NovelToon NovelToon
Ibu Susu Yang Tak Pernah Dipilih

Ibu Susu Yang Tak Pernah Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Empat tahun Inara menjadi ibu susu bagi Zidan. Selama itu pula, ia mendapatkan cinta dari Reno, ayah Zidan, bahkan mereka berencana untuk menikah.

Namun semuanya berubah saat Zoya, mantan istri Reno sekaligus ibu kandung Zidan, kembali dengan niat menebus kesalahan. Sejak saat itu, kehidupan Reno dan Zidan perlahan berpusat pada Zoya. Sementara Inara justru merasa tersisih dan selalu menjadi pihak yang disalahkan.

Inara tidak pernah tahu di mana letak kesalahannya, hingga membuat Reno yang dulu mencintainya kini berubah dingin.

Apa yang sebenarnya terjadi? Akankah Inara memilih bertahan atau justru akan pergi karena merasa sudah tidak dipilih lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

“Gila itu orang,” gerutu Nila begitu pintu apartemen tertutup. “Gampang banget ngomong maaf terus bilang mau berubah. Pokoknya ya, Ra, aku gak setuju kalau kamu maafin dia dan balik lagi.”

Inara yang sejak tadi berdiri diam hanya mengembuskan napas pelan. Setelah mengatakan maaf dan mengaku menyesal, Reno benar-benar pergi begitu saja. Tidak memaksa, tidak marah, tetapi justru itu yang membuat kepala Inara semakin penuh.

Seolah lelaki itu yakin semuanya akan kembali baik-baik saja hanya karena satu kata maaf.

“Apa kamu pikir dia serius, La?” tanya Inara pelan.

Nila yang sedang meletakkan tas langsung menoleh cepat. Dahinya mengernyit tipis. “Kamu ngomong gini kayak udah punya rencana mau balik sama dia aja.”

“Ya enggak juga,” bantah Inara cepat. Namun beberapa detik kemudian suaranya melemah. “Tapi… Zidan gimana?”

Mendengar nama itu, ekspresi Nila perlahan berubah. Ia berjalan mendekat lalu duduk di samping Inara.

“Ra,” ucapnya lebih lembut, “aku tahu Zidan pernah jadi duniamu. Tapi waktu bisa ngubah banyak hal.”

Inara menunduk diam.

“Sekarang di hati anak itu, kamu bukan satu-satunya tempat pulang lagi,” lanjut Nila hati-hati. “Jangan terlalu lembek sama perasaan sendiri sampai lupa kamu juga sakit.”

Kalimat itu membuat dada Inara terasa sesak. Ia tahu Nila tidak bermaksud jahat. Sahabatnya itu hanya tidak ingin dirinya kembali terluka untuk kedua kali. Namun tetap saja, melupakan Zidan bukan perkara mudah.

Anak itu sudah ia rawat selama empat tahun. Menemaninya sakit, menidurkannya setiap malam, bahkan menghafal hal-hal kecil yang disukai dan dibencinya. Mana mungkin semua itu hilang begitu saja?

“Nil…” suara Inara terdengar pelan. “Aku masih bingung kenapa Mas Reno bisa berubah secepat ini.”

Nila mengangkat sebelah alisnya.

“Harusnya sekarang dia bahagia kan kalau aku pergi?” lanjut Inara lirih. “Dia bisa balik sama Zoya tanpa ada aku di tengah-tengah mereka. Tapi kenapa sekarang malah datang minta maaf sampai kayak gitu?”

Nila langsung mendecak pelan sambil menggeleng tidak habis pikir. “Kamu ini ya, kadang polosnya kebangetan.”

Inara menatapnya bingung.

“Apalagi kalau bukan karena dia sadar kehilangan orang yang selama ini ngurus hidupnya,” celetuk Nila tanpa basa-basi. “Ra, selama ini kamu tuh bukan cuma kekasihnya atau calon istri Reno. Kamu itu sekalian jadi pembantu gratis.”

“Inget gak?” lanjutnya lagi sebelum Inara sempat menyela. “Rumah segede itu kamu yang bersihin sendiri. Zidan kamu yang urus. Masak, nyuci, nyiapin semua kebutuhan mereka juga kamu.”

Inara langsung terdiam. Karena semakin dipikirkan, ucapan Nila memang tidak sepenuhnya salah. Selama ini Reno hampir tidak pernah membiarkannya menggunakan jasa asisten rumah tangga dengan alasan tidak nyaman ada orang asing di rumah. Padahal usaha lelaki itu sudah berkembang besar dan uang jelas bukan masalah lagi.

Namun anehnya, dulu Inara tidak pernah merasa keberatan melakukan semua itu. Karena ia terlalu sibuk mencintai sampai lupa memikirkan dirinya sendiri.

Melihat sahabatnya bengong Nila langsung menepuk pundak Inara sambil bertanya, "Ra, aku masih penasaran sebenarnya Reno dan Zoya itu sudah cerai belum sih?"

Pertanyaan Nila membuat Inara ikut terdiam beberapa detik. Selama ini ia memang tidak pernah benar-benar tahu bagaimana status hubungan Reno dan Zoya secara hukum. Yang ia tahu, saat mengenalnya dulu Reno mengatakan dirinya sudah berpisah dengan mantan istrinya dan sedang mengurus perceraian.

“Aku juga gak pernah nanya sejauh itu,” jawab Inara pelan sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa. “Dulu Mas Reno cuma bilang mereka udah lama pisah rumah.”

Nila langsung mendecak pelan. “Nah itu dia. Pisah rumah sama cerai itu beda, Ra.”

Inara menunduk menatap jemarinya sendiri.

“Kalau dipikir-pikir…” gumamnya pelan, “selama ini Mas Reno juga jarang bahas soal status dia sama Zoya.”

“Karena kamu terlalu percaya sama dia,” sahut Nila cepat.

Suasana mendadak hening beberapa saat. Inara tidak bisa membantah. Dulu ia memang terlalu percaya sampai tidak pernah berpikir untuk mempertanyakan apa pun. Bahkan ketika Reno lebih sering membela Zoya, ia tetap bertahan dengan keyakinan semuanya akan berubah kalau ia terus bersabar. Namun sekarang semuanya justru terasa begitu rumit.

“Apa aku sebodoh itu ya, Nil?” tanya Inara lirih sambil tersenyum hambar.

Nila langsung menatap sahabatnya tidak suka. “Bukan bodoh. Kamu cuma terlalu tulus sama orang yang salah.”

Kalimat itu membuat Inara kembali terdiam.

Tiba-tiba ponsel Nila yang tergeletak di atas meja berbunyi pelan menandakan pesan masuk. Awalnya wanita itu tidak terlalu peduli, tetapi beberapa detik kemudian dahinya langsung mengernyit saat melihat nama pengirim di layar.

“Loh?”

Inara yang sejak tadi melamun refleks menoleh. “Apa?”

Nila menatap layar ponselnya beberapa saat sebelum akhirnya menunjukkan nama pengirim itu pada Inara.

“Baba?” gumam Inara sedikit heran.

“Iya,” jawab Nila santai. “Tadi dia minta tukeran nomor. Ya udah aku kasih aja.”

Inara langsung terkekeh pelan. “Hm… mungkin dia suka sama kamu.”

“Jangan asal lempar tuduhan,” balas Nila cepat sambil mendelik. “Udah jelas dia suka banget sama kamu. Tadi itu dia lihat kamu lagi sedih makanya gak berani minta nomor langsung. Jadi nyasarnya ke aku.”

Belum sempat Inara membalas, ponsel Nila kembali bergetar. Kali ini bukan pesan melainkan video call dari Baba. Mata Nila langsung membulat tidak percaya. “Buset, agresif banget anak kecil ini.”

Inara spontan menahan tawanya. “Angkat aja.”

Nila akhirnya menggeser tombol hijau itu. Beberapa detik kemudian wajah Baba langsung muncul memenuhi layar dengan ekspresi antusias.

“Halo Tante Nila!” serunya semangat.

“Tumben nelepon malam-malam,” goda Nila.

Namun Baba sama sekali tidak menjawab. Bola matanya justru sibuk bergerak ke kanan dan kiri layar seolah mencari seseorang.

“Tante Inara mana?” tanyanya to the point.

Nila langsung menoleh kemenangan ke arah Inara seakan berkata, tuh kan benar. Inara yang ketahuan cuma bisa memijat pelipis malu.

“Ada,” jawab Nila sambil membalik kamera ke arah Inara.

Seketika wajah Baba langsung berbinar. “Tante baik hati!” panggilnya heboh.

Inara akhirnya ikut mendekat ke layar sambil tersenyum tipis. “Iya, Baba. Kenapa?”

Baba tampak memperhatikan wajah Inara beberapa detik dengan serius, lalu berkata polos, “Tante habis nangis lagi ya?”

Pertanyaan itu membuat senyum Inara sedikit memudar.

Sementara Nila langsung berdecak pelan. “Perasaan nih anak terlalu kuat deh.”

Namun Baba masih terus menatap layar dengan wajah khawatir. “Tante jangan sedih terus,” ucapnya pelan. “Nanti cepat sakit.”

Hati Inara seketika terasa hangat sekaligus sesak mendengar perhatian tulus dari anak kecil itu. “Baba cerewet ya sekarang?” godanya pelan untuk mengalihkan suasana.

“Bukan cerewet,” bantah Baba cepat. “Ini perhatian.”

Nila spontan tertawa keras sampai menyender ke sofa. “Fix,” ujarnya sambil menggeleng kagum. “Aku kalah sama bocah lima tahun.”

Namun, baru beberapa saat berbincang terdengar suara nyaring Altaf, "Baba matikan telepon!"

1
Anonim
Ambil aja reno sama kamu zoya,inara mah sama altaf aja.buat inara sama altaf thor biar bisa bareng baba
Anonim
Semangat inara tinggalkan reno,ayo gas altaf pepet terus inara
Anonim
Lanjut up thor banyakan dong seru ,semangat thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: siap kak, masih satu bab 1 lagi tapi review
total 1 replies
Dew666
🩵🩵🩵🩵
Anonim
Dih jangan mau inara emang maaf doang bakal kelar gitu aja laki g jelas
Anonim
Lah emang si zoya belum cerai sama di reno?aneh banget si reno mau ngawinin si inara tapi belum cerai laki laki g jelas
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: nah iya, 4 th pergi jadi udh cerai belum ya 🤭
total 1 replies
Anonim
Jangan bikin inara balik sama reno y thor biarin aja si szidan sama emak bapak nya
A'ra
Cepet up lagi yah kak dan semangat nulisny 🥰🫶🏻💪🏻💪🏻
Anonim
Jangan sampe inara balik sama reno ya thor g iklas aku,biar inara jadi ibu sambung baba aja
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: 🤭🤭🤭 coba tanya inara apa dia mau atau gak kak
total 1 replies
Dew666
💝💝💝
Anonim
Inara ko bloon sih menye menye banget jadi cewe,laki masih demen ama mantan ko masih aja di pikirin
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: sabar kak, dia gak bodoh, hanya terbawa perasaan🤭
total 1 replies
Dew666
👄👄👄👄
Dew666
Pigi aja drpd jd bulan bulanan mereka huffff
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: hooh, mending pergi ya kak
total 1 replies
Dew666
☀️☀️☀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!