NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Rumah Kosong di Tengah Hutan

Pagi telah sepenuhnya terang ketika kepala Su Yu muncul perlahan dari dalam tanah. Hanya kepala, mencuat di antara akar-akar pohon besar seperti buah yang jatuh dan tersangkut di permukaan. Kedua matanya menyapu area sekitar dengan waspada, memeriksa setiap bayangan yang bergerak di antara pepohonan rimbun.

"Sepertinya sudah aman."

Ia menoleh ke kanan, lalu ke kiri, memastikan tidak ada jejak energi spiritual para pengejarnya di sekitar tempat itu. Setelah merasa cukup yakin, Su Yu keluar sepenuhnya dari dalam tanah.

"Sekarang aku harus mencari pakaian. Tidak mungkin menggunakan daun terus seperti ini."

Langkahnya bergerak perlahan menuju bangunan kayu yang berdiri tidak jauh dari posisinya. Rumah itu tampak kosong, atapnya mulai lapuk di beberapa bagian, sementara pintu depannya menggantung miring pada satu engsel yang tersisa. Dinding kayunya telah berubah warna menjadi abu-abu tua dimakan usia.

Sinar mentari pagi menerobos celah-celah pepohonan, menciptakan garis-garis cahaya yang jatuh miring di atas tanah berdaun kering. Su Yu mengamati rumah itu sejenak sebelum mempercepat langkahnya.

Wush!

Sesosok cahaya biru tiba-tiba menyembur dari telapak tangannya. Xioutian muncul dalam wujud kecil, mengepakkan sayapnya beberapa kali untuk menstabilkan tubuh di udara, lalu terbang di samping tuannya.

"Tuan, kemana kita setelah ini?" tanya Xioutian sambil menggerakkan kepalanya ke segala arah. "Mereka pasti akan mengirimkan lebih banyak orang untuk mengejar."

Su Yu berhenti sejenak, pandangannya menerawang ke arah selatan. Pikirannya melayang kepada sosok wanita paruh baya yang pernah menjadi pelayan setia mendiang ibunya.

Bibi Sang.

Wanita itu telah meninggalkan Klan Su dua tahun lalu, memilih hidup tenang di kota kecil bernama Anze. Dari wanita itulah Su Yu pertama kali mendapatkan petunjuk tentang rahasia kematian ayah ibunya. Namun banyak hal yang masih ditutup-tutupi oleh Bibi Sang, seolah ada rahasia yang terlalu berat untuk diungkapkan.

"Kita akan pergi menuju wilayah selatan, ke kota Anze," jawab Su Yu setelah beberapa saat merenung. "Perjalanan dari Yunwu memakan waktu sekitar dua bulan. Kalau dihitung dari tempat kita sekarang, aku tidak tahu pasti."

Xioutian menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Itu terlalu lama. Aku juga belum bisa terbang dalam wujud besar untuk beberapa waktu."

"Aku tahu." Su Yu kembali melangkah ke arah rumah kosong itu. "Tapi kita tidak perlu terburu-buru. Sebelum sampai ke sana, aku harus punya teknik menyerang yang kuat, atau setidaknya senjata yang layak."

Ketika sampai, ia menendang pintu kayu yang menggantung miring itu dengan ujung kakinya. Pintu itu jatuh dengan suara berat, menimbulkan debu yang beterbangan ke udara.

"Kita cari peluang selama perjalanan nanti."

"Baiklah."

Xioutian terbang melewati ambang pintu, lalu mendarat di atas meja kayu yang telah ditumbuhi lumut tipis. Kedua matanya yang kecil menyapu interior rumah itu dengan rasa penasaran.

"Tempat ini bau sekali, Tuan. Seperti sudah bertahun-tahun tidak dihuni."

Su Yu masuk ke dalam dan berjalan menuju sudut ruangan. Pandangannya langsung tertuju pada lemari kayu yang masih berdiri meskipun sebagian dindingnya telah lapuk.

"Justru bagus. Berarti pemiliknya tidak akan datang memarahi kita."

Ia membuka lemari itu dan menemukan beberapa helai pakaian tua yang masih tersimpan rapi di dalamnya. Jubah abu-abu lusuh dan celana kain tebal. Su Yu menariknya keluar dan mengibaskan dengan kedua tangan.

"Kasar, tapi ini cukup bagus untuk membuatku tidak terlihat seperti orang mesum."

Tanpa menunggu lebih lama, Su Yu melepas pakaian daun yang tersisa dan segera mengenakan jubah serta celana tersebut. Ukurannya sedikit longgar, tetapi masih bisa diikat dengan tali yang ia ambil dari sisa kain di dasar lemari.

Xioutian yang sedang bertengger di atas meja tiba-tiba menoleh ke arah pintu yang terbuka. "Tuan, kalau mereka berhasil menemukan jejak kita sampai ke sini, apa yang akan kau lakukan?"

Su Yu menoleh sambil merapikan ujung jubahnya. "Aku akan melawan atau kabur, tergantung siapa yang datang."

"Kalau empat tetua itu datang bersamaan?" desak Xioutian dengan nada yang sedikit meninggi.

Su Yu tidak menjawab segera. Ia tahu batas kekuatannya saat ini. Menghadapi satu tetua saja ia sudah pasti kalah, apalagi kalau keempatnya muncul sekaligus.

"Aku akan kabur," jawabnya akhirnya dengan nada datar. "Tapi sebelum itu terjadi, aku harus memastikan kita sudah jauh dari tempat ini."

Ia melangkah keluar rumah sambil membawa sehelai kain tambahan yang bisa dipakainya untuk menutupi kepalanya, menjadikan tudung pelindung. Sinar mentari yang semakin tinggi membuat udara di dalam hutan mulai terasa hangat.

Xioutian mengepakkan sayapnya dan terbang di sampingnya. "Tuan, kota Anze itu aman atau tidak?"

Su Yu meneruskan langkahnya ke arah jalan setapak yang nyaris tertutup semak belukar. "Anze hanya kota kecil seperti Yunwu. Tidak ada kekuatan sekte besar di sana. Seharusnya cukup aman untuk sementara, selama aku tidak menarik perhatian."

"Dan Bibi Sang yang tuan sebut... apakah dia seorang kultivator?"

Su Yu menggeleng pelan. "Bukan. Dia hanya orang biasa, tapi pengetahuannya tentang klan sangat luas. Terlalu luas untuk sekadar pelayan."

Xioutian terdiam sejenak, seolah sedang mencerna informasi itu. "Tuan curiga terhadapnya?"

"Mungkin."

Su Yu menyibak ranting yang menghalangi jalannya. Langkah mereka terus menembus hutan yang semakin rapat, sementara suara burung-burung bersahutan di atas sana seperti mengantarkan perjalanan mereka menuju tempat yang belum diketahui.

1
septian arista
pasti dia akan mendapatkan apa yang dia mau👍👍👍
septian arista
Apakah dia akan segera membalas dendam kepada klannya ataukah menahan diri dulu sambil meningkatkan kekuatan lalu menghancurkan seluruh Klan yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun
septian arista
bagus memiliki perkembangan kultivasi yang cepat dan dengan cara yang berbeda dengan cultivator biasa👍👍👍
AAAAAA: Betul sekali/Angry//Determined/
total 1 replies
Ilham Yono
beuh ..apa yang diliat tidak seperti prasangkaan gaes
Ilham Yono
hem/Curse//Curse//Curse//Curse//Hammer/
Ilham Yono
good choice
Ilham Yono
/Facepalm//Slight//Proud/
Ilham Yono
burung beo /Curse/
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Grin//Shy/
Ilham Yono
ada penguntit👻
Ilham Yono
great escape
Ilham Yono
good ide
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful/tuanya itu coy
Ilham Yono
tunggu pembalasan nanti para tua Bangka
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined//Curse/
Ilham Yono
sikat aja bleh..tuman
Ilham Yono
hem/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good
Ilham Yono
hem.../Determined//Determined//Determined//Curse/
Ilham Yono
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/kiss bay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!