Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Riko terduduk di lantai dengan wajah yang benar-benar pucat, celananya bahkan basah karena ia kehilangan kendali atas kandung kemihnya sendiri.
Dua preman yang tadi mengancam kini merintih kesakitan, terkapar tak berdaya di sudut ruangan setelah dihajar oleh Devan.
Clarissa berdiri mematung di belakang Devan, matanya tidak bisa lepas dari punggung suaminya itu.
Selama ini, ia selalu menganggap Devan hanyalah seorang petugas kebersihan yang tidak beruntung, namun pria di depannya sekarang terlihat seperti seorang prajurit elite yang sangat berbahaya.
"Tolong... tolong jangan sakiti aku, Devan!" rintih Riko sambil mencoba menyeret tubuhnya menjauh.
"Aku bisa memberikan uang, aku bisa memberikan apa pun yang kamu mau, asal jangan kirim aku ke penjara!"
Devan berdiri menjulang di depan Riko, menatapnya dengan tatapan merendahkan seolah Riko hanyalah serangga kecil yang menjijikkan.
"Uangmu? Uang yang kamu curi dari keringat karyawan lain itu tidak ada harganya bagiku," ujar Devan datar.
Devan kemudian melirik ke arah Clarissa yang masih tertegun.
"Bos, kurasa orang ini sudah cukup untuk diserahkan ke pihak kepolisian bersama semua bukti yang sudah kita siapkan."
Clarissa tersentak sadar, ia segera meraih ponselnya dan menelepon tim keamanan serta pihak kepolisian yang sudah ia hubungi sebelumnya.
Dalam waktu kurang dari lima belas menit, suara sirene mobil polisi terdengar melolong di depan gedung Grup Rajawali.
Riko diseret keluar dalam keadaan yang memalukan, disaksikan oleh hampir seluruh karyawan yang berkumpul di lobi.
Setelah situasi di ruang rapat kembali tenang, hanya tersisa Devan dan Clarissa di ruangan yang luas itu.
Hening yang canggung menyelimuti ruangan, Clarissa merasa suasana hatinya sangat aneh.
"Terima kasih," ucap Clarissa tiba-tiba, suaranya sangat pelan hingga nyaris tidak terdengar.
Ia memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan pipinya yang memerah karena gengsi yang tinggi.
"Untuk apa? Itu kan sudah tugasku sebagai asisten pribadimu," jawab Devan dengan nada santai sambil duduk kembali di sofa.
Clarissa mendengus, ia berjalan mendekati Devan dan berdiri tepat di depannya.
"Setidaknya aku harus mengakui kalau keputusanku menikahimu adalah langkah paling masuk akal yang pernah kubuat."
Clarissa menatap mata Devan cukup lama, ada rasa penasaran yang mendalam di balik tatapan dinginnya itu.
"Siapa kamu sebenarnya, Devan? Bagaimana mungkin seorang petugas kebersihan bisa berkelahi seperti seorang ahli bela diri profesional?"
Devan hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membuat Clarissa semakin penasaran.
"Aku hanya pria yang punya banyak waktu luang untuk belajar banyak hal saat bekerja di tempat yang sepi, Bos."
Clarissa tahu itu hanyalah alasan untuk menutupi masa lalunya, namun ia memilih untuk tidak mendesak lebih jauh.
Ting!
[Misi Selesai: Bongkar skema korupsi departemen pemasaran.]
[Hadiah: Akses database rahasia perusahaan terbuka.]
[Hadiah Bonus: Segel teknik pernapasan naga kuno terbuka hingga 20%.]
Devan merasakan aliran energi dingin yang menyejukkan mulai mengalir ke seluruh saraf tubuhnya.
Luka-luka lama di punggungnya terasa lebih ringan, dan indra pendengarannya menjadi jauh lebih tajam dari sebelumnya.
"Ada satu hal lagi yang harus kita bicarakan," ucap Clarissa sambil kembali duduk di kursi kerjanya.
"Malam ini, ada acara perjamuan makan malam di kediaman utama Keluarga Sanjaya."
"Karena mereka sudah tahu tentang pernikahan kita, mereka pasti akan mencoba mempermalukan kita di depan semua orang."
Devan berdiri dan merapikan kemejanya, wajahnya kini menunjukkan keseriusan yang jarang terlihat.
"Tinggalkan saja mereka padaku, Bos."
"Lagipula, aku memang sudah tidak sabar ingin bertemu langsung dengan orang tua yang berani meneleponku dengan ancaman rendahan itu."
Clarissa menatap Devan, dan untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasa memiliki sekutu yang bisa diandalkan.