NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Krisis.

Bab 3. Krisis.

Keesokan harinya, sinar matahari bersinar cerah. Cahayanya yang cemerlang menerobos celah jendela hingga akhirnya menyinari wajah Wang Fei, sehingga membuatnya mengerjabkan mata.

"Ugh..." Dia mengucek matanya sebentar. Setelah duduk beberapa saat, dia pun segera bangun dan mencuci muka.

"Hmm... Rasanya nyaman sekali. Belum pernah sebelumnya aku tidur senyenyak ini," gumamnya dalam kesunyian pagi itu.

Setelah kantuknya benar-benar lenyap, dia pun kembali ke ranjang kayu sederhananya. Bukan untuk melanjutkan tidur, tetapi untuk mengambil dua set buku teknik yang tadi malam dia keluarkan dari dalam cincin ruangnya.

Buku itu adalah buku tentang Teknik Langkah Petir dan juga Tinju Sembilan Matahari. Untuk teknik pedang, dia mengesampingkannya. Bukan karena tidak mau melatihnya, tetapi setelah membaca, ternyata energi yang dibutuhkan sangatlah besar. Maka dari itu, dia memilih untuk menguasai dua teknik lainnya yang menurutnya jauh lebih mudah terlebih dahulu.

Untuk sejenak, dia memandang sebuah cincin hitam yang berada di jari tengahnya. Kemudian, sebuah senyum pun terukir di bibirnya saat tanpa sadar dia bergumam,

"Mungkin nanti, ketika aku menembus ranah Pengumpulan Qi, barulah aku bisa mencoba melatih teknik-teknik yang ada di dalam cincin ini."

Ingatannya pun kembali melayang kepada beberapa minggu sebelumnya.

Flashback.

Hari itu, entah kenapa, saat memasuki pinggiran Hutan Kabut Gelap untuk mencari beberapa rumput spiritual demi poin prestasi, secara mengejutkan dantian batu di dalam tubuhnya terasa bergetar seolah menemukan aura yang begitu akrab, yang memaksanya untuk masuk ke dalam sebuah gua.

Hal itu membuatnya mengernyit.

"Sebenarnya apa yang salah dengan dantianku? Mengapa ada semacam tarikan misterius yang terus memaksaku untuk masuk ke dalam gua itu? Apakah di dalam sana ada sebuah harta karun?" pikirnya dalam hati.

Akhirnya, dengan rasa penasaran yang melonjak, Wang Fei pun menggertakkan gigi dan nekat masuk ke dalam.

Setelah masuk, ternyata di sana dia menemukan sebuah kerangka tulang yang duduk bersila, terbalut kain tipis yang berdebu. Kerangka itu masih terlihat utuh, namun dalam hitungan singkat tulang-tulang tersebut segera mengepulkan aura gelap yang sangat pekat.

"Hah... Ada kerangka manusia? Apakah itu kerangka kultivator tingkat tinggi? Dan lagi... Aura gelap apa ini?" serunya dengan ngeri.

Seolah merasakan kedatangan Wang Fei, aura gelap tersebut menjadi sangat agresif. Sementara dantian batu yang ada di dalam tubuhnya semakin bergetar hebat seolah merasakan kegembiraan yang luar biasa.

Tiba-tiba terjadi pemandangan yang membuatnya terbelalak dan gemetar ketakutan. Aura gelap itu, dengan kecepatan yang luar biasa, segera menyerbu masuk ke dalam tubuhnya atau lebih tepatnya menyusup ke dalam dantian batu miliknya.

Pada saat itu, tekanan yang begitu mengerikan langsung memenuhi jiwanya. Kesadarannya langsung tertarik masuk ke sebuah dunia yang berbeda.

Kegelapan mencekam. Itu adalah sebuah domain, atau lebih tepatnya sebuah dunia mandiri. Perasaan itulah yang dia rasakan saat pertama kali tiba di sana.

Dia merasa saat ini seperti berada di dalam wilayah yang sangat luas namun sunyi, dengan kepekatan tanpa akhir. Lalu dari segala arah, hawa dingin yang dipenuhi oleh aura kematian dan dendam dari ribuan jiwa yang telah mati seolah mengerumuninya seperti sekumpulan semut yang mengerubungi mangsanya.

Perasaan dingin seketika langsung merayap di dalam hati Wang Fei.

"Apa-apaan ini? Di mana sebenarnya aku berada?" Teriakannya menggema ke segala arah, namun tidak ada jawaban.

Yang menyambutnya justru raungan dendam dari ribuan jiwa yang telah mati. Wilayah gelap itu dalam sekejap mata langsung terasa dipenuhi oleh aroma pemakaman, membuatnya menggigil ketakutan dan meringkuk dengan tubuh gemetar.

Tiba-tiba, dari balik kehampaan, asap hitam tebal mengepul di udara. Lalu asap itu mulai membentuk sesosok makhluk. Saat makhluk itu membuka mata, terdengarlah suara tawa yang menggema.

"Hahaha! Aku tidak menyangka akan menemukan tubuh fisik yang memiliki dantian batu. Sungguh sangat cocok dengan atribut gelapku."

Seketika bulu kuduk Wang Fei menjadi sangat merinding. Dirinya tak kuasa untuk kembali menggigil. Di saat yang sama, entah kenapa, firasat buruk langsung menyergapnya.

"S-Siapa kau?" serunya dengan gugup menahan rasa takut.

"Hahaha! Nak, karena kau telah menyediakan wadah untukku, maka sebelum mati biarkan aku menjelaskan sedikit tentang identitasku kepadamu. Namaku adalah Ji Fang, seorang kultivator dari Alam Atas. Pada masa kejayaanku dulu, aku adalah seorang kultivator yang berada di ranah Raja."

"Sayangnya, dalam sebuah pertempuran sengit melawan musuh, aku terluka parah sehingga terpaksa melarikan diri dan jatuh ke alam rendah ini. Awalnya aku sudah putus asa dan hanya menunggu kematian saja, tapi tidak disangka ternyata kau sama seperti diriku, sang pemilik Dantian Batu yang sangat langka di dunia. Apa kau tahu, Nak? Dantian Batu adalah dantian paling istimewa."

Mendengar itu, Wang Fei sangat terkejut.

Apakah Dantian Batu sangat istimewa? Jika memang iya, di mana letak istimewanya? Dia sendiri merasa dantiannya ini seperti sebuah kutukan. Dialah yang menghambat kultivasinya selama ini. Sumber kesialan yang membuatnya dibully, ditindas, dan diremehkan setiap hari.

Seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh Wang Fei, Ji Fang pun segera terkekeh.

"Ya... Pada awalnya mungkin memang sangat sulit berlatih dengan dantian semacam ini. Itu sangat menguras sumber daya. Pada masaku dulu, entah berapa banyak harta dan batu roh yang aku keluarkan untuk membuat penghalang pada Dantian Batu itu pecah. Perlu kau ketahui, masing-masing dari Dantian Batu memiliki atribut khususnya masing-masing."

"Seperti milikku, itu memiliki atribut gelap. Aku bisa memperkuatnya dengan cara menyerap esensi darah dan jiwa dari makhluk hidup. Maka dari itu, demi mencapai kekuatan tertinggi, aku telah banyak membantai dan tentu saja sudah tak terhitung jumlahnya korban yang mati di tanganku. Kau tahu dari mana asal ribuan jiwa pendendam sebelumnya? Itu adalah sisa-sisa pecahan jiwa mereka yang terakumulasi saat mati. Mereka berubah menjadi segumpal kebencian yang menyatu dengan atribut gelapku."

Seketika, Wang Fei yang mendengar hal itu dipenuhi oleh keterkejutan yang luar biasa. Ternyata yang dihadapinya saat ini adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuatan. Dalam hitungan beberapa detik, ekspresinya berubah.

"Ternyata yang aku temui adalah seorang psikopat haus darah yang tidak peduli pada nyawa sedikit pun," batinnya dalam hati.

Entah kenapa, meskipun di dunia ini ada aturan bahwa yang kuat akan memangsa yang lemah, bagaimanapun dirinya bukanlah seseorang yang haus darah dan tanpa pandang bulu membantai orang hanya demi meningkatkan kekuatannya. Itu sama sekali bukan jalan bela diri yang ingin dia tempuh untuk mencapai kekuatan tertinggi. Hal itu sangat bertabrakan dengan hati nuraninya.

Hanya jika seseorang mengancam nyawanya saja maka dia akan membantainya tanpa belas kasihan. Sementara untuk orang-orang yang tidak mengusiknya, dia juga tidak akan melakukan apa pun pada mereka. Prinsipnya adalah dia tidak akan pernah mencari masalah, tetapi jika masalah datang menghampiri, dia juga tidak akan pernah takut untuk menghadapinya.

Tapi bagaimana ini? Masalahnya adalah sosok kejam dan jahat seperti itu sedang berada di dalam dirinya. Dan jika ditelisik lebih jauh dari apa yang dia katakan, kemungkinan besar dia akan memusnahkan jiwanya kemudian memakai wadah fisiknya untuk kembali bangkit.

Hal ini sebenarnya membuatnya sangat gelisah dan diselimuti oleh rasa takut.

"Apa yang harus aku lakukan? Melawannya jelas tidak mungkin. Meskipun jiwanya terluka parah, bagaimanapun dirinya adalah seorang kultivator yang pernah berada di ranah Raja. Jangan bicarakan dulu tentang tangannya yang berlumuran darah, bahkan dari tekanan auranya saja itu sudah luar biasa mengerikan, sehingga mampu membuatnya mati kapan saja tanpa perlawanan."

1
Mxxx
up
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!