Kehidupan Satya Avero Angkasa sangat jauh dari kata baik. Setiap malamnya ia habiskan untuk bersenang-senang dengan para wanita bayaran.
Kehidupan Satya berubah saat seorang murid pindahan dari luar negeri yang kini sudah menetap di negara tercinta.
Rindi Wijaya, adalah perempuan yang menganut tata krama dan tahu bagaimana bersikap kepada orang lain. Setelah puasa sekolah grammar, kini Rindi bisa bernafas lega bisa merasakan sekolah biasa.
Namun semuanya tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan ketika dirinya bertemu dengan seorang pria mesum yang punya berbagai cara untuk mendekatinya..
Ikuti terus kisah mereka!
Fllw ig : @rohmatulkarimah_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohmatul karimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gue Berhak
Satya tersenyum memandang wajah Rindi yang sedang memasukkan peralatan tulisnya ke dalam tas. Rindi yang merasa sedang diperhatikan itu menghentikan kegiatan nya
"Apakah kamu tidak memiliki kerjaan lain selain memperhatikan aku?" tanya Rindi, ia menolehkan kepalanya ke samping
"Aku punya kerjaan baru sekarang."
"Tentu saja, aku tahu itu."
"Jika kamu tahu itu, apa kerjaan baru ku?" tanya Satya, dan menggeser kepalanya semakin maju
Rindi memundurkan kepalanya saat melihat Satya semakin maju, Rindi menatap jengah Satya yang terus saja tersenyum kepadanya
"Bukankah ini kerjaan baru mu?" tanya Rindi mengangkat sebelah alisnya
"Yeah.. Kamu sangat benar sayang." jawab Satya. Rindi terdiam menatap wajah Satya yang juga sedang menatap dirinya
"Tidak ingin pulang?" tanya Rindi, Satya menggelengkan kepalanya
"Ya sudah jika kamu tidak ingin pulang, aku akan pulang duluan." ucap Rindi dan mengangkat tas nya
"Ingin ke apartemen ku?" tawar Satya
"Hah? Aku tidak salah dengar?" tanya Rindi meyakinkan pendengaran nya. Satya menggelengkan kepalanya
"Kamu tidak salah dengar kok," ucap Satya, Rindi menahan nafasnya dengan kedua tangan terkapal
"Maaf, kamu pikir aku wanita seperti apa?" tanya Rindi, Satya melihat tangan itu. Tangan yang terkepal kuat seperti sedang menahan sesuatu, iapun menegakkan tubuhnya dengan kepala yang sedikit berkunang-kunang
"Kamu adalah wanita yang mampu membuat hati aku berdetak begitu kuat saat menatap mata itu," ucap Satya dan tersenyum tipis, Rindi menoleh kearah lain untuk menutupi sesuatu dari penglihatan Satya. Tidak ingin mati karena jantungan, Rindi bangkit dari duduknya dan menutupi wajahnya menggunakan rambut panjangnya
"Bisa beri aku jalan? Aku ingin keluar!" Satya memperhatikan tingkah laku Rindi yang tengah malu-malu dihadapan nya. Bukannya memberi jalan untuk Rindi keluar, Satya menarik kursi yang tengah ia duduki agar Rindi tidak bisa keluar dari sana
"Angkat dulu kepalamu, baru aku akan memberimu jalan untuk keluar." ucap Satya menyeringai. Satya menunggu Rindi untuk mengangkat kepalanya
"Berarti kamu tidak ingin pulang dan ingin bersama dengan aku terus didalam sini," ujar Satya, tidak lama dari itu Rindi dengan perlahan mengangkat kepalanya
"Jangan berlebihan menilai diriku, cukup Samuel saja. Aku tidak ingin orang lain menilai diriku selain Samuel."
"Kenapa kalau ada orang lain yang menilai diri kamu?"
"Aku tidak akan membiarkan dia hidup dengan tenang, atau mungkin aku akan melenyapkan orang itu dari dunia ini." jawab Satya
"Termasuk aku?"
"Kamu?" Rindi mengangguk pelan
"Kamu sudah menjadi wanitaku, mungkin aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh kamu. Hanya aku saja dan hanya aku seorang."
"Hidupku adalah milikku, aku tidak ingin ada orang lain mengatur hidupku." ucap Rindi dengan wajah yang sangat serius
Krekk...
Satya mendorong kursi yang sedang ia duduki, dan dengan menahan tubuh yang hampir terhuyung ke belakang Satya mencoba menegakkan tubuhnya. Rindi melihat ke kiri dan kanannya ketika kedua tangan Satya mendarat dikedua bahunya
"Hidup lo memang milik lo, tapi setelah gue sudah memutuskan untuk menjadikan lo wanita gue. Gue juga berhak mengatur hidup lo, termasuk..." Satya menjeda kalimatnya dan memandang tubuh Rindi dari kepala sampai kaki. Rindi mengikuti arah pandang Satya, Rindi menunduk untuk melihat dirinya. Ia merapatkan bajunya yang menunjukan bagian terdepannya terbuka
"Termasuk apa?" tanya Rindi tajam
"Termasuk tubuh lo."
_
_
_
_
Bersambung...
kak buat rindi tau kelakuan Satya di luar dong yang berhubungan dengan cewek lain, biar jera satya
semoga Satya dapat pelajar dari kelakuannya, di tinggal rindi,biar gak gitu lagi kelakuannya