NovelToon NovelToon
Fii Lauhim Mahfudz

Fii Lauhim Mahfudz

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:385k
Nilai: 4.9
Nama Author: Febby Sadin

Dan Dia rahasiakan, kita tak pernah sedikitpun tahu...
Dan Dia jaga, kita tak pernah sedikitpun menerka nya...
Kita selama ini hanya mengeluh sembari seolah jalani saja....

Fii Lauhim Mahfudz... kisah kehakikian kehidupan yang menyuguhkan segala cuplik kehidupan.
Seorang Habibah yang mencintai Habibi dalam diam, dan hanya bisa berdoa dengan berbagai usaha yang menggemaskan.
Di bumbui oleh lika-liku kehidupan yang apik, dengan berbagai kisah persahabatan, persaudaraan dan cinta ❤😘...

selamat membaca 🥰🥰🥰

bisa juga kalian dapatkan buku novelnya melalui online di link nulisbuku.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febby Sadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyamaran

Seusai kuliah dan keluar dari kelas, Habibah dan Ali langsung menuju ke papan pengumuman yang berada tepat di tengah-tengah lingkup kampus. Sehingga bagi Ali yang baru memijakkan kaki di kampus kota besar seperti itu pun bingung karena tak kunjung sampai. Habibah masih saja berjalan lurus melewati fakultas-fakultas lain, dan belok melewati dua kelas di fakultas dakwah. Ali hanya memasang muka manyun selama perjalanan yang tak kunjung sampai.

“Sampai kapan kita harus lurus dan belak belok, mbak Habibah?”

Sedangkan Habibah langsung tersenyum mendengar keluhan Ali, dia pun menjawab

dengan menirukan nada berbicara Ali, “Ya Allah mas Ali… itu papan pengumumannya…

sabar toh…”

Ali pun menengok ke arah kanannya, dan benar saat dia mengikuti arah tunjuk Habibah,

terlihat olehnya papan pengumuman yang berjajar banyak. Ali langsung membelalakkan

mata melihatnya.

“Duh! Banyak juga!” serunya. Dia sembari hitung satu persatu. Kurang lebih ada dua

puluh papan pengumuman. Dimana lima dari sebagiannya papan kecil, tak begitu besar

seperti lima belas lainnya.

Setelah berada tepat di depan papan pengumuman yang Habibah tunjukkan, segeralah Ali membaca sembari di perjelas dengan penjelasan dari Habibah.

“Nah, itu pengumuman tentang pelaksanaan ujian dan beberapa Dosen yang masuk

setelah UAS. Besok mulai libur, disana tertulis jelas bahwa libur sampai dua bulan, kurang

lebih seperti itu…”

Ali pun mengangguk-angguk sangat paham. Dia pun kemudian bertanya tentang perihal

lainnya.

“Lalu rencana liburan nanti, mbak Habibah mau kemana?”

Sembari tersenyum ramah, Habibah pun menjawab, “Insya Allah ke luar kota,”

“Saya ingin melancarkan lagi hafalan saya…”

“Kenapa tidak di pondok yang saya tempati saja… kan sudah cukup bagus…”

Langsung terdiamlah Habibah sejenak, lalu dia perlahan menjawab, “Insya Allah… jadi saya juga masih ragu lebih enaknya dimana… saya ingin riyadloh Al Qur’an…”

“Tadabbur Al Qur’an saja dulu mbak…”

Kembali terdiamlah Habibah, dalam hati dia membenarkan kata-kata Ali. Sedangkan Ali

melanjutkan bicaranya,

“Nanti saya temani sowan yai mbak, terus mbak bilang saja apa niat mbak, nanti setelah

usai liburan insya Allah selesai, kan enak bila silaturrahim lagi yai kenal mbak… karena

mbak telah luancar hafalannya…”

Degh!

Mendengar kata-kata Ali, Habibah sangat tercengang. “Terkenal?” dalam hatinya

bertanya-tanya sedemikian rupa. Dia benar-benar tak pikirkan bila berujung seperti itu. Dia pun langsung menyahut,

“Nanti saya pikir-pikir saja… saya kurang suka dengan akhir cerita dari pentadabburan

sampai riyadloh Al Qur’an bila seperti itu…” ucap Habibah.

Ali pun langsung bingung, dia tak mengerti dengan arah pikiran Habibah. Dalam hatinya

terus bertanya-tanya setelah itu. Selama dia hidup, bukankah tujuan setiap orang agar bisa di kenal orang yang kebaikan-kebaikannya? Kecerdasannya? Kemampuannya?. Tapi kenapa Habibah malah kurang suka hal itu? Dia terus bertanya-tanya. Ingin rasanya dia langsung tanyakan pada Habibah, namun terlihat olehnya Habibah terdiam setelah mengutarakan maksudnya, tampak bingung pula.

Habibah benar-benar diam seribu bahasa. Sampai dia tak mengutarakan sepatah kata pun kalau langkahnya kini ingin meninggalkan tempat itu. Ali hanya mengikuti dibelakang, dia merasa serba salah. Karena dia yang berkata pada awalnya, namun baginya bukanlah suatu kesalahan.

Habibah baner-benar seolah-olah syok akan kata-kata Ali. Dia sadar apa itu terkenal, di

kenal, dan sejenisnya. Dia sadari pula apa yang akan ada di balik semua hal itu. Dia pun

sangat pahami bahwa dia sedikit membutuhkannya hanya untuk puaskan inginnya di dunia.

Habibah tak inginkan itu. Dia tak ingin merasa sulit. Di dunia dia hanya ingin hidup dalam ketenangan nikmat-nikmat takdirNya. Bukan terkenal. Namun bila hal itu memang

sebagian dari takdirNya.

Dia tak tahu lagi harus bagaimana. Penyamarannya pun di depan Ali tak akan lama. Padahal dia telah relakan gelar Hafidzohnya di depan Ali. Dimana sebenarnya

hafalan Al Qur’annya telah berada di tingkatan sangat lancar. Dia hanya ingin tadabbur Al Qur’an. Merasukkan jiwa Al Qur’an ke dalam jiwa rohaninya.

Dalam langkahnya, dia terus berdo’a agar dia terus terjaga. Dia sadar apa yang dia

lakukan. Diamnya pula, membuat Ali yang berjalan di belakangnya pasti bertanya-tanya.

Sembari terus berdo’a dalam hatinya, perlahan dia pun berkata,

“Apakah aku boleh meminta?”

“Pada siapa mbak?” langsung menyahutlah Ali pada pertanyaannya di sekian lama

kebisuannya.

“Pada Muhammad Ali…” jawab Habibah sembari tersenyum.

“Saya? Hehe… silahkan mbak.” Jawabnya.

“Jangan memanggil dengan sebutan mbak ya… plis…” ucap Habibah sembari menunjukkan raut wajahnya seperti memohon. Meski Ali tahu hal itu hanya candaan. Ali menggeleng. Kembali Habibah memasang wajah memelas. Ali tetap menggeleng, namun kini sembari menjawab,

“Lalu aku memanggil apa?”

“Habibah saja, nanti saya akan memanggilmu Ali…” Habibah mulai tersenyum. Dia tetap perhatikan wajah Ali yang masih menempakkan keraguan.

“Baiklah,” seketika mendengarnya Habibah pun sangat senang sembari berucap dalam

hati, ‘Yes! Yes!’ namun kembali Ali menyahut,

“Tapi… ada satu syarat.”

“Apa itu?” Habibah seketika mengerutkan alisnya.

“Sampeyan mondok di tempatku mondok!”

“Hem?” semakin mengerutlah kedua alis itu.

...****************...

1
Minartie
karya sastra tingkat tinggi maaf jika aku membacanya kebingungan....mungkin 3 tahun lagi saat ku lulus kuliah akan membacanya lagi🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻💓💓💓💓💓
Febby Sadin: hehe baca terus aja siapa tau suka dek 😅 atau baca novel author yg lain 😉
total 1 replies
Agazzy Jun
sekian lama q bca novel bru kli ini puyeng q bcanya susah phminya
Febby Sadin: semangat 😄
total 1 replies
Nurul Komaria
Sampek di sini dulu ya soalnya capek dan mau sekolah
Novi 78
bingung akunya...
Daisy🌻
semngat kak 🔥🔥🔥

yuuuk mmpir juga dikaryaku berjudul "menikah karena perjodohan (Haris dan Hana) " smoga berkenan, mksh 🥰🥰🥰
Apriyani Nai Raden Bangsawan
bingung pahami nya 🙃
RN
7 like favorite untuk mu😍
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk
Sari Fatun
mubeng mubeng ora paham alure py
Giesa Indawan
lanjut thor
Masni Shaqinah
bahasanya baku banget...agak ribet memahaminya,,🙏
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 1 replies
R_3DHE 💪('ω'💪)
bahasanya terlalu berat.... susah dimengerti...
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 1 replies
Fans Beratmu
lanjut Thor
Giesa Indawan
masyaAllah... aku suka dari stiap susunan kalimatnya
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 1 replies
Abdhi Al Jundi
mata y terlalu puitis bnyk sekali.. hayalan y sehingga yg baca bosan...
Abdhi Al Jundi
terlalu bnyk puisi jd bhs y ky sangat pujangga... menghayal y terlalu jauh
yeni nofriza
aaaaaaahhhhhh.... kirain 😅😅😅😅
siska mentari
ku bava berulang2. sehingga paham sya . haduhhhh
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 2 replies
Elly Supriaty
bunda pingin sekali ada lanjutan thor
Elly Supriaty: insyaaAllah bunda mau
total 2 replies
Nenden Sulastri Rosida
sya msih blm fham sm alur crita ny,tp msh lnjut bca z lh.....
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 2 replies
Elis Sa
lanjut mbak feb...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!