NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. SUMPAH SANG SERIGALA

Waktu di luar jendela merayap lambat. Matahari kini telah sempurna meninggi, menghujani halaman Kediaman Duke Dravenhart dengan cahaya siang yang terang.

Namun di dalam kamar utama, tirai beludru tebal masih ditarik rapat, menyisakan pencahayaan temaram dari lampu minyak yang menyala di atas meja sudut ruangan.

Kael tidak beranjak barang satu jengkal pun dari sisi ranjang.

Selama berjam-jam, pria itu terus duduk bersandar di kepala tempat tidur, membiarkan tangan kanannya digenggam oleh Vireli ... atau lebih tepatnya, Kael yang sengaja menyelipkan jemarinya ke dalam genggaman lemah sang istri.

Meskipun Virelia masih belum sadarkan diri, napas gadis itu kini sudah mulai teratur. Warna kebiruan di bibirnya telah memudar, digantikan oleh rona merah muda alami, dan garis-garis hitam racun di lehernya lenyap tak bersisa.

Badai maut itu telah berlalu. Meskipun luka di perut kirinya masih membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk pulih total, nyawa Virelia kini dipastikan selamat.

Kael menghela napas panjang, helas napas kelegaan pertama yang terasa begitu mahal setelah semalaman ia dicekam oleh ketakutan terbesar dalam hidupnya. Ibu jarinya dengan lembut mengusup punggung tangan Virelia yang terasa hangat kembali.

TOK. TOK.

Suara ketukan pintu yang teramat pelan terdengar memecah keheningan kamar.

Kael mengerutkan keningnya, melirik sekilas ke arah pintu.

"Masuk," jawab Kael dengan suara berat dan parah.

Pintu kayu jati itu terbuka sedikit. Sosok Julian melangkah masuk dengan langkah sangat hati-hati, seolah takut mengganggu ketenangan di dalam ruangan. Sang ajudan itu mengenakan setelan jas formal, namun raut wajahnya menyiratkan kelelahan dan ketegangan yang belum sepenuhnya reda.

Julian berhenti beberapa langkah dari tempat tidur. Sepasang mata di balik kacamata emasnya langsung tertuju pada sosok Virelia yang terbaring tenang dengan perban putih melingkar di perutnya.

"Bagaimanakeadaan Yang Mulia Duchess, Yang Mulia?" tanya Julian dengan nada berbisik, suaranya sarat akan kekhawatiran yang tulus.

Kael menoleh sekilas ke arah Julian, lalu kembali memandangi wajah istrinya dan menjawab, "Tabib bilang racunnya sudah sepenuhnya bersih dari aliran darahnya. Pernapasannya sudah stabil. Dia hanya butuh waktu untuk tidur dan memulihkan sisa tenaganya."

Julian mengembuskan napas lega yang cukup panjang. Ia menaruh tangan kanannya di dada. "Syukurlah, saya hampir jantungan saat mendengar laporan penyergapan itu semalam. Ini adalah mukjizat, Yang Mulia."

"Bukan mukjizat, Julian. Itu karena dia adalah petarung yang tangguh. Bahkan di ambang kematian sekali pun, dia menolak menyerah," sahut Kael dingin, suaranya berubah menjadi setajam es.

Julian mengangguk setuju. Ia melangkah sedikit lebih dekat, merendahkan suaranya agar tidak memecah keheningan, lalu membuka buku catatan kecil dari saku jasnya.

"Karena kondisi beliau sudah mulai stabil, izinkan saya melaporkan hasil investigasi lengkap yang baru saja diselesaikan oleh tim intelijen bayangan kita terkait insiden semalam," ujar Julian serius.

Kael mengangguk pelan. "Lanjutkan. Katakan semuanya."

"Laporan itu benar, Yang Mulia. Penyergapan di pelabuhan sungai barat semalam bukanlah perampokan biasa. Kelompok pembunuh bayaran itu adalah unit rahasia khusus langsung di bawah komando menteri keamanan istana yang berarti, perintah itu datang langsung dari Raja Lucien," mulai Julian dengan nada geram yang tertahan.

Mendengar konfirmasi itu, otot-otot di rahang Kael langsung mengeras. Sorot mata birunya memancarkan kilatan amarah yang membakar.

"Raja Lucien mengerahkan unit khusus untuk menyergapnya di pelabuhan. Bagaimana bisa istana melacak pergerakannya? Apakah kelompok Black Dawn mengalami kebocoran informasi?" gumam Kael penuh penekanan.

"Bukan dari kelompok revolusioner, Yang Mulia. Dari hasil interogasi sisa dokumen yang dibawa oleh pemimpin pembunuh bayaran tersebut, jaringan mata-mata istana sudah lama mencurigai adanya aktivitas kelompok bawah tanah Black Dawn di distrik perdagangan. Dan target utama yang sedang diincar oleh Raja Lucien sejak berbulan-bulan lalu adalah sosok ketua pembunuh bayaran, Raven," jelas Julian cepat.

Kael semakin marah mendengar itu.

Julian menatap Kael lekat-lekat. "Raja Lucien menyadari bahwa Raven adalah ancaman terbesar bagi kestabilan takhtanya karena memiliki jaringan informasi yang bisa menjatuhkan rezim korupsinya. Itulah sebabnya, begitu mereka mendapati informasi bahwa Raven akan melakukan transaksi perkamen rahasia dengan informan di pelabuhan, mereka langsung meluncurkan penyergapan besar-besaran untuk menangkap atau membunuh sang ketua Black Down."

Suasana di dalam kamar mendadak menjadi sangat dingin. Udara di sekitar Kael seolah membeku oleh kemurkaan yang luar biasa besar.

Jadi, Raja Lucien, pria tua yang duduk di singgasana emas dan mengaku sebagai penguasa yang bijaksana ... bukan hanya menjual putrinya ke dalam pernikahan paksa, melainkan secara sadar telah mengirim pasukan pembunuh untuk menghabisi darah dagingnya sendiri hanya demi mempertahankan kekuasaan tiraninya!

"Dia mengincar Raven. Dia mengira sedang memburu seorang pemberontak tanpa wajah di dunia hitam," suara Kael keluar sangat rendah, bergetar hebat menahan gelombang amarah yang mendidih di dalam dadanya.

"Tepat sekali, Yang Mulia. Raja tidak tahu bahwa buronan paling berbahaya yang selama ini ia cari-cari tinggal di bawah atap yang sama dengan Anda, bahkan tidur di ranjang yang sama," tambah Julian dengan nada prihatin.

Kael mengepalkan tangan kirinya di atas selimut hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah yang selama ini ia pendam terhadap kebijakan busuk istana kini telah berubah menjadi niat membunuh yang murni.

"Aku tidak peduli lagi dengan takhta itu, Julian. Aku tidak pernah peduli jika kelompok Black Dawn ingin menggulingkan raja, atau jika seluruh bangsawan istana ingin saling bunuh dalam perebutan kekuasaan," ucap Kael dingin, suaranya bagaikan vonis mati yang dijatuhkan dari neraka.

Julian tertegun, menatap atasannya dengan saksama. "Yang Mulia?"

Kael menunduk, menatap wajah Virelia yang masih memejamkan mata, lalu mengecup buku jari istrinya dengan penuh kelembutan sebelum kembali mendongak menatap Julian tajam.

"Tapi Raja Lucien telah melanggar batas terbesarnya. Dia telah mengirim pembunuh untuk merenggut nyawa istriku. Dia hampir membuat istriku mati," kata Kael mutlak, setiap kata yang keluar dari mulutnya mengandung tekanan maut yang mematikan.

Kael menatap lurus ke mata Julian tanpa berkedip.

"Aku tidak akan pernah memaafkan hal itu, Julian. Tidak akan pernah. Jika Raja mengira dia bisa menyingkirkan Virelia sesuka hatinya, maka dia salah besar. Aku sendiri yang akan merobek mahkota di kepalanya, meruntuhkan istana itu hingga menjadi debu, dan menyerahkan Valdoria ke tangan yang benar," sumpah Kael dengan suara berbisik namun menggelegar di dalam rongga dada.

Julian merinding mendengarkan sumpah darah dari sang panglima perang. Sebagai orang yang paling setia mendampingi Kael, Julian tahu betul bahwa ketika Serigala Perang Valdoria telah mengeluarkan sumpah seperti itu, tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa menghentikannya.

Julian menarik napas dalam-dalam, lalu membungkuk hormat sembilan puluh derajat dengan penuh kepatuhan mutlak.

"Jika itu keputusan Anda, Yang Mulia. Maka saya dan seluruh pasukan militer akan berdiri di belakang Anda. Kita hancurkan istana itu sampai ke akar-akarnya," ucap Julian mantap, mengangkat wajahnya dengan sorot mata yang menyiratkan kesiapan penuh untuk berperang.

Kael mengangguk pelan. Ia kembali mengalihkan perhatiannya sepenuhnya kepada Virelia, mengusap helaian rambut perak gadis itu dengan penuh kasih sayang di tengah badai amarah yang berkecamuk di dalam dadanya.

Akan kubalas setiap tetes darah yang tumpah dan rasa sakit yang kau rasakan, Virelia. Aku bersumpah sebagai suamimu dan juga sebagai Kesatria, batin Kael multak.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata pura2 gila emang jalan ninja terbaik buat ngasih pelajaran orang ya 🤣
ayu cantik
suka
Dbz Mar
lha... jadi maunya gimana elain.. apkah maksudmu majikan mu seharusnya gila aja kali ya🤭🤭🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo di liat sama odgj nya beneran kayaknya dia pun insecure sm pura2 gila nya si ratu awan 🤣
Dbz Mar
ini baru laki2 sejati.. bukan yg tak bisa move on dari masa lalu👍👍👍😘😘😘😍😍😍
Dbz Mar
🤭🤭🤭🤭🤭 kehabisan ide vileria👍👍👍😘😘😘
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 villain2 fitnahan ni di ceritain nya sejelek ini 🤣
sweet escape
😂😂😂ayah sebelum bertemu ibu, lebih dingin lagi lhooo 😂
Nisa Via
suguhkan hal gila dari yg tergila-gila yaa kalian 😂😂
Nisa Via
gambaran nyata pemerintah kita bukan sih ini 😂😂😂
Archiemorarty: Ehhh 🫵🤣
total 1 replies
Jelita S
Ah terimakasih thor atas ceritamu yg sangat seru ini,,,aku tunggu karya terbarunya lagi
Archiemorarty: asip akak
total 1 replies
Nisa Via
jadi gila semua termasuk readers nya 😂😂😂😂
Archiemorarty: Benarr 🤣
total 1 replies
Nisa Via
ku yakin kalian bakal bisa kerjasama 😂untuk sesuatu yg besar
Tiara Bella
the end and happy ending.....semua bahagia....
Tiara Bella: sama² ka author..... hehehhe
total 2 replies
Septi Wijaya
tengkiyuuu banyak banyakk akak oThor...
love sekebon jagung udah kasih cerita seruuuuu 🥰🥰🥰🥰🥰

like always, ditunggu selalu kisah selanjutnya ♥️♥️♥️♥️♥️
Archiemorarty: Siap akak
total 3 replies
Hary Nengsih
yah dh tamat masi suka m ceritanya
Archiemorarty: Sambung cerita baru nanti yg lebih seru 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
ehhh..beneran tamat nih..😌😌😌
Archiemorarty: asiap akak
total 3 replies
mimief
wah....wah
beneran kah?
tamat beneran?
ga ada lagi ini ekstra part nya?
wahhhhh Thor

kacau ini
mesti kudu ottoke ini🥹🥹🥹
Archiemorarty: Othor Pengan buat cerita yang ada bocilnya, butuh asupan gemashhh 🤭
tapi masih bingunh apahh
total 1 replies
mimief
wkwkwkwkwkwk
panglima besar di seluruh kerajaan
kalahh Ama permen pelangi 🫣🤣🤣
Archiemorarty: Kasian 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
julian kudu punya sabar seluas samudra tuk menghadapi Elaine..ditambh dgn aksi mnggemaskannya putri awan...sabarrr yahh julll...😅
Archiemorarty: Udah sangat sabar dia 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!