NovelToon NovelToon
Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: SHIRLI

Jangan dibaca karena ini memang cerita
yang alurnya tidak jelas. Karena saya pengarangnya jadi suka-suka saya mau nulis apa.

Brian Haris Abdullah

Aku akan melindungi istriku meski aku harus mengorbankan nyawaku sebagai taruhannya. Karena aku tak akan membiarkan siapapun melukainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHIRLI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabur

Selama makan, Mayang tampak larut dalam lamunan. Namun, bukanlah seorang pangeran yang sedang ia bayangkan, melainkan tuan mudalah yang sedang ia pikirkan.

Agak lama ia menghabiskan makanan di piring yang hanya tersaji dalam porsi kecil, yang bahkan bisa ia habiskan dalam lima suapan saja saat tengah terburu-buru. Hidangan selezat itu bahkan tak begitu ia nikmati. Tatapannya kosong dan riasan cantik itu tak dapat menutupi wajahnya yang tampak muram.

Mayang masih tak habis pikir dengan tuan muda itu. Ada kejanggalan yang ia rasakan dari beberapa peristiwa yang terjadi. Mulai dari kejadian saat ia memakai baju tidur, buku di perpustakaan, dan terakhir tempo hari kejadian di taman bunga. Semuanya berkaitan dengan wanita. Tiba-tiba terlintas di pikirannya, mungkinkah jika tuan muda itu merupakan seorang banci?

Ah, sadar telah berpikiran terlalu jauh, gegas ia menepuk dahi sendiri demi menghalau pikiran buruk yang sempat hinggap.

Mana mungkin dia seorang banci. Dari tampilan saja dia terlihat gahar dan mengerikan gitu, batinnya meragukan.

Dalam hati Mayang meyakini jika sosok Brian yang sangar itu sebenarnya memiliki hati yang mulia. Hal itu terbukti dari perhatian yang terselip di balik sikap arogannya. Dan untuk rambut gondrong dan penampilan yang terkesan tak terawat, mungkin Brian memiliki alasan tersendiri untuk itu. Jelas, itu bukan ranahnya untuk ikut campur. Hanya sebatas rasa penasaran yang menggelitik hatinya hingga saat ini.

Tanpa Mayang sadari, wajah cantiknya yang tampak muram itu ternyata muncul di layar laptop seseorang. Ya siapa lagi kalau bukan Brian. Ia tampak sedang menyantap hidangan sambil sesekali memandang layar laptopnya dengan penuh kekaguman.

Dan siapa lagi pencetus ide gila ini kalau bukan Billy. Sekretaris yang lebih mementingkan tuannya melebihi dirinya sendiri.

Berawal dari kekesalan bos sekaligus saudara angkatnya yang di buat jengkel oleh ulah beberapa orang karyawan Brian. Mereka bukanlah karyawan bisa, bahkan memiliki jabatan tinggi di anak perusahaannya. Namun, dengan tak tahu dirinya berani menyelewengkan dana perusahaan dalam jumlah besar dan itu terendus oleh Brian. Bukan malah mengakui dan meminta maaf, mereka malah berkilah dan sama sekali tak merasa bersalah meski bukti sudah jelas ada.

Brian tampak kesal dan benar-benar marah. Dan karena hal itu ia jadi ogah-ogahan makan. Lalu Billy membujuknya dengan ide itu. Walau awal nya tak yakin akan berhasil, tetapi pada kenyataannya Brian sama sekali tak menolak. Malahan terlihat menikmatinya.

***

"Buat apa coba, didandani cantik-cantik, taunya cuma di suruh menghayal. Bikin capek aja," gerutu Mayang sambil membersihkan wajahnya dengan kapas. "Makan juga dibikin seolah lagi dinner, padahal jelas-jelas aku ini sendirian! Apa mereka semua memang tidak waras!"

Mayang membuang kapas kotor, lalu mengambil yang baru dan membasahinya dengan cairan pembersih wajah.

"Dan para pelayan itu juga! Apa disini selain dibayar untuk bekerja mereka juga di bayar untuk tutup mulut! Setiap ditanya hanya diam. Ngejawab juga paling-paling, tidak tahu, Nona, bukan ranah saya, Nona. Benar-benar menyebalkan! Kalau disini lama-lama, aku bisa mati penasaran!"

Mayang menghela nafas panjang. Sepertinya diam lebih baik. Menggerutu sendirian hanya buang-buang tenaga. Ia masih duduk di kursi meja rias. Menatap wajahnya sendiri dari pantulan cermin.

"Kalau didandani seperti tadi, ternyata aku cantik juga ya, he he," gumamnya sambil senyum-senyum sendiri.

Ia beranjak naik ke ranjang bersiap untuk tidur. Matanya sudah sangat berat, bahkan sudah berkali-kali menguap. Hingga tak butuh waktu lama untuk membuatnya benar-benar terlelap.

***

Mayang senang sekali karena pada akhirnya Kuswara mengembalikan ponselnya yang di sita karena kemarahan tuan muda kemarin. Itu tandanya ia sudah terbebas dari hukuman.

Ia buru-buru mengaktifkan benda pipih itu dengan suka cita. Hanya ponsel itulah satu-satunya akses untuk berkomunikasi dengan keluarganya.

Ada banyak sekali notifikasi masalah. Beberapa di antaranya adalah pesan dan panggilan dari adiknya melalui aplikasi whatsapp. Mayang menautkan alisnya saat membaca satu persatu pesan yang masuk.

[Kak, kakak gimana kabarnya?]

[Kakak kemana aja beberapa hari ini? Kenapa Hp kakak nggak aktif?]

[Kak, Ibu sakit karena mikirin kakak. Ibu sedang dirawat di rumah sakit kak]

Hati Mayang seperti diremas membaca pesan beruntun itu. Tak dapat dipungkiri, pikiran buruk tentang keluarganya langsung hinggap di kepala. Air mata menetes tanpa dipinta.

"Ibu, Mayang disini baik-baik saja, bu. Ibu jangan sedih gitu. Ibu jangan sakit ya, plis." Mayang mendekatkan mulutnya pada hp dan mengirimkan pesan suara. "Maafkan Mayang karena kemarin tidak mengabari ibu"

Mayang menahan diri agar suaranya tak bergetar saat bicara. Berharap keluarganya yakin jika ia baik-baik saja.

Mayang mencoba menghubungi nomor Weni, tetapi tidak bisa. Nomor ayah, juga sedang di luar jangkauan. Berkali-kali mencoba tapi tidak ada yang tersambung. Mayang semakin frustasi. Ia tak tau harus berbuat apa.

Ibu ... kenapa ibu sakit? Ibu sakit apa, bu? Mayang disini baik-baik saja, bu ... ibu jangan sakit ... Mayang rindu ibu.

Air mata Mayang benar-benar tumpah. Setegar apa pun hatinya, ia tak akan kuat jika itu menyangkut keluarganya.

Bingung harus melakukan apa, Mayang hanya bisa mondar-mandir di kamarnya. Sambil terus menitikkan air mata, ia terus berpikir keras mencari jalan keluar.

Di saat gamang, tiba-tiba muncul ide gila di otaknya. Mayang langsung berlari ke arah balkon untuk melihat keadaan bawah dan pintu gerbang. Di sana, tampak sebuah mobil box memasuki pintu gerbang. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ia pun segera lari menuju lift dan segera menekan tombol untuk turun ke lantai dasar. Ia mengendap-endap agar bisa melewati pintu utama.

Dengan sangat berhati-hati Mayang akhirnya bisa melewati pintu utama. Kini ia sedang bersembunyi di balik rimbunnya tanaman hias yang ada di taman sambil memikirkan langkah selanjutnya, bagaimana cara melewati beberapa orang pengawal yang sedang mengamati pekerja yang sedang menurunkan barang belanjaan dari mobil box itu.

Mayang sebenarnya sangat takut dan jantungnya berdetak kencang. Ia tidak ingin ketahuan dan berakhir dengan hukuman. Namun, ia hanya ingin menemui orang tuanya meski hanya sekejap saja.

Demi mengusir ketegangan, ia pun berpikir seolah-olah tengah main petak umpet dan harus memenangkannya. Dasar Mayang ... dalam situasi genting seperti ini saja dia masih sempat mengingat masa kecilnya dulu.

Karena disibukkan dengan pekerjaan, para pengawal itu tak menyadari jika Mayang menyelinap keluar dari gerbang.

Berhasil. Gadis dengan celana jeans dan atasan kemeja itu cepat-cepat lari ke jalan raya sebelum para penjaga itu menyadarinya.

Agak jauh memang Mayang berlari, sebab lokasi rumah itu benar-benar sangat luas.

Setelah sampai ditepi jalan poros, ia malah bingung hendak pergi ke arah mana. Ia orang baru yang bahkan belum tahu apa-apa. Ia tak tahu tujuan, Ia bahkan tak pernah keluar rumah.

Mayang menghentikan taksi dan meminta mengantarnya ke stasiun bus antar kota. Tak berapa lama akhirnya ia sampai di stasiun yang diminta. Saat Mayang hendak masuk, tiba-tiba datang dua orang lelaki menghampiri dan menuntunnya secara paksa.

"Hey, kalian ini siapa? Bisa lepasin aku, nggak!" Mayang berontak ingin melepaskan diri, tetapi genggaman dua lelaki itu sangat kuat dan seperti memaksa.

"Diam nona, mari ikut saya karena ibu anda sedang sakit," Kata salah satu dari mereka.

Hei bagaimana kalian tau ibuku sedang sakit?

Apa kalian memang orang utusan ayah untuk menjemputku?

Karena berpikir itu adalah utusan ayahnya, Mayang akhirnya mau mengikuti mereka. Namun, seketika ia merasakan hal aneh dan mengganjal di hatinya.

Tapi bagaimana ayah tau kalau aku ke stasiun?Aku bahkan tidak memberi tau siapa pun. Meraka memanggilku dengan sebutan nona, sedangkan di kampung aku biasa dipanggil Mbak. Jika pun mereka anak buah Tuan Brian, tetapi penampilan mereka sama sekali tidak menunjukkan seperti anak buah tuan Brian yang selalu menggunakan stelan jas rapi.

Lalu mereka ini siapa? Dan kenapa mereka seperti sedang memaksaku untuk ikut?

Mayang tetap berjalan tanpa membantah agar mereka tak menyakitinya. Ia tetap berusaha tenang sambil memikirkan cara untuk kabur.

Saat mereka berhenti di samping sebuah mobil,

Mayang merasa pegangan tangan mereka agak mengendur, dan inilah saatnya untuk beraksi.

Dengan kekuatan penuh, Mayang menginjak kaki lelaki disebelah kanannya dengan sekuat tenaga. Genggaman tangannya terlepas saat orang itu memekik kesakitan. Tak ingin membuang waktu, gegas ia menendang alat vital lelaki itu hingga membuatnya terbungkuk. Tanpa ampun lagi, mayang menyiku wajah lelaki itu sekuat tenaga hingga hidungnya mengeluarkan darah.

Sementara seorangnya lagi yang sedang ingin membuka pintu mobil sempat terpaku dan menarik tangan mayang dengan kuat agar mayang masuk mobil. Namun, belum sampai masuk, tangan mayang yang sudah terkepal itu lebih dulu meluncur ke wajahnya. Lagi-lagi serangan Mayang tertuju pada alat vital lelaki itu, karena memang di situlah biasanya kelemahan lelaki. Ia mengarahkan lutut tepat di sana, sangat telak. Pria itu mengerang kesakitan, sementara bogem mentah Mayang meluncur lagi tepat di hidung hingga berdarah dan menendangnya hingga lelaki itu tersungkur ke tanah.

Saat itulah Mayang mengeluarkan jurus pamungkasnya, yaitu jurus langkah kaki seribu. Sekuat tenaga Mayang berlari sejauh mungkin meninggalkan dua orang yang tengah kesakitan itu.

Ketika Mayang sudah merasa aman dari jangkauan dua pria jahat tadi, ia memilih berhenti dan bersembunyi di balik sebuah mobil untuk sekadar istirahat dan mengatur napasnya yang terengah-engah.

Tiba-tiba, sebuah tangan kokoh berhasil menyergapnya dari belakang dan memasukkannya ke mobil dengan paksa. Mobil itu terkesan sudah disiapkan, terbukti dari segera melesatnya mobil itu dari sana. Tak sanggup melihat siapa yang menculiknya, Mayang hanya bisa menangis pasrah menerima keadaannya. Ia telah meronta sekuat tenaga, tetapi itu semua percuma.

Bersambung

1
Dijah Dijah
hebat juga itu emak emak.kompak
Dijah Dijah
sepertinya yg ngidam mangga muda jadi suaminya😄
Dijah Dijah
semangat kak thor.lanjuuut....
Dijah Dijah
ada ada saja mayang.mungkin keinginan janin ya
Dijah Dijah
semoga janin dan ibunya kuat.lancar sampai melahirkan...
Dijah Dijah
jangan ada penculikan lgi dong thor.atau ssuatu yg mmbuat mayang kguguran
Dijah Dijah
pasti itu suruhan alex ya thor.diculik lagi
Dijah Dijah
ya...gimana alex gak sakit hati coba.kalau kekasihnya direbut.
Dijah Dijah
oh...dikira lena itu mayang.karena wajahnya mirip
Dijah Dijah
oh.pantas saja alex dendam.karena lena adalah kekasihnya
Dijah Dijah
manusia gila itu sadar juga ya.ternyata orang yg ingin dia bunuh berhati pemaaf dan sangat baik
Dijah Dijah
aduuuh.kelupaan kalau lgi mnggang steak.😂😂
Dijah Dijah
mungkin seribu satu suami yg seperti itu ya di dunia ini
Dijah Dijah
siapapun wanitanya.pasti sngat beruntung kalau punya suami sperti brian...hampir sempurna.krna takkan ada yg sempurna ddunia ini
Dijah Dijah
duuuuh...bahagia benget 😘😘
Dijah Dijah
akhirnya.jadi juga malam pertamanya....seneng banget.lnjutkan thor
Dijah Dijah
buat si hans tersiksa thor.dan mati perlahan".iiih...
Dijah Dijah
jika punya mertua yg seperti itu.benar" sangat beruntung mayang
Dijah Dijah
ahh...muter" melulu .alur ceritanya kok jdi begini thor.
Dijah Dijah
berbelit belit thor.masa mlam pertama gak jadi". terlalu lama
SHIRLI: karena saya bikinnya dalam rangka ramadhan, jadi part malam pertamanya terpaksa pending dulu ya😅🙏
bisa skip ke part-part selanjutnya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!