NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan BUJANG LAPUK

Malam Pertama Dengan BUJANG LAPUK

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Follow Ig @ rii-ena

Cerita ini mengkisahkan tentang Firda, seorang mahasiswi tingkat satu yang dengan iseng menggagalkan pernikahan Bujang.
Pria dewasa yang dijuluki si bujang lapuk.

Tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Firda yang menyebabkan pernikahan dirinya yang gagal, Bujang membalas permainan yang Firda buat dengan menikahinya malam itu juga.

Bagaimana pernikahan yang mereka jalani selanjutnya? Apakah Firda akan menyerah dan bercerai dengan Bujang yang katanya sudah aki-aki atau justru malah Firda jadi jatuh cinta.

Lalu Bujang sendiri? Masihkah dendam pada Firda karena sudah mengacaukan pernikahannya atau justru bersyukur? ikuti terus cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Mal Praktek

Firda adalah murid yang sangat cerdas, dia belajar dengan baik dan bisa mempraktekkannya dengan luwes. Saat Firda bermain-main dengan bibirnya, tangan Bujang sudah menjelajah kemana-mana dan Firda tidak sempat lagi untuk menahan tangan Bujang agar jangan nakal.

Melihat Firda yang sudah terbawa suasana, Bujang kembali memberikan banyak cap kepemilikan di dada Firda. Tanpa sadar mulut Firda mendesah, lalu cepat-cepat di tutupnya karena malu. Bujang tertawa tanpa suara.

"Mau Abang buat di perut nggak?"

Firda menggeleng.

"Jangan! Aku kuatir tidak bisa menahannya sampai acara resepsi," tolak Firda karena dia tahu apa yang dirasakannya sekarang.

Seluruh permukaan tubuhnya seperti dijangkiti aliran listrik, darahnya juga berdesir-desir. Rasanya dia tidak mau berhenti dan ingin merasakan yang lebih lagi tapi masih takut.

"Aku boleh mencoba buat di leher, Abang, nggak?"

"Jangan, tempat yang lain saja, dada- Abang misalnya!" Bujang sudah membuka pengait kancing kemejanya.

Nggak banget bang Bujang, masak buka baju sendiri. Harusnya kan Firda yang membukakan, biar kaya' Eda dan Serkam Bolat gitu. Kan Eda yang membuka baju Serkam, bang Bujang nggak nonton sih? Jadinya nggak tahu kan.

"Nggak mau, itu lain waktu aja, Bang. Aku maunya di leher."

"Malu, nanti kelihatan sama Abah dan Umi."

"Tutupi, dong! Bilang aja Abang di gigit drakula." Firda sudah kembali nemplok di badan Bujang sudah mirip binatang koala yang menemukan pohon eucalyptus di pandang Sahara, Bujang hanya bisa pasrah dijadikan bahan praktek bagi Firda.

Kalau bermesraan terus tanya jawab, dijamin nggak bakalan tegangan tinggi. Seperti Bujang sekarang, hasratnya yang sudah naik tinggi ketika memberikan banyak tanda kepemilikan di dada Firda kembali ke titik normal.

Firda mulai jadi drakula betina yang masih training, titik didih Bujang kembali naik lagi. Sudah seperti roller coaster saja hasrat Bujang di buat Firda

Aaaah, Bujang ingin segera menerkam dan memakan habis Firda, tapi dia berusaha mati-matian menahannya. Firda masih sedang senang-senangnya mengekplorasi leher Bujang. Belum mau pindah ke tempat yang lain, padahal ada yang lebih asyik daripada leher.

"Fir, udah dong! Abang nggak tahan nih kalau kamu lama-lama di leher Abang." Bujang menggeram menahan hasrat yang semakin meninggi, Firda segera menyudahi menghisap leher Bujang.

"Bang, hidupkan lampu ya? Aku mau lihat hasil karyaku." Firda sudah hendak beranjak dari atas tubuh Bujang, tapi Bujang menahannya.

"Jangan! Besok pagi saja melihat hasilnya, sekarang kita tidur. Kamu membuat Abang gila, Fir."

Bujang memeluk Firda dengan erat, kembali mengecap manisnya madu dari bibir Firda.

Karena terus di tahan tiga malam ini, akhirnya lava itu meledak juga dengan sendirinya.

Bujang melepaskan penyatuan bibir dan pelukannya pada Firda, lalu buru-buru beranjak untuk membersihkan diri dan berwudhu. Kalau langsung mandi hadas besar kuatir Firda banyak bertanya, kan dia bisa malu.

Belum saatnya Firda tahu hal-hal yang sangat sensitif dan pribadi itu.

Firda mengamati Bujang yang keluar dari dalam kamar mandi hanya mengenakan sarung tanpa celana pendek seperti tadi, tapi Firda tidak sempat bertanya karena Bujang sudah membawa tubuhnya masuk ke dalam pelukannya.

"Mulai besok, usahakan kamu dulu yang mencuci pakaian ya! Jangan sampai Umi dulu seperti biasa, terus kamu tinggal melanjutkan." pelan suara Bujang memberitahukan pada Firda dari atas kepalanya.

Firda yang sedang menenangkan debaran jantungnya ketika berada dalam pelukan Bujang mendongakkan wajahnya.

"Umi terlalu pagi kalau mencuci, Bang. Lagian kan aku yang menyelesaikan."

"Nggak boleh, kita suami istri. Apapun yang mendasari Abang menikahi kamu, itu tidak perlu dipermasalahkan lagi. Abah bilang, memang jalan takdir jodoh Abang bersama kamu harus seperti itu. Jadi, akan ada hal-hal bagi suami istri yang tidak boleh di ketahui oleh orang lain, walaupun itu orang tua sendiri.

Besok Abang bangunkan kamu agar bisa mencuci terlebih dahulu sebelum Umi ya?"

Firda mengangguk, kepalanya kembali di selusupkan pada ceruk leher Bujang. Dia suka aroma khas tubuh Bujang, membuat Firda bisa menyakinkan bahwa ini bukan mimpi

******

"Wah, menantu Umi semakin rajin. Bisa makin disayang sama suami." goda Umi keluar dari dalam kamar setelah sholat subuh.

Firda sendiri sebelum sholat subuh sudah menggiling pakaiannya, apalagi ada celana basah yang dipakai Bujang tadi malam ada dalam keranjang pakaian kotor. Bujang meminta segera di cuci.

"Iya Umi, biar bang Bujang cinta sama Firda dan segera mengusir bayangan si bahenol dari hati dan pikirannya." Firda terkekeh.

"Memangnya Hamish masih menyinggung tentang Mawar?" tanya Umi hati-hati.

Firda menggeleng.

"Nggak sih, cuma namanya juga calon istri, pasti masih terpikirkan lah. Firda kan nggak mau kalau hati dan pikiran bang Bujang masih ke kak Mawar, walaupun Firda yang salah sih, Mi." Firda menunduk.

Umi mengusap bahunya pelan.

"Hamish tidak mungkin seperti itu, percaya sama, Umi! Kamu, kenapa masih memanggil dengan sebutan bang Bujang? Namanya kan Hamish, keren kan? Itu nama impian Umi dari dulu."

Firda terkekeh.

"Iya, Mi, karena orang-orang memanggil Bujang, jadi ikut-ikutan. Nanti Firda coba manggilnya bang Hamish."

"Pinter. Bantu Umi buat nasi uduk ya!"

"Siap, Umi."

*******

Bujang menemani Abah untuk berjalan mengelilingi kompleks perumahan sepulang dari mesjid sekalian jalan pagi.

"Tumben kamu pakai pakaian kaya' gini, Mish. Kamu sakit?"

Abah merasa aneh karena Bujang memakai jaket Hoodie berbahan kaus ke Mesjid, biasanya Bujang selalu memakai baju Koko dan bawahan sarung celana atau sarung saja seperti Abah.

Apalagi setelah keluar dari mesjid, topi Hoodie disarungkan di kepalanya sementara kopiahnya dipegangnya saja.

"Nggak, Bah, cuma ganti style saja." alasan Bujang.

"Padahal sekarang cuaca tidak sedang dingin atau hujan, apakah ada yang kamu sembunyikan, Mish?"

"Nggak ada, Bah. Hmm, kami tidak perlu menikah ulang kan, Bah?"

Bujang mengalihkan pembicaraan, sepertinya dia lupa kalau ustadz Syukur juga kepala KUA tempat Bujang kemarin akan melakukan ijab qobul dengan Mawar.

Hanya saja saat itu Bujang dan Mawar hendak diwakilkan oleh petugas lainnya, jadi ketika Abah meminta Ustadz Syukur untuk menikahkan Bujang dan Firda malam itu ya tidak perlu di ulang lagi. Bujang hanya harus mengurus administrasi ulang terkait pergantian mempelai wanita.

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Mish! Pakaian yang kamu kenakan seperti kita berada di kaki bukit saja, atau di musim penghujan. Aneh lho. Apa ada bekas mal praktek tadi malam?" tawa Abah hampir meledak.

Malam tadi teriakan Firda terdengar sampai keluar karena saat yang sama Abah sedang mengecek semua jendela apakah sudah tertutup dengan rapat.

Habisnya sejak Bujang menikah, dia cepat sekali masuk ke dalam kamar. Pulang dari cafe juga sore, biasanya jam sembilan atau jam sepuluh malam baru sampai rumah. Abah kan jadi bisa mereka-reka apa yang terjadi di dalam kamar putranya.

"Bah, jangan di perjelas gitu, Bah! Malu." wajah Bujang memerah, untungnya hari masih pagi jadi Abah tidak bisa melihat wajahnya.

Abah terkekeh.

"Mulai sekarang, kau harus tahan malu, Mish. Perempuan di masa usia seperti Firda itu urat malunya lagi disimpan entah dimana, semakin kau tutupi orang akan semakin penasaran."

"Bah, udah dong, Bah! Aku masih bingung nih, bagaimana mau ke cafe dengan banyaknya tanda mal praktek seperti yang Abah katakan tadi."

Abah semakin terkekeh.

Dari masa remaja memang hanya Abah teman sejati Bujang karena kedua adiknya perempuan.

Bujang lebih percaya pada Abahnya untuk menceritakan apa yang mengganggu pikiran daripada dengan orang lain yang bisa dikuatirkan tidak akan bisa menyimpan rahasia.

"Ya sudah, pakai saja baju itu! Kalau kelihatan sama karyawan mu, ya biarkan saja. Itu tandanya kau juga mengalami malam-malam selayaknya pengantin baru lainnya, masa' orang lain saja. Kamu kan juga bisa."

Bujang diam, dalam hatinya dia membenarkan ucapan Abahnya.

...****************...

1
Amy Ibrahim
nyesel tak dari dlu soan ke sini. critanya bagus bagus mlah. ka riie. anak bang bujang. namanya ali.seorang dokter. trus jadi menantu asllan. di crita turun rajang. iyakan ka riie.
Amy Ibrahim
lucu juga critanya.
aku baru
padahal udah pernah baca tp masih suka,,,🤭
Syam
suka kak rie novelnya tapi gimana yah
Syam
emang ada kak riie 🤣🤣🤣
Syam
ceritanya nyambung menyambung yah kak riie 😍
Selly Rahma
ceritanya lucu,ngga ngebosenin ,walaupun sudah berulang kali di baca,
Mini Amora
abang bagas... i love you😍
Mini Amora
stelah bbrp tahun... baca lagi novel ini... seruuuuuu sihhh pastinya😍
Yani Hendrayani
, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yani Hendrayani
🤣🤣🤣🤣🤣😘
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Yani Hendrayani
🤣🤣🤣🤣🤣
Bintang Jawa
koq gak dilanjut lagi kak kisahnya ini
Rosyah
demi mr will terpaksa download aplikasi nya biar bs baca. uda baca smpe selesai cerita nya bagus banget thor
Rosyah
uda 2x baca
zhalwaaa93
apakah ini hamish mertuanya aisah anak karmila?
zhalwaaa93
sangat menarik
zhalwaaa93
aku baru baca ini, pada hal karyanya author yg di seblah udah ku libas semua
Etris Tresnawati
suka dengan ceritanya
Noreda 99
moga Firda hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!