NovelToon NovelToon
The Goblin

The Goblin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:146
Nilai: 5
Nama Author: Nash

Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21.

Goblin melihat sekeliling pemukiman, yang tersisa hanya kehancuran, rumah-rumah hancur, tanah di peuhi darah, beberapa orc tergelatak tidak bernapas lagi, sebagian lainnya terluka parah.

Goblin berdiri terdiam tangannya mengepal 'KREK..' dadanya terasa sesak, ia tidak menyukai perasaan ini.

Melihat tempat yang selama ini ia anggap sebagai rumah kembali dihancurkan oleh manusia, kemarahannya semakin kuat, lalu ia menatap mayat-mayat para orc "...manusia" suara goblin yang terdengar sangat pelan.

Kebenciannya terhadap manusia semakin dalam.

Tidak lama kemudian orc king berdiri di tengah pemukiman, ia melihat keadaan para orc yang tersisa "Kita pergi dari sini"

Para orc terkejut "Orc king??"

"Manusia akan kembali.. mereka tahu tempat ini, kalau kita tetap tinggal, kita hanya akan menunggu mereka datang lagi"

Para orc akhirnya mengerti, mereka mulai mengumpulkan barang yang masih bisa digunakan, goblin tidak banyak memberikan usulan dan hanya membantu mengangkat barang-barang seperti kayu dan makanan, juga membantu orc yang terluka.

Kemudian mereka meninggalkan pemukiman lama.

Beberapa hari kemudia para orc akhirnya menemukan tempat sementara untuk mereka tinggali, tempat itu lumayan aman dan di kelilingi sumber makanan yang cukup melimpah, meskipun tidak terlalu jauh dari pemukiman lama mereka.

Hari demi hari mereka menjalani hidup seperti biasa dan kehidupan mereka sedikit lebih tenang.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Suatu pagi terdengar suara langkah kaki dari kejauhan.

TAP..

TAP..

TAP..

Para orc yang berjaga langsung bersiaga "Orc king! Manusia datang!"

Orc king berdiri begitupun dengan goblin yang juga menoleh ke arah suara itu. Jumlah manusia kali ini tidak sebanyak pasukan sebelumnya, para manusia yang datang itu sekitar puluhan orang saja, namun ada sesuatu yang berbeda.

Goblin merasakan tekanan dari kejauhan, tatapannya menjadi serius, orc king juga merasakannya "...mereka berbeda"

Para manusia perlahan muncul dari balik pepohonan, mereka berhasil menemukan pemukiman baru para orc ini dengan cepat, beberapa orang yang sebelumnya ikut dalam pertempuran juga ada di sana.

Namun di bagian paling depan ada seorang manusia yang berjalan dengan tenang, rambutnya sedikit panjang berwarna merah tua, wajahnya dipenuhi oleh goresan bekas luka, tubuhnya tinggi dan besar untuk ukuran manusia (250 cm-+_), sebuah pedang besar bergantung di punggungnya, setiap langkahnya terasa berat.

Tekanan dari tubuhnya membuat udara sekitar terasa berbeda lalu goblin menatapnya, orc king juga mengetahui siapa manusia itu.

"...Marshall Winsey"

Manusia yang sebelumnya melarikan diri dari goblin tiba-tiba keluar dari barisan, ia menunjuk goblin dengan tangan gemetar.

"Itu dia!"

"Dia goblin yang menyerang kita!"

"Dia yang membunuh banyak pasukan kita!'

Orang itu terus berbicara kepada Marshall seperti anak kecil yang sedang mengadu "Marshall bunuh dia!"

Marshal tidak menjawab atau meresponnya, ia hanya diam kemudian mengangkat satu tangannya ke depan tanpa mengatakan apapun, anak buahnya langsung maju dan bergerak tanpa ragu.

Pertempuran kembali pecah, para orc maju menghadapi anak buah Marshall, pedang dan senjata mereka beradu satu sama lain.

CLANG!

CLANG!

DUAKH!

Para orc menyerang dengan formasi tapi anak buah Marshall itu berbeda dan mereka semua cukup kuat untuk mengimbangi orc general, bahkan mereka bisa memukul mundur dengan cepat.

Goblin dan Orc king bergerak maju membantu para orc yang sedang bertahan.

FWISH!

DUAKH!

kehadiran goblin dan Orc king kedalam pertempuran itu langsung membuahkan hasil, mereka berdua dapat menjatuhkan anak buah Marshall dalam waktu singkat.

Goblin terus bergerak, tak lama kemudian situasi sedikit sunyi, semua manusia yang menyerang itu sudah dikalahkan, goblin berdiri di tengah medan pertempuran, orc king juga berdiri tak jauh darinya, keduanya menatap Marshall.

Marshall masih berdiri di tempat yang sama, kemudian ia tersenyum kecil dan maju satu langkah, tiba-tiba tekanan darinya semakin terasa dan goblin merasakan sesuatu yang aneh dan tidak ia pahami apa itu.

Tubuh goblin terasa sangat berat, napasnya tertahan, jantungnya berdetak sangat keras.

DUK!

DUK!

Orc king juga mengalami hal yang sama, keringat dingin mengalir di wajahnya "Te-tekanan ini sama seperti manusia di tanah hitam!!" ucap orc king.

Marshal berhenti kemudian menatap mereka berdua dengan mata melotot, tidak ada serangan, tidak ada sihir, tidak ada gerakan, ia hanya melotot.

Namun tubuh goblin semakin melemas, orc king juga sama, goblin mencoba menggerakkan tangan, dan kaki sekuat tenaga tapi tidak bisa "...a-apa ini?!!" goblin merasakan ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Bukan seperti ketika menghadapi troll, ini berbeda dan tubuhnya seperti mengatakan sesuatu hal.

Jangan bergerak, jangan melawan, atau mati.

Begitulah insting yang goblin katakan saat ini, goblin tahu kalau ia melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lalukan sebelumnya, ia menurunkan senjatanya dan membuat orc king sedikit terkejut.

Goblin menatap marshall sambil terlihat ketakutan "...apakah aku yang kalian incar?!" goblin melanjutkan "...jika memang aku yang kalian incar, bawa aku, tapi tolong biarkan para orc hidup!" ucap goblin dengan wajah gemetar, lemas dan takut saat menatap Marshall.

Orc king langsung menoleh "Goblin!!"

Marshall tetap diam sambil memiringkan sedikit kepalanya seperti tertarik pada goblin, marshall akhirnya menunjukkan sedikit ketertarikan menatap goblin lebih lama, kemudian Marshall mengangguk.

Marshall akhirnya mengucapkan sesuatu "Kau unik... aku akan membawamu" sambil menatap goblin.

Mata Marshall memberikan kode pada para anak buahnya, kemudian anak buahnya maju mendekati goblin sambil membawa rantai.

KLIK!

KLIK!

Rantai besi dipasang di tangan dan kaki goblin, rantai itu terlihat tebal dan kuat.

Goblin pasrah tidak melawan, ia tahu bahwa melawan sekarang sama saja dengan bunuh diri.

Marshall berbalik membawa goblin, beberapa langkah kemudian tiba-tiba Marshall berhenti entah kenapa, goblin merasakan sesuatu yang tidak enak dan tidak baik entah kenapa.

Marshall perlahan mencabut pedang besar dari punggungnya itu.

SREK...

Goblin langsung shock dan terkejut.

Marshall mengayunkan pedangnya "SWOOOSH!!!" hanya satu tebasan, namun tubuh para orc terpotong dalam satu garis, lalu darah berhamburan dan tubuh-tubuh mereka jatuh ke tanah tidak ada yang tersisa satu pun.

Goblin membeku, matanya membesar "...?!!" ia melihat mayat para orc.

Orc king juga.

Mereka yang dianggap sebagai keluarga, mereka yang pernah makan bersama, tertawa bersama, berlatih bersama, berburu bersama, kini semuanya mati dalam satu tebasan saja.

Tangan goblin mulai bergetar, rantai besi yang kuat dan tebal itu mulai menegang, matanya memerah, giginya terlihat, tubuhnya bergerak liar dan memasuki mode mengamuknya.

"AAAARRRGGGHHH!!!"

Rantai yang membelenggunya seketika hancur dan terlepas, naluri buasnya kembali muncul, ia ingin membunuh, ingin merobek, ingin mencabik semuanya.

Goblin melesat cepat menyerang siapapun yang ada di hadapannya.

SREEKH!!

KRRCCHH!!

BRAAKH!!

Goblin mencakar, mencabik, menggigit anak buah Marshall satu persatu dengan kecepatan luar biasa dan berhasil menumbangkan mereka dalam waktu singkat.

Saat goblin akan menyerang satu manusia lain dihadapannya, manusia ia sangat ketakutan terkencing-kencing "..Ma-Marshall! To-tolong aku!"

Sebelum goblin berhasil menyerang manusia itu, tiba-tiba Marshall bergerak cepat tepat di belakang goblin.

BUKH!

Satu pukulan menghantam bagian belakang leher goblin, seketika tubuh goblin terjatuh dan kehilangan kesadarannya.

Marshall berdiri di sampingnya kemudian mengikat tubuh goblin lagi dengan rantai yang tersisa.

"Bisa gawat kalau kau mati... jangan lupa bayaranmu jadi sepuluh kali lipat karena anak buahku mati semua" ucap Marshall pada manusia tadi yang ia selamatkan.

Manusia itu menelan ludah "Ba-baik..."

Marshall mulai berjalan semakin jauh meninggalkan tempat itu sambil menyeret tubuh goblin yang entah dibawa kemana, tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Marshall pada goblin.

Dan untuk pertama kalinya setelah perjalanan panjangnya, goblin benar-benar dikalahkan di tangan seseorang yang sangat jauh lebih kuat darinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!