NovelToon NovelToon
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga)
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: Illana Clr

Cerita ini hanya fiksi semata, hanya halu author.

Cerita ini, terispirasi dari curhatan-curhatan seorang ibu yang merasa lukanya terabaikan, lelahnya tak terlihat, dan sakitnya yang dianggap sepele, diselingkuhin pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Illana Clr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Ayah

Alana disibukan dengan beberapa meeting dan setelah meeting selesai. Alana menjemput Cia pulang sekolah.

Tapi anaknya murung, wajahnya ditekuk.

Alana melambaikan tangan. Cia memeluknya sekilas, lalu langsung masuk mobil tanpa banyak bicara.

“Cia, hari ini gimana? Happy nggak? Kok mukanya ditekuk, sayang?”

Cia diam. Menatap jendela.

Sesampainya di apartemen, Cia langsung masuk kamar. Pintunya ditutup pelan... tapi ada bunyi “duk” kecil.

Alana mengerut. “Aduh, kenapa ya?”

Tiba-tiba notif masuk.

Isinya: *"Undangan Pentas Seni Perayaan Hari Ayah"*

Alana mematung.

“Cia...” lirihnya.

Ingatan itu datang lagi. Cia kecil yang dulu sering nanya,

“Mah, papa dimana? Kenapa papa nggak pernah ke rumah?”

Dan sekarang, sekolahnya mau ada acara Hari Ayah.

Air mata Alana jatuh.

Ia biarkan Cia menenangkan diri di kamar.

Sementara itu ia coba menghubungi Johan. Telpon, chat, tidak ada jawaban.

Alana merasa frustasi, bersalah, marah Semua campur jadi satu.

Alana menangis di sofa. Sendiri.

“Maafin mama, Nak...” bisiknya lirih.

“Gara-gara mama... kamu harus ngalamin ini.”

---

Malam pukul 23.07 Alana masih dimeja kerja dikamarnya. Laptop terbuka dan ponsel yang terus menyala. Ia berusaha menghubungi Johan, namun nihil tak pernah ada jawaban.

Alana melihat Cia yang tidur dikasur, lalu menghampirinya. Ia cium kening anaknya dengan penuh permintaan maaf, dan kasih sayang.

"Maafin mamah, sayang. Maafin papa juga ya, Nak. Mungkin Papa sibuk".

Ia mengecup kening anaknya sekali lagi, lalu memeluknya hangat.

___

Pentas Seni Perayaan Hari Ayah digelar.

Alana masuk aula. Jantungnya berdebar. Ia cari tempat duduk di barisan belakang.

Tanpa ia tau, di atas panggung... Cia sudah berdiri dengan mic di tangan.

“Hanya sebuah lagu sederhana... 

Lagu cintaku untuk... Mama.”

 

Suara Cia bergetar tapi jernih.

“Lagu ini, Cia nyanyikan untuk mama.

Terima kasih mama, sudah jadi mama yang hebat.

Cia sayang mama.”

Alana langsung menutup mulutnya. Air matanya jatuh.

Ia bertepuk tangan paling keras di antara semua orang.

Diatas panggung Cia melihat hampir semua orangtua berpasangan, tapi saat melihat Alana yang sendirian, Cia tersenyum ke arah Alana.

"Hallo Mamah, I love you"

Membuat Alana sesak dan air matanya jatuh tak tertahan.

Acara selesai. Giliran foto bersama.

Setiap anak di panggung memegang bunga mawar.

Satu-satu, mereka dijemput ayahnya. Turun dari panggung sambil digandeng.

Tinggal Cia. Sendiri.

Ia menoleh ke bawah. Menatap Alana. Senyumnya getir.

Alana langsung berdiri. Ia mau naik ke panggung. Mau jemput anaknya sendiri.

Tapi langkahnya terhenti.

Sosok laki-laki tinggi berkacamata muncul dari samping.

Menghampiri Cia.

Alana mematung.

“A... Rafa?”

Cia bingung. Terakhir ketemu Rafa, dia masih 3 tahun.

Rafa tersenyum ke arah Cia. “Cia... Papa belum terlambat kan?"

Cia mengerjap, ia mengira itu benar-benar ayahnya. Cia menggeleng pelan

"Belum terlambat pah" Ucap Cia dengan suara kecilnya.

Rafa berjongkok merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Cia, mengusap kepala anak itu.

"Kita turun sekarang? Peluk mama ya?" Rafa menggendong Cia turun dari panggung.

Alana mematung ditempat hingga Rafa dan Cia berada di hadapannya.

"Mama... Makasih ya, papa ternyata datang ke acara sekolah Cia"

Suara Cia terdengar ceria, namun menyesakan untuk Alana. Yang harusnya hadir Johan, bukan Rafa.

Rafa menurunkan Cia dari gendongannya perlahan.

Alana berjongkok mensejajarkan posisinya dengan Cia. Ia menatap wajah anaknya yang hampir hancur hatinya.

"Maafin sayang banget sama Cia" Alana memeluk makhluk mungil itu begitupun Cia membalas pelukan Alana dengan erat.

Rafa yang menyaksikan itu, ikut teriris hatinya.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!