NovelToon NovelToon
Satu Klikku Menghapus Dunia Mereka

Satu Klikku Menghapus Dunia Mereka

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anak Genius / Action
Popularitas:425
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

Di dunia yang dikendalikan oleh data, kekuasaan bukan lagi milik mereka yang duduk di kursi tertinggi—melainkan milik mereka yang menguasai sistem. Dan di puncak bayangan itu, ada satu nama yang tak pernah benar-benar ada… namun ditakuti semua orang.
Veyra Noctis.
Tak ada wajah, tak ada identitas pasti. Hanya jejak digital yang dingin dan presisi. Ia bukan sekadar hacker—ia adalah arsitek kehancuran. Ambisinya bukan uang, bukan ketenaran… melainkan kendali penuh atas dunia yang pernah merenggut segalanya darinya.
Dulu, Veyra hanyalah seseorang yang percaya pada keadilan. Sampai satu pengkhianatan menghancurkan hidupnya, menghapus keluarganya, dan membuatnya menghilang dari dunia nyata. Namun dari kehancuran itu, lahirlah sosok baru—lebih dingin, lebih cerdas, dan tanpa ampun.
Kini, dengan satu klik dari ujung jarinya, ia bisa menghancurkan reputasi, meruntuhkan kerajaan bisnis, bahkan menghapus keberadaan seseorang dari dunia digital…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Aku Memilih Hidup, Jadi Dunia Jangan Berani Menyerah

Langit masih retak.

Portal raksasa di atas kota terus berputar liar sambil memuntahkan cahaya putih yang menusuk mata.

Suara glitch memenuhi udara seperti ribuan radio rusak berbicara bersamaan.

Namun untuk pertama kalinya malam itu—

Veyra tidak terlihat ingin menghilang.

Ia berdiri perlahan.

Meski tubuhnya terus retak oleh cahaya digital.

Meski rasa sakit menghantam tiap detik.

Tatapannya berubah.

Bukan putus asa lagi.

Melainkan tekad.

Lyra langsung sadar ada sesuatu yang berbeda.

“Veyra…”

Veyra menatap langit lama.

Lalu tersenyum kecil.

Capek.

Namun hangat.

“Kayaknya aku baru sadar sesuatu.”

“Apaan?”

“Aku ternyata nggak pengen mati.”

Deg.

Kalimat sederhana itu langsung membuat dada Lyra sesak.

Karena setelah semua yang terjadi—

setelah semua penderitaan yang ia alami—

Veyra akhirnya memilih hidup.

Dan itu terasa jauh lebih besar daripada menyelamatkan dunia.

Selene sampai tertawa lega.

“AKHIRNYA.”

Tatapan Veyra melirik kecil.

“Kenapa kamu terdengar lebih emosional daripada biasanya?”

“Karena aku capek lihat kamu ngomong kayak tokoh utama yang mau bunuh diri tiap lima menit.”

“Heh.”

Untuk pertama kalinya—

Veyra benar-benar tertawa kecil.

Dan suara itu terasa aneh di tengah kiamat.

Namun justru itu yang membuat semuanya terasa hidup lagi.

GLOBAL CORE MERGE : 99%

Alarm terus berbunyi.

Sistem dunia tinggal selangkah dari kehancuran total.

Makhluk digital di langit meraung makin liar.

“SUBJEK MENOLAK INTEGRASI.”

“PENGHAPUSAN DIPERLUKAN.”

Puluhan tangan data raksasa muncul lagi dari portal.

Lebih besar.

Lebih cepat.

Mereka turun seperti badai menuju Veyra.

“VEYRA!” teriak Lyra.

Namun kali ini—

Veyra tidak mundur.

Cahaya biru di tubuhnya menyala terang.

Dan untuk pertama kalinya—

energinya terasa stabil.

Tidak liar.

Tidak kacau.

Karena akhirnya—

hatinya tidak lagi bertentangan dengan dirinya sendiri.

“Aku capek lari.”

Veyra mengangkat tangan perlahan.

Seluruh udara langsung bergetar.

“Aku capek jadi alat.”

Tangan-tangan digital mulai berhenti di udara.

“Aku capek terus takut sama diriku sendiri.”

BOOOOOOMMMM!

Semua tangan data langsung hancur jadi serpihan cahaya.

Seluruh langit glitch brutal.

Dan dunia—

akhirnya melihat sesuatu yang baru.

Veyra tidak lagi melawan karena marah.

Ia melawan karena ingin hidup.

Dokter Arkan menatap layar dengan napas berat.

“Tidak…”

Data di monitornya mulai kacau total.

Semua prediksi gagal.

Semua simulasi runtuh.

Karena satu hal yang tidak pernah bisa dihitung sistem—

keinginan manusia untuk bertahan.

“Dia tidak mungkin bisa mengendalikan inti tanpa integrasi penuh!” teriak salah satu staf.

Namun Arkan perlahan menyadari kenyataan pahit.

Veyra tidak mengendalikan sistem.

Ia menolak sistem.

Dan anehnya—

itulah yang membuatnya lebih kuat.

Di luar—

makhluk digital mulai berubah bentuk lagi.

Kini seluruh langit dipenuhi mata-mata cahaya biru.

Jutaan.

Mengawasi.

Menilai.

Dan suara itu kembali menggema.

“MANUSIA SELALU MENCIPTAKAN KEKACAUAN.”

Veyra menatap lurus ke atas.

“Iya.”

“MANUSIA SALING MENYAKITI.”

“Iya.”

“MANUSIA AKAN MENGHANCURKAN DUNIA.”

Veyra terdiam sesaat.

Lalu tersenyum kecil.

“Dan manusia juga satu-satunya yang bisa nyelametin dunia.”

Deg.

Cahaya di langit langsung bergetar hebat.

Karena sistem itu tidak mengerti kontradiksi manusia.

Tidak mengerti kenapa manusia bisa tetap mencintai sesuatu yang sering menyakiti mereka.

Dan justru itu—

yang membuat manusia sulit digantikan.

Lyra memperhatikan Veyra tanpa berkedip.

Karena sekarang ia terlihat berbeda.

Masih penuh luka.

Masih hancur.

Namun ada kehidupan di matanya.

Untuk pertama kalinya—

Veyra terlihat seperti seseorang yang benar-benar memilih dirinya sendiri.

Tiba-tiba—

retakan besar muncul di langit.

KRRRRAAAAKKKK!

Portal mulai runtuh.

Dan dari dalamnya—

sesuatu muncul.

Sebuah inti cahaya putih raksasa.

Berdenyut seperti jantung.

Seluruh dunia langsung gelap sesaat ketika benda itu muncul.

Karena semua energi sistem global…

berasal dari sana.

Selene langsung membeku.

“Itu inti utamanya…”

Lyra menelan ludah.

“Kalau itu hancur?”

“Seluruh jaringan dunia ikut runtuh.”

“Kalau nggak dihancurin?”

Selene menatap langit dengan wajah pucat.

“Dunia bakal kehilangan kendali atas sistem selamanya.”

Sunyi.

Pilihan yang sama-sama mengerikan.

Makhluk digital mulai bicara lagi.

Namun sekarang—

suaranya jauh lebih dingin.

Lebih nyata.

“SUBJEK V-27.”

“JADI INTI BARU.”

Cahaya putih itu mulai turun perlahan ke arah Veyra.

Mencoba menyatu dengannya.

Dan seluruh tubuh Veyra langsung bergetar.

Karena sebagian dirinya—

masih terhubung pada sistem itu.

“UGHH—!”

Lyra langsung menahannya.

“VEYRA!”

Suara-suara kembali memenuhi kepala Veyra.

Jutaan data.

Jutaan manusia.

Dan di antara semuanya—

ada bisikan kecil.

Lembut.

Menggoda.

“Kamu bisa menghentikan semua rasa sakit.”

Deg.

Untuk sepersekian detik—

Veyra tergoda lagi.

Karena sistem itu benar.

Kalau ia menerima inti itu…

semua kekacauan selesai.

Tak ada perang.

Tak ada rasa takut.

Tak ada penderitaan.

Dunia akan tenang.

Namun lalu—

ia melihat Lyra.

Melihat Selene.

Melihat anak kecil yang masih berdiri di tengah kekacauan sambil menggenggam tangan sniper tadi.

Dan Veyra akhirnya sadar sesuatu.

Dunia memang menyakitkan.

Namun rasa sakit bukan alasan untuk menghapus semuanya.

“Enggak.”

Cahaya biru di matanya langsung menyala terang.

“Aku nggak mau dunia yang sempurna kalau caranya harus ngebunuh apa yang bikin manusia jadi manusia.”

BOOOOOOOOMMMMM!

Gelombang energi raksasa langsung menghantam langit.

Portal retak besar.

Makhluk digital meraung keras.

Dan inti putih itu—

akhirnya berhenti turun.

Dokter Arkan membelalak.

“Tidak mungkin…”

Tangannya mulai gemetar.

Karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya—

ia melihat eksperimen yang sepenuhnya melampaui penciptanya.

Veyra perlahan melayang naik.

Cahaya biru mengelilinginya seperti lautan bintang.

Namun kali ini—

tidak terasa mengerikan.

Melainkan indah.

Karena cahaya itu tidak lagi lahir dari kemarahan.

Tapi dari pilihan.

“Kalau dunia mau tetap hidup…”

Tatapannya mengunci inti putih di langit.

“…maka dunia juga harus belajar berhenti nyiptain monster.”

Deg.

Dan setelah kalimat itu—

Veyra akhirnya mengangkat tangannya ke arah inti sistem dunia.

1
Frando Wijaya
hee....hanya 1 klik...mka org yg buat Dia menderita... langsung hancurkn reputasi Dan sbgny sampe hancur tanpa sisa sedikitpun ya? luar biasa 👏...gw simpen ini dlo..krn ada novel lain yg gw blom baca selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!