NovelToon NovelToon
Cinta Wanita Pedang

Cinta Wanita Pedang

Status: tamat
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?

Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.

Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?


Baca kisahnya... Di

— Cinta Wanita Pedang —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Pernikahan

Matahari baru saja terbit di atas atap emas Kota Terlarang Dinasti Yan. Hari itu, langit bersih tanpa awan, seolah merestui pernikahan terbesar abad ini. Pernikahan antara Putera Mahkota Yan Qian dari Dinasti Yan yang perkasa, dan Puteri Agung Sari Mayang Lii dari Dinasti Lii yang makmur. Pernikahan ini bukan sekadar ikatan cinta, melainkan jembatan perdamaian bagi kedua kekaisaran besar.

Di paviliun perbatasan, Anya yang Berwujud Puteri Mayang Lii menatap bayangannya di cermin perunggu. Wajahnya yang cantik tampak semakin anggun dalam balutan gaun pengantin merah darah yang disulam dengan benang emas murni membentuk motif burung Phoenix yang sedang mengepakkan sayap. Di atas kepalanya, terpasang Mahkota Phoenix (Fengguan) yang berat, dihiasi ratusan mutiara dan batu giok cair yang berdenting halus setiap kali ia bergerak.

Anya menarik napas dalam-dalam. Di balik kain penutup wajah sutra merah tipisnya, ia tahu hidupnya akan berubah selamanya.

"Puteri, rombongan pengantin dari Dinasti Yan telah tiba," bisik pelayan pribadinya dengan hormat.

Anya melangkah keluar. Di luar, sebuah tandu megah yang ditarik oleh delapan kuda putih telah bersiap. Di sepanjang jalan menuju ibu kota Yan, ribuan rakyat berdiri di tepi jalan, melemparkan kelopak bunga mawar dan membakar dupa yang sewangi surga.

" 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘗𝘶𝘵𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘩𝘬𝘰𝘵𝘢, 𝘠𝘢𝘯 𝘘𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘤𝘦𝘸𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶 " 𝘉𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘈𝘯𝘺𝘢

Di gerbang utama istana Dinasti Yan, Putera Mahkota Yan Qian telah menunggu di atas kuda hitamnya yang gagah. Yan Qian mengenakan jubah naga (Longpao) berwarna merah menyala dengan sulaman naga emas berkuku lima. Wajahnya tampan, tegas, dan matanya memancarkan wibawa seorang calon penguasa dunia.

Saat tandu yang membawa Anya berhenti di depannya, Yan Qian turun dari kuda. Dengan gerakan lembut yang membuat para bangsawan terpukau, ia mengulurkan tangannya yang kokoh. Anya sang permaisuri dari Putera mahkota menyambut lambaian tangan itu. Melalui sentuhan pertama kulit mereka, ada getaran aneh yang mendebarkan hati keduanya.

Mereka berjalan berdampingan di atas karpet merah sepanjang satu mil, menaiki ratusan anak tangga batu giok menuju Altar Agung. Di puncak altar, Kaisar dan Permaisuri Dinasti Yan duduk di kursi takhta mereka dengan senyum megah.

Suara terompet panjang dan tabuhan genderang perang menggema, menggetarkan dada siapa saja yang mendengar.

Pendeta Agung kerajaan maju dan berseru dengan suara lantang, "Sembah pertama, pada Langit dan Bumi!"

Yan Qian dan Anya berwujud Sari Mayang Lii berlutut bersama, membungkuk dalam-dalam ke arah langit, bersyukur atas takdir yang menyatukan mereka.

"Sembah kedua, pada Orang Tua dan Leluhur!"

Keduanya berbalik dan membungkuk hormat kepada Kaisar dan Permaisuri, berjanji untuk menjaga nama baik kedua dinasti.

"Sembah ketiga, saling menghormati sebagai suami istri!"

Untuk pertama kalinya, mereka berhadapan. Yan Qian menatap mata indah Anya di balik kain merah tipis, lalu mereka membungkuk satu sama lain dengan takzim.

Setelah sembahyang selesai, mereka dituntun ke meja altar kecil. Dua cangkir giok berisi arak madu telah disiapkan, diikat oleh seutas benang merah menyala—simbol dari Dewa Jodoh (Yuelao) bahwa jiwa mereka telah dikunci menjadi satu.

Yan Qian mengambil cangkir miliknya, begitu pula Sari Mayang Lii. Dengan tangan yang saling menyilang, mereka meminum arak tersebut hingga tetes terakhir. Rasa manis madu dan hangatnya arak menjalar di tenggorokan mereka, menandakan bahwa mulai hari ini, suka dan duka akan mereka tanggung bersama.

Malam harinya, Istana Belakang diterangi oleh ribuan lentera merah. Karakter "Kebahagiaan Ganda" (囍) tertempel di setiap pintu dan jendela.

Yan Qian masuk ke dalam kamar pengantin yang harum oleh wewangian kayu cendana. Di atas ranjang besar bersulam naga dan phoenix, Anya yang berwujud Puteri Sari Mayang Lii duduk dengan tenang.

Yan Qian mengambil sebatang tongkat kecil berkepala giok. Dengan perlahan dan penuh rasa hormat, ia mengangkat kain penutup wajah merah istrinya. Ketika kain itu tersingkap, Yan Qian sempat menahan napas. Kecantikan Anya di bawah temaram sinar lilin malam itu begitu memukau, melampaui semua lukisan terindah yang pernah ia lihat.

Anya mendongak, menatap mata Yan Qian yang kini melembut tanpa sekat formalitas istana.

"Mulai malam ini, kau bukan lagi sekadar Puteri dari Dinasti Lii," ujar Yan Qian dengan suara rendah namun penuh janji. "Kau adalah istriku, Permaisuri masa depanku, dan separuh dari jiwaku."

Anya tersenyum tipis, rasa gugupnya perlahan sirna. "Dan Anda adalah langit tempat saya bernaung, Pangeran."

Di luar istana, kembang api mulai melesat ke langit malam, meledak menjadi warna-warni indah, merayakan dimulainya era baru bagi Dinasti Yan dan Lii yang kini telah menyatu dalam cinta.

1
Memey
Bagus ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!