Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!
Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!
Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?
Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OGMTM-34
..."Mahrup! Batalkan seluruh agenda kantormu malam ini. Mami dan Papi sudah memutuskan... minggu depan pernikahanmu dan Clarissa akan segera dilangsungkan kembali!"
Panggilan video yang terputus sepihak itu menyisakan keheningan yang mencekam di ruang CEO. Tanpa membuang waktu, Mahrup bergegas menerobos pekatnya malam menuju rumah kediaman utama Mahardika.
Hazel yang dipenuhi rasa cemas akhirnya diajak serta, menanti di dalam mobil yang terparkir di pelataran kediaman megah bak istana tersebut.
Langkah sepatu tegap Mahrup menggema dingin saat ia melangkah masuk ke dalam ruang keluarga bernuansa klasik Eropa. Di atas sofa kulit mewah, Baskoro Mahardika dan Dewi Mahardika duduk anggun, sementara Clarissa duduk di samping sang Mami dengan senyum tipis.
"Papi nggak bisa memutuskan Pernikahan Saya Seenaknya!" tembak Mahrup tanpa basa-basi, berdiri tegap dengan tatapan mata yang membara oleh penolakan mutlak.
Baskoro meletakkan cangkir porselennya dengan dentingan halus namun menekan. "Jaga bicaramu, Mahrup! Ini bukan sekadar urusan Cinta Monyet kamu. Ini soal masa depan Mahardika Group!"
"Saya Nggak Mau pah,mau Itu Masa Depan Perusahaan,Mahrup Ga Peduli,Mahrup Gasudi Menikah Sama Perempuan Berhati Busuk Itu"!" balas Mahrup dengan nada suara yang menggelegar dingin dengan kilatanemosi yang terpancar di matanya .
Dewi Mahardika menghela napas anggun, mengusap pelan jemari Clarissa. "Mahrup, dengarkan Mami. Clarissa sudah menjelaskan semuanya. Kerja samanya dengan Dion Kusuma di masa lalu itu cuma kesalahpahaman. Dia sudah menyesal Nak!!."
"Kesalahpahaman?" Mahrup terkekeh sinis, matanya menghujam tajam ke arah Clarissa yang berakting menunduk sedih. "Dia Rela Meninggalkan Mahrup Mah,Pah Saat Saham Kita Anjlok,Dia juga dengan mudahnya berpaling Memilih Dion!!Apa Mama Sama Papa Udah Buta Sampai Mau Memasukkan Gadis Berhati Busuk Ke dalam Rumah Ini?!"
"Cukup, Mahrup!" bentak Baskoro sembari memukul pegangan sofa. "Keluarga Kusuma memegang sepuluh persen saham strategis kita! Penyatuan kalian lewat pernikahan adalah jalan mutlak untuk mengunci posisi mayoritas sebelum RUPS bulan depan!"
Clarissa mendongak pelan, menampilkan wajah memelas yang begitu rapi. "Mahrup... aku tahu aku pernah salah. Tapi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya... Aku sangat mencintaimu, Mahrup."
"Tutup mulutmu, Clarissa!" potong Mahrup tajam tanpa ampun. "Saya tidak akan pernah menyentuhmu lagi, apalagi menjadikanmu istri!"
Dewi menyipitkan matanya, menatap putra tunggalnya dengan raut kecewa. "Lalu karena siapa kamu berani menolak keinginan Papi dan Mami? Karena cewek Yang tidak jelas Asal Usulnya yang kamu angkat jadi asisten pribadi itu, hah?"
Mahrup menggepalkan tangannya kuat-kuat, dadanya bergemuruh hebat. " Hazel, jauh lebih mulia daripada wanita penipu di samping Mami itu! Dan sampai kapan pun, saya tidak akan pernah menikahi Clarissa!"
"Pilihanmu cuma dua, Mahrup," tegas Baskoro dengan suara rendah yang mematikan, berdiri menghadap putranya. "Kamu nikahi Clarissa minggu depan, atau Papi akan mencabut seluruh jabatanmu sebagai CEO dan mencoret namamu dari hak waris Mahardika Group!"
Ancaman mutlak itu menggantung di udara, membekukan seluruh ruangan. Mahrup menatap kedua orang tuanya dengan rahang mengeras tahan amarah, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Beberapa hari berlalu dalam ketegangan yang kian memuncak. Malam yang ditentukan pun tiba: *Gala Dinner* tahunan Mahardika Group yang dihadiri ratusan pengusaha elit dan pemegang saham kelas atas di ballroom hotel berbintang lima.
Pintu kaca ballroom terdorong lebar.
Mahrup melangkah masuk dengan setelan jas tuxedo hitam yang sangat menawan.
Namun, yang membuat seluruh tamu undangan terperanjat kaget,termasuk Clarissa dan Dion Kusuma yang berdiri di sudut ruangan,adalah sosok wanita anggun bergaun malam elegan yang jemarinya tergenggam erat di lengan Mahrup.
Hazel melangkah tegar di samping sang CEO sebagai pendamping kerjanya malam itu, memancarkan pesona murni yang langsung mencuri perhatian seluruh ruangan.