Ryan Putra Wijaya dan Kiara Putri Wibowo dipertemukan dengan tidak sengaja.
Ryan Seorang Dokter yang sudah menikah, tapi pernikahan nya tidak bahagia, sang dokter mempunyai seorang istri yang tidak perduli dengan nya, dan selalu menghamburkan uang suaminya. Ryan yang merasa terabaikan dan dibuat emosi terhadap istrinya, dipertemukan dengan seorang gadis cantik bernama Kiara.
Apakah cinta mereka akan bersatu ??
ikuti kisah nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poetri YaNiie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Keesokan Harinya....
"Mas..." gumam Kiara saat terbangun di pagi hari , tubuhnya tak bisa bergerak seperti ada yang menindihnya. Saat ia melihat kebelakang ia melihat wajh suaminya yang masih terlelap sambil memeluk erat tubuhnya. Kiara tersenyum, Ia mencoba melepas pelukan Ryan di tubuhnya tapi malah ia semakin erat dipeluk oleh Ryan.
"Sebentar lagi sayang..." bisik Ryan. Ia membalikan tubuh Kiara menghadapnya dan langsung di peluk erat.
"Bangun mas. Apa mas gak ke Rumah Sakit. Kia juga nanti kesiangan buatin sarapan untuk kamu, Mita dan Tante Dewi sayang'
"Kalau gitu sarapan untuk mas boleh di minta sekarang ya sayang?" ucap Ryan menggoda istrinya. Kiara yang paham betul apa itu yang dimaksud suaminya. Ia ingin menolak tapi dengan cepat suaminya memangsanya. Alhasil Kiara harus melayani suaminya itu. Kiara tersengal - sengal menahan desahan kenikmatan yang di berikan Ryan pada tubuhnya. Walaupun menolak pada akhirnya Kiara sendiri yang meminta dipuaskan oleh Ryan. Tentu saja itu yang di inginkan oleh dokter tampan itu.
Seolah belum cukup di puaskan oleh sang istri di ranjang hingga berkali - kali, Ryan melanjutkannya di kamar mandi. Pagi yang panas untuk keduannya.
"Makasih sarapannya sayang. Mas sangat suka" ucapnya sambil mengecup dahi Kiara.
"Mas ih...kebiasaan deh" rungut Kiara.
"Kebiasaan kenapa sayang?"
"Kebiasaan maen hajar aja. Gimana kalau Kia gak mood maen"
"Kamu mana mungkin gak mood maen sama mas. Buktinya siapa yang minta terus tadi?" Kiara mencubit dada bidang Ryan karena malu. Wajah memerah.
"Eman mas gak bisa, sehari saja gak maen?"
"Mana bisa. Mana tahan mas kalau dekat istri. Bawaannya pengen terus"
"Dasar mas mesum!" ketus Kiara.
Ryan hanya terkekeh melihat wajah cemberut Kiara. Sangat menggemaskan rasanya ingin menyerang Kiara lagi. Tidak ingin di serang kembali oleh sang suami. Kiara segera mengajak Ryan untuk sarapan bersama.
Kiara dan Ryan keluar dari kamar mereka. Kiara ingin menyiapkan sarapan untuk suaminya dan yang lainnya. Tapi ternyata Mita dan tante Dewi telah menyiapkan semunya.
Kiara merasa tak enak hati. Gara - gara terlalu lama dikamar sarapan pagi ini Mita dan tante Dewi yang buat.
"Loh....tante sama Mita yang buat sarapan?" tanya Kiara.
"Ya iya lah...nungguin Lo, bisa - bisa kita berdua gak sarapan" ucap Mitaencebikan bibirnya.
Mita tahu apa yang dilakukan Kiara dan suaminya sampai - sampai keaiangan. Kelihatan dari wajah letih Kiara dan Ryan yang segar bugar. Mita tak habis pikir kalau dokter Ryan ternyata kuat juga sampai membuat Kiara letih begitu.
"Maaf ya...Kia kesiangan?!" ucap Kiara. Ia merasa bersalah karena tak bisa menghentikan gairah suaminya yang seolah tak surut.
"Yaudah gak papa sayang...tante ngerti kok. Sekarang kamu makan dulu. Kamu kan baru sembuh sayang. Ajak suami kamu" ucap Tante Dewi.
"Makasih tante." Kiara dan suami mendudukan bokongnya di atas kursi meja makan.
Mereka menikmati sarapan pagi dengan hikmat. Kiara sangat lapar sekali. Suaminya tak memberi ampun kalau masalah ranjang.
**********
Setelah Ryan suami Kiara pergi bekerja. Kiara sedang duduk di kursi taman belakang rumah tante Dewi. Ia merindukan bunda, ayah dan adiknya. Gimana kabar kesehatan adiknya Cyra. Apakah sudah baikan. Setiap bulannya Kiara mengirim uang ke rekening bundanya untuk pengobatan adiknya dan biaya keseharian keluarganya.
Dokter Ryan menyuruh Kiara membawa kelurganya ke Jakarta untuk tinggal bersama dirinya. Dan Cyra bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik.
Sedang menikmati teh dan cemilan yang di belikan Mita tadi. Ponsel Kiara bergetar. Ternyata nama suaminya tertera di layar ponselnya.
"Assalamualaikum sayang? Lagi ngapain?" tanya suaminya di ujung sana.
"Walikumsalam mas. Kia lagi duduk santai aja. Bosan mau ngapain" sahutnya.
"Obatnya udah di minum sayang?" tanya dokter Ryan suaminya.
"Uda mas. Tadi Mita yang ngingetin nya." sahutnya lagi.
"Yasudah...mas lanjut kerja lagi ya sayang?"
"Iya mas..."
Panggilan pun terputus. Kiara senang suaminya sangat perhatian. Mudah - mudahan kebahagiannya ini sampai maut memisahkan.
bersambung....
sedangkan suka janji sama Amira ditepati sebenarnya
perasaan seperti apa itu ?
awas saja lho daf jika menyakiti Rara lagi tak jitak otak mu agar waras 😀
lama ya Thor up nya