Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah
Arya membuka pintu rumah dengan perlahan melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam, Erika yang tengah tertidur di sofa segera membuka mata saat mendengar langkah kaki mendekat menghampiri nya.
"Sudah pulang mas" sapa Erika dengan suara parau khas bangun tidur.
"Hmmmm.....kenapa tidur di sini?"tanya Arya
"Nunggu kamu mas,takut nya kamu belum makan tadi aku sudah masak udang balado kesukaan kamu"
"Pindah ke dalam,aku sudah makan di kantor" jawab Arya sembari melangkah kan kaki nya kedalam kamar.
Erika segera memeluk tubuh suami nya dari belakang membuat langkah Arya terhenti.
"Aku lelah Erika!" ketus Arya yang memang beberapa hari ini tidak sempat memberikan nafkah batin untuk sang istri.
"Tapi mas-"
"Sudah malam besok aku masih harus ke kantor"
"Tapi besok Minggu mas"
"Seperti nya aku tidak akan punya waktu untuk kamu dan Marsha dalam pekan ini"sahut Arya sambil melepaskan tangan Erika yang sedang memeluk nya.
"Mas-" panggil Erika sedangkan Arya hanya menghela nafas berat tanpa memperdulikan sang istri.
Erika cemberut lalu berbaring di ranjang nya.
*****
"Pagi pak......" sapa bu Yuni sopan dan di jawab anggukan pelan dari Arlan.
"Pagi pak" sambung Vina menyapa sang atasan yang datang ke hotel nya pagi ini.
"Kunci kamar saya" pinta Arlan dan segera di ambilkan oleh Vina,Arlan melirik ke arah sebelah Vina.
"Aulia sedang sarapan pak"ucap Vina mencoba menjelaskan agar sang atasan tidak salah paham.
"Minta dia antarkan kopi ke kamar saya"perintah Arlan dan diangguki Vina patuh.
Arlan segera melangkah kan kaki nya menuju lift.
"Kenapa harus Aulia,bukan nya ada Mila yang bertugas sebagai layanan kamar" ujar Vina pada bu Yuni.
"Dia tidak sedang menginap dia pemilik hotel ini jadi tidak ada salahnya dia memerintah siapapun karyawan nya bisa jadi dia ingin biar langsung pada Aulia tentang kinerja" jelas bu Yuni.
"Benar sih mbak cuma agak aneh aja kedengaran nya"
"Nggak usah pikir macem-macem cepat cari Aulia minta dia antarkan kopi pada Pak Arlan segera"
"Iya mbak" sahut Vina cepat.
*****
Erika menghela nafas panjang melihat ranjang di sebelah nya sudah kosong entah jam berapa sang suami pergi untuk bekerja.
"Kamu berubah mas" gumam Erika pelan,dia segera bangkit untuk merapikan tempat tidur nya.
Kepergian sang mertua tidak membuat Erika merasa bahagia pasalnya sang adik pergi dan sang suami justru tak perduli pada diri nya lagi.
"Aku harus berpikir positif,mas Arya bekerja untuk ku dan Marsha" ujar Erika.
*****
"Kenapa aku Vin,bukan nya ada yang lain" ucap Aulia
"Nggak tau Lia,kata mbak Yuni kamu harus segera ke sana"
"Hufs...." keluh Aulia sembari menghela nafas panjang.
Aulia menyelesaikan makan nya lalu segera berdiri berjalan ke arah dapur.
"Kopi buat siapa Lia?" tanya kepala koki
"Pak Arlan" jawab Aulia
"Beliau tidak suka manis,kurangkan sedikit gula nya" ingat sang kepala koki dan diangguki Aulia patuh lalu segera mengurangi gula nya.
Setelah selesai Aulia segera membawa nya.
"Mau kemana kamu?" cegat Ratna
"Bukan urusan mu"sahut Aulia ketus sambil terus berjalan ke arah lift.
"Kamu mau coba-coba menggoda pak Arlan" tuduh Ratna membuat Aulia benar-benar menghela nafas kasar.
"Kamu pikir pak Arlan akan melirik mu begitu,jangan harap kamu hanya perempuan miskin nggak pantas untuk pak Arlan"ejek Ratna.
"Lalu siapa yang pantas,kamu?" tanya Aulia jengah
"Yang jelas bukan kamu" jawab Ratna segera mengikuti langkah kaki Aulia masuk kedalam lift.
"Stop di situ Aulia" perintah Ratna saat Aulia baru saja keluar dari lift tapi Aulia tak mengindahkan peringatan Ratna dia terus berjalan ke arah kamar Arlan.
"Biar aku yang bawa kan"Ratna menarik nampan yang di bawa oleh Aulia tepat di depan kamar Arlan.
"Aku tidak ingin berdebat dengan mu, kembalikan nampan nya" pinta Aulia mencoba menarik kembali dari tangan Ratna.
"Kau pikir kau siapa! Kau tidak akan menang dari ku gadis miskin" ucap Ratna sengaja melepaskan nampan nya dan mendorong tubuh Aulia hingga terjatuh.
"Bruk!"
"Aaakkkk"jerit kesakitan Aulia saat cairan panas mengalir di tubuh nya membuat Arlan yang berada di dalam segera keluar.
Arlan membelalak kaget melihat Aulia yang tengah duduk di depan kamar nya dengan menahan sakit, terlihat nampan jatuh berguling.
"Ada apa ini?" tanya Arlan segera menghampiri Aulia mencoba membantu.
"Di-a dia terpeleset pak" bohong Ratna membuat Aulia benar-benar kesal tapi saat ini berdebat bukan solusi terbaik dia harus segera mengobati tubuh nya.
Aulia hendak berdiri dan dia bantu oleh Arlan dengan cara menggendong nya.
"Minta kebersihan bereskan lantai nya" perintah Arlan pada Ratna dia segera membawa Aulia kedalam kamar nya.