tampak beberapa orang melakukan pekerjaan memindahkan barang.

"Siapa mereka? Kenapa ada dua pesawat datang ke mari?" tanya pembeli barang.

"Kami tidak tahu!" jawab penjual.

"Bagaimana kalian tidak tahu? Jenis pesawatnya sama dengan pesawat yang kalian tumpangi."

Beberapa orang dari tim pembeli mengeluarkan senjata mereka dan menodongkannya pada penjual. Penjual dengan cepat memikirkan sesuatu.

"Mereka bukan teman kami, pesawat yang kami pakai adalah pesawat hasil rampokan!" ujar penjual.

"Baik, itu artinya tidak masalah kalau kami menembak, bukan?" tanya pembeli lalu menembak ke arah pesawat yang mendarat di laut.

Pesawat ampibi tersebut tampak jatuh ke laut. Bagian sayap pesawat itu terkena tembakan. Dengan cepat kapal itu berubah bentuk dan menyelam ke kedalaman. Suara tembakan berhenti. Mereka yang ada di pulau itu dengan cepat melanjutkan pemindahan barang.

Sementara beberapa orang keluar dari pesawat yang sudah berubah bentuk menjadi kapal selam. Dengan cara menyelam mereka menuju pulau. Dan para penjahat tidak mengetahui kedatangan mereka.

Tim penyelamat melakukan penyerangan secara senyap. Menangkap salah satu dari penjahat tersebut lalu menyamar menjadi mereka. Agar bisa menemukan anggota tim penyelamat Cresen.

"Dari mana saja kamu, ayo cepat angkat ini!" ujar pria berkumis tebal.

Ia melihat seseorang sedang memperbaiki celananya datang mendekat. Lalu pria berkumis itu meletakkan bungkusan besar pada anggota penyelamat yang berhasil menyamar. Saat mengantar barang-barang ke kapal maka ia melihat anggota dari tim pencari Cresen yang pertama.

Bersambung...

1
Arinda Fira
nasip cresen ditarik-tarik
Arinda Fira
pulau tempat mafia
Arinda Fira
kasihan kepala suku
Arinda Fira
cenayang pasrah
Arinda Fira
untung cresen ga jadi dibakar
Arinda Fira
jantung cresen pecah
Arinda Fira
oriza sativa hebat👍
akbr
𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘯𝘪𝘩 𝘨𝘢𝘳𝘢2 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪 😅
akbr
𝘣𝘦𝘭𝘰𝘮 𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳 𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘵𝘪 😭😭😭 𝘬𝘰𝘬 𝘥𝘰𝘬𝘵𝘦𝘳 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘣𝘯𝘨𝘵 𝘺𝘢𝘢𝘢
Lusia
kira-kira, cresen sedang beruntung atau lagi sial nih?
Dewi Nurlela
sicresen umur brp sich thor
Dilen: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Diah Susanti
kayak keponakan aku yang lagi dibedong
Andre Oetomo
mantab
Break Limited
min ini tema nya apa yak
El_Ni.Mar
next
🏡s⃝ᴿ 🌹 Sekar Rinjani🌴✨
apa efeknya?
🏡s⃝ᴿ 🌹 Sekar Rinjani🌴✨
wah.. dia jd super hero
🏡s⃝ᴿ 🌹 Sekar Rinjani🌴✨
wah hebat
Mei
Opaaaaaa
kapan ada novel baruuuu??
Alriani Hespiapi
saya mampit thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!