NovelToon NovelToon
Dear D

Dear D

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 5
Nama Author: tari channel

Pertemanan sejak kecil yang di jalinnya bersama teman wanita nya Delina narselia membuat nya sudah terbiasa akan wanita itu dan saat sudah remaja keadaan menghendaki kedua nya untuk menikah. Menikah karna amanah dari kakak Delina (Nana) membuat Ryhan mengiyakan nya, Sudah menganggap keluarga Delina sebagai keluarga nya sendiri selain dekat dengan kakak dan ayah Delina Ryhan juga cukup dekat dengan Delina tapi setelah Delina yang merasa di atur oleh kakak nya dan di tuntut untuk menjadi seperti Ryhan membuat kedua nya tidak sedekat dahulu.

"Tidak usah mengaturku lagi, Aku sudah besar" Nana (Delina).

"Umurmu saja yang besar, Otak mu masih kecil" Ryhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

"Mau kemana?" tanya Ryhan kepada istri nya itu. Nana tidak menjawab nya dan langsung mmenuju ke dalam kamar nya dan masuk ke ddalam kamar nya. Nana mengunci pintu kamar nya itu dan berjalan ke arah ranjang, Saat sampai di dekat ranjang dia langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang.

"Aku merindukan mu kak" guman Nana dengan air mata yang kembali mengalir.

Ryhan masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci baju sekolah nya dan juga Nana sang istri di mesin cuci dan setelah selesai mencuci pakaian pakaian itu tadi dia kembali menuju ke ruang tengah tapi tidak melihat Nana di sana mungkin pikirnya Nana akan kembali ke ruang tengah dan hanya ingin mengambil sesuatu di kamar, Ryhan tidak memperdulikan itu dan langsung menuju keluar rumah untuk menjemur pakaian nya dan juga istri nya yang ia cuci tadi. Pakaian itu sudah wangi karna di cuci oleh Ryhan dengan menggunakan pengharum yang ada di dalam kamar mandi di rumah itu.

Nana mencoba memejamkan mata nya untuk kembali tertidur karna jalan satu satu nya untuk dia tidak bersedih adalah tidur bagi nya. Ryhan beranjak masuk ke dalam rumah saat sudah selesai menjemur pakaian nya dan juga sang istri, Dia berjalan ke arah kamar istri nya itu dan membuka pelan pintu kamar yang tidak pernah di kunci itu dan melihat sang istri tengah tertidur di atas ranjang. "Mungkin dengan tidur dia akan tenang" guman Ryhan dan kembali menutup pintu kamar istri nya itu dan kembali melanjutkan langkah kaki nya untuk meletakkan keranjang baju.

Setelah selesai meletakkan ranjang tadi dia ingin kembali ke ruang tengah tapi langkah kaki nya terhenti saat melewati gudang yang selalu terkunci di belakang itu dan Rendi selalu melarang siapapun untuk masuk ke dalam gudang itu. "Kenapa ya kak Rendi selalu melarang masuk ke dalam ruangan ini?" guman Ryhan yang penasaran akan gudang itu, Ryhan berjalan mendekat ke arah gudang itu dan memegang ganggang pintu itu dan ingin membuka nya tapi suara seseorang menghentikan nya.

"Mau apa kau?" suara itu adalah suara Nana sang istri ,Ryhan menurunkan tangan nya dan menoleh ke arah istri nya yang sedang berdiri di hadapan nya itu, Ryhan menatap lekat wajah wanita itu yang nampak bakup.

"Kau sudah bangun?" tanya Ryhan dengan masih menatap lekat istri nya itu.

"Jangan membuka gudang, Kak Rendi melarang" ucap Nana tanpa menjawab ucapan Ryhan tadi dan langsung berlalu dari sana dan menuju ke kamar mandi untuk melakukan niat awal nya yakni membuang air, Ryhan tidak melawan ucapan istri nya itu dan kembali melanjutkan langkah kaki nya menuju ke ruang tengah.

Nana keluar dari kamar mandi dan tidak lagi melihat Ryhan di depan gudang dia pun langsung berlalu dari belakang dan menuju ke ruang tengah dan menuju ke dekat kamar nya, Saat ingin masuk ke dalam kamar dia melihat Ryhan yang tengah duduk di atas kursi di ruang tegah itu, Ryhan menoleh ke arah w anita itu yang juga menatap nya. Ryhan beranjak berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekat ke arah sang istri. "Ini ponsel mu" ucap Ryhan dengan menyodorkan ponsel sang istri yang kemarin ia dapatkan di jalan dekat sekolah, Nana melihat ponsel itu dan setelah itu dia langsung mengambil ponsel nya itu dan langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ryhan tidak mempermasalahkan hal itu dan kembali menuju ke arah sofa dan kembali duduk di sana.

Tok....tok..tok

"Na" panggil seseorang dari luar saat sudah mengetuk pintu itu dan itu membuat Ryhan menoleh ke arah pintu.

"Na" panggil orang itu lagi dengan kembali mengetuk pintu. Ryhan beranjak berdiri dari duduk nya dan menuju ke dekat pintu dan langsung membuka pintu itu, Saat dia membuka pintu dia langsung melihat Weny, Yura dan juga Qori.

"Di mana Nana?" tanya Yura dengan menatap lekat Ryhan.

"Di dalam kamar nya" jawab Ryhan dengan wajah datar dan meminggirkan sedikit tubuh nya supaya teman teman istri nya itu masuk ke dalam rumah itu. Mereka semua masuk ke dalam rumah itu dengan Qori yang menatap datar Ryhan yang ada di hadapan nya.

"Duduklah" ucap Ryhan yang mempersilahkan mereka untuk duduk, Mereka tidak menjawab dan langsung mendudukkan tubuh mereka di atas kursi itu tapi tidak dengan Yura yang menuju ke kamar Nana. Ryhan berlalu dari sana dan menuju ke dapur untuk mengambil cemilan dan air untuk tamu nya, Persis seperti Rendi yang selalu menyiapkan makanan dan minuman saat teman adik adik nya berkunjung.

"Na" panggil Yura dan masuk ke dalam kamar Nana yanh tidak di kunci itu, Nana yang sedang duduk di kursi belajar nya pun tidak menjawab ataupun menoleh ke arah orang yang memanggil nya itu. Yura yang tidak mendapatkan jawaban pun masuk lebih dalam ke kamar itu dan berdiri di samping Nana.

"Na" panggil Yura lagi tapi panggilan itu sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Nana dan juga respon dari Nana.

"Na" kaget Yura dengan memukul pelan bahu Nana, Nana sama sekali tidak menjawab tapi dia menoleh ke arah Yura dan memasang wajah datar nya.

"Kau ini dari tadi aku panggil tidak menjawab" ketus Yura kepada Nana. Nana sama sekali tidak mengeluarkan suara dan masih menatap datar ke arah wanita itu. Sungguh itu bukanlah Nana yang ia kenal pikir Yura.

Ryhan baru saja kembali ke ruang tengah dengan membawa minuman dan cemilan untuk teman nya itu. "Makan dan minumlah" ucap Ryhan mempersilahkan mereka untuk memakan cemilan itu.

"Terima kasih" ucap Weny dengan tersenyum menatap Ryhan, Ryhan tidak menjawab nya dan menoleh ke dekat kamar sang istri dan melihat pintu kamar itu terbuka dia pun memilih untuk menuju ke sana.

"Jika tidak ada yang ingin di katakan keluarlah, Aku tidk memiliki waktu untuk menatap mu" ucap Nana dengan wajah datar nya menatap Yura dan itu membuat Yura sedikit kaget mendengar itu.

"Kau mengusirku?" ketus Yura dengan suara sedikit kencang dan membuat Qori dan Weny yang sedang duduk di ruang tengah menuju ke dekat kamar, Nana tidak menjawab nya dan langsung mengalihkan pandang nya dari Yura dan kembali pokus akan buku buku yang ia pelajari itu.

Yura mendengus kasar untuk menyetabilkannya emosi nya. "Aku ingin mengajakmu tinggal di rumah, Papa dan Mama juga mengizinkan nya dan mereka menyuruhku untuk menjemputmu" ucap Yura dengan nada pelan nya.

"Aku memiliki rumah" jawab Nana dengan wajah datar nya tanpa menatap Yura.

"Tapi kau tinggal sendiri di sini" ucap Yura kepada Nana.

"Ada kak Rendi yang menemaniku, Dia tidak akan meninggalkan ku" jawab Nana dengan wajah datar nya akan ucapan Yura itu tanpa menoleh juga ke arah Yura. Ryhan mendengus panjang saat mendengar jawaban istri nya itu dan mengerti akan apa yang di rasakan istri nya saat ini.

"Permisi" ucap Weny yang menyelip di antara Ryhan dan juga Qori untuk masuk ke dalam kamar Nana. Ryhan dan Qori meminggirkan tubuh mereka dan Weny pun masuk ke dalam kamar itu.

"Tapi...." ucap Yura yang terpotong oleh Weny. Jujur hati Weny hancur saat mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Nana bukan karna ucapan itu menyakiti hati nya melainkan ucapan itu menandakan jika Nana tidak baik baik saja makanya dia sangat sedih mendengar ucapan yang keluar dari mulut Nana itu. Yura menoleh ke arah Weny dan Weny pun segera menggelengkan kepala nya supaya Yura tidak melanjutkan ucapan nya.

"Kami akan pulang, Besok kami akan ke sini" ucap Weny dan menarik tangan Yura dan keluar dari kamar itu.

"Kau ini apa apaan membiarkan nya tinggal di sini sendirian hah?" bentak Yura kepada Weny karna dia tidak yakin ingin meninggalkan Nana sendiri tinggal di rumah itu.

"Jangan memaksa nya, Dia masih ingin sendiri dan kita harus mengerti itu, Lagi pula ada Ryhan yang menjaga nya di sini" jawab Weny dengan nada pelan karna takut Nana mendengarkan nya.

"Tapi...." ucap Yura yang kembali terpotong oleh Qori.

"Mereka sudah sah dan kau jangan hawatir akan terjadi apa apa, Ryhan akan menjaga Nana dengan baik, Percayakan kepada nya" potong Qori dengan wajah datar nya dan tangan yang di masukkan ke dalam saku celana. Weny dan Yura menoleh ke arah lelaki itu dan menatap heran akan lelaki itu karna mereka berdua tau jika Qori itu sangat menyukai dan mencintai Nana.

"Aku akan keluar terlebih dahulu" pamit Qori dan langsung berlalu keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil nya.

"Aku mohon kepada mu jaga saudaraku dengan baik, Hubungi aku jika terjadi apa apa" ucap Yura kepada Nana karna dia sngat menyayangi Nana sama seperti dia menyayangi saudara sendiri karna hanya Nana yang selalu mengerti akan dirinya dan selalu ada di dekat nya dalam keadaan apapun sungguh dia sangat menyayangi Nana dan Weny begitupun kedua orang tua nya.

"Kami permisi" pamit Weny dan menarik tangan Yura, Ryhan tidak menjawab nya dan langsung menarik tangan Yura dan Ryhan mengikuti mereka untuk menutup pagar rumah. Mereka berdua pun msuk ke dalam mobil Qori karna memang mereka pergi bersama sedangkan mobil Yura di jemput oleh sopir yang datang ke sekolah. saat kedua wanita itu masuk ke dalam mobil Qori langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan area perumahan itu. Ryhan kembali masuk ke dalam rumah saat Mobil itu sudah pergi.

"Huh" Nana mendengus kasar dan langsung menundukkan kepala nya ke bawah, Sungguh dia ingin sekali berkeluh kesah kepada kedua sahabat nya itu tapi tidak mungkin karna kedua sahabat nya itu juga memiliki masalah yang tidak jauh lebih rumit dari kesedihan nya. Ryhan kembali menuju ke kamar istri nya dan melihat sang istri sama sekali tidak beranjak dari duduk nya dan kepala istri nya itu berada di atas meja.

Ryhan langsung menutup pintu kamar itu dengan pelan dan Nana mendengar nya tapi tidak memperdulikan nya. Ryhan kembali mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di ruang tengah dan menatap pintu kamar wanita nya itu. "Ini hal yang paling aku takuti saat kau kehilangan kak Rendi" guman Ryhan dan langsung membuang nafas panjang, Jujur dia sangat tidak ingin Nana menjadi pendiam dan datar sama seperti nya cukup dia saja yang bersifat seperti iru asalahkan tidak dengan Nana.

1
Anissa Caem
lanjut
Zugix Huawei
idem
Ni Nengah Suriasih
Om
Maisha Putri Salsabila
mataku bengkak baca episode-episode terakhir ya ampun sedih banget ceritanya
Maisha Putri Salsabila
cerita sungguh menyentuh hati
banyak kekecewaan tp banyak juga perhatiannya
semangat terus nana masih banyak orang yg menyayangi mu,d banding yg benci sama kamu
Maisha Putri Salsabila
cerita sungguh menyentuh hati
banyak kekecewaan tp banyak juga perhatiannya
semangat terus nana masih banyak orang yg menyayangi mu,d banding yg benci sama kamu
DIRGA KIM
salting pliss😭🛐
DIRGA KIM
kece ceritanya🤩👍
sahaqi
bacanya jadi nyesek sumpah sedih banget
sahaqi
kecewa masa ryhan mati.... sedih bacanya
sahaqi
ada udang di balik bawkan ternyata si merri tetep aja jahat .
sahaqi
hamil si Nana
sahaqi
Ryhan katanya cinta sama Nana dari dulu .. tpi Jual mahal ungkapin aja ngapa udah tau nananya cinta...
sahaqi
bukanya Qori udah tau ya Nana udah nikah ko waktu Redi menigal ko kesini2 seolah belum tau jadi bingung bacanya
arin
gtau knp sy kurng suka sama karakter nana,Mesty yg rjin bljr trs pinter...ech ini mlh rjin tdur🤦
Susana Ana
kok tamat thor extra part donk
Nierza Hakim
kesihan Nana Thor
Susana Ana
semangat nana kasian devan nanti
Susana Ana
kasian devan thor takut sm nana nantinya
Susana Ana
semangat nana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!