NovelToon NovelToon
Tawanan Pangeran Siren

Tawanan Pangeran Siren

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Cinta Beda Dunia / Fantasi
Popularitas:696
Nilai: 5
Nama Author: Pena kira

JANGAN MAKAN AKU!
Aku hanyalah penyelam mutiara miskin yang bernasib sial. Niat hati mencari nafkah di kapal peneliti asing, aku justru terjebak dalam pembantaian keji di Teluk Bayangan. Kapal kami hancur, Sahabatku dibantai, dan laut berubah merah oleh darah.

Di hadapan para siren yang siap mengoyak dagingku, insting survivalku mendadak liar. Demi bertahan hidup, aku rela membuang harga diri, berlutut, menari dengan tubuh bersimbah darah, dan membualkan pujian setinggi langit untuk memohon ampunan. Bualan manisku rupanya menarik perhatian Pangeran Nataniel, iblis laut paling kejam dan mengerikan.

Bukannya dibunuh, aku malah diseret ke dalam istana karangnya sebagai satu-satunya tawanan manusia. Di mata Sang Pangeran, aku hanyalah seekor badut yang menarik untuk diamati. Di antara maut dan cengkramannya yang menyiksa, aku harus terus memutar otak dan bersilat lidah. Aku harus memastikan mulut manisku ini cukup ampuh untuk menjinakkannya, sebelum dia menjadikan ku santapan makan malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena kira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babu pilihan

# Babu Pilihan #

Nataniel berdiri tegap di depan jendela balkon yang menghadap langsung ke kegelapan lautan luas. Pria perkasa itu memiringkan kepalanya sedikit, menatapku dari sudut matanya seraya memutar tubuh perlahan. Pendaran keemasan di dalam iris matanya yang semula dingin mendadak meredup, berganti dengan kilatan jahil yang teramat langka. Hening malam di Kamar Utama Istana Teluk Bayangan yang terhampar tepat di belakang balkon mendadak dipenuhi oleh ketegangan jenis baru, bukan ketegangan penuh hawa pembunuhan, melainkan aura intimidasi penuh godaan yang sanggup meremukkan fungsi otak rasional ku.

Sebuah tawa renyah yang terdengar rendah dan maskulin tiba-tiba keluar dari tenggorokan Nataniel.

"Pfft... hahahaha!"

Aku terperanjat pelan di atas alas sutra tempatku duduk, membelalakkan mata melihat pria yang biasanya dingin dan sadis itu kini terkekeh ria. Nataniel melangkah perlahan meninggalkan ambang balkon, mendatangi posisiku dengan tapak kaki tanpa suara. Setiap langkah tegapnya memancarkan pesona dominan yang begitu mengintimidasi.

"Lihatlah raut wajahmu itu, Serangga," cemooh Nataniel seraya menundukkan tubuh tegapnya tepat di hadapanku. "Isi kepala manusiamu yang konyol itu pasti sedang merangkai andaian-andaian aneh bukan? Kau pasti sedang menebak-nebak bahwa kejantananku tidak berfungsi dengan baik, atau mungkin..." Nataniel mendekatkan wajahnya hingga jarak hidung kami hanya menyisakan beberapa senti, "...kau mengira aku memiliki orientasi lain seperti anomali manusia rendahan berjenis amfibi yang suka menyukai sesama jenisnya?"

*DEG!*

Wajahku seketika terasa membara! Darah kepalaku mendadak berdesir hebat ke seluruh permukaan kulit pipi dan telingaku!

("Ya Tuhan! Kok dia bisa tahu pikiran liarku?!") jerit batinku histeris setengah mati. "Otak random ku memang sempat memikirkan ke sana! Tapi kenapa monster ini bisa membaca jalan pikiranku dengan begitu akurat?!")

"Hamba... hamba tidak berpikiran seperti itu Paduka!" sanggahku cepat dengan suara mencicit yang amat tergagap. Aku buru-buru menundukkan kepala, tidak berani menatap langsung ke dalam iris mata emasnya yang bagaikan menyedot seluruh jiwaku.

Namun Nataniel tidak membiarkanku bersembunyi. Tangannya yang besar dan bersuhu sangat dingin mendadak terulur maju, menyelipkan jemarinya di bawah daguku lalu mengangkat wajahku secara paksa. Ibu jarinya yang sedikit kasar mengusap garis bibir bawahku dengan gerakan lambat yang sengaja.

"Kau berbohong, Serangga," bisik Nataniel dengan nada suara yang teramat dalam dan serak, membiarkan hembusan napas hangatnya menyapu permukaan kulit leherku. "Mata cokelatmu yang liar itu tidak pernah bisa menyembunyikan kebohongan dariku."

Nataniel semakin mengikis jarak. Pria iblis berparas sempurna itu menatapku dengan tatapan intens yang begitu mematikan. Pengaruh pesonanya benar-benar bekerja bagaikan racun paling ampuh. Otak rasionalku mendadak hilang total. Semua teori dan logika bertahan hidup yang kupelajari sirna begitu saja, digantikan oleh detak jantung yang bergemuruh liar tak terkendali bagaikan genderang perang!

Sensasi panas menyerbu seluruh wajahku. Pipiku yang semula pucat kini berubah menjadi merah padam sepenuhnya. Aku merapatkan kedua bibirku rapat-rapat, menahan kejanggalan aneh yang menjalar ke seluruh persendian tubuhku.

"Lihat ini," kekeh Nataniel seraya menatap pipiku yang memerah hebat dengan binar puas. "Kau jauh lebih menarik daripada para selir bersisik yang membosankan itu. Kau ini lemah, penakut, penjilat ulung, dan sangat mirip dengan bunglon. Digoda sedikit saja, warna wajahmu langsung berubah-ubah dengan sangat menggemaskan."

"Paduka... dimohon untuk tidak mempermainkan hamba..." pintaku lirih, napasku mulai memburu pendek-pendek karena kepungan aura ketampanannya yang kelewatan batas.

Nataniel tidak menghentikan aksinya. Sebaliknya, pria iblis itu justru menunjukkan sisi liarnya yang lebih berani! Tangannya yang berada di daguku berpindah membelai tengkuk leherku, lalu menyibakkan helai rambut cokelatku ke samping, membiarkan leher dan bahu mulusku terekspos sepenuhnya di bawah pendaran cahaya kristal biru.

Nataniel mendekatkan bibirnya ke pangkal leher dan bahuku. Hawa dingin dari napasnya menyengat kulit halusku, membuat seluruh bulu kudukku berdiri tegak.

*GRIB...*

Tanpa peringatan, Nataniel membuka bibirnya dan menancapkan taring kecilnya, meninggalkan sebuah gigitan lembut namun penuh penekanan di atas permukaan kulit bahuku!

"Nghhh...!"

Tubuhku seketika bergetar hebat bagaikan tersengat aliran listrik ribuan volt! Sensasi tajam dari taringnya yang menekan kulit bahuku bercampur aduk dengan rasa hangat yang aneh, membuat kedua tanganku secara refleks meremas kain alas sutra di bawahku dengan sangat erat!

Rasa takut yang mendalam seketika meledak kembali di dalam dadaku. Otakku yang sempat membeku akibat salting brutal kini merangkai skenario terburuk, apakah sang Pangeran Siren ini mendadak lapar dan ingin mencicipi dagingku secara mentah-mentah sebagai camilan malam?!

"Paduka! Ampun! Ampuni hamba!" jeritku histeris dengan air mata yang mulai menggenang di sudut mata, tubuhku gemetaran kaku. "Hamba mohon jangan makan hamba hidup-hidup! Daging hamba ulet dan tidak lezat, Paduka! Ampun!"

Nataniel menarik kembali bibirnya dari bahuku. Melihatku yang gemetaran ketakutan seraya memohon ampun dengan raut wajah panik luar biasa, tawa Nataniel seketika meledak kencang memenuhi seluruh sudut kamar utama!

"HAHAHAHAHAHA!"

Suara tawa Nataniel bergaung begitu lepas dan riang, sebuah pemandangan yang belum pernah disaksikan oleh siapa pun di seluruh kerajaan bawah laut ini. Pria perkasa itu memegangi perutnya, menatapku dengan raut jenaka yang amat puas telah mengerjaiku hingga gila.

"Mencicipimu hidup-hidup?" ujar Nataniel di sela-sela tawanya seraya menyapu bekas gigitan di bahuku dengan ibu jarinya. "Kau pikir aku sebuas itu, Serangga? Gigitan ini hanyalah tanda kepemilikan. Mulai malam ini, seluruh makhluk di istana ini tahu bahwa kau adalah milikku yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun."

Aku menatap Nataniel dengan wajah cemberut dan napas terengah-engah, mencoba menetralkan detak jantungku yang hampir meledak dari dada. Bekas gigitan di bahuku terasa sedikit berdenyut hangat, namun ucapan Nataniel tadi berhasil menancapkan kebingungan baru di dalam pikiranku.

Nataniel perlahan menghentikan tawanya. Ia tegak berdiri, menyilangkan kedua lengan kekarnya di depan dada seraya menyunggingkan senyuman dingin yang penuh keangkuhan mutlak.

"Kau masih penasaran mengapa aku tidak pernah menyentuh satu pun dari para selir itu, bukan?" tanya Nataniel pelan, mengembalikan topik utama yang sempat tertunda.

Aku mengangguk pelan, memberanikan diri menatap iris mata keemasannya. "Ya, Paduka. Jika mereka diangkat menjadi selir, bukankah tugas utama mereka adalah melayani Paduka?"

Nataniel mendengus rendah, sebuah cemoohan penuh rasa jijik yang sangat pekat.

"Mereka terlalu berambisi dan teramat membosankan," ujar Nataniel dengan intonasi tajam. "Setiap wanita bersisik yang dikirim ke istana ini hanya memikirkan satu hal, mencoba menguasaiku di atas ranjang, bertengkar berebut hatiku, dan berpura-pura menjadi wanita paling kesayangan hanya demi memiliki celah untuk ikut campur mengatur urusan Istana Teluk Bayangan."

Nataniel melangkah satu tapak mendekat, menundukkan tubuhnya kembali seraya menatapku dengan tatapan superior yang teramat dominan.

"Aku tidak akan pernah membiarkan satu pun Siren di kerajaan ini merasa memiliki posisi untuk mengungguliku," tegas Nataniel dingin. "Aku tidak ingin menjadi lemah hanya karena alasan cinta, sebuah hal yang teramat remeh dan tidak berguna bagi hidupku sebagai Penguasa Samudra. Aku adalah pria yang lebih suka mempermainkan, bukan dipermainkan oleh ambisi dangkal para selir itu!"

Aku menelan ludah dengan susah payah, mulai paham betapa dingin dan tidak tersentuhnya ego sang Pangeran iblis ini.

"Lalu... mengapa Paduka membiarkan hamba tetap berada di sisi Paduka?" bisikku pelan.

Nataniel menyunggingkan senyuman miring yang begitu menawan namun sarat akan kuasa mutlak. Jemarinya kembali membelai pipiku yang masih terasa hangat.

"Karena denganmu, Serangga kerdil... aku bisa melakukan hal apa pun yang kukendaki," jawab Nataniel penuh kepuasan yang dingin. "Kau tidak punya ambisi politik, tidak punya klan untuk membela lehermu, dan kau hanya bisa menyanjungku setengah mati tanpa pernah mampu melangkah atau menginjak kepalaku. Kau adalah mainan paling sempurna."

Nataniel menegakkan tubuhnya kembali, lalu berjalan santai menuju tempat tidurnya. Namun sebelum pria itu berbaring, ia menghentikan langkahnya dan melemparkan tatapan misterius ke arahku.

"Tetapi jangan senang dulu, Serangga," bisik Nataniel dengan nada suara yang mendadak berubah serak dan mematikan. "Karena besok pagi, permainan yang sesungguhnya baru akan dimulai. Dan kali ini... taruhannya adalah nyawamu sendiri di hadapan seluruh klan Siren yang tersisa."

*DEG!*

Jantungku terhenti seketika!

Permainan apa lagi yang direncanakan oleh Pangeran iblis ini?! Dan mengapa dia menjadikan nyawaku sebagai taruhan utama di depan seluruh klan Siren esok hari?!

⭐ ⭐⭐⭐⭐

WADUH BAHAYA KIRAVERS!! 😱🔥 Nataniel benar-benar dominan dan menganggap Alessia sebagai satu-satunya yang tidak bisa menginjak kepalanya! Tapi permainan mematikan apa yang bakal disiapkan Nataniel besok pagi?

Yuk, langsung gass lanjut baca Bab 22 selanjutnya! ✨

1
Helmy Faldy Alaydrus
ini si alesia makan apa thor
Pena kira: ikan lele kak😄
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍👍
Pena kira: 🙏 terimakasih kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ada akademi vokal di dunia siren yak😄
Pena kira: mau join kak😄
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ttp kek bocil😄
Pena kira: xixixixi
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
cobain dulu lah kabur
Pena kira: kesian kang ikan lele Dumbo nya kak kalo ditinggal kabur
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
lawak lawak
Pena kira: 🤣🤣🤣 terimakasih kk
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍👍
Pena kira: terimakasih kk
total 1 replies
Pena kira
tapi gantengnya nggak ngotak kak😭
Best
seramnye..
Pena kira: tapi gantengnya nggak ngotak kak 😭
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
ikut mual njirrr🤢
Pena kira: minum antimo kak..aman😅
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍 lanjut thor
Pena kira: asiap kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
👍👍👍
Pena kira: makasih kakak
total 1 replies
Best
hadir Thor..
Pena kira: thanks a lot kak
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
gila kuat banget mental si alessia
Pena kira: sempat hidup generasi sandwich kak 😂
total 1 replies
Helmy Faldy Alaydrus
bagus lho tapi masih sepi. semangat thor bagus cerita nya..next👍
Best: "Baby or Babi." judul novel terbaru aku. Romansa yang di taburi juga dengan humor dan fantasi. Yuk mampir
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!