NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 : Zergan frustasi

Malam semakin larut. Di sebuah apartemen dinas yang berada tidak jauh dari markas kepolisian, seorang pria duduk sendirian di ruang kerjanya.

Lampu meja menjadi satu-satunya sumber cahaya yang menerangi ruangan itu. Di tangannya tergenggam sebuah ponsel.

Tatapannya tertuju pada foto seorang gadis berambut pirang dengan mata biru yang tersenyum cerah ke arah kamera, yaitu Lyko.

Senyuman tipis muncul di wajah pria itu, ia adalah Zergan. Sudah hampir sepuluh menit ia memandangi foto yang sama. Namun pikirannya sama sekali tidak tenang.

Yang terus berputar di kepalanya justru kejadian kemarin lusa. Tentang bagaimana Xavier datang menjemput Lyko langsung ke rusun tempat merekanya tinggal.

Sampai sekarang Zergan masih tidak mengerti. Bagaimana mungkin seorang pria seperti Xavier bisa mengenal Lyko?

Dan yang lebih membuatnya gelisah mereka terlihat dekat. Bukan seperti dua orang yang baru bertemu beberapa hari. Mengingat hal itu membuat rahang Zergan sedikit mengeras.

Ia mengenal Lyko sejak kecil, ia tidak pernah bisa akrab dengan orang baru secepat itu.

Zergan dan Lyko tumbuh bersama. Mulai dari bermain, belajar, dan bahkan bercerita masalah keluarga mereka.

Dan karena itulah Zergan selalu berpikir bahwa dirinya adalah orang yang paling mengenal Lyko.

Dan seiring berjalannya waktu... perasaan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam.

Ia mungkin mencintai Lyko. Mungkin sudah sangat lama. Hanya saja ia tidak pernah mengatakannya. Zergan menghela napas panjang. Kemudian kepalanya bersandar ke kursi.

Jika dibandingkan dengan pria biasa, mungkin ia masih memiliki banyak hal yang bisa dibanggakan.

Usianya masih muda dan kariernya bagus. Dan kini ia sudah menjadi sebagai komandan di kepolisian.

Namun semua itu terasa tidak berarti ketika dibandingkan dengan pemuda bermarga Volkov itu.

Nama yang bahkan dikenal sampai ke luar negeri karena kekayaannya, kekuasaanya, dan kesuksesannya dalam dunia Mafia. Semua yang dimiliki pria itu berada jauh di atas dirinya.

Zergan menutup mata sejenak. Jujur saja... ia merasa sangat frustrasi. Karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa kalah bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Namun perlahan matanya kembali terbuka. Tatapannya kembali jatuh pada foto Lyko. Lalu senyum tipis muncul lagi. "Aku tidak akan menyerah,” suaranya terdengar pelan. "Aku mengenal dirimu jauh lebih lama darinya."

“Aku tahu persis detail tentangmu,” lanjutnya.

Dan untuk pertama kalinya, hati Zergan ada sedikit rasa obsesi yang tiba-tiba muncul. "Pada akhirnya... kau akan tetap memilihku, Lyko."

***

Sementara itu di kediaman utama keluarga Volkov. Sebuah kamar besar di lantai atas masih dipenuhi suara seseorang yang tidak berhenti berbicara sejak satu jam terakhir.

“Ternyata Lyko itu gadisnya manis sekali ya, lebih manis dari yang aku bayangkan,” suaranya terus cerita tanpa berhenti.

“Haruskan kita memanggilnya Lyko? Atau Senja?” tanya Mama Olivia.

Papa Edward menggelengkan kepala. “Lebih baik Lylo saja, kalau Senja nanti Xavier marah... kau tidak dengar bahwa senja itu panggilan khusus Xavier untuk Lyko?” ujar Papa Edward.

Mama Olivia mengangguk. “Benar juga katamu, oh iya Edward, kamu tahu tidak?"

Papa Edward menaikan satu alisnya. “Apa?”

"Aku suka sekali cara Lyko menjawab pertanyaan tadi, jawabannya tulus, anaknya sopan, dan dia juga perhatian. Pokoknya sangat cocok sekali untuk Xavier.”

Papa Edward yang sedang duduk santai di atas tempat tidur hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Mama Olivia masih terus berjalan mondar-mandir di depan kasur. Wajahnya tampak bersinar penuh semangat. Seolah baru saja memenangkan lotre terbesar di dunia.

"Sayang..." Papa Edward kembali membuka suara.

"Hm?"

"Kamu sudah mengulang kalimat itu sekitar empat puluh kali."

Mama Olivia langsung menoleh. "Lalu kenapa?"

Papa Edward memilih diam. Karena ia tahu tidak ada gunanya berdebat. Terutama ketika istrinya sedang berada dalam mode bahagia tingkat maksimal.

Beberapa menit kemudian saat membicarakan kemungkinan pernikahan Xavier dan Lyko... Mama Olivia tiba-tiba berhenti berjalan. Matanya membesar.

"Oh iya! Aku hampir lupa!" ia langsung naik ke atas kasur. Ia meraih laptop dan langsung membukanya dengan cepat.

Papa Edward mengangkat sebelah alis. "Kamu mau menelepon siapa?"

Namun pertanyaannya tidak mendapat jawaban. Mama Olivia sudah terlalu fokus. Ia segera melakukan panggilan video.

Saat nada sambung berbunyi Papa Edward berdiri.

"Aku akan ambil minum dulu."

“Baiklah,” ucap Mama Olivia tanpa menoleh, perhatiannya sudah sepenuhnya tertuju pada layar laptop.

Papa Edward hanya tertawa kecil. Lalu ia berjalan keluar kamar.

Beberapa saat kemudian panggilan tersambung. Seketika muncul wajah seorang gadis cantik di layar. Rambut pink lembut panjangnya lurus jatuh. Mata emerald cerah yang sangat mirip dengan Mama Olivia langsung terlihat.

Gadis itu mengenakan hoodie crop-top berwarna ungu dan tampak masih ada sedikit keringat di dahinya. "Hallo, Ma,” suaranya terdengar sangat ceria.

Mama Olivia tersenyum cerah. “Hallo Sayang, kamu sedang sibuk tidak?”

Gadis itu menjawab sambil hendak meminum minuman ditangannya. "Tidak ko, aku baru saja selesai latihan, ada apa, Ma?"

"Apa jangan-jangaan ada gosip panas lagi? Gosip apa?” ucap gadis itu sambil terlihat penasaran.

Mama Olivia langsung tersenyum lebar. "Nacyla kau pasti tidak akan menyangkan ini, Nak.”

Nacyla langsung menyipitkan mata. "Menyangka? Menyangka apa?”

Mama Olivia tampak semakin bersemangat. "Mama ingin bercerita namun kali ini tentang Xavier."

Seketika ekspresi Nacyla berubah. "Oh... si manusia kutub itu. Apa yang menarik? Dia saja seperti kanebo kering begitu,” Nacyla kembali meneguk minumannya.

Mama Olivia langsung memelototinya. "Nacyla kali ini Mama jamin kamu pasti tidak akan menyangka.”

Nacyla mengangkat bahu santai.

"Adikmu akan menikah!" seru Mama Olivia sambil mengangkat tangannya sendiri.

"Pfffttt!!!" Air yang sedang diminum Nacyla langsung menyembur. Gadis itu bahkan sampai tersedak. "Ukhu... ukhu...” ia terkejut dan bahkan kembali menaruh air minumnya lagi.

“Tunggu, apa? Aku tidak salah dekat kan? Kutub itu... menikah?!” ulangnya masih tak percaya.

Mama Olivia mengangguk dengan bangga.

Nacyla membeku. Lalu perlahan maju mendekati kamera. "Omo-omo, jinjja? Si kutub itu mau menikah?! Tunggu sebentar memangnya ada yang mau menikah dengannya?!"

Mama Olivia tertawa keras. “Hahaaha, kamu tidak percaya kan? Tapi ini sungguhan, Nak.”

Namun Nacyla benar-benar masih tidak bisa percaya. Ia sudah mengenal Xavier itu sejak kecil. Adiknya terlalu dingin, sangat serius, dan bahkan susah didekati.

Karena itu berita ini terasa seperti keajaiban. Mama Olivia kemudian mulai menceritakan tentang Lyko. Tentang bagaimana Xavier membawa gadis itu sendiri.

Dan tentang bagaimana Lyko adalah pilihan Xavier. Dan bukan hasil perjodohan siapa pun.

Semakin lama mendengar cerita itu senyuman Nacyla semakin membesar. “Wah hebat juga, akhirnya adikku bisa jatuh cinta lagi."

Mama Olivia mengangguk. "Mama juga tidak menyangka," ujar Mama Olivia.

"Walaupun..." senyumnya sedikit memudar. "Ada kemungkinan gadis itu masih mengharapkannya."

Nacyla langsung mengerti maksud Mamanya. Namun ia hanya tersenyum tenang.

"Ma... tenang saja. Aku akan mencoba mengurus masalah itu, mungkin aku tidak bisa sering pulang..." suaranya melembut. "Tapi aku bisa membantu dari sini,” katanya. "Dan kalau nanti dia menikah akan aku usahakan datang."

Mama Olivia tersenyum hangat. "Terima kasih, Sayang.”

Nacyla mengangguk. Kemudian matanya bergerak ke sekitar layar. "Ngomong-ngomong..." katanya seperti sedang mencari sesuatu. "Papa kemana?"

Mama Olivia langsung memasang ekspresi pasrah. "Tadi izin ambil minum, harusnya sebentar lagi kembali."

Tepat saat itu pintu kamar terbuka.

Papa Edward masuk sambil membawa dua gelas minuman.

"Nah, itu dia,” ujar Mama Olivia.

Papa Edward mengerutkan keningnya. “Ada apa?”

"Nacyla mencarimu," ujarnya.

Seketika mata Nacyla berbinar. "Papa!" serunya.

Papa Edward langsung tertawa hangat. "Halo Sayang."

Dan seperti biasa dalam hitungan detik Mama Olivia langsung terlupakan. Nacyla dan Papa Edward langsung mulai mengobrol panjang.

Mulai latihan, jadwal konser, dan tentang kehidupan sehari-hari disana.

Sampai Mama Olivia yang duduk di samping juga mulai kesal karena dicueki. "Hei kalian ini, aku ada disini loh."

Keduanya langsung tertawa kecil. Namun jelas mereka tidak merasa bersalah sama sekali. Tak lama kemudian terdengar suara saat pintu kamarnya terbuka.

"Cyla Unnie, ulilang gati gansig saleo gallae? [Kak Cyla, mau ikut kami pergi beli cemilan?]”

Nacyla menoleh. “alasseo, nado ttalajabeulge [baiklah, aku akan menyusul.]”

Temannya mengerti. “alasseo, alaecheungeseo gidalilge, alassji? [baiklah, aku tunggu dibawah ya.]”

Nacyla menganggu. “Ne, gamsahabnida [Baik, terimakasih.”

Lalu Nacyla kembali menoleh kembali ke Mama dan Papanya. “Mama, Papa, teman-teman ku mengajakku membeli cemilan, jadi aku harus pergi,” katanya sambil langsung mengambil tasnya.

"Baiklah kalau begitu, hati-hati disana ya, Sayang,” ucap Mama Olivia.

Papa Edward mengangguk. “Baiklah.”

"I Love you Mom, Dad,” kata Nacyla sebelum menutup telpon.

“Love you too.”

Panggilan pun berakhir.

***

Nacyla menatap layar ponselnya yang kini gelap. Senyuman tipis muncul di wajah cantiknya.

Entah mengapa saat mendengar Xavier akan menikah membuat hatinya merasa bahagia. Karena setelah bertahun-tahun tanpa mau percaya pada cinta, kini akhirnya adiknya kembali membuka hatinya.

"Semoga kali ini tidak membuatnya sakit lagi," gumamnya pelan. "Semoga gadis ini bisa membuatnya percaya lagi pada cinta."

Ia tertawa kecil, kemudian ia berdiri dan memakai tasnya. Lalu berjalan keluar kamar asramanya.

Di sepanjang koridor terpampang berbagai poster dan foto promosi. Lampu-lampu terang menghiasi dinding. Di bagian paling besar terpampang nama grup yang sangat terkenal.

LUNARIS

Grup K-Pop yang sedang berada di puncak popularitas. Dan salah satu wajah utama di dalamnya adalah Nacyla sendiri.

Menjadi K-Pop adalah alasan utama mengapa sampai sekarang ia masih menjomblo. Karena hidupnya sepenuhnya diisi latihan, konser, dan jadwal yang tidak pernah habis.

Namun saat berjalan menuju lift, satu pikiran masih terlintas di kepalanya. Membuat senyum kecil kembali muncul.

‘Aku jadi penasaran. Gadis seperti apa yang berhasil mencuri hati si Kutub itu?’ batinnya.

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!