Memiliki anak terlahir tidak sempurna membuat rumah tangga dalam tokoh utama tergunjang, hanya ada satu pilihan yang harus ditentukan. penyakit apakah yang diderita bayi malang hingga menjadi alasan sang suami menerima jodoh yang diajukan ibunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisfi_triplets, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
...Tinggalkan jejak...
...Like, vote, dan komentar...
...setelah membaca part ini....
...💕 Happy Reading 💕...
Pov Author
Hari ini akad pernikahan akan diadakan, Amanda memandangi dirinya dipantulan cermin , ketika wajah cantiknya telah dipoles indah oleh riasan. Gaun putih dengan sulaman indah menghiasi tubuh Amanda.
Amanda hanya mampu terdiam ketika disekelilingnya terdengar hiruk pikuk dalam mempersiapkan akad nikah yang akan dilaksanakan setengah jam lagi. Amanda menguatkan hatinya untuk menerima semua takdir yang Allah tentukan untuk dirinya dan juga Atma, pernikahan kedua dalam hidup Amanda, sekelebat bayangan pernikahan terdahulu mampir dalam pikirannya. Trauma pernikahan, ya ... inilah yang tengah Amanda rasakan, sebisa mungkin ia menguatkan hatinya agar tidak dikuasai oleh ketakutan. Atma, Ummik dan Gita datang masuk kedalam kamar yang Amanda tempati.
"Kamu sudah siap, Nak?" Ummik membuyarkan lamunan Amanda, Atma memeluk erat Amanda dan berucap.
"Mama cantik." Ummik dan Gita terdiam sembari mengukir senyuman diwajah mereka ketika melihat Amanda sudah memakai gaun pengantinnya, mereka mendekat kearah Amanda dengan mata berkaca-kaca, lalu ikut memeluk Amanda secara bersamaan.
"Ini buket bunga untuk Kakak." Gita melepas pelukannya dan memberikan buket bunga itu "Mawar putih, bunga kesukaan Kakak." Amanda tersenyum, dia menatap rangkaian bunga itu sejenak, rasanya bunga yang ia sukai itu terasa sudah tidak menarik lagi seperti sebelumnya.
"Amanda?" Panggil Ummik cemas "kamu baik-baik saja 'kan?"
"Ummik ... " Rasanya saat ini Amanda ingin menangis, "Amanda takut."
"Mama jangan takut, 'kan ada Atma." Amanda hanya bisa terdiam.
"Yakinlah Kak, semua akan baik-baik saja." ucap Gita. Ummik menghela napas, berlutut di depan Amanda, menjulurkan tangannya, mengelus pipi Amanda lembut.
"Lawan rasa takutmu Nak, ini adalah hari bahagia untukmu, hari dimana kamu akan menjadi istri dari seorang pria yang beruntung, kamu harus bahagia."
"Seorang pria yang beruntung." Amanda tertawa kecil, dan mengalihkan pertanyaan pada Ummik "apa semua tamu sudah datang?"
"Semua orang sudah datang Kak, bahkan mempelai Pria juga sudah datang dari tadi, Kak Janu terlihat sangat tampan." ucap Gita bersemangat.
"Papa Rama juga tampan kok Tante." sanggah Atma "Aku akan menemani Papa Rama dulu ya ma .... " ucap Atma meminta ijin dan pergi lebih dulu dari ruangan itu. Sementara perasaan Amanda semakin berkecamuk setelah mendengar Rama juga hadir di akad nikahnya hari ini.
"Yuk, kita keluar! Penghulu sudah datang dan sebentar lagi akad nikah akan dilaksanakan." ajak Ummik, setelah mengintip kearah luar kamar dibalik tirai.
Baru saja Amanda berdiri dan melangkahkan kaki kearah pintu untuk keluar dari ruangan, Ibu Ratri mendekati dirinya, mengelus pipi Amanda, memeluk dirinya, dan mengecup singkat pipi Amanda.
"Bismillah, semoga lancar ya, Nak." Amanda hanya mengangguk sebagai jawaban, dan sedikit tersenyum.
Ummik memberikan isyarat kepada Gita untuk membantunya, menyeret gaun dan membantu Amanda berjalan keluar ruangan.
Amanda tidak bisa berkata, tubuhnya seperti tidak memiliki Raga, seakan raganya telah pergi jauh meninggalkannya ketika ia keluar dari ruangan, dan semua tamu yang telah memenuhi ruangan itu tertuju padanya. Dengan gugup ia memberanikan diri mengangkat wajah, melihat keadaan ruangan tempat ia akan melakukan akad nikah, yang saat ini sudah terlihat indah dengan dekorasi sederhana tetapi tetap terlihat elegan dengan nuansa putih.
Semua tamu duduk bersila mengelilingi sebuah panggung yang berbentuk persegi, dimana panggung itu dikelilingi rangkaian dan untaian bunga mawar, wangi bunga memenuhi ruangan ini, ia berjalan perlahan ....
"Amanda cantik sekali."
"Masyaallah cantiknya Amanda."
"Kecantikannya sangat terpancar diwajah mempelai wanita."
Amanda bisa mendengar orang-orang berucap untuk memuji penampilan dirinya, pandangan kagum para tamu membuat langkahnya terhenti sejenak, tangannya bergetar tak terkendali, Ummik yang berada didekatnya berbisik ....
"Amanda, kuatkan dirimu, sebut nama Allah agar kamu tenang dan tidak gugup." Ummik menguatkannya.
Amanda memejamkan matanya sejenak, menetralkan dan menguatkan perasaannya, dan bisikan para tamu terdengar lagi yang membuat Amanda tersadar, ia pun membuka mata, ia melihat seseorang berdiri diatas panggung, pandangan netra mereka bertemu, Adnan Januzaj memberikan senyuman kepadanya.
Pria itu terlihat sangat tampan, dengan memakai jas putih senada dengan warna gaun yang ia pakai, Amanda tidak menampik akan pesona pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
"Amanda, ayo .... " Janu berkata pelan, dan memberikan isyarat agar Amanda naik keatas panggung bersamanya.
Amanda sadar ia tidak memiliki pilihan, saat ini Kak Janu berada dihadapannya, berdiri menatapnya lekat, ia harus menerima takdir yang digariskan Nya, Amanda melangkahkan kakinya yang sempat terhenti, ia berjalan ke arah panggung.
Setelah berada diatas panggung, Amanda kemudian duduk disamping Janu yang tidak mengedipkan matanya, Janu tersenyum melihat penampilan Amanda yang sangat mempesona.
"Kamu sangat cantik Amanda." Janu berbisik lirih ditelinga Amanda. Amanda hanya bisa menarik nafas dalam, ia tidak sanggup menatap Janu yang saat ini melihatnya dengan tatapan memuja. Amanda mengalihkan wajahnya kearah lain dan lagi, ia merasakan jantungnya tertusuk, diremas dan dihancurkan ketika melihat puluhan para tamu yang hadir, dia melihat Rama tepat duduk didepan panggungnya bersama Atma yang berada dipangkuannya.
Rama duduk bersama Ibu disampingnya, Rama menatap Amanda pula dan memberikan senyum hangat, membuat Amanda tidak bisa membalas senyumannya, ia hanya bisa menundukkan kepala dan menyebut nama Allah untuk menguatkan hatinya.
Kallam illahi dibacakan, pembacaan ayat suci Al-Quran terdengar indah dan khidmat, dalam setiap ayat yang dilantunkan dapat menggetarkan jiwa, merasuki kalbu untuk setiap hamba Allah yang mendengarnya tidak terkecuali Amanda, ia ingin ayat-ayat suci tersebut tidak berhenti untuk diperdengarkan agar memberikan kesempatan padanya untuk bernafas sekaligus menenangkan jiwa dan pikirannya, Amanda merasakan getaran tangannya semakin hebat ketika surat terakhir Al Qur'an dibacakan dan mereka akhirnya memasuki acara yang paling sakral yaitu Ijab Kabul.
"Baiklah untuk acara selanjutnya, kita akan memasuki prosesi ijab kabul yang akan dilakukan mempelai Pria. Kita akan menyaksikan dua insan manusia bersatu dalam sebuah ikatan suci pernikahan."
Amanda memejamkan matanya, ketika pembawa acara memberi tahukan kepada tamu, bahwa ijab kabul akan segera dilaksanakan.
"Amanda ... " Seseorang memanggil namanya, Amanda hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Dulu dan sekarang tetaplah jadikan Aku, bulan dan bintang dikala malam serta bumi yang akan selalu menjadi pijakan, begitupun denganku, jadi ... saat kamu merindukanku cukup lihatlah langit malam, Aku akan selalu melihatmu dari kejauhan meski gelap menyapa."
"Aku akan menepati janjiku, menjadikan kamu pengantin paling cantik dan mempesona hari ini, dan menjadikanmu seorang istri dari seorang pria yang beruntung"
Sungguh Amanda hanya bisa diam, dan tidak mau membuka matanya meresapi semua kalimat yang diucapkan Kak Janu untuknya, bahkan air mata pun lolos tak tertahankan lagi dari pelupuk matanya yang tetap terpejam.
🌹🌹🌹🌹🌹
Rama
vote Thor ✌️