Hai readers dukung karya ku dengan selalu meninggalkan jejak VOTE LIKE KOMEN dan share.
Maya adalah teman masa kecilku.
Dulu, kami begitu dekat hingga pada akhirnya kami harus terpisah. setelah sekian lama akhirnya kami bertemu kembali, dan benih benih cinta pun mulai bersemi.
kami menjalin sebuah hubungan, seakan tak ingin berpisah darinya. bahkan aku telah melamarnya, akan tetapi aku justru menikah dengan wanita lain, dia adalah Cecilia.
pernikahan yang kami jalani tanpa dasar cinta. Hatiku masih tertutup untuknya. aku masih mencintai Maya dan berharap kembali padanya.
hingga suatu hari Cecilia pergi disaat aku mulai mencintainya. aku jatuh terpuruk setelah kepergiannya. cinta ku kepada Maya lenyap begitu saja.
hingga takdir mempertemukan aku dan Maya kembali.
bagaimana kisah selanjutnya, apakah aku dan Maya akan bersatu??
ikuti kisahnya dalam Maya Janda Memikat
selamat membaca 🤓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahbana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 21 gaun pengantin
Hatiku rasanya bak disayat sembilu. Setelah dua tahun, aku baru bisa mengingat semuanya dengan utuh. Kenangan indah yang terukir bersama wanita, yang sempat mewarnai hidupku.
Perjalanan cinta yang begitu singkat. Biduk rumah tangga yang pernah kujalani tak sampai setahun sempat menghilang dari memori ku. Selama dua tahun aku tak dapat mengingatnya sama sekali.
Sosok wanita yang pernah hadir dalam hidupku, wanita yang telah mengandung benihku, yang awalnya aku sangat tak mengharapkannya, namun kuakui aku sempat jatuh cinta padanya.
Gaun pengantin yang aku temukan di dalam lemari, di kamar yang menjadi saksi bisu singkatnya rumah tangga ku bersama Cecilia. Seakan membuka kembali ingatanku yang sempat menghilang.
Saat ku keluarkan gaun itu, tubuhku bergetar hebat, serangkaian peristiwa yang ku alami bersama Cecilia melintas di kepalaku. Dari awal pertemuan ku dengan Cecilia hingga peristiwa naas itu terjadi.
Aku kehilangan keseimbangan, tubuhku terasa melayang, dan aku ambruk seketika itu juga. Faruq yang saat itu ada bersamaku, segera melarikan ku ke rumah sakit.
Aku pingsan selama tiga hari. Faruq menghubungi keluargaku, dia takut sesuatu yang buruk menimpaku. Darah segar terus keluar dari lobang hidungku. Aku mengalami pendarahan di otak.
Syukurlah Faruq cepat membawa ku ke rumah sakit, sehingga aku mendapat pertolongan medis dengan tepat. Hal inilah yang ditakutkan keluargaku termasuk teman-teman ku, khususnya Faruq.
Aku berencana mengabadikan pernikahanku dengan Cecilia, dengan cincin dan gaun pengantin yang akan kuberikan setelah dia melahirkan.
Cecilia menolak resepsi pernikahan yang aku tawarkan padanya. Dia merasa, apa yang telah terjadi selama ini sudah lebih dari cukup.
Itulah sebabnya aku berkeinginan melakukan foto pernikahan di sebuah studio. Hal itu kulakukan semata-mata karena aku ingin menebus kesalahan ku pada Cecilia. Aku ingin memperkenalkannya sebagai istriku.
Namun semuanya kini tinggal kenangan. Kecelakaan waktu itu telah merenggut nyawa Cecilia, juga bayi yang ada dalam kandungannya. Cecilia sempat dilarikan ke rumah sakit. Dia mengalami pendarahan hebat.
Dokter berusaha menyelamatkan keduanya, namun setelah bayinya lahir, Cecilia menghembuskan nafas terakhir. Tak lama setelah ibunya pergi, bayi malang itu ikut menyusul ibunya, kembali kepada Sang Pencipta.
Sedangkan aku mengalami koma dalam waktu yang lama. Keluarga ku yang mendapat kabar tentang ku, merasa sangat terpukul. Tak terkecuali Om Johan, dia begitu sedih ketika mengetahui jika Cecilia dan bayinya telah tiada.
Buku nikah yang waktu itu aku bawa lenyap entah kemana, termasuk telfon genggam milikku dan Cecilia juga ikut raib. Tidak ada bukti jika aku dan Cecilia telah menikah. Tidak ada foto atau apapun yang menjelaskan tentang hubunganku dengan Cecilia.
Bahkan aku belum sempat masuk kedalam kamar yang pernah ditempati Cecilia. Aku lebih dulu berada di rumah sakit karena pingsan.
Jika mengingat kejadian waktu itu, ingin rasanya aku menyusul Cecilia dan bayi kami. Jika boleh memilih, lebih baik aku tidur untuk selamanya.
Wanita yang selalu hadir dalam mimpiku, dialah Cecilia. Karena aku, dia harus menanggung semuanya. Baru saja aku jatuh cinta padanya, kini aku harus kehilangan dirinya untuk selama-lamanya.
Aku merasakan kembali perasaan yang sama seperti pada saat saat aku mulai jatuh hati padanya. Aku benar-benar merindukannya. Kenapa aku baru menyadari perasaanku setelah dia tak lagi ada di sisiku.
Cintaku saat ini begitu menggebu, aku sangat merasa kehilangan. Bahkan aku lupa tentang cintaku kepada Maya. Yang kuinginkan hanya Cecilia, wanita yang tak pernah ku
harapkan kehadirannya. Rinduku begitu menyiksa.
Penyesalan yang teramat mendalam tengah ku rasakan. Gaun pengantin dan cincin pernikahan untuk nya adalah bukti keseriusan cinta ku. Pernah terlintas olehku, untuk memulai semua dari awal. Aku tak pernah melamarnya, pernikahan kami awalnya karena terpaksa.
Ada bayangan masa depan, hidup bersamanya kala itu. Namun semuanya telah sirna. Karena keegoisanku, karena hatiku yang terus mengkhianatinya, semua ini terjadi. Aku menikahinya tapi ada wanita lain di hatiku. Penyesalan ini akan kubawa seumur hidupku.
Aku meminta Faruq mengantarku ke peristirahatan terakhir istriku juga putriku. Tak kuasa aku menahan tangis, aku memang merasa kehilangan. Namun yang membuatku tak dapat membendung air mata adalah karena sebelum kepergiannya, aku belum pernah membahagiakannya.
Meskipun nama Cecilia telah terukir di batu nisan, namun takkan pernah hilang dari hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta kepada orang yang telah tiada. Seribu maaf pun tak dapat menebus dosaku.
Setelah cukup lama aku berada di pemakaman, aku beranjak menuju rumah yang kemarin aku singgahi. Aku menuju kamar Cecilia, bahkan sampai dia tiada, kami tidur terpisah. Belum sempat aku mengajaknya untuk sekamar denganku, peristiwa naas itu lebih dulu terjadi.
Aku memandang foto Cecilia yang dulu dia pasang di kamarnya, aku mengambilnya dan memeluk erat foto itu. Aku menangis dan berteriak memanggil namanya. Faruq yang ada bersamaku hanya diam menahan air matanya.
Kesedihan yang ku alami membawaku terhanyut hingga aku terlelap. Di bekas kamar Cecilia aku menghabiskan waktu hingga keesokan harinya. Faruq masih setia menungguku. Aku sudah memintanya untuk pulang terlebih dahulu, namun dia menolak. Faruq takut aku bertindak bodoh.
Dia menunggu ku sepanjang malam, memaksaku memakan makanan yang dia beli untukku. Tapi aku tak berselera. Hanya air putih yang seharian mengisi perutku. Tidak ada rasa lapar yang ada hanya rindu.
Merindukan orang yang telah tiada berbeda rasanya saat kita merindukan yang masih hidup.
Rasa rindu itu seperti tak berujung. Sebesar apapun takkan tersampaikan.
Foto itu kubawa pulang, sepanjang perjalanan aku terus memeluknya.
Aku memasangnya di kamarku, jika rindu itu menyerang, aku akan memeluknya semalaman. Diiringi air mata yang dengan sesukanya membasahi foto Cecilia. Aku terpuruk untuk waktu yang sangat lama.
Jangan lupa vote like and comment
Tunggu episode berikutnya ya.... Terimakasih 😘
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun ❤️
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-Suamiku Posesif (Adam & Alina)
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengawal Tampan Nona Judes
-BELOVED
-Pengantin Pengganti Tersakiti
dan rendy dan maya bisa kembali romantis lgi.
dan trll prcya sm david.itu kesalahn ny trll bodoh,klo mya msh suka sm david satukn aj lh thor klo menurutmu itu bgus.aku jd ilfeel sm peran cewek ny yg trll murahan dn gk menghargai pasangan nya.katany cinta sm rendy tp gk bs jga hrga diriny.kesel