NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Dokter Duda

Jodoh Sang Dokter Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Dokter / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 5
Nama Author: harsupi fakihudin

Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat pengunduran diri ???

Setelah beres semua, akhirnya mereka sarapan bersama.

Anand duduk dikursi ujung, Wahidah duduk disebelah kanan Anand, sedangkan Sifa duduk disebelah kanan Wahidah.

"Pih, hari ini aku keluar dengan Sifa ya pih?"

"Mau kemana kalian?"

"Jalan jalan pih, sekalian bikin undangan untuk resepsi mereka yang kilat gitu lho pih"

"Memangnya kamu tau tempatnya?"

"iya, kan papih yang ngasih tau"

"Ingat memang?"

"Ingat lah pih, gini gini nilai IQ ku tinggi kali, nurunin Albert Einsten "

"Memangnya berapa IQ mu?" Ledek Anand

"130"

"Ngarang"

"Ahaha latihan ngarang pih, Rhoma irama kerjaannya ngarang duitnya kan banyak"

"Mami sendiri punya duit nggak?"

"Tunainya dikit, mau nambahin?"

Anand mengeluarkan dompet , dan isinya masih utuh sisa kemarin yang dipalak Wahidah buat kontengan. Dan Iapun mengeluarkan duit pecahan limapuluhan satu lembar

"Nih, jatahmu hari ini. Cukup kan warna biru satu ahaha"

"Mana cukup pih, segini?"

"Ya sudah sini" Anand menarik uang limapuluhan yang barusan ia kasih ke Wahidah

"Ish papih, Isiin pih buat jaga jaga"

"Atm nya Ilham isinya kan banyak, katamu mau nguras dolarnya"

"Ah papih payah, istrinya malah didukung buat maling"

Ahaha

-

Wahidah dan Sifa sudah sampai dirumah sakit

"Sifa, kamu taruh kuenya dimeja, dan buruan kesini ya? kakak tunggu disini"

"Baik k kak" Jawab Sifa dengan kikuknya

Sifa berjalan menuju ruangan dokter Ilham. Dan benar, adanya teh manis dalam gelas saja tak ada teman buat ngemil

Sifa menghampiri meja suaminya " Bapak, semoga suka dengan kuenya ya?" Sifa menaruh box berisi samoza 5 biji

Setelah selesai bermonolog, iapun keluar dengan buru buru

"Sifa!!"

Suara itu Sifa sangat kenal

" Fitri" ucapnya pelan

Sifa berbalik, Fitripun berlari mendekati Sifa

"Fa, kamu keluar dari sini kok nggak ngomong ngomong sih"

Deg

"Keluar?"

"Perasaan aku belum membuat surat pengunduran diri ,dan belum ada niat untuk mengundurkan diri. Siapa yang membuatnya?"

"Iya, tadi pagi aku sendiri yang menerima surat pengunduran diri darimu"

"Siapa yang ngasih?"

"Dokter Ilham"

"Apa!! bapak !?"

"Iya, lah, dari kamu kan?"

Sifa diam tidak berani menjawab, sedetik itu Sifa ingat Wahidah

"Emp, Fit, Sifa pergi dulu ya?" Sifa langsung ngibrit lari, takut salah jawab

"Faaa!!! "Teriak Fitri, tapi teriakan Fitri seperti mengusir, karena Sifa larinya malah tambah kencang

Fitri garuk garuk "Heran, ditanya baik baik malah kabur"

-

Sementara

Dokter Ilham yang perutnya sudah keroncongan, langsung berjalan cepat menuju ruangannya, berharap ada yang bisa dimakan

Gerrreeeet

Dokter Ilham masuk ruangan, dan netranya langsung tertuju pada atas meja samping teh manis

Saat itu juga, Ilham seperti menemukan bongkahan emas. Ia langsung membuka box transparan berisi gorengan segitiga yang masih hangat

"Tumben, rumah sakit sekarang ngasihnya pakai box, nggak pakai mika lagi"

Ilham mulai menggigit samoza berisi ayam yang rasanya pas dilidah "Enak, tak bosen dengan rasanya"

Selang beberapa menit, setelah Ilham menghabiskan dua samoza, datanglah dayang dayang yang akan mengekori Ilham untuk melakukan visit

"Permisi dok"

Dokter Ilham langsung mengelap bibirnya dengan tissu

"Wih, makan apa dok, enak banget kelihatannya?" Sinta

Yanti langsung comot "Boleh ambil ya dok, pas untuk kita bertiga"

Plaaak

"Nggak sopan !" Tapi Sinta juga main ambil dan melahapnya langsung "Enak dok, dapat kiriman darimana dok?" Mulut Sinta masih penuh

"Kiriman? kiriman apa?"

"Santi, kamu nggak ikut ambil?" Ilham

"Males" Jawabnya ketus tapi lirak lirik

"Nggak usah lirak lirik, kalau mau, ambil aja" Ilham

"Memangnya dokter nggak kurang?"

Dokter Ilham mikir,

"Kuranglah, orang aku laper"

"Ambil, saya sudah kenyang. Saya takut kamu pingsan ditengah tengah kita melakukan visit"

Dengan kemayu Santi akhirnya ambil juga

Dokter Ilham membenahi jas putihnya lagi, Santi kalangkabut karena ditangannya masih ada gigitan samoza yang belum habis

"Dok, dokter mau visit sekarang?"-Santi

"Iya"

"Saya belum habis dok"

"Makannya cepat dong, dari tadi disuruh ambil aja, pura pura nggak mau" Semplak Yanti yang sudah mengelap bibirnya

Dokter Ilham tak menghiraukan Santi,

"Kalian tunggu diruang anggrek, saya akan keluar sebentar"

Dokter Ilham berlalu menuju administrasi bagian karyawan, ia sudah janjian dengan bagian adm HR untuk minta data karyawan yang akan diundang ke resepsinya seminggu lagi

Tak makan lama, dokterpun berlalu dari divisi itu

"Kelihatannya, Dokter Ilham mau undang undang, mau ada acara apa ya?" Bisik salah satu karyawan bagian ini

"Ah kepo kamu, tadi nggak tanya langsung saja sama dokter" Jawab teman satunya yang tidak ingin tau urusan orang lain

"Iya, tunggu undangannya saja, pasti kita bakalan diundang mah"

-

Dokter Ilham berjalan dengan gagahnya, banyak pasang mata yang membuatnya berdecak kagum.

Ilham tidak menghiraukan tatapan maut para wanita yang berpapasan dengannya. Ilham terus berjalan melewati antrian dipoly diberbagai bagian.

Karena jalan itu satu satunya yang bisa ia lewati untuk menuju keparkiran umum, maka, iapun berlenggang dengan santainya.

Ilham berjalan menuju mobil dimana Wahidah berada.

Wahidah melihat Ilham datang, ia langsung membuka jendela kemudi.

Ilham membungkuk agar kepalanya bisa mendekat orang yang diajak bicara

Ilham menyerahkan file copian data karyawan yang akan diundang "Ini kak"

Menyerahkan kertas, tapi matanya mengabsen seperti mencari orang.

"siapa yang kau cari?"

"Kakak sendirian?"

"Tidak"

"Mana?"

"Mana siapa?" Wahidah pura pura nggak ngeh

"Mana temennyalah"

Wahidah tersenyum, karena yang Ilham cari ada dibelakang Ilham yang sedang panasan sambil kesilauan

"Tuh" Tunjuk Wahidah pada Sifa

Ilham membelok

Deg

Hati Ilham berdetak, ketika melihat istri kecilnya diam berdiri sambil matanya bergerak gerak karena silau

"Bapaaak"pelan

"Iya, hati hati ya?"Ilham tersenyum, dan mengusap pucuk rambut Sifa. Dan Ilham langsung berjalan menjauh

"Bapaaak"pelan

Ilham menoleh

"Kenapa Sifa bisa mengundurkan diri ? Sifa tidak ada niat untuk keluar dari sini"

"Tapi sekarang kamu menjadi tanggung jawabku Sifa" Masih menoleh, tidak berbalik

Sifa kecewa

"Ikutlah kakak dulu, kerjaanku masih banyak, jangan bersedih" Ilham berlalu

Sifa berjalan dan mulai duduk disamping Wahidah

"Jangan bersedih, kita jalan jalan ya? habisin uang suamimu hihi" Wahidah terkekeh geli

Wahidah mulai mengemudikan dengan santai.

Pertama yang ia kunjungi adalah mall, dimana yang ia butuhkan ada disitu semua

Wahidah menggandeng Sifa seperti anaknya

Tujuan pertama, mencetak undangan.

Disini terkenal kilat, rapih, bagus, dan mahal. Sehari bisa kelar jika memesan undangan berjenis ekspress.

Setelah berbincang bincang masalah undangan, Wahidah mengajak Sifa masuk kebutik untuk memilih baju penunjang acara resepsinya.

"Eh jeng Idah, mari silahkan jeng. Oh, ini toh istrinya dokter Ilham?"

"Iya, tolong dong pilihkan yang cocok buat adikku ini" Wahidah merangkul Sifa

"Memang kapan jeng, resepsinya?"

"Nggak ada seminggu lagi, enam hari cuss"

"Oh mendadak banget"

"Iya, mumpung Ilham bersedia, kalau enggak nikah nikah, jadi duda lapuk dia"

Bersambung....

1
Maulana ya_Rohman
ini yang terrrrrr melancolis....😞
Maulana ya_Rohman
wes lah.... ajur... ajut... ajur.. hati nya Entah...😂
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
gek mode kanhen karro cerito iki☺️...
Maulana ya_Rohman
nangkring di sini lagi thor...
kangen sama cerita lama...
Maulana ya_Rohman
nangkring disini lagi thor....
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
Maniak Tenis meja: Sama say aq jg bolak balik entah sdh brp kali
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
mampir lagi yang kesekian kali nya thor.....😁...
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
🅵🅰🅳🅸🅻🅰 3 𝓹𝓾𝓽𝓻𝓪
kangen baca lg cerita dokter ilham, dulu 4 atau 5th yg lalu lupa😂, pokoknya pas covid, baca cerita dokter ilham dan syifa menemani ku di saat WfH, seru cerita nya, dokter ilham punya anak kembar dan berlanjut sampe anak² nya punya rumah sakit di daerah jateng apa Jabar lupa, trs Pak Anan nikah lg sm ART setelah ibu Hamidah meninggal, lupa2 ingat😍
ATITUSMIATI
Aku baca lagi
Yudistira Ray
Aq baca lg dokterrrrrrrrrr
~no username🐨~
kaget 50 tahun?? 😭😭 kenapa gak 38 atau 40
Maniak Tenis meja: Tadinya aku juga kaget tentang usia dokter Ilham. tp lm2 candu kak
total 1 replies
indah
Keluarga besar yang Harmonis
Yudistira Ray
bc berkali kali jg tetap ngakak
Widia Aja
emang berapa usia nya dr. Ilham?
Febby Fadila
😄😄😄😄😄
Maniak Tenis meja
kangen doctor ilham lg..........
Febby Fadila
astaga teman2 ilham pada kocar ya 😉😀😀
Febby Fadila
ini gigi aku kering trus thorr....
Febby Fadila
ahahahahaha
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx
Febby Fadila
belum di karuniai sama allah.. msh ingin kalian pacaran dulu
Febby Fadila
baper aku thor... romantis banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!