NovelToon NovelToon
Berbagi Suami

Berbagi Suami

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Playboy / Janda / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 5
Nama Author: ririn dewi88

Haruskah aku mengalami kesakitan yang amat sangat menyakitkan ini dari suami ku sendiri dikhianati selama 2 tahun dan dia menghamili selingkuhannya itu. Apakah aku bisa kuat harus membagi suamiku sendiri ??

Bahkan mertuaku sendiri tak merestui hubungan kamk berdua, lalu aku sebagai istrinya dianggap apa ?

Sikap suamiku bahkan sudah berubah menjadi kasar padaku, Datanglah seorang laki-laki baik hati dan sangat perhatian padaku.

Lalu aku pilih yang mana bertahan bersama suamiku dan diduakan atau memilih laki laki itu.

Dan apakah setelah memilih laki laki itu, aku akan bahagia apakah akan lebih banyak lagi rintangan yang aku dapat. Untuk bisa mengapai kebahagianku yang seutuhnya bersama laki laki itu, ataukah aku akan kembali terpuruk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benalu dalam rumah tangga

Sedangkan dirumah Inara sekarang ibu mertuanya sedang berkunjung benar Iva tadi menelfonnya dan memberitahu kalau sekarang Adam sudah kembali peduli dengan Inara daritadi Inara terus saja dimaki-maki dan disuruh-suruh untuk melayani mereka berdua tanpa henti. Inara sudah seperti pelayan pribadi mereka saja.

"Kalau maksud ibu kesini hanya untuk membuatku sibuk sebaiknya ibu pulang saja " ucap Nara mencoba untuk menjadi berani kembali pada ibu mertuanya. Sambil menyimpan cemilan diatas meja dengan sedikit bantingan.

"Oh sekarang sudah mulai berani ya, apa karena Adam sudah memihak kembali sama mu wanita cacat jadi kau semena-mena dengan orang tua " sambil mendelikan matanya.

"Kalau memang orang tua seharusnya lebih adil dan tak memihak pada satu orang saja, memang aku ini dinikahi oleh mas Adam hanya untuk dijadikan babu saja begitu bu " jawab Inara.

Segera mertuanya itu menghampiri Inara dan menampar Inara cukup keras "kurang ajar sekali kau ini, harusnya kau tahu diri masih untung Adam masih menanpungmu"

"Ya kalau begitu mas Adam dan Iva pergi saja dari rumahku "

"Hey kata siapa ini rumahmu, ini rumah anakku jangan mengaku-ngaku "

"Kalau ibu lupa rumah ini dibeli oleh uang ku, uang orang tuaku"

"Ya itu salah dirimu wanita cacat kenapa kau percaya dan mau mengatas namakan rumah ini nama Adam pintar sendikit makannya "sambil menunjuk-nunjuk kepala Nara dan menekannya sampai kepala Inara terdorong.

"Kamu apakan anaku sampai bisa peduli lagi dengan wanita cacat seperti mu ini " sambung ibu mertuanya lagi.

"Wajar karena aku adalah istrinya dan aku yang paling berhak atas semua harta yang dimiliki mas Adam, bukan pelakor itu ataupun ibu sekalipun, bisa saja aku melaporkan ibu dan anak ibu atas tindakan kekerasan padaku" ancan Inara.

"Bermimpilah wanita cacat, punya bukti apa kau sampai mengancamku"

Segera ibu mertuanya itu pergi dari hadapan Inara dan membawa sapu, tiba-tiba saja dipukulkan ke kaki Inara cukup keras dan untuk yang kedua kalinya Inara menangkapnya akhirnya saling rebut sapu.

Inara dengan spontan melepaskan pegangannya "ups sengaja " ucap Inara sambil tertawa dan berlari masuk kedalam kamarnya. Dia sangat puas mempermainkan ibu mertuanya.

Ibunya jatuh menimpa perut Iva, segera dia bangun dan Mengecek keadaan menantunya itu "apa kau tak apa Iva " sambil meraba perut Iva takut terjadi sesuatu pada cucunya.

"Tidak bu aku baik-baik saja " ucap Iva lalu bangkit dibantu oleh ibu mertuanya.

"Bu kenapa Inara malah makin kurang ajar sama ibu, dia bahkan tak takut sama sekali dengan ibu, coba ibu berbicara deh sama mas Adam jangan terayu oleh Inara gitu bu, aku nasibnya bagaimana bu, masa iya dihari spesial kita mas Adam malah tidur dengan Inara hatiku sakit bu sakit. Kalau begini terus lebih baik aku saja yang pergi aku akan mengurus anakku sendiri saja tak apa tanpa mas Adam aku mampu bu " ucap Iva sambil menangis bombai agar ibu mertuanya merasa kasihan dengan dirinya.

"Jangan berbicara seperti itu Va, ibu tak mau kamu pergi dari sini, ibu akan bicara dengan Adam kamu hanya perlu duduk manis saja diam dan mendengarkan ya. Pasti Adam akan nurut denga perkataan ibunya ini "bujuk ibunya dia tak mau sampai kehilangan calon cucunya begitu saja. Dia kan sudah cape-cape mendukung mereka berdua masa iya berujung tidak hasil sih.

"Baiklah aku akan tunggu janji ibu, jika mas Adam masih sama seperti ini jangan salahkan aku. Aku akan pergi dari sini membawa anak ini pergi juga " jawab Iva mengancam ibu mertuanya.

Hemmm rencananya berhasil membuat ibunya selalu berpihak pada dirinya dan membuat Inara kalah, namun dirinya salut dengan keberania Inara yang makin hari makin berani saja. obat apa yang dia minum sampai bisa seperti ini awalnya dia sangat rapuh.

Sedangkan Inara sangat senang sekali dirinya ini akhirnya bisa juga tegas dengan ibu mertuanya ini. Sebenarnya tadi dia deg-degan namun demi mempertahankan harga dirinya dia tak boleh kalah dan harus selalu melawan apapun yang akan terjadi.

"Semangat Inara pasti kamu bisa" ucap Inara sambil menyemangati dirinya sendiri.

Adam yang baru saja pulang sudah disambut oleh ibunya, kemana kedua istrinya sampai tak ada satupun yang menyambutnya pulang. Padahal kan dirinya ingin dimanja oleh istri-istrinya itu.

"Ada perlu apa ibu kerumah " ucap Adam dia tau pasti ibunya ada apa-apa kalau sampai datang kerumahnya seperti ini.

"Memang ibu tak boleh menengok mu serta istri dan calon anakmu "

"Dulu saja saat aku dengan Inara ibu tak pernah datang "

"Ya sekarang berbeda Dam, sekarang ibu akan mempunyai cucu dan harus selalu menjaganya dari wanita cacat itu "

"Cukup bu, cukup jangan ibu panggil Inara dengan sebutan itu" marah Adam.

"Kenapa apa kau tak suka dengan sebutan itu, memang begitu adanya kan, dia memang wanita cacat yang tak penting seharunya kau sudah menceraikannya Dam " dengan wajah watadosnya

"Apakah ibu tak bisa sedikit saja baik kepada Inara. Dia juga masih istriku. Sampai kapan pun aku tak akan menceraikan Inara " kekeh Adam mempertahankan Inara.

"Kenapa, kenapa kau tak mau menceraikan wanita itu, dia hanya akan menjadi benalu dalam hidupmy serta Iva dan anakmu kelak "

"Karena aku mencintainya bu sangat, aku tak akan sanggup bila harus berpisah dengan Inara "

"Apa cinta bisa mebuatmu bahagia Dam, sedangkan kamu tak bisa mempunyai anak "

"Ya Inara bisa membuatku bahagia bu "

"Lalu apa gunanya menikah kalau tak punya anak, kamu ini pintar sedikit Adam, seharuasnya jika mempunyai istri seperti Inara harusnya kau buang tak perlu ka pungut lagi. Yang perlu kau fikirkan sekarang adalah Iva Adam bukan Inara lagi dia akan memberikan mu keturuna lantas apa lagi yang kurang dari Iva dia sudah sempurna tidak seperti Inara "

"Terserah ibu, untuk yang satu ini aku tak akan bisa mengikuti kata-kata ibu untuk menceraikan Inara"

Adam yang sudah sangat emosi segera pergi dari hadapan ibunya, dia tak jadi masuk kerumah pergi entah kemana bahkan menjalankan mobil sampai ugal-ugalan.

Sungguh dirinya ini binggung sangat binggung disatu sisi dia berat dengan Inara satu sisi lagi dia juga berat pada ibunya harus yang mana dia pilih.

Memang salah dirinya ini mencoba adil pada istri-istrinya itu kenapa harus seperti ini ya tuhan, kenapa kau memberikan ujian yang berat sekali sampai istriku Inara tak bisa mempunyai anak.

Ibu Adam lantas langsung masuk dan menggedor kamar Inara dengan berutal , lalu tahu karena tak dikunci segera masuk menghampiri Inara yang sedang duduk mengarah kejendela.

Inara yang tahu itu ibu mertuanya hanya diam sambil meminum teh hangatnya dengan santai Inara menyeruputnya tanpa memperdulikan ibu mertuanya yang sedang menatapnya sengit.

"Ada perlu apa ibu masuk kekamarku " ucap Inara.

"Kau berikan apa pada anaku sampai dia bisa menbantahku seperti ini " teriak mertuanya.

"Entahlah mungkin dia berasa bersalah padaku, aku lebih segalanya dibanding Iva " ucap Inara memangcing kemaraha ibu mertunya.

"Cwih pede sekali kau wanita cacat " sambil meludahi wajah Inara.

Inara yang memang tak siap sama sekali tak menghindar, segera Inara mengusapnya dan menyusut ludah itu sambil terus mendekati ibu mertuanya.

1
Viscount Danes
Inara, kenapa bertahan dengan suami gila
Santy
Kok yg jd prempuan2 oon smuany
Disini posisinya prempuan lemah dn bdh
Elok Pratiwi
cerita buruk
Elok Pratiwi
klo bikin cerita poligami / perselingkuhan kenapa hrs di dramatisir sedemikian rupa dari pemeran utama wanita nya ... apakah penulis nya berharap hidup nya spt cerita yg ditulis ... hati hati ucapan / tulisan adalah doa ... bikin cerita jangan terlalu haluu ... setidaknya sesuaikan sedikit dg kehidupan real nya ... selalu pemeran utama wanita nya diberi karakter menyedihkan lemah tidak berani ...
Asmi Asmi Asmi Asmi
abian jangan ikutan bidoh kaya inara dong,, knpa gak di bawa pergi aja sih inara ke rmah maminya,,😞😞
Sri Sunarti
ya nyesel bacanya...bertele tele...akhirnya begini
Ida Blado
mau baca tpi lihat judul tiap partnya,,,, gk menjamin memuaskan,dan ternyata dari komen2 nya reader ternyata ceritanya bikin gedek ya,,, ya sudah gk jdi baca
Nur Faisal
hoek mau muntah , ada ya suami
modelan gitu .
bego banget itu inara masih bertahan satu rumah dengan suami dan istri barunya .suami modelan bgtu lbih baik di kasih kopi pake

sianida atau masakin makanan yg enak tpi dicampur racun tikus
supaya " mampus" pelakor bunting
sama suami anjing bila perlu ibu mertua disiram air panas mndidi supaya mampus sekalian .
mayatnya di kasih makan buaya ,
Supriyono
lanjut aja thor aku suka ceritanya
Erniyusnita Erniyusnita
Aku kecewa,Inaranya terlalu lemah gitu....
Tuti 82
walaupun ber tele tele tapi jujur aq suka banget cerita nya....semangat terus ya berkarya ❤️
Yuna Yulia
lanjutkan untuk kehidupan ana dong Thor, apakah dia akan berbahagia dengan Roger atau dengan Jack, please 🙏
Lisnawati
pisah aja Inara dr Adam laki" g bener
Lisnawati
bagus rebut aja Inara nya abi
dwi indah
kalo bisa lanjut thor, kehidupannya ana dengan anak2nya, roger dengan puja , adam dan livia
Rini Haryati
lanjut thor
bagsu
sukses
semangat
Rini Haryati
lanjut thor
bagus
semangat
Alina Astrid
semangat terus
Obet
adam udah pusing, udahlah jangan bikin drama terus dam cape sendiri kan
Serena Alfa
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!