NovelToon NovelToon
Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Selamat, Ibu Alana. Bayinya laki-laki, sehat, dan tampan sekali," ucap sang dokter tersenyum hangat.

​Alana mencium kening putranya dengan air mata yang terus mengalir. "Hai, sayang... Ini Ibu. Mulai hari ini, cuma ada kita berdua. Ibu berjanji akan menjagamu dengan seluruh hidup Ibu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

STRATEGI SAMUDERA

Setelah menyelesaikan urusan pemecatan guru itu, Samudera tidak langsung keluar dari ruang kerjanya. Ia kembali menyandarkan punggung tegapnya pada kursi kebesaran, mengetuk-ngetukan jemarinya di atas meja marmer dengan ritme yang teratur. Sepasang mata tajamnya menatap lurus ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan taman samping rumah.

​Pikirannya kini sepenuhnya beralih dari urusan pekerjaan dan hukuman, kembali pada satu nama yang paling mengusik hatinya: Alana.

​"Dia minta waktu untuk berpikir," gumam Samudera pelan, suaranya menggema rendah di keheningan ruangan.

​Samudera tahu betul karakter Alana. Wanita itu bukan lagi Alana yang dulu bisa dengan mudah ia luluhkan hanya dengan kata-kata manis atau kemewahan. Luka masa lalu dan kerasnya perjuangan membesarkan Arkana sendirian selama empat tahun telah menempa Alana menjadi sosok yang protektif, waspada, dan memiliki dinding pertahanan yang sangat tebal.

​Memaksanya pindah sekarang hanya akan membuat Alana merasa terintimidasi dan semakin menjauh. Ia harus menggunakan taktik yang halus—sebuah strategi yang tidak terkesan memaksa, namun secara perlahan membuat Alana sadar bahwa keberadaannya di sisi Samudera adalah sebuah kebutuhan.

​Samudera menegakkan tubuhnya, meraih selembar kertas kosong dan sebuah pena premium dari laci mejanya. Ia mulai memetakan strateginya.

Memanfaatkan Arkana sebagai Jembatan Utama. Arkana adalah kelemahan sekaligus kekuatan terbesar Alana. Dengan membawa Arkana tinggal di rumah ini dan mulai bersekolah di sekolah elite barunya, Alana secara otomatis akan selalu mencari tahu perkembangan sang putra. Samudera akan memastikan dirinya sendiri yang menjadi narator utama dari setiap keseharian Arka. Ia akan mengirimkan foto, video, dan cerita tentang betapa bahagianya Arka di sini, membuat Alana perlahan merasa 'terasing' di rumah sewanya dan ingin segera menyusul ke istana ini.

Mengurangi Jarak secara Halus. Samudera tahu jarak antara rumahnya dan rumah sewa Alana cukup jauh. Ia akan menggunakan alasan 'rindu' Arkana kepada ibunya sebagai senjata. Samudera berencana untuk tidak membiarkan Alana datang sendirian, melainkan ia sendiri yang akan mengantar-jemput Alana setiap kali wanita itu ingin melepas rindu dengan Arka. Dengan begitu, intensitas pertemuan mereka akan meningkat secara alami.

Menunjukkan Perubahan Nyata. Selama proses ini, Samudera harus menahan ego dominannya. Ia harus menunjukkan sosok pria yang matang, penuh pengertian, sabar, dan siap menjadi pelindung, bukan lagi pria egois dari masa lalu. Ia akan membuktikan bahwa rumah mewah ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran Alana sebagai nyonyanya.

​Samudera meletakkan penanya kembali ke atas meja, lalu melipat kertas strategi itu dan memasukkannya ke dalam saku jasnya. Sebuah senyuman tipis, penuh keyakinan dan taktik misterius, terbit di sudut bibirnya yang kokoh.

​"Kamu boleh mengulur waktu sesukamu, Alana," bisik Samudera dengan kilat mata yang penuh ambisi. "Tapi pada akhirnya, tempatmu adalah di sini, bersamaku dan anak kita."

​Dengan langkah mantap, ia berdiri dari kursinya dan berjalan keluar ruang kerja, siap untuk kembali memainkan perannya sebagai ayah terbaik di depan Arkana.

Sementara itu, di sudut kota yang berbeda, keheningan yang mencekam langsung menyelimuti rumah sewa sederhana milik Alana begitu deru mesin mobil mewah Samudera perlahan menjauh dan menghilang di ujung jalan.

​Alana melangkah masuk, menutup pintu kayu rumahnya yang sedikit berit, lalu memutar kunci. Begitu berbalik, pemandangan ruang tengah yang biasanya berantakan dengan mainan kini tampak begitu rapi, namun terasa sangat asing. Di atas karpet tipis tempat Arkana biasa tengkurap sambil menyusun balok lego, kini kosong melompong. Hanya ada satu buah balok lego kecil berwarna merah yang tertinggal di dekat kaki meja.

1
Lubna Aulia
Ceritanya bagus. Menarik alurnya
Lubna Aulia
Alur ceritanya bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!