NovelToon NovelToon
Cinta Di Atas Logika

Cinta Di Atas Logika

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:289
Nilai: 5
Nama Author: najmun_huda

yovada, seorang anak remaja yang memilik obsesi pada pengetahuan. ia tidak peduli dengan apapun, selama itu menambah pengetahuannya maka akan ia lakukan. ia di kenal debagai seseorang yang gila dengan ilmu dan tidak mau menjalin sebuah hubungan karena ia tahu bahwa hubungan tanpa memahami pasangan adalah sebuah penyiksaan. ia yakin bahwa tiada yang memahami perasaannya hingha ia bertemu seseorang yang membuatnya merasa nyaman dan aman. sebuah rasa yang membuatnya bingung dengan jalannya. sebuah lembaran baru yang ia buka demi cerita baru dalam hidupnya. apa yang terjadi selanjutnya dan apa semua akan berakhi karena ego atau malah luluh karena sebuah rasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najmun_huda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CP: 15 Depan Rumah Sakit

Kesya yang melihat itu langsung mengajak Yovada untuk pergi ke luar rumah sakit untuk mencari udara sejuk. Yovada menyetujuinya namun Mimi malah menahan tangan Yovada seakan ingin ikut mereka keluar bersama-sama. Yovada yang melihat itu ingin mengajak Mimi namun mata Kesya seakan tidak senang dengan kemunculan Mimi. Yovada yang melihat itu langsung menghela nafas dan kemudian ia berbicara dengan Kesya dengan nada perlahan. “Kesya, perkenalkan ini Mimi, cucuk dari pak tua yang kemarin kamu berikan roti. Oh, aku harus mengenalnya. Ia cukup ramah dan menyenangkan sebenarnya. Mungkin kamu bisa berteman dengannya juga.” Ucap Yovada kepada Kesya dengan pelan dan juga lembut.

Kesya yang mendengar itu langsung menghela nafas dan kemudian mengangguk menyetujui apa yang ia usulkan. Kesya pun menjulurkan tangan untuk berkenalan padanya namun alih-alih mengambil tangannya, Mimi malah memilih untuk menjabat tangan dan berkenalan, ia malah memilih untuk mengalihkan pandangannya dan kemudian memasang wajah tidak peduli.

Kesya yang melihat itu langsung geram dan berbicara dalam hati dengan nada kesal. “bisa-bisanya anak kecil sialan ini mengabaikan aku. Ia tidak tahu aku yang menjaga Yovada ketika ia hanya seorang bocah wanita yang datang tanpa permisi dariku. Angkuh sekali ia, jika ia benar-benar anak pak tua yang terlihat bijak itu maka aku yakin antara itu anak hasil selingkuh atau tertukar di rumah sakit. Yasudahlah, setidaknya Yovada akan menyukai masakanku, aku harus menjaga suasana tetap nyaman di sini. Jangan bikin kerusuhan sebaiknya.” Ucapnya dalam hati dengan tatapan sinis kepada anak kecil itu. Tangannya mengepal seperti tidak senang dengan sikapnya namun ia berusaha menahan amarahnya. Ia kemudian langsung menarik tangannya yang mengajaknya untuk bersalaman sambil mengepalnya.

Yovada yang melihat itu merasa tidak nyaman karena dirinya tahu bahwa Kesya merasa cemburu dengan dirinya. Yovada berusaha mencairkan keadaan dengan menanyakan keadaan Kesya namun Kesya tidak meresponsnya. Yovada berusaha menyakan ke Mimi namun responsnya juga sama karena mereka sama-sama tidak mau jawab, akhirnya Yovada berusaha beranjak dari kasur kemudian ia berjalan keluar sambil memegang tongkatnya. Kesya yang melihat itu langsung panik dan berusaha menyusul Yovada. Mimi yang melihat hal itu juga sama, ia beranjak dari ranjang Yovada dan kemudian ia langsung menyusul mereka. Pak tua yang melihat itu langsung tersenyum kecil karena dirinya yang melihat bahwa Mimi kini memiliki teman.

Di ruang koridor, Yovada berjalan sambil berpegang pada tongkat impuls lalu berjalan pelan dengan tenang sambil mendorong tongkat impuls. Ia memegangnya hingga ia sampai di pintu keluar. Kesya dan Mimi mengejarnya sebelum semakin jauh. Ia terus berjala dan pada akhir sampai di sebuah kursi di luar rumah sakit. Ia duduk di sana kemudian di sebelah kursinya, ia melihat wanita yang di bentak oleh pria yang kakinya di rawat di rumah sakit. Ia menangis dan kemudian wajahnya melihat ke arah Yovada. Ia menatap Yovada dengan mata merahnya karena ia habis menangis hebat di luar sana. Yovada yang merasa tidak enak mencoba mendekatinya dan berencana untuk basa-basi kemudian menanyakan keadaannya. Namun ia sendiri tidak pintar dalam basa-basi. Pada akhirnya ia langsung berpindah duduk dan mencoba membuka obrolan bersamanya.

Yovada langsung berpindah dan akhirnya ia langsung menanyakan masalahnya. “permisi mbak, maaf sebelumnya tadi saya liat mbak sedang marah-marah dengan pacarnya? Atau tadi itu suami mbak itu sendiri? Bukannya ingin ikut campur namun saya ingin tahu saja keadaan mbak.” Ucap Yovada dengan tenang dan juga penasaran dengan keadaan lawan bicaranya.

Wanita itu langsung membersihkan wajahnya dari air matanya kemudian ia sendiri langsung menatap Yovada dengan penasaran dan juga penasaran. “eeemmm... ya... ia suamiku. Namun ini tidak seindah yang aku bayangkan. aku pikir semuanya akan berjalan dengan baik namun yang aku lihat malah semua menjadi mengerikan. Aku ingin semua berubah menjadi menyenangkan namun malah menjadi bala bencana.” Ucap wanita itu dengan sedih dan penuh kekecewaan. Namun di sisi lain ada masih ada yang di sembunyikan dengan sangat rapat.

Yovada yang melihat itu langsung terdiam dan menatapnya dengan penasaran dan itu di lanjutkan dengan ucapannya. “jika boleh aku mendalaminya, aku ingin bertanya satu hal. Apa yang membuatmu tertarik dengannya? Apa yang membuatmu begini?” ucap Yovada dengan tenang namun juga penasaran. ia menatap lawan bicaranya dengan peduli namun juga ada kekhawatiran darinya.

Wanita itu menatap kembali ke Yovada dan akhirnya ia mencoba menceritakan semuanya kepada Yovada. “aku... aku tidak ingin memberi tahu banyak orang namun sepertinya aku harus memberi tahumu agar diriku tenang. Ia bukannya hanya pria biasa. Aku bertemu dengan dia di saat aku sedang kesulitan. Ia pria yang baik awalnya. Aku menyukainya apa lagi saat ia mengacuhkanku dan bersikap dingin padaku. Aku merasa bahwa ia sangat pas untuk diriku.” Ucapnya dengan tatapan yang lebih tenang namun ada sedikit kekecewaan di matanya.

Yovada yang melihat itu mulai kebingungan namun ia tidak memutus pembicaraannya. Ia mengangguk dan memintanya melanjutkan pembicaraannya. Wanita itu mengangguk dan akhirnya mencoba melanjutkannya. Nadanya terdengar lebih berat dan kesedihan seperti mendominasi suaranya.“yah... saat itu aku pikir ini seperti yang ada di film dan novel pada umumnya namun ini jauh lebih mengerikan dari pada yang bisa aku duga. Aku melihatnya pergi balapan liar dan juga bermain dengan wanita jalanan dan juga pelacur. Gilanya aku melihatnya bermain dengan pelacur itu langsung di rumahnya di saat aku ingin berkunjung. Awalnya aku berdiam diri namun semakin lama ia semakin menjadi-jadi. Aku semakin marah dengannya namun di satu sisi aku masih ingin dengannya. Aku melihatnya semakin menggila, di saat aku pergi ke rumahnya aku melihat ia... ia...” Air mata keluar dari matanya dan bibirnya bergetar seakan tidak sanggup mengatakannya namun ia memaksanya. “membawa pelacur itu... di hadapanku... ke kamarnya... bermain dengan penuh semangat dan teriakan... tidak... tidak satu... namun lebih... 3... bahkan terus bertambah... hingga 5.” Suaranya tertahan dan ia menangis di saat itu sambil bersandar di bahu Yovada.

Yovada yang melihat itu memusut kepala wanita itu dengan pelan dan juga penuh kelembutan. Yovada tidak memaksanya namun ia menunggunya untuk melanjutkan. Ia terus memusut kepala wanita itu sambil menaiknya lebih dekat agar ia lebih aman. Di sisi lain, Kesya dan juga Mimi melihat Yovada yang begitu dekat dengan mereka wanita itu. Kesya yang melihat itu begitu kesal karena waktunya kini di rebut oleh seorang wanita yang pura-pura baik kepada Yovada. Mimi yang melihat itu juga marah karena kini ia tidak bisa bermain dengan Yovada. Mata mereka sama-sama kesal dengan tindakan Yovada pada mereka. Kesya ingin maju namun Mimi menahannya. Mimi bilang bahwa kakeknya mengatakan kita harus menunggu urusan seseorang selesai baur kita pergi menemuinya. Kesya yang mendengar itu setuju dan kemudian ia menunggu lagi dari jauh sambil memantau Yovada.

Wanita itu melanjutkan ceritanya dengan suara pecah dan juga penuh derita. “aku... aku cemburu dengannya. Aku memarahinya dan ia tidak peduli denganku. Pada akhirnya ia memaksanya untuk melakukannya denganku. Awalnya aku menolaknya namun ia mengancamku dan akan meninggalkan aku seorang diri. Aku awalnya kuat namun melihat dan mengingat sikapnya tadi, aku mulai tertarik. Aku mencobanya dan... malam itu menjadi malam yang mengerikan namun juga sesuatu yang baru bagiku. Namun pada akhirnya ia selalu memaksaku dan ketika aku menolaknya aku malah di tarik paksa. Setelah beberapa kali dan akhirnya aku mual di pagi hari. Aku tidak terkejut bahwa aku akan mengandung anak darinya. Aku pergi ke apotek dan membeli alat tes kehamilan. Aku pergi menghadapnya dan meminta pertanggung jawaban namun dirinya tidak mau. Aku di marahi oleh orang tuaku, aku di usir dan aku menjadi bahan bicara tetangga. Memalukan... sangat melakukan. Aku lelah dan aku memohon padanya untuk menikahiku namun dia menolaknya. Aku memaksanya namun ia berusaha menghindar dengan seribu alasan. Namun pada akhirnya ia mau menerimaku dan menikahiku. Aku pikir semua akan baik-baik saja namun kini apa yang aku rencanakan semua tidak sesuai rencana. Ia masih mabuk, ia memukuliku ketika hamil, bahkan di saat aku melahirkan anaknya, ia pergi meninggalkan aku sendirian. Aku membutuhkannya namun ia pergi dengan mudahnya dan memilih bersama wanita lain. Musang birahi itu layak mati namun aku tidak tega seandainya anak aku menjadi yatim. Aku memaksa hidup dengannya dan di siksa agar anak aku masih memiliki seorang ayah dan ia tahu bagaimana ayahnya.” Ucap wanita itu sambil menangis. Air matanya membasahi baju Yovada namun ia tidak mendorongnya namun malah menariknya lebih dekat. Ia menangis lebih dekat dan lebih nyaman.

Yovada yang melihat itu hanya tersenyum dan kemudian ia berbicara dengan pelan dan juga dengan penuh perasaan. “kadang tindakan yang kamu kira indah hanyalah Khayalan yang kamu kira seperti negeri dongeng namun nyatanya dunia tidak seperti itu ia bertindak.” Ucapnya sambil memeluknya lebih erat agar dirinya lebih tenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!