Lima tahun yang lalu dia mengubah identitasnya, membuang jauh masa lalunya karna rasa kecewa pada suaminya.
Dan kini di saat dua buah hatinya menanyakan sang ayah, apakah yang akan di lakukan ALEA, akankah dia berkompromi pada hatinya demi kebahagian buah hati tercinta. Atau dia mengabaikan demi gengsi dan harga dirinya walau sebenarnya dia masih sangat mencintai pria tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan untuk Leea
"Bagaimana enak ?" tanya Ziga kepada kedua buah hatinya.
"Delicious" jawab Aiden, sementara Zeline hanya mengacungkan kedua ibu jarinya karna mulutnya terlalu penuh dengan makanan.
"Oke, cepat habiskan makan kalian. Setelah ini Daddy akan mengajak kalian ke suatu tempat" ucap Ziga.
Leea sendiri selama makan siang hanya terdiam, dia fokus terhadap makanannya dan juga sembari memperhatikan makan kedua anaknya. Terkadang dia curi curi pandang ke arah Ziga, tapi pria itu nampaknya lebih fokus kepada anak anak mereka.
Sebenarnya Ziga merasa gugup, setelah lima tahun lamanya dia baru bisa merasakan kehangatan keluarga seperti ini. Hanya saja Ziga masih memikirkan cara agar Via dapat menerima dia sepenuhnya bukan hanya karena alasan anak anak saja.
"Kemana Dad ?" tanya Zeline yang kali ini telah menyelesaikan makannya.
"Rahasia" jawab Ziga sembari mengeringkan matanya.
"Oh ya di mana Erik sayang?" tanya Ziga pada Leea.
Leea tersentak karna dari tadi dia terlalu fokus pada makan siangnya.
"Em, Erik masih di rumah sakit menemani Mia" jawab Leea.
Ziga hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah mereka selesai makan Ziga menempati janjinya membawa mereka keluar.
Sebenarnya Leea merasa lelah dan ingin istirahat di rumah, tapi dia tidak tega melihat Aiden dan Zeline yang terus merengek memintanya untuk ikut. Akhirnya Leea pun mengikuti mereka.
Ziga membawa mereka menyusuri Charles Brigde, karna saat ini adalah musim panas banyak dari para turis yang memanfaatkan waktu liburan untuk berjalan jalan menikmati pemandangan indah di Charles Bridge.
Ziga menggandeng tangan Aiden dan Zeline di kedua sisi tangannya. Mereka berjalan dengan gembira, sedangkan Leea agak sedikit tertinggal di belakang.
Ziga menoleh pada Leea yang tertinggal di belakang, kemudian dia menyatukan tangan Aiden dan Zeline dalam satu genggaman dan meraih tangan Leea di genggaman yang kosong. Kini mereka berjalan beriringan menikmati waktu sore untuk menantikan matahari terbenam. Ziga membawa mereka ke ujung Charles Bridge, tepatnya di sisi Lesser Town di mana terdapat pagar yang menjadi tempat untuk memasang gembok cinta. Ziga membeli empat buah gembok yang di jual oleh pedagang souvernir yang berjualan di sana. Kemudian dia memberikannya satu satu pada kedua anaknya.
"Tulis nama kalian disini" ucap Ziga sembari memberikan gembok itu kepada Aiden dan Zeline.
"Dan tambahkan juga tanggal hari ini" lanjut Ziga.
"Ok Dad" ucap Aiden dan Zeline berbarengan.
"Punyaku" pinta Leea yang tak mendapatkan gembok dari Ziga.
Ziga tak menjawab, dia asyik menulis di gembok yang di pegangnya. Setelah selesai menulis Ziga baru memberikan gembok itu pada Leea.
Leea menerimanya kemudian dia membaca apa yang di tulis Ziga di gembok itu. Mata Leea tersenyum melihat kata kata yang tertulis di sana.
Ziga ❤ Alvia
Forever Love
Sedangkan untuk gembok milik Ziga sendiri bertuliskan.
Alvia ❤Ziga
Eternal Love
Ziga kemudian merangkaikan gembok miliknya bersama dengan milik Via. Dia juga menambahkan milik Aiden dan Zeline di sana. Jadilah empat rangkaian gembok yang kemudian di pasangkan di tembok cinta yang berada di Charles Bridge.
Aiden dan Zeline tampak gembira, mereka mendatangi setiap penjual souvernir yang berada di sana.
"Daddy, Zel mau itu !" pinta Zeline sambil menunjuk gelang kecil yang terbuat dari batu yang di jajakan di sisi Charles Bridge.
Ziga pun mengambil gelang batu berwarna oranye, kemudian memasangkannya di tangan kecil Zeline. Gelang itu tampak bersinar cerah di kulit putih Zeline, sedangkan Aiden memilih gantungan bergambar malaikat. Setelah selesai membayar Ziga meminta Leea membawa anak anak pergi terlebih dahulu, dia sendiri kembali lagi ke tempat penjual souvernir tadi kemudian membeli sebuah kalung berwarna maroon untuk Leea. Ziga membungkus kalung tersebut dan menyembunyikan di dalam saku celana. Kemudian dia menyusul Leea dan anak anak yang telah berada di jauh di depan.
Ziga membawa mereka menuju ZA hotel. Karna Erik sedang menemani Mia jadi dia harus mengambil beberapa barang miliknya yang memang masih berada di hotel.
Para staf ZA hotel menyambut mereka, termasuk Patrick sang manajer ZA hotel.
"Selamat sore Mr.Pratama" sapa Patrick.
"Sore, perkenalkan ini istri dan juga anak anakku" jawab Ziga sambil memperkenalkan Leea dan si kembar dengan bangga.
"Selamat sore Nyonya" sapa Patrick pada Leea, saat dia melihat wajah wanita yang di sapanya Patrick pun terkejut.
"Nyonya Leea" ucap Patrick ragu ragu.
"Iya Mr.Walle, saya Leea" jawab Leea ramah.
Patrick sedikit bingung, dia mengenal Leea kemarin saat wanita itu mendekorasi ruangan di ZA hotel. Tapi kini sang CEO memperkenalkan Leea sebagai istrinya.
Patrick pun tersenyum canggung.
"Tolong bereskan barang barang ku di kamar, ada yang harus aku kerjakan dengan Patrick" bisik Ziga pada Leea.
"Anak anak biar aku bawa, ada yang ingin aku tunjukkan pada mereka" tambah Ziga.
Leea sempat ragu, tapi akhirnya dia mengangguk setuju.
"Tolong antar Nyonya ke kamar" perintah Ziga kepada salah satu pelayan hotel.
"Baik Tuan" jawab si pelayan yang kemudian membimbing Leea menuju kamar yang di tempati Ziga.
"Ok kids, sekarang ikut Daddy" ajak Ziga pada kedua buah hatinya.
Mereka pun segera mengikuti langkah sang ayah.
Ziga membawa kedua anaknya ke tempat permainan anak yang tersedia di hotel.
Melihat wahana permainan yang tersedia di dalamnya membuat Zeline melonjak kegirangan.
"Daddy, Zel mau main itu" pinta Zeline menunjuk ke arah terowongan yang terbuat dari balon udara.
"Boleh sayang, tapi hati hati ya" ucap Ziga.
Zeline pun langsung berlari masuk ke dalam terowongan dan naik ke atas untuk bisa berseluncur ke kolam bola.
Sedangkan Aiden memilih untuk bermain mobil. Bocah kecil itu tampak serius mengendarai mobil untuk membalap lawannya di layar.
Ziga tersenyum melihat kebahagiaan kedua buah hatinya. Semua kerja kerasnya kini tak sia sia. Setelah sekian lama terpisah kini saatnya bagi Ziga untuk membahagiakan keluarga kecilnya.
"Aiden, Zeline" panggil Ziga.
"Daddy akan menemui Mom sebentar, jika kalian butuh sesuatu kalian bisa minta pada Uncle Patrick" ucap Ziga.
"Oke Dad" sahut kedua bocah tersebut berbarengan. Ziga pun mengelus kepala kedua buah hatinya kemudian berlalu meninggalkan tempat itu untuk menemui Via.
"Silahkan Nyonya" ucap pelayan yang telah membukakan pintu kamar Ziga.
"Terima kasih" jawab Leea, dia pun segera melangkah masuk ke kamar Ziga.
Saat Leea melangkahkan kakinya ke dalam kamar Ziga betapa terkejutnya dia melihat sekeliling kamar di hiasi dengan bunga mawar merah, ada ratusan bahkan mungkin ribuan kelopak bunga mawar terdapat di dalam kamar tersebut. Tak lama terdengar lagu Forever Love yang merupakan lagu kenangan mereka.
Air mata Leea mengembang, dia mengingat masa masa indah awal pernikahannya dengan Ziga. Layar televisi di kamar Ziga menyala, layar tersebut menampilkan slide foto foto pernikahan mereka lima tahun lalu.
Kali ini Leea tak dapat lagi membendung air matanya. Dia menangis terisak melihat foto foto tersebut.
Belum selesai Leea melihat foto foto tersebut di luar balkon terdengar suara kembang api yang begitu meriah.
Leea pun membuka pintu balkon, dan kali ini Leea kembali di kejutkan dengan kembang api yang di suguhkan di langit malam. Kembang api itu membentuk rangkaian kata isi hati Ziga.
I Will always love you Alvia Setya Mahendra
Leea kembali menitikkan air matanya, entah kapan Ziga menyiapkan semua kejutan itu. Semuanya benar benar membuat Via merasa terharu.
"Apa kau menyukainya?" tanya Ziga sambil memeluk Leea dari belakang.
Leea terkejut, dia tak menyangka Ziga telah berada di belakangnya secara tiba tiba.
Ziga melingkarkan kalung yang tadi di belinya ke leher Via.
Via menyentuh kalung yang kini melingkar di lehernya. Dia terharu dengan apa yang di lakukan Ziga. Semua ini benar benar di luar pemikiran Leea.
"Maafkan aku Vi, izinkan aku memulai kembali dari awal" ucap Ziga di telinga Leea.
Leea masih belum bereaksi apa apa, dia terlalu terkejut dengan apa yang di terimanya hari ini.