NovelToon NovelToon
Purdeb

Purdeb

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Singkirkan tatapan menantangmu itu, Mahasiswa Baru. Kau terlalu sombong hanya karena dari Harvard," desis Amieyara Walker, matanya menghujam sedingin es di koridor sepi.

Maximilian Valerio hanya menyunggingkan seringai tipis yang sarat akan provokasi. "Dan kau? Merasa bisa mengaturku karena memegang gelar Asisten profesor, Nyonya Janda Satu Malam?"

"Jaga mulutmu, Valerio! Jangan menguji batas kesabaranku jika kau tidak ingin hancur di kampus ini!"

"Oh, silakan coba, Yara. Aku tidak takut dengan ancaman kosong dari wanita yang bahkan tidak bisa mempertahankan suaminya sendiri."

Dua jiwa angkuh yang sama-sama terluka, terjebak dalam lingkaran makian dan harga diri yang tinggi.

Tidak ada ruang untuk romansa lembut di antara mereka; yang ada hanyalah benturan ego, dendam, dan obrolan penuh permusuhan yang justru mengikat mereka dalam ketertarikan yang berbahaya dan mematikan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Debu-debu halus menari di bawah pendar cahaya sore yang menerobos masuk melalui jendela kaca penthouse mewah milik Maximilian Valerio.

Atmosfer di dalam ruangan berdesain minimalis modern itu terasa begitu pekat, sarat akan ketegangan yang siap meledak kapan saja.

Amieyara Walker berdiri di tengah ruang tengah, mencengkeram tas kerjanya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih sempurna. Napasnya memburu berantakan, dan sepasang mata indahnya di balik kacamata tipis menatap lurus ke arah pemuda berusia dua puluh tahun yang saat ini sedang duduk santai di atas sofa kulit hitam dengan satu kaki disilangkan.

"Kau benar-benar tidak punya otak, Maximilian!" suara Yara meninggi, bergetar oleh kombinasi antara rasa terhina dan kemarahan yang mendalam.

"Kau menggunakan aku sebagai tameng untuk mengusir mantan kekasihmu, membuat skandal gila di UKS, dan sekarang seluruh forum kampus membicarakan aku sebagai pelacur yang berhasil menjerat pewaris Valerio Group! Kau menghancurkan sisa-sisa harga diriku yang sudah cacat di kampus itu!"

Max tidak langsung merespons cacian itu. Dia tetap mempertahankan posisi duduknya, menopang dagunya dengan sebelah tangan sembari menatap Yara dengan pandangan mata yang menggelap, intens, dan sulit diartikan. Seringai tengil yang biasa dia pamerkan mendadak memudar, digantikan oleh ekspresi kedewasaan.

Max menurunkan kakinya, lalu menegakkan tubuhnya. Dia menatap Yara lurus-lurus sebelum melontarkan sebuah kalimat yang sama sekali tidak diduga oleh wanita itu.

"Seandainya kita memang benar-benar berpacaran... apa kau tidak mau, Yara?" tanya Max, suaranya bariton rendah, bergema halus di keheningan ruangan.

Yara tertegun sesaat, namun sedetik kemudian dia mengeluarkan tawa sinis yang hambar dari tenggorokannya. "Bukan aku yang tidak mau, Valerio. Mungkin saja kau sendiri yang akan mati karena menanggung rasa malu yang luar biasa jika bersanding denganku. Kau tahu kenapa? Karena namaku adalah Amieyara Walker."

Max mengernyitkan alisnya tajam, tatapan matanya menyipit. "Kenapa dengan namamu?"

Yara melangkah maju dua tapak, menudingkan jari telunjuknya tepat ke arah wajah tampan Max.

"Jangan pura-pura lupa dan tidak tahu, Brengsek! Pertemuan pertama kau dengan begitu ringannya menyebutku sebagai wanita bodoh yang tidak bisa mengurus suamiku, dan karena itulah aku diceraikan dan dicap sebagai janda satu malam! Kau sendiri yang ikut mengamini seluruh narasi busuk yang diciptakan orang-orang untuk menghancurkanku!"

Max terdiam, ingatan otaknya memutar kembali ucapan kasarnya di kelas pertama nya, dia memang sempat melontarkan kalimat sarkasme itu karena dia pikir Yara hanyalah wanita seperti Carter Dan Demon katakan.

Namun gila nya, bukannya meminta maaf, Max justru mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Yara dengan binar mata yang mendadak dipenuhi oleh kilat provokatif yang ekstrem.

"Lalu, apa rumor itu benar? Apa benar kau ditinggalkan oleh David Joseph karena kau sudah tidak perawan dan... kendor, Yara?"

PLAK!

Yara tidak bisa menahan dirinya lagi. Telapak tangannya melayang, namun dengan refleks yang luar biasa cepat khas pria terlatih, Max berhasil menangkap pergelangan tangan Yara di udara sebelum kulit mereka bertemu.

Max mencengkeram tangan kecil itu dengan erat namun tidak menyakiti, menarik tubuh Yara hingga mengikis jarak di antara mereka.

"Lepaskan aku, Bocah Birahi!" sentak Yara, mencoba menarik tangannya kembali dengan wajah yang merona merah padam karena amarah dan rasa malu yang bercampur menjadi satu.

Max menatap dalam-dalam ke dalam manik mata Yara yang bergetar. Wajahnya mendadak berubah menjadi sangat serius, kehilangan seluruh riak keisengannya.

"Kurasa... berita-berita di luar sana sama sekali tidak sama dengan dirimu yang selalu berkata kasar dan suka menghina orang lain ini, Yara. Aku tahu rumor itu tidak benar. Aku bisa melihatnya dengan jelas di matamu."

Deg.

Jantung Amieyara Walker mendadak berhenti berdetak selama satu detik. Seluruh persendian di tubuhnya seketika melemas, dan amarah yang semula membakar dadanya mendadak padam laksana disiram air es yang membekukan.

Yara tertegun sempurna. Di dalam lubang hatinya yang paling dalam, sebuah guncangan hebat terjadi.

Selama Berminggu-minggu ini, sejak skandal perceraian satu malamnya mencuat, tidak ada satu pun orang yang mempercayainya, dan seisi kampus memperlakukannya seperti sampah moral.

Namun siang ini, di dalam penthouse sunyi ini, orang pertama yang mengumumkan bahwa dia mempercayai kesucian Yara adalah Maximilian Valerio—seorang pemuda yang baru beberapa minggu ini dia temui, seorang mahasiswa yang selalu dia cap sebagai berandalan mesum dari Harvard.

Max percaya bahwa dirinya bukan wanita panggilan seperti yang dirumorkan orang-orang. Realitanya, Yara memang masih memegang teguh kehormatannya; dia masih suci dan perawan hingga hari ini.

Di usianya yang sudah matang, di tengah lingkungan kota metropolitan yang bebas, siapa yang akan percaya jika dia belum pernah tersentuh oleh pria mana pun?

Rasa panik mendadak menyerang Yara karena privasi jiwanya yang terdalam seolah berhasil ditelanjangi oleh pemuda di hadapannya ini. Dia menolak untuk terlihat lemah. Dengan sisa-sisa egonya, Yara memalingkan wajahnya ke samping dan melontarkan sebuah dusta yang kasar.

"Berita itu benar!" ucap Yara setengah berteriak, suaranya bergetar hebat. "Aku memang simpanan! Aku gadis panggilan kelas atas, dan aku tidak lagi perawan seperti yang kau pikirkan, Max! Jadi berhenti menatapku seolah-olah aku ini wanita baik-baik!"

Max tidak marah mendengar bentakan itu. Sebaliknya, sebuah senyuman tipis yang teramat sangat menawan terukir di bibirnya. Dia melepaskan cengkeraman tangannya di pergelangan tangan Yara, lalu melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Yara dengan pandangan mata yang sarat akan kemenangan.

"Kau adalah pemenang penghargaan pembohong besar terkonyol yang pernah kutemui, Yara," ucap Max dengan nada suara yang santai, terdengar begitu mengejek namun hangat. "Bibirmu bahkan bergetar hebat saat mengucapkan kalimat-kalimat dusta itu, Baby."

Max melangkah maju satu tapak, mengunci tubuh Yara di antara dirinya dan pinggiran meja kaca. Dia menundukkan kepalanya, berbisik tepat di depan wajah Yara yang sudah memerah sempurna. "Sekarang aku benar-benar percaya... kau memang belum pernah terjamah oleh pria mana pun. Ciumanmu di UKS tadi... kurasa itu adalah first kiss-mu, hm?"

Mendengar kata 'first kiss' keluar dari mulut Max, pertahanan Yara runtuh total. Wajah cantiknya seketika berubah menjadi sangat salah tingkah.

Sepasang matanya bergerak liar ke segala arah, menolak untuk menatap mata Max. Dia menggigit bibir bawahnya, meremas ujung blazernya dengan gestur yang teramat sangat canggung dan gugup—sebuah bahasa tubuh alami seorang gadis polos yang rahasia terbesarnya baru saja terbongkar.

Max yang memperhatikan setiap detail perubahan ekspresi dan gerak-gerik salah tingkah Yara seketika melebarkan senyumannya. Sebuah rasa bangga yang luar biasa gila mendadak membubung tinggi di dalam dada sang Valerio. Ego kelelakiannya bergetar hebat.

"Oh, shit..." Max mengumpat pelan, matanya membelalak dengan binar ketidakpercayaan yang bercampur dengan kepuasan batin yang teramat mendalam.

"Itu benar-benar ciuman pertamamu, Yara? Jadi... aku adalah pria pertama yang menyentuh bibirmu?"

Yara semakin salah tingkah, dia mendorong dada bidang Max dengan sekuat tenaga untuk menjauh, mencoba menyembunyikan rona merah yang kini sudah menjalar hingga ke leher dan daun telinganya.

Keheningan sore di apartemen itu kini dipenuhi oleh getaran konstan dari sebuah fakta baru yang akan mengubah seluruh dinamika hubungan di antara sang pewaris Valerio dan sang betina yang ternyata masih suci.

1
sitanggang
kukira Valeri kuat ternyata oncom belaka, masa sama 2 cewek bego bisa kalah🤣🤣 parah jalan ceritanya hadeuhh🫣
Ros 🍂: hehhe ceritanya nyambung sama Cerita yang sebelah Ya kak, judulnya "Fi A Ti"
ada Ceritanya sendiri 🫶🥰
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
ceritanya menegangkan dsn selalu membuat penasaran,semoga masih ada lanjutannya Thor 😁
Ros 🍂: Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
jangan lupa baca Cerita ku yang lain kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Satu kantin kena prank emmie🤣🤣,,
Ros 🍂: Hahah 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes Amieyara Walker-nya cie udah diklaim mutlak nie ceritanya bang😍😍😍😍
Ros 🍂: Nggak klaim Malu Soalnya kak🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
absen dulu kak othor😍😍😍
Ros 🍂: Fanbase Setia 🫶😁🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max tembak langsung😍😍😍biar GK jomblo dan dibilang gamonin si kulanak🤣🤣tumben kak cuma satu
Ros 🍂: tumben satu apa kak?🤭
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
duo kuntilanak yg kegatelan🤭
Ros 🍂: Ketemu mereka kak🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max buat selidikin asdos cantik
Ros 🍂: hehe iya kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pengen dengerin kekehan sexi bang max juga aku thor sesexi apa sich jadi penasaran?🤭
Ros 🍂: kak 🤭 nanti tak suruh max kekeh sampe nembus layar yaa🤣🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
dih si kuntilanak sok Sokan yg paling tersakiti padahal dirinya sendiri jalang,ayo bang max tunjukan pesona kegendengan klan Valerio🤣🤣
Ros 🍂: hihihi kak basmi kuntilanak 🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waoooh Bella mengerikan jauhkan babang max dari kuntilanak thorr🤭GK rela daku MBK asdos tolong kekepin bang max jauhin dari si kuntilanak🤭🤣🤣🤣
Ros 🍂: Bell Kuntilanak🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
duh,,,bawa pulang aja bang max kasian banget😭😭😭😭
Ros 🍂: huhuhu bantu angkut kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max jangan galak gitulah entar kecintaan gimana coba🤭
Ros 🍂: Aaa🫶🫶🫶 Ma'aciww kak 🥰
Terharu 🤩
total 5 replies
Zahra Alifia Hidayat
yaah,,,,, kak kok Caca sich itu nama panggilan aku tega banget kaaaak😭😭😭😭😭😭 padahal aku anaknya baik,rajin belajar dan suka menabung🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Kak 😭 sorry ... 🤣🤣🤣🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waooh,,,,,pertemuan pertama yg sangaatt- sangaattt😍😍😍
Ros 🍂: Hihihi meresahkan ya kak ? 🤣🤣🙏🏻
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max i am coming di tunggu kegendengannya🤭🤣🤣
Ros 🍂: Hahaha Max tunggu kak 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
fanbase nomer satu absen dulu,,,,😍😍😍😍😍
Ros 🍂: Hallo kak 🫶🥰 Happy Reading ❤️
total 1 replies
winpar
ceritanya keren💪
Ros 🍂: Ma'aciww jejaknya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!