NovelToon NovelToon
HANCURNYA KEPERCAYAAN

HANCURNYA KEPERCAYAAN

Status: tamat
Genre:Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: wulandari05

(REVISI)

Cerita ini mengisahkan seorang Wanita pintar,cantik dan sexy yang bernama Hara Pramaswari
Hara memiliki teman baru yaitu pria terpopuler dikampusnya,laki-laki ini menyukai Hara tapi kedekatan mereka membuat sahabat Hara membencinya,karena sahabat Hara juga menyukai laki-laki ini.

Pengusaha tampan dan kaya yang digandrungi banyak wanita,ialah Alexander Pranata pewaris pranata grup,pertemuannya dengan Hara sangat singkat,sampai akhirnya Alex memutuskan untuk menikahinya,akan ada banyak ujian yang akan dilalui mereka berdua,akankah mereka sanggup bertahan atau memilih untuk berpisah..?

Ingin tahu cerita selengkapnya silahkan dibaca😁mari kumpul dulu jangan jaga jarak di antara kita😆

JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN ===
😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulandari05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Alex

Hari ini Alex tidak bisa bekerja, Hara dikantor sangat tidak bersemangat dia ingin segera pulang untuk melihat keadaan kekasihnya, jam makan siang pun tiba saat ini Hara sudah berada dikantin bersama Febby sementara Leon hari ini izin tidak masuk.

"Denger-denger si bos kecelakaan ya tadi malam." ucap Febby mereka berjalan menuju parkiran, hari ini Hara dan Febby berencana makan diluar.

"Iya .." jawab Hara lemas.

"Eh kenapa muka loe kayak lipetan baju gua." Febby.

"Gak apa-apa gue cuma kasihan sama si Bos." jawab Hara.

"Etdah ada bau-bau bangkai ini, jangan jangan." ucap Febby, berjalan tanpa melihat kedepan karena fokus mengoda Hara.

'Dugh Pletaaaakk' bunyi suara tulang yang terhantam benda keras, Febby tidak sengaja menabrak tiang yang menjulang tinggi membuat jidatnya memerah dan benjol, seluruh penghuni kuburan dia sebut sedangkan Hara yang tadi berwajah muram kini tertawa lepas melihat kekonyolan sahabatnya, di sana ada 3 sampai 4 orang saja yang berlalu lalang.

"Bedebah tiang sialan, siapa sih Ra yang naroh tiang disini." maki Febby.

"HAHAHA sakit perut gue Feb." tawa Hara lepas.

"Loe malah ngetawain gue, sakitnya ngak seberapa Ra tapi malunya rasanya aah mantab." ucap Febby, membuat Hara terpingkal-pingkal melihat jidat Febby seperti cilok.

"Udah ah Loe ketawa mulu sih." ucap Febby.

"Makanya, lain kali jangan usilin gue, kena karma kan loe." ucap Hara.

Mereka pun sampai di parkiran, Febby berkaca di spion motor karena jidatnya terasa berdenyut, saat berkaca Febby berteriak. "Aaaaaaaargggh", semua orang yang berada diparkiran mematung memandang Febby, ada yang menertawakannya ada yang memarahinya pula karena teriakan Febby membuat semua orang kaget, Febby seperti tanpa dosa hanya menyenggir kuda.

"Gila Ra jidat gue kenapa kayak bakso bunting gini gede banget, gimana kalau kita makannya dikantin aja Ra.." pinta Febby memelas.

Hara mendengus mereka tidak jadi makan diluar, setelah jam makan siang selesai mereka kembali.

**Diirumah Rangga

"Pa hari ini Rangga izin tidak masuk." ucap Rangga, ia sedang sarapan pagi bersama orang tuanya.

"Mau kemana kamu nak..?" tanya Mama Eva.

"Rangga mau menjenguk ibunya temen Rangga yang sakit." jawab Rangga.

"Wanita yang kamu ceritain ke Mama waktu itu ya..?" tanya Mama Eva.

"Iya Ma, dia kembali ceria lagi usai ibunya sadar.." jawab Rangga tersenyum.

"Tumben kamu mau meninggalkan pekerjaan hanya karena wanita, pasti teman spesial ini." goda Papa Jaya.

Rangga hanya tersenyum saat Papa Jaya menggodanya.

Saat ini Rangga sudah berada dirumah sakit, para penjaga suruhan Alex sudah tidak ada karena Alex hanya menyewa 1 perawat, Rangga yang berada di depan ruangan Ibu Ana segera membuka pintu.

"Selamat siang Bu." ucap Rangga menyalimi Ibu Ana.

"Siang nak, kamu siapa..?" tanya Ibu Ana kebinggungan karena tidak mengenal Rangga.

"Saya teman Hara Bu, saya dulu yang membawa Ibu kerumah sakit ini." jawab Rangga sopan.

"Ooh terima kasih nak mau menolong ibu waktu itu." Ibu Ana.

"Sama-sama Bu." ucap Rangga.

Rangga membawa bingkisan parsel buah dan menaruhnya dimeja, ia mendudukkan dirinya disofa karena ibu Hara saat ini sedang makan disuapi oleh perawat.

Terdengar bunyi telpon dari ponsel Rangga, dia pamit keluar pada Ibu Ana dan perawat untuk mengangkat telpon, Rangga berjalan menyusuri lorong mencari tempat yang cukup sepi.

"Ya halo, apa ada informasi terbaru." ucap Rangga bertanya pada orang disebrang telpon.

"Oke.." sambungan terputus.

Rangga kembali berjalan keruangan Ibu Hara, saat Rangga menoleh kekanan tidak sengaja dia melihat Alex yang berada disalah satu ruang rawat, Alex sedang berkumpul bersama keluarganya, fokus Rangga hanya satu wanita yang sedang menyuapi Alex, saat itu pintu ruangan Alex terbuka jadi Rangga bisa melihatnya dengan leluasa.

Rangga melanjutkan langkahnya kembali, dia duduk di sisi ranjang mengajak Ibu Ana mengobrol.

"Bagaimana keadaan ibu saat ini, apa sudah membaik..?"tanya Rangga.

"Ibu sudah baikan nak, terima kasih sudah mau menjengguk Ibu." jawab Ibu Ana.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.30, Hara sudah berada dijalan menuju rumah sakit.

Hara sampai dia bergegas membuka pintu, dia terkejut melihat Rangga tertawa dengan Ibunya, pemandangan yang sangat indah seperti seorang ibu dan anak.

"Ehem..lagi seru nih." ucap Hara menghampiri ibunya, Rangga segera berdiri dan menyuruh Hara untuk duduk.

"Udah lama kamu disini Ngga..?" tanya Hara mendonggak.

"Nak Rangga dari siang disini nak nemenin Ibu." ucap Ibu Ana.

"Hah..emang kamu ngak kerja Ngga, jangan suka bolos nanti dipecat loh."

"Ngak, cuma bolos hari ini aja kok." ucap Rangga.

Pintu terbuka perawat membawa jatah makan malam untuk pasien, Hara mengambilnya iya menyuapi ibunya dengan penuh kasih sayang, Rangga berharap suatu saat Hara yang menjadi istrinya kelak.

Makanan sudah habis Rangga meminta ijin kepada Ibu Ana untuk mengajak Hara keluar, sesungguhnya Hara ingin menolak dia ingin menjeguk Alex, Hara ingin tau keadaan kekasihnya karena dari pagi pesan Hara tidak dibaca oleh Alex, dia sangat kawatir jika terjadi apa-apa pada kekasihnya, Hara tidak enak hati jika menolak ajakan Rangga, Rangga sudah banyak membantunya.

"Bu boleh saya mengajak Hara keluar sebentar..?" tanya Rangga.

"Pergilah nak, Ibu sudah ada yang jaga tidak usah kawatir." ucap Ibu Ana.

Mereka berdua pamit mencium tangan ibu Ana, Rangga ingin mengajak Hara kesuatu tempat, Hara yang sudah tidak nyaman dengan bajunya meminta Rangga mengantarkannya pulang terlebih dulu untuk berganti baju.

"Masuk Ngga, maaf rumahnya kecil." ucap Hara, saat ini mereka sudah berada di depan rumah Hara.

"Sama aja Ra rumahku juga kecil." ucap Rangga duduk diruang tamu disana cuma ada 3 kursi yang warnanya sudah pudar.

"Ya udah aku mau siap-siap dulu, apa mau aku bikinin minum..?" tanya Hara.

"Ngak usah biar cepet hehe." jawab Rangga tertawa.

Hara pun bergegas untuk mandi cukup 10 menit, Hara takut Rangga menunggunya terlalu lama, dia binggung ingin memakai baju apa, Hara mengambil celana jeans dan kaos polos berlengan pendek, meskipun Hara memakai baju biasa tapi jangan salah, body dan kecantikannya membuat baju yang dipakai Hara menjadi terlihat mahal, dia memoles tipis wajahnya, dirasa selesai Hara bergegas menemui Rangga diruang tamu.

"Sudah ayo kita jalan." ucap Hara.

Rangga menelan salivanya saat melihat Hara yang terlihat cantik dan seksi.

"Kenapa ngak pakai jaket..?" tanya Rangga.

"Apa harus..?"

"Diluar udara dingin, tidak baik angin malam buat kesehatan." ucap Rangga.

Hara kembali kekamar mengambil jaket levis miliknya, mereka berangkat Rangga menarik tangan Hara agar memeluknya.

Motor sport berwarna merah itu melenggang menyusuri ramainya jalanan kota, Rangga mengendarainya cukup pelan agar bisa berlama-lama bersama Hara, Rangga mengajak Hara ketempat favoritnya.

Sebuah kafe bernuansa alam dengan lampu kerlap kerlip banyak pepohonan menjulang tinggi, disana juga ada pertunjukan musik.

"Gimana tempatnya indah..?" tanya Rangga.

"Heemmm indah banget, udaranya lumayan dingin ya." jawab Hara memeluk dirinya sendiri.

Rangga menarik tangan Hara mereka mencari tempat duduk dan memesan coklat hangat.

"Duduk sini." ucap Rangga menyuruh Hara duduk di sampingnya.

Rangga menikmati suasana indah malam ini, tapi tidak dengan Hara, dia masih memikirkan Alex kenapa pesannya belum juga dibaca.

"Apa yang kamu pikirkan..?" tanya Rangga saat melihat Hara gelisah.

"Sebenarnya Kak Alex dirumah sakit, kemarin dia kecelakaan, aku udah hubungin dia dari tadi tapi ngak di angkat." ucap Hara berwajah muram.

Rangga menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar, apa Rangga harus menceritakan semuanya pada Hara.

"Jika Alex melakukan kesalahan besar apa kamu mau memaafkannya..?" tanya Rangga.

"Maksud kamu..?" tanya Hara menggernyit.

*FlashBack on

Pagi itu Rey mendapat tugas mendadak dari Bosnya ke Perusahaan Pranata Grup, saat itu Rey di suruh meminta tanda tangan pada Alex.

Sebenarnya pihak resepsionis menyuruh Rey untuk menunggu karena ada tamu di ruangan Alex, tapi Rey yang memang sibuk dan tidak banyak waktu berada disana memaksa untuk masuk.

Rey masuk lift dia memencet angka 23, tidak lama terdengar denting lift berbunyi, saat itu pintu ruangan Alex terbuka, entah kenapa Alex bisa lupa menutupnya saat Rey mendekat dia mendengar suara desahan bersahutan di dalam ruangan Ceo.

Rey mencoba mengintip, tidak Rey sangka Alex sedang mencumbu seorang wanita di sofa, keduanya begitu bergairah membuat tubuh Rey merinding, dia memotret kejadian itu dan mengirim foto itu pada Bosnya.

*Flash back off

1
Desi Belitong
aduh malas baca nya bdoh
Fay
q kasi vote deh thor
Fay
mampir baca thor...👍
Elida Setyo Handayani
bukan nya hara jago karate, sabuk hitam penghargaan banyak kok di gituin dion nggak ngelawan...
Snowi Chan: namanya jg novel kalo tokoh utama ga bego ya ga seru
total 1 replies
Sri Wahyuni
kmu prcya az hara sm suami klau mmang s rangga niat nya ga bner sm kmu knp hrs milih kmu yg janda
Sri Wahyuni
jago bela diri bisa klah sm d goyang ranjang
Dilah Mutezz
perjelas hubungan mu dngan hara lex...
lgian sii vera udh d bilang udh slesai masih ajj ngejar",,
Dilah Mutezz
aq kirain siapa yg liat dngan ttapan lain ternyata bos mesumnya 🤭🤭
mega keyna
bener kan,apa jawabnya hara. mana mungkin,,, punya otak di gunain sis hara,,, jgn jd perempun bodoh terus2an,laki2 ngk mkn ada rasa kl dia dkt dgn perempuan trs2an,,, logika aja shi,,,
mega keyna
ngk ush pd sok romantis kalian,gedek bacanya malah,,, yg laki jg tolol ngk pernah ngungkapin perasaannya,yg ceweknya apa lg lebih tolol bin bodoh,udh di ksh tau tbtg kebenarannya jg msh mau sm laki model alek,dan ngk sadar jg tntg kebaikan rangga,org normal itu udh langsung faham,tp ngk tau jg shi kl sm hara kan dia emang bodoh shi,,,,
mega keyna
ngk tau ya aku benci bgt sm perempuan kaya hara,sok kuat sgla,ktanya jago karate kan,,,, emang manusia munafix ya kayak hara ini,,,, ngapain ngk ngelawan,apa mau cari surganya suami,ngk ush sok alim,manusia ngk ada yg kuat kalo udh di perlaku kan kayak km,bukan brti km hebat dan kuat,tp km BODOH.
mega keyna
ya memang hanya kata bodoh yg bisa buat hara,selamat ya hara atas kebodohan mu,,, makan tu cinta,,,
mega keyna
alex2,,,, itu shi namanya bukan cinta,kl cinta ngk mkn ada wanita lain,hara jg terlalu polos,ngk bisa lihat gelagat yg aneh sm alex,,,
cocoms
febby lucu, klu ngomong suka bener
Yanti Sarpin
kalau bikin cerita, dipikirkan dulu gimana alurnya. mosok sabuk hitam dilecehkan ngga bisa ngelawan.
Kerimpak Kaca Luya
Yg aku hairan ni,lelaki kalau ada masalah rumahtangga memang tidak jauh dari pub,hotel,wanita dan minum😔😔kenapa ya dikit² kalau ada masalah kesitulah tempat mereka lari....sebenarnya tempat yg mereka datangi itu sebenarnyalah yg mendatangkan masalah paling besar nantinya....bukan utk menyelesaikan masalah,menambahkan masalah adalah...bodoh punya org...cuba kalau rey berbincang dan sama² datang ke hospital utk cek...kan senang..
Novidiansari Pesawik
bengak si hara...jd esmosi bacanya...
Novidiansari Pesawik
lolo nian hara ini La tau laki galak nyikso msh galak diem b...bengak nian lawan dikit oi jgn jd betino lolo
Kerimpak Kaca Luya
Apa rey ingat buat anak macam buat kuih donat,bikin terus jadi gitu....ingat bersabar itu separuh daripada iman rey😔😔😔
Kerimpak Kaca Luya
Kamu jangan macam² lion takut nanti karma menimpa kerana menjadi pemain wanita...cuba tengok veta yg mati kerana kecelakaan....kerana masiatnya...tolong insaf ya lion.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!