NovelToon NovelToon
Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Apa yang paling menyakitkan dari pengkhianatan?

Bukan saat musuh menusukmu dari belakang, tapi saat orang yang kau anggap saudara justru merebut duniamu.

​Kinanti harus menelan kenyataan pahit bahwa suaminya, Arkan, telah menikahi sahabatnya sendiri yang bernama Alana, di belakang punggungnya. Kini, dengan kehadiran anak di rahim Alana, Kinanti dipaksa untuk berbagi segalanya.

​Tapi, Kinanti bukan wanita yang akan diam saja. Jika mereka ingin berbagi, Kinanti akan memastikan mereka menyesali keputusan itu.

Kita simak kisah selanjutnya di Cerita Novel => Duri Dalam Pernikahan.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Udara Tegal siang itu terasa menyengat, membawa uap panas dari aspal yang bercampur dengan bau amis laut dan asap knalpot yang pekat.

Arkan duduk di kursi belakang mobil mewah yang kedap suara, namun hawa dingin dari AC paling mutakhir sekalipun tidak mampu mendinginkan gejolak yang membakar dadanya.

Di tangannya, ia memegang map merah yang baru saja ia selesaikan di kantor cabang, sebuah daftar nama orang-orang yang baru saja ia rampas masa depannya demi memuaskan kemauan Kinanti.

Mobil itu melaju perlahan menyusuri jalanan kota yang padat, menuju perbatasan untuk kembali ke kenyamanan Jakarta.

Arkan memejamkan mata, mencoba menghapus bayangan wajah-wajah putus asa para karyawan yang baru saja ia pecat. Namun, sebuah kemacetan panjang di depan pasar tradisional memaksa mobilnya berhenti tepat di jantung keramaian.

"Kenapa berhenti, Pak?" tanya Arkan ketus, matanya masih terpejam.

"Maaf, Tuan Arkan. Sepertinya ada truk bongkar muat di depan pasar. Jalanan terkunci total," jawab sopir dengan suara rendah, takut menyinggung tuannya yang sedang dalam suasana hati yang buruk.

Arkan menghela napas berat. Ia membuka matanya, dan secara tidak sengaja, pandangannya tertuju pada jendela samping. Di sana, di luar kaca mobil yang gelap dan mahal, dunia yang nyata sedang berdenyut dengan kejam.

Para pedagang berteriak, kuli panggul bersimbah peluh, dan debu jalanan beterbangan di udara yang menyesakkan.

Saat itulah, jantungnya seolah berhenti berdetak.

Di kerumunan pinggir pasar, di antara tumpukan karung pakaian bekas yang kumuh, sesosok wanita tampak sedang berjuang.

Wanita itu mengenakan daster kusam yang warnanya sudah memudar dan caping bambu yang menutupi sebagian wajahnya. Ia sedang memikul sebuah beban berat, dua karung besar pakaian yang diikat pada sebilah bambu di bahunya.

Langkahnya tertatih. Kaki wanita itu, yang dulu selalu mengenakan sepatu hak tinggi bermerek, kini hanya beralaskan sandal jepit tipis yang nyaris putus. Kulitnya yang dulu putih bersih kini tampak gelap terbakar matahari dan kasar oleh debu pasar.

"Alana?" bisik Arkan, suaranya tercekat di tenggorokan.

Ia menempelkan wajahnya ke kaca mobil yang gelap. Jarak mereka hanya beberapa meter. Meski wajah wanita itu kuyu dan kurus, Arkan mengenali garis rahang dan cara wanita itu mengusap keringat di dahi dengan punggung tangannya, gerakan yang sama yang sering dilakukan Alana dulu.

Darah Arkan berdesir hebat. Rasa bersalah yang selama ini ia tekan muncul seperti gelombang tsunami yang menghantam egonya. Ia melihat Alana terhuyung karena beban di pundaknya terlalu berat.

Wanita itu hampir jatuh, namun ia menguatkan kakinya, menarik napas panjang yang tampak menyakitkan, dan melanjutkan langkahnya menuju sebuah kios kecil yang pengap di sudut pasar.

"Turun, Arkan! Turun sekarang !" batinnya berteriak.

Tangannya sudah menyentuh tuas pintu mobil. Ia ingin keluar, ia ingin berlari ke arah wanita itu, merenggut karung berat itu dari pundaknya, dan memeluknya di tengah debu jalanan.

Ia ingin berteriak bahwa ia menyesal, ia ingin merogoh dompetnya yang berisi tumpukan uang tunai dan memberikannya semua pada Alana. Ia ingin membawa Alana pergi dari neraka ini, membawa wanita yang telah memberinya seorang putra kembali ke tempat yang layak.

Namun, saat tuas pintu itu baru saja bergeser satu sentimeter, ponsel di saku jasnya bergetar. Sebuah notifikasi pesan masuk.

Arkan menarik tangannya, jantungnya berpacu liar saat ia membuka ponsel itu.

Itu pesan dari Kinanti. Tidak ada kata-kata. Hanya sebuah foto.

Di layar ponsel yang jernih, tampak Arjuna sedang tertidur pulas di dalam boks bayinya yang mewah. Bayi itu tampak sangat tenang, dikelilingi oleh boneka-boneka impor dan kain kasmir seputih awan.

Di sudut foto, tampak kaki Kinanti yang mengenakan sepatu rumah berbahan bulu mahal, duduk di kursi goyang sambil membaca buku, sebuah gambaran kedamaian yang hanya bisa dibeli dengan miliaran rupiah.

Pesan itu adalah sebuah peringatan bisu. Sebuah belenggu tak kasat mata yang ditarik kencang oleh Kinanti dari jarak jauh.

Arkan menatap foto anaknya, lalu menatap kembali ke luar jendela. Alana kini sedang menurunkan karung berat itu dengan napas tersengal-sengal di depan kiosnya. Ia tampak begitu rapuh, begitu hancur.

"Jika aku turun sekarang, Kinanti akan tahu," pikir Arkan. "Dia akan mengambil Arjuna. Dia akan membuangku ke jalanan. Aku akan berakhir di samping Alana, memikul karung di pasar ini, kedinginan, kelaparan, dan kehilangan segalanya."

Rasa takut akan kemiskinan mendadak lebih besar daripada rasa cintanya. Ketakutan akan kehilangan status 'Direktur Utama' yang ia banggakan lebih kuat daripada rasa kemanusiaannya.

"Tuan Arkan? Truk di depan sudah bergerak. Kita bisa jalan sekarang?" tanya sopir.

Arkan menatap Alana untuk terakhir kalinya. Wanita itu baru saja membuka capingnya, menyingkap wajah yang penuh lelah dan tatapan yang kosong ke arah jalan raya, tepat ke arah mobil mewah Arkan, meski ia tidak bisa melihat siapa di dalamnya karena kaca film yang sangat gelap.

Arkan memejamkan mata rapat-rapat. Air mata rasa bersalah mengalir di pipinya, namun suaranya tetap keluar dengan nada yang dingin dan mutlak.

"Tutup tirainya, Pak. Jangan berhenti lagi. Melaju sekencang mungkin menuju Jakarta," perintah Arkan.

Sopir itu segera menekan tombol. Tirai sutra di jendela mobil tertutup otomatis, memisahkan dunia emas Arkan dengan dunia debu Alana. Mobil mewah itu menderu, membelah kemacetan, dan melesat meninggalkan pasar Tegal tanpa menoleh lagi.

Di kursi belakang, Arkan meremas ponselnya hingga buku jarinya memutih. Ia menangis tanpa suara, bahunya terguncang hebat.

Ia baru saja mengkhianati nuraninya dengan cara yang paling hina. Ia telah memilih boks emas Arjuna daripada pundak Alana yang luka. Ia telah memilih tahta Kinanti daripada menebus dosa pada wanita yang ia hancurkan.

"Maafkan aku, Alana... maafkan aku," bisiknya dalam hati, meski ia tahu kata maaf itu tidak akan pernah sampai dan tidak akan pernah cukup.

Saat mobil memasuki gerbang tol menuju Jakarta, Arkan menghapus air matanya. Ia kembali memasang topeng dinginnya.

Ia harus kembali ke rumah utama, kembali bersandiwara menjadi suami yang setia dan ayah yang hebat, sementara jiwanya tertinggal di sudut pasar kumuh itu, terkubur bersama karung-karung pakaian bekas yang berat.

Di balik kemewahan hidupnya, Arkan menyadari satu hal yang mengerikan, ia bukan lagi manusia. Ia hanyalah sebuah aset yang dimiliki sepenuhnya oleh Kinanti Wiratama.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Siti Zaid
Arkan seolah2 menyalahkan kinanti sepenuhnya..padahal dirinya yg selingkuh duluan..pun begitu juga Alana yg sudah sangat jahat pada kinanti😠
Himna Mohamad
hrs gagal thoor rencana arkan
Lee Mba Young
Waduh istri sah kalah dong nanti yg menang pelakor. jng sampai kl Arkan Dan Alana menang Aku akn berhenti Baca.
jng sampai pezina Dan pelakor menang. mereka hrs ttp di injak kinanti.

berarti yudha mendukung per selingkuh an dong, wah semoga ikut dpt karma km yudha.
Siti Zaid
Kinanti yg lemah lembut dan berhati malaikat telah mati disaat kamu selingkuh dan menikahi sahabat nya..Arkan!! kamu sendiri yg menjadikan Kinanti..wanita yg tidak memiliki perasaan..semuanya salah kamu dan Alana..😡
Herdian Arya
pembalasan yang sangat setimpal, tapi Kinanti juga mati hati nuraninya, dan yang paling kasian adalah bayi itu yangharus menanggung kesalahan orang tuanya.
Lee Mba Young
lagian Arjuna juga anak haram, hasil selingkuh kan. nnti kl dewasa pasti malu tu punya ibu kandung pelakor Dan bpk tukang selingkuh. masih bagus di urus kinanti 👍.
Lee Mba Young
Aku gk ngerti Jalan pikiran arkan, dia merasa bersalah ke pelakor tp gk merasa bersalah ke istri sah.
nnti kl Arjuna sdh besar Dan tau semua bilang saja ibu kandung mu Alana wanita murahan, ngangkang ma laki orang jd pelakor yakin lah Arjuna akn malu krn anak hasil zina 🤣 alias anak haram 🤣
Lee Mba Young
Arkan ki aneh bersujud kok nek pelakor, bersujud yo nek istri sah. utek e gk beres.
jelas kinanti dadi moster Wong koe selingkuh kr konco ne. Wong ra sadar diri.
Dew666
🎈🎈🎈🎈
Lee Mba Young
Pdhl arkan Dan Alana adlh pelaku tp merasa korban semua. aneh pas main kuda smp Alana hamil apa gk mikir sakit nya kinanti lah.
mkne kondosikan burung mu itu arkan jng masuk Goa pelakor.
Lee Mba Young
Syukurin mkne to Ojo selingkuh.
pingin Kaya Raya Dua istri.
Wes selingkuh tp gk ngroso Salah.
Lee Mba Young
Ya nikmati saja karma mu Arkan. Karma tak semanis Kurma.
Arkan itu ingine hidup mewah dng Istri sah Dan pelakor e iuhhh mnjijikkan.

Dan Satu lagi pelakor Alana juga gk tobat mlh ingin balas dendam. aneh pelakor kalah kok sakit hati.

Arkan Dan Alana itu ciri ciri manusia gk punya hati, dah selengki tp merasa korban waktu di balas kinanti. tp pas bhgia gk ingat nyakiti hati kinanti.
YuWie
ya harusnya kau rangkul bayik nya..walo dia adl bukti dr hasil penghianatan. klo kau kasih sayang spt ibu kandungnya kan nanti besarnya arjuna jg akan menyayangimu. cukun si al dan suamimu yg dendam padamu jgn si bayik..dan pembaca jg gak semakin ilfil sama kamu..masaknprotagonis tak punya hati.. atau jgn2 mmg kinanti adl tokoh antagonisnya 🙃
YuWie
protagonis tapi malah jadi antagonis kie si kinanti ya.. sama bayi aja tega gak bisa memisah sakit hati ke ortu dg si bayik
Lee Mba Young
Alana lo gk tobat Wes dadi pelakor. arkan juga gk merasa bersalah.
mnding hancurkan arkan Dan Alana sekarang drpd nnti membalas.
Lee Mba Young
Alana lo gk tobat Wes dadi pelakor. arkan juga gk merasa bersalah.
mnding hancurkan arkan Dan Alana sekarang drpd nnti membalas.
Lee Mba Young
Kinanti jng sampai lengah. pasti kan nnti Alana gk bisa nuntut balas.
apalagi Arkan gk bisa move on Dr Alana.
Dew666
💟💟💟💟
YuWie
gantian balas dendam Al..ben muter wae isine balas dendam.
YuWie
kenapa kamu gak punya anak sendiri kin.. Harta ada, dendam terbalaskan tapi apakah kamu bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!