NovelToon NovelToon
(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:15.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aylis

TERDIRI DARI DUA SEASON!!!

~ SEASON SATU
Dari bab 1 - 173 Tamat (174-175 spesial ending)

~ SEASON DUA
Dari bab 177 - 270 tamat

Sinopsis season 1

Alysscalla zalea adalah seorang dokter muda cantik dan cerdas yang baru saja memulai karirnya, tetapi semua berubah ketika ia pulang larut malam dan melewati jalan pintas yang tak sengaja melihat pembunuhan.

Pria itu menikam perut korban nya secara berulang terus menerus. Kecerobohan nya membuat ia terlihat oleh orang lain.

"Harus ku apakan orang yang suka ikut campur ini?" dengan seringai jahat, yang berbicara halus di samping telinga gadis itu
"Ampuni aku....
Aku takkan bilang siapapun" dengan wajah memelas dan memohon dengan gemetaran pada pria itu

Awal yang akan membuat dirinya terjebak oleh rantai terkuat dan terus menjerat hidup hingga tak memiliki jalan untuk keluar.

Sinopsis season 2.

Tak pernah terpikirkan oleh nya jika pria yang terhormat dan penuh dengan etika itu akan menodai n

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melodi Piano

Hampir selama satu minggu Alyss masih bersikap canggung dan kikuk jika bertemu dengan Hazel.

Jam 02.00 PM Kediaman Hazel.....

"Fyuhhh bosan nya.." ucap Alyss yang membaringkan tubuh nya di atas rumput. Saat ini ia berada di taman belakang kediaman Hazel.

"Duh si Bulbul mana yah?" saat Alyss menyadari sejak pagi setelah sarapan ia tak melihat Bulbul.

Alyss pun bangun dan segera masuk ke rumah.

"Bul.... Bulbul...

Kau dimana" panggil Alyss

"Mmm maaf apa kakak melihat Bulbul?" tanya Alyss ketika melihat salah satu maid yang sedang membersihkan kaca

"Seperti nya tadi dia naik ke lantai dua" jawab maid tersebut

"Ohh baiklah, terimakasih" ucap Alyss sambil berlalu melewati maid tersebut

"Lantai dua? " ucap Alyss dalam hati, sebenarnya Alyss jarang pergi ke lantai dua kecuali ke kamar Hazel. Tetapi demi mencari Bulbul ia pun naik ke lantai dua.

"Bul... Kau dimana? ini aku bawa makanan" panggil Alyss sembari menggoyangkan bungkus makanan camilan Bulbul

Meow...

Suara Bulbul yang terdengar dari salah satu ruangan. Alyss pun segera menuju ke arah suara Bulbul.

"Disitu kau rupanya, dasar kucing nakal!" ucap Alyss ketika sudah masuk ke ruangan tersebut dan menemukan Bulbul yang bermain di sana. Saat Alyss ingin pergi, sempat terlihat oleh nya sebuah piano besar yang sangat bagus.

"Wah...

Ada Piano disini, sudah lama aku tak bermain piano" ucap Alyss dengan mata berbinar ketika melihat piano tersebut. Alyss pun menurunkan Bulbul dari gendongannya dan ia pun lantas berjalan ke arah piano tersebut dan membuka penutup tuts nya serta menyentuh nya.

"Jika aku main kan sebentar apa tidak apa-apa? Lagi pula si psyco itu kan masih lama pulang nya" ucap Alyss yang tergoda dengan keberadaan piano tersebut. Tanpa membuang waktu lagi ia pun duduk di kursi piano dan mulai memainkan musik.

Alyss yang sejak tadi bermain piano tak merasakan laju nya waktu yang membuat waktu terasa cepat.

"Ahh, mainkan musik apa lagi yah?" ucap Alyss ketika selesai memainkan musik Fur elise.

"Oh aku ingat suatu melodi, seperti nya waktu aku kecil sangat suka menyandungkan nya, apa ku buat dalam versi piano yah?" ucap saat terlintas sebuah melodi yang sangat familiar di kepalanya, walaupun ia tak tau melodi apa itu.

Alyss pun merubah melodi yang berada di kepalanya menjadi sebuah musik di piano tersebut.

"Ternyata sangat bagus jika di buat ke versi piano hihi" ucap Alyss senang ketika mendengar suara musik yang di keluarkan dari piano tersebut. Alyss pun terus memainkannya.

Jam 06.00 PM.

Hazel yang baru saja pulang dari RS dan langsung masuk ke rumahnya.

Deg ...

"Musik ini?" ucap Hazel ketika mendengar melodi yang di mainkan oleh Alyss, Alyss yang sangat senang bermain piano hingga lupa waktu dan tak berhenti memainkannya hingga sore.

Hazel yang mendengar melodi tersebut pun langsung ke atas dan melihat ke ruangan piano.

Brak...

Hazel membuka kasar pintu ruangan tersebut, hal itu sontak membuat Alyss terkejut dan langsung menghentikan jari nya dari menekan tuts piano.

"Dari mana kau tau melodi ini?" tanya Hazel dengan mata tajam sembari mencengkram pergelangan tangan Alyss dengan kuat.

Alyss yang melihat sorotan mata Hazel yang yang sangat tajam seperti orang yang sedang marah pun seketika menjadi takut.

"Sa-saya tidak tau, saya tak ingat" ucap nya terbata ketika Hazel menanyai nya dengan tatapan amarah.

"Tidak tau? tak ingat?, kalau tidak tau bagaimana kau bisa memainkan nya? Hah?!

JAWAB!!!" ucap Hazel yang semakin marah dan semakin kuat mencengkram tangan Alyss

"Maaf...

saya sungguh tak tau, saya tak ingat... huhu...

saya tak akan memainkan nya lagi maaf" ucap Alyss yang mulai menangis sambil menunduk, yang mulai ketakutan saat Hazel membentaknya.

"Bukan itu jawaban yang ku ingin kan! kutanya sekali lagi dari mana kau tau melodi ini?" tanya Hazel yang sudah menurunkan nada suaranya namun tetap terdengar penuh dengan penekanan. Alyss tak menjawab lagi, Karna memang sebenarnya ia pun tak ingat apa-apa tentang bagaimana ia tau mengenai melodi tersebut, hanya saja melodi itu begitu membekas di kepalanya.

"JAWAB AKU!!" bentak Hazel yang semakin marah karna tak ada jawaban apapun dari Alyss ia pun menjambak rambut Alyss dengan kuat sehingga Alyss mengandah melihat wajah Hazel.

"Sa-saya sungguh tak tau, saya benar-benar tak ingat.... saya tak berbohong...

Maaf.." ucap Alyss menangis sambil, tangan nya berusaha memegang rambutnya karena Hazel menjambak nya.

"Kau tak ingat? Baiklah setelah ini apa kau masih bisa tidak mengingat nya!" ucap Hazel yang sudah penuh dengan amarah, ia pun menyeret Alyss dengan kasar sambil terus menjambak rambut Alyss.

"Sakit...

Maaf, lepaskan....

aku tak akan menyentuh piano lagi, tak akan memainkan nya lagi...." Alyss yang memohon sambil menangis berusaha melepaskan tangan Hazel dari rambut panjang nya.

Hazel menyeret Alyss turun ke lantai satu dan membawa nya ke tepi kolam renang.

Byur.....

Hazel pun melempar kan Alyss dengan kasar ke kolam renang milik nya. Alyss pun langsung berusaha berenang naik ke atas namun Hazel yang melihat pucuk rambut Alyss dari atas air kemudian menjambak rambut lagi dan menariknya sehingga kepala Alyss keluar dari air.

"Fuah, hah... hah..." Alyss mengambil napas dalam saat Hazel menarik rambut ke atas.

"Kau masih tak ingat juga? waktu mu sangat sedikit untuk mengingat nya...

Maka dari itu coba ingat dengan baik!" ucap Hazel dari pinggir kolam sembari menjambak rambut Alyss.

"Maaf...

Aku sungguh tak ingat...

Maaf kan aku huhu..." Alyss yang menjawab sambil menangis melihat perlakuan Hazel.

"Kalau begitu ingat lagi!" ucap Hazel sembari menenggelamkan kepala Alyss ke kolam lagi. Alyss berusaha untuk melepaskan tangan Hazel dan naik kepermukaan.

Saat Alyss sudah hampir kehabisan napas Hazel akan mengangkat kepalanya lagi dan bertanya.

"Apa kau sudah ingat?" tanya Hazel

"Aku tak tau apapun, sungguh aku tak berbohong" ucap Alyss yang sembari menarik napas nya dengan dalam, saat Hazel mengangkat kepalanya.

"Ingat lagi!" ucap Hazel, kemudian menenggelamkan kepala Alyss lagi ke dalam kolam renang besar milik nya. Alyss pun yang terus di tenggelamkan oleh Hazel, berusaha memberontak dengan cara memukul-mukul tangan Hazel agar melepaskan rambut nya dari jambakan Hazel dan tidak menahan kepala nya lagi untuk keluar dari air.

Namun semua usaha nya sia-sia, tubuh Alyss mulai lemas, napas nya sudah mulai habis dan Hazel tetap menahan kepalanya di bawah air. Alyss sudah mulai tak memberontak lagi dan mulai berhenti memukul-mukul tangan Hazel

"Apakah ini akhir dari hidup ku?…...

Ayah Ibu maaf...

Aku tak dapat terus menemani kalian" ucap Alyss dalam hati yang mulai kehilangan kesadarannya.

Melihat Alyss yang sudah tak memberontak lagi, dan mulai tak bergerak. Hazel pun langsung menarik kepala Alyss ke atas, dan ternyata Alyss sudah hilang kesadaran.

Hazel pun kemudian mengangkat tubuh Alyss yang terasa sangat dingin keluar dari kolam. Ada perasaan takut, khawatir, dan menyesal di hatinya ketika melihat wajah pucat Alyss yang tak sadarkan diri.

Hazel pun langsung melakukan CPR kepada Alyss, tak berselang lama kesadaran Alyss mulai kembali, Hazel yang melihat hal itu pun langsung menggendong tubuh Alyss dan membawanya masuk kedalam kamar, ia pun segera mengganti pakaian basah Alyss dengan pakaian kering yang berada di lemari dan menunggu Alyss hingga benar-benar tersadar sepenuhnya.

Sebenarnya melodi yang dimainkan Alyss merupakan sebuah melodi dari lagu yang dibuat dan ciptakan oleh ibu Hazel, dan hanya Hazel yang mengetahui lagu itu.

Hazel pernah menyanyikan lagu itu pada seorang anak perempuan untuk menenangkannya, dan tak pernah menyanyikannya pada siapapun lagi.

Mendengar Alyss yang memainkan piano dengan melodi lagu itu membuatnya teringat kembali dengan anak perempuan itu, dan apapun yang berhubungan dengan anak perempuan itu sangat sensitif bagi nya. Itulah yang membuat nya langsung menanyai Alyss ketika mendengar Alyss memainkan melodi tersebut, dan membuat amarah nya naik secara tiba-tiba.

Saat ini Hazel tengah duduk memperhatikan Alyss yang sedang terbaring dengan wajah yang sangat pucat hingga Alyss sadar sepenuhnya kembali.

1
ZrLee Darman
ga' mau adiknya rusak..tapi merusak anak orang..hadehh minta dijewer ni si Louis
ZrLee Darman
🤣🤣🤣🤣🤣
ZrLee Darman
🤣🤣🤣 kasian Rian
Naaaa
baca ulang..
rarr
bagusnyoooo
rarr
semuanya GARA2 KM ZELLLL, emosi bgt thor
rarr
lebih baik mati aja lys, gpp smph gpp
buat hazel mati bediri, gedek bgtttt
nilnilnil
hai IM back may 2025 woiii bertahun tahun selalu setia dengan ni novel 🥰
Tania Franny
Waduh si Allis ngidam mau bakar rumah.
Buat aku aja rumahnya aku masih ngontrak😁😁
Yoan
alamak... da berkali kali ku baca novel ini... gantengnya Bambang tamvan ku 🥰🥰🥰
Rindi Antika desesa
ka? tanggung jawab gak?! mataku sembab kelamaan nangisin alyss😔
Desi Maulida
otornya ngadi ngadi achhh
msk alys UD babak blur gt msh snggup melawan
ap LG UD smpe kna tusuk gt...
evaaylis: the power of kepepet itu si Alyss wkwk, othor nya terinspirasi dari berita pembacokan yang terjadi di sekitar rumah othor, wajah nya sudah habis di bacok suami nya, sampai hilang hidung nya dan beberapa bagian seperti terbelah tapi masih sanggup ke kantor kepala mengadu tentang si suami/Sob/ si ibu nya baru pingsan setelah melihat wajah nya di cermin/Sob/
total 1 replies
Desi Maulida
fantasi othornya terlalu kejam ..
Anggun Peratiwi
Luar biasa
Thina Hendtin
kalo aku pilih lompat dari gedung yg tinggi aj,supaya mati,GK disakitin lg
Thina Hendtin
emosiku keluar rasany
Thina Hendtin
emosi aku thorr bacanya,ubah lah sifat hazal
Meihua Yap imut
novel yang pertama kali membuatku menangis terbawa emosi, aku harap ada karya baru tentang kehidupan baru tentang allys dan hazel
nilnilnil
halo im back 5x baca ni novel Louis Clara
Tita Amelia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!