" Aku pikir dengan dengan hangat ku, aku mampu mencairkan hatimu yang beku... Hingga aku tak sadar ketika dingin mu menyapa nyaris membuat hati ku mati rasa "
Kiana Ainara tak pernah tahu kapan ia mulai jatuh cinta kepada seorang polisi yang merupakan Kakak sepupu nya sendiri.
Tapi Karena sikapnya yang periang dan selalu berisik berbanding terbalik dengan Raynand yang lebih pendiam dan tegas, hingga Kiana kesulitan mengikis jarak di antara mereka.
Mampukah Kiana membuat Raynand jatuh hati padanya ?
( Sequel dari I Hate You Mr.Police & Our Feelings )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raynand
Pagi-pagi sekali, Raisha menghampiri sang Mamah di dapur yang tengah menyiapkan sarapan pagi untuk semua keluarga. Yah, tentunya di bantu dengan asisten rumah tangga juga.
Hari libur seperti ini, biasanya para penghuni rumah melakukan aktivitas pagi seperti berolah raga. Fitnes di ruang olahraga atau joging di taman kompleks.
" Mah, Abang mana, biasanya kalau hari libur Abang lagi di atas fitnes " tanya Raisha sambil meneguk air putih
" Abang mu pagi-pagi sekali udah keluar pake pakaian olahraga, kayaknya Abang kamu mau olahraga di luar " jawab Mamah
" Oh, kok tumben yah Mah " Raisha heran, sebab ia tahu Abang nya itu sangat malas jika di ajak berolahraga di luar, makanya ia membuat ruang fitnes di rumah.
" Entah lah sayang,, mungkin Abang kamu mau coba suasana baru,, lagian bagus kan kalau Abang mu itu mau keluar rumah,, mana tau saat lari-lari eh dia nggak sengaja nabrak gadis, terus pacaran deh " ucapan Mamah Hani itu sontak membuat Raisha tertawa terbahak-bahak, masih pagi kenapa Mamah sudah ngelantur begitu. pikirnya.
" Mamah ini kebanyakan baca novel romantis " tertawa lagi kemudian meneguk air putih lagi
" Yang namanya pacaran, nggak ada yang se instan itu Mah, masa ia sih baru di tabrak aja udah jadian " sambung nya lagi
" Ish kamu ini mengganggu imajinasi Mamah,, siapa tau kan,, lagi pula Mamah bosan liat Abang kamu sendiri terus,, selama ini mana pernah dia bawa teman ceweknya ke rumah " Akhirnya sesi gibahin Abang di mulai. Padahal Raisha berencana akan berjoging bersama Kiana sebentar lagi. Dan sudah di pastikan Kiana sudah menunggu nya saat ini.
" Iya yah Mah, kok Abang nggak punya pacar sih? padahal kan Abang ganteng banget kayak Papah, masa sih nggak ada cewek yang naksir ? "
" Makanya itu Mamah juga bingung,, kamu aja sudah punya pacar, padahal Mamah maunya sebelum kamu nikah, Mamah pengen liat Abang kamu nikah duluan, umur nya juga udah pantas buat nikah , tapi itu lah Abang mu,, susah kalau di tanya masalah pribadi " terkadang orang tua seperti Mamah Hani pasti menginginkan hal yang sama, melihat anak tertua menikah dulu sebelum adik-adik nya. Tapi apalah daya, Raynand bukanlah seperti kebanyakan anak bujang, Raynand terkesan lebih mencintai keluarga dan memprioritaskan pekerjaan dan bisnisnya, sehingga susah jika harus membahas masalah jodoh dengannya.
" Abang pernah bilang sih Mah, kalau Abang punya kriteria khusus buat di jadiin pasangan, mungkin karena belum ketemu sama yang sesuai, makanya Abang masih betah sendiri " jelas Kiana, Mamah nampak khusyuk mendengar nya.
" Cih, gaya nya Abang kamu,, yang penting kan gadis nya baik dan dari keluarga baik-baik,, kalau bisa sih sama orang yang keluarganya kita kenal juga,, lagi pula gadis-gadis dari keluarga jauh kita masih banyak, cantik-cantik dan baik lagi,, Abang mu itu nyari apa sih " entah sang Mamah ini sedang mengomel atau sedang mengeluarkan unek-unek nya
" Sayangnya Abang nggak mau nikah sama keluarga sendiri Mah,, Aku udah pernah bahas itu sama Abang dulu " ujar Raisha
" Kenapa ? "
Raisha lalu bercerita panjang tentang obrolan sekaligus curahan sang Abang waktu itu.
Reaksi si Mamah saat mendengar penjelasan Raisha mengenai sang Abang seperti tidak masuk akal, bahkan menurut nya itu cuma alasan klasik
" Dih, Abang mu itu cuma kasi alasan basi sama kamu, biar kamu nggak nanya-nanya Mulu, Mamah jadi ragu sama Abang kamu " Mamah menaruh telunjuk di dagunya
" Ragu kenapa Mah ? " tanya Raisha
" Abang kamu laki tulen apa bukan " jawab Mamah
" Ish, Mamah kok gitu sih,, meragukan anak sendiri,,, nggak mungkin lah Abang belok,, orang Abang aku macho gitu kok " Raisha tak terima dengan ucapan yang seakan menuduh sang Abang tidak normal.
Dan pada akhirnya, gibah pun berakhir dengan pamitnya Raisha kepada Mamah untuk olah-raga di taman kompleks.
**
Kiana merenggangkan otot-otot kaki dan tangannya di depan rumah. Sesekali berlari kecil mondar mandir di depan pagar.
" Ini Raisha kemana sih,, katanya mau lari pagi,, ini sih pagi nya udah mau udahan " Kiana menggerutu. Berlari lagi, kadang melompat-lompat.
" Kinkin " Raisha berlari menghampiri
" pasti kamu baru bangun kan? aku dari tadi nunggu tau " omel Kiana
" Hehehe, maaf Ki tadi aku ngobrol sama Mamah eh lupa waktu " balas Raisha.
Tak ingin buang waktu lebih lama, dua gadis itupun berlari menuju taman kompleks.
Taman kompleks memang selalu ramai jika hari libur, banyak orang yang sedang berolahraga atau sekedar jalan sambil mencari kuliner yang memang taman itu juga selalu ramai oleh pedagang makanan.
" Masih ramai lah Ki,, kita nggak kesiangan " ujar Raisha
" Hemm,, tapi ini udah mau panas,, aku ngga k sanggup lari-lari di bawa mata hari " kata Kiana
" Dih, manja... mata hari pagi itu mengandung vitamin D baik untuk kesehatan tubuh, lagian kalau masih pagi, nggak panas kok, ini mah hangat " jelas Raisha
" Apalah, yang jelas yang namanya panas atau hangat aku nggak kuat " Kiana berlari mendahului Raisha, ia memutar badan sehingga ia berlari mundur agar bisa mengobrol dengan Raisha.
Bruk.
Kiana terjatuh, ia baru saja menabrak seseorang.
" Ki, kamu nggak apa - apa ? " Raisha dengan sigap membantu Kiana berdiri
" Iya, aku nggak apa-apa kok " kata Kiana
" Lagian kenapa harus berlari mundur? " suara datar itu terdengar sangat familiar.
" Abang ! " ucap Kiana dan Raisha bersamaan. Mereka tidak tau bahwa yang mereka temui saat ini adalah Raynand yang kebetulan sedang berolahraga di taman yang sama.
" Maaf Bang,, aku memang ceroboh " ucap Kiana menyesal.
Raynand tak menanggapi.
Tapi kemudian perhatian dua gadis itu teralihkan pada sosok gadis bersama Raynand. rupanya sang Abang tidak sendiri, ia sedang bersama seseorang, yang kebetulan mereka kenal juga.
" Ibu Melani " kata Raisha. Melani tersenyum ramah kepada Raisha dan juga Kiana
" Hai, kebetulan ketemu disini " sapa Melani
" Oh,, jadi ini alasan Abang nggak mau fitnes di rumah " ujar Raisha, Raynand melotot kepada adiknya, seakan memberi kode rahasia
" Kita memang lagi janjian mau lari bareng kok, kebetulan ketemu kalian, kita bisa sama-sama, lebih rame lebih seru kan " ujar Melani.
Kiana tak memberi kata-kata apapun saat ini. Di kepalanya hanya di penuhi tanda tanya tentang apa hubungan antara keduanya.
Dan jika di tanya bagaimana perasaan nya saat ini, jawab nya adalah sesak. Yah, sesak karena sekali lagi ia harus melihat pria yang ia taksir sejak lama harus bersama orang lain. Sesak karena harus melihat sisi lain dari Raynand yang tak pernah ia perlihatkan pada Kiana.
" Gimana Ki, dari tadi kamu bengong aja " Raisha menyikut lengan Kiana
" Eh, eng nggak usah deh Bu Melani, kita mau cari makan dulu " ujar Kiana spontan, sebenarnya itu cuma alasan. Sebab ia mungkin tak sanggup lama-lama menyaksikan keakraban antara Raynand dan Melani.
" Makan? " tanya Raisha
" Iya,, aku lapar Ra,, yukk " ujar Kiana.
" Eh Tapi - " belum menyelesaikan kalimatnya Kiana sudah menariknya pergi
" Abang Inand Bu Melani, kami permisi yah " kata Kiana, lalu pergi.
Raynand tak menanggapi, sebenarnya ia tak keberatan jika Raisha dan Kiana mau bergabung bersamanya. Toh, pada akhirnya setelah mengelilingi taman Raynand dan Melani akan mencari makan juga.
Tapi belum sempat ia berucap, gadis berisik itu malah sudah menarik Raisha pergi. Menahan mereka juga akan percuma, sebab dari lagak Kiana ia tak nyaman melihat Raynand dan Melani. Dan Raynand dapat merasakan itu.
" Ish,, kamu kenapa sih Ki,, tiba-tiba mau makan, kita aja belum membakar lemak, malah udah mau nambah lemak lagi " kata Raisha menepis pergelangan tangannya dari genggaman Kiana
" Ish,, kamu nggak ngerti yah,, itu cuma alasan saja " balas Kiana
" Alasan apa? "
" Biar kita nggak bareng Abang sama Bu Melani, memang nya kamu mau jadi pengganggu di antara mereka yang lagi hangatnya PDKT " jelas Kiana, meski terdengar sangat ringan mengucapkan kalimat itu. Namun percayalah, hati nya saat ini meringis menahan sakit.
" Yah, kita kan nggak ganggu mereka " kata Kiana
" Tapi aku terganggu " balas Kiana cepat
" Hah, maksud kamu ? "
" Eh,, itu... " mencari alasan yang tepat dan berpikir keras " Yah, aku nggak bisa aja liat orang lagi PDKT heheh " akhirnya alasan yang tak masuk akal pun terucap
" Dih,, dasar jomblo tahunan " kata Raisha sewot, Kiana tak menanggapi
" Nah, trus kita mau ngapain,, bener mau makan? emang kamu bawa duit ? " sambung Raisha. Kiana lupa bahwa ia juga tak membawa sepeserpun uang.
" Heheh,, aku juga nggak bawa Ra " balas Kiana, Raisha memutar bola matanya malas.
" Huh, andaikan kita bareng Bang Raynand tadi, pasti kita bisa makan dan jajan " kata Raisha
" Yaudah sih, makannya di rumah aja " ujar Kiana
" Tapi aku juga penasaran sama Bang Inand dan Bu Melani, apa jangan-jangan mereka ada sesuatu yah " tebak Raisha.
Kiana tak langsung membalas, ia sibuk dengan pikirannya sendiri. Dan sebenarnya ia juga beranggapan yang sama.
" Kalau misalkan, seumpamanya mereka benar ada hubungan, gimana ? " Kiana bertanya perlahan
" Yah, bagus dong " jawab Kiana singkat
" Emangnya kamu setuju ? " tanya Kiana ragu
" Yah,, aku sih yes yes aja, selama gadis nya baik dan sayang sama Abang, dan tentunya Abang sayang sama dia why not ? " jelas Raisha
" Aku sih setuju aja " sambung Raisha lagi.
Tatapan Kiana makin teduh mendengar jawaban Raisha. Makin teriris saja hatinya saat ini. Ia meremas handuk di tangannya untuk menyalurkan rasa sedikit kecewa.
Tapi aku nggak setuju Raisha.... ! Kiana
-
Slow update yah...
Mohon dukung Author dengan cara Like komen and vote yah 😊😊
💪💪💪💪 Semngat Thor up ny
Selamat untuk kiana atas kehamilanya bahagia dengarnya, dan selamat untuk raynand yang sebentar lagi jadi papa muda dua anak 😊😊
yg Semngat ya Thor up ny. 💪💪💪🤭,jngan gantung2 Thor, jiwa ku meronta2 menantiny 🤭🤭🤭🤭😂🥰