" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Posesif
Mendengar suara putri kecilnya yang meminta Mala keluar dari kamarnya membuat Darrel memeluk Mala sejenak lalu melepaskan pelukan itu dan Mala pun langsung berbalik untuk membuka pintu kamarnya.
" anak bunda sudah bangun " ucap Mala saat membuka pintu dimana Cantika sudah berdiri dengan wajah cemberutnya.
" kenapa bunda disini ?" tanya Cantika dengan nada cemburu sambil berjalan masuk ke dalam kamar dimana Darrel duduk di tepi tempat tidur.
" memang harusnya dimana bunda Mala ?" tanya Darrel yang tau apa yang Cantika pikirkan saya ini.
" bunda harusnya bersama Cantika karena bunda hanya akan bersama ayah saat malam" ucap Cantika sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
" lalu kapan ayah bersama putri ayah ?" tanya Darrel yang merasa cinta putrinya kini sudah mulai terbagi.
" kapan pun ayah bisa bersama Tika " ucap Cantika yang kini sudah duduk di pangkuan Darrel sedangkan Mala hanya menatap ayah dan anak dari jarak beberapa langkah.
"benarkah ?" tanya Darrel sambil melihat ke arah Mala yang sejak tadi menatap ke arahnya.
" apa saat Cantika bersama dengan bunda Mala, ayah juga bisa bersama kalian ?" tanya Darrel sambil terus menatap ke arah Mala yang juga sedang menatap ke arahnya.
" tanya bunda yah boleh ngga ya ?" tanya Cantika yang kini ikut menatap ke arah Mala yang malah jadi salah tingkah di tatap ayah dan anak secara bersamaan.
" sayang bunda pasti lapar, ayo keluar kita makan bunda sudah siapkan masakan istimewa buat kita makan " ajak Mala sambil mengulurkan tangannya ke arah Cantika karena Mala tak tau harus menjawab apa pertanyaan yang Mala lontarkan.
" ayo " ucap Cantika seperti anak anak pada umumnya yang langsung melupakan pertanyaannya saat ibu yang Cantika inginkan dan cintai sudah membuatkan masakan spesial untuk dirinya.
" apa kamu tak mengajak ku ?" tanya Darrel yang sengaja mengatakan itu meski sebenarnya Mala tak perlu sampai mengajaknya hanya untuk makan.
" tentu saja tapi bunda hanya akan membantu Tika makan " ucap Cantika yang langsung menarik tangan Mala keluar dari kamar ayahnya.
" semoga kamu selalu bisa membuat Cantika bahagia dan kamu juga bisa membantu Cantika melupakan ibu yang bahkan tak peduli pada dirinya " ucap Darrel yang tak melepaskan pandangannya dari Mala yang kini sudah tak terlihat dari kamarnya.
" apa aku bisa memakan masakan yang Mala buat ?" tanya Darrel yang ragu apakah dirinya bisa memakan apa yang Mala buat bukan karena Darrel meragukan rasanya tapi apa yang Mala masak sesuatu yang iya larang sejak bertahun tahun.
" ayo Darrel kamu bisa " ucap Darrel sambil bangkit dari duduknya menuju ruang makan dimana anak dan istri yang baru iya nikahi sudah menunggunya makan.
" ayah tau, masakan bunda sangat enak " ucap Cantika tapi pancaran yang Cantika berikan membuktikan jika masakan yang sedang Cantika makan memang sangat enak.
" benar kah ?" tanya Darrel yang sudah duduk di hadapan Mala sambil menatap ke arah masakannya memang sudah sangat lama tidak iya makan.
" coba dulu, ayah pasti suka " ucap Mala yang ingat permintaan Darrel yang ingin Cantika merasakan kasih keluarga yang utuh.
Darrel cukup terkejut saat Mala memanggilnya dengan panggilan ayah di hadapan cantika tapi entah kenapa panggilan om lebih Darrel sukai.
" benarkah ?" tanya Darrel tapi putri kecilnya yang menjawab dengan mengangkat kedua jempol nya di hadapan Darrel dengan mulut yang penuh.
" ayo kita lihat apakah benar masakan bunda Mala enak atau tidak " ucap Darrel sambil bangkit untuk mengambil piring.
" biar Mala bantu siapkan " ucap Mala sambil mengambil piring dan menyiapkan makan untuk Darrel suaminya.
" terima kasih " ucap Darrel sambil menerima sepiring nasi bersama lauk bistik daging sapi yang begitu harum dan menggugah selera.
Darrel menatap lauk yang sudah Mala siapakah untuknya meski sempat ragu Darrel mulai menguapkan sesendok nasi beserta lauk kedalam mulut dan meresapi setiap paduan bumbu yang Mala racik.
Sejenak Darrel menghentikan kunyahannya seolah mengingat rasa yang hampir sama dengan yang pernah iya rasakan dulu dan hal itu mengusik kenangan yang sempat terkubur dalam hati Darrel.
" apa semuanya baik baik saja ?" tanya Mala saat tak melihat Darrel melanjutkan makannya.
" ya " ucap Darrel sambil kembali menikmati makanan yang sudah Mala siapkan untuk dirinya dan untuk Cantika putrinya.
" enak kan yah ?" tanya Cantika yang langsung di sambut anggukan dari Darrel dan hal itu cukup membuat Mala lega karena Darrel menyukai apa yang iya masak.
" kamu juga makan " ucap Darrel saat menyadari jika Mala hanya menyuapi Cantika yang kini sudah menjadi putri sambung nya.
" ayah tenang saja, Mala pasti makan " ucap Mala sambil terus menyuapi Cantika yang benar benar lahap menikmati masakan nya.
Tapi tanpa di duga Darrel memberikan satu suapan penuh dari piringnya tepat di depan mulut Mala.
" ayo makan " perintah Darrel sambil terus menyodorkan sesuap nasi untuk istri yang baru pagi tadi resmi iya nikahi.
" ayo bunda " ucap Cantika sambil menatap ke arah Mala.
Meski ragu Mala akhirnya menerima suapan dari Darrel di hadapan Cantika Putri yang menyatukan mereka.
Ting tong
Ting tong
Bunyi bel pintu mengusik moment yang begitu manis yang baru tercipta setelah sekian lama hilang di rumah ini dan hal itu membuat Darrel dan Mala saling tatap karena memang sejak Mala tinggal di rumah ini tak pernah ada yang datang bertamu kecuali Fildan tapi selama yang Mala tau Fildan tak pernah bersikap seperti tamu selama ini.
" biar Mala lihat siapa yang datang " ucap Mala bangkit dari duduknya.
" tunggu, biar aku saja yang akan melihat siapa yang datang " ucap Darrel yang mencoba menghentikan Mala yang baru saja melangkah.
" biar Mala saja, ayah kan sedang makan " ucap Mala saat melihat piring Darrel yang masih setengahnya.
Mala melangkah menuju ruang tamu dimana bunyi bel masih terdengar seolah tamu itu tak sabar untuk bertemu pemilik rumah.
" iya tunggu " ucap Mala sambil memutar kunci pintu utama dan tak lama pintu itu di buka dimana di sana berdiri seorang perempuan dengan koper yang berdiri di sampingnya.
" bawa koper itu masuk " ucap wanita itu tanpa mengenalkan diri ataupun menunggu Mala mempersilahkan dirinya masuk.
" tunggu siapa anda ?" tanya Mala sambil menahan tangan wanita itu tapi tanpa di duga wanita itu menghempaskan tangan Mala hingga membuat Mala semakin yakin jika niat wanita di hadapannya ini tidak lah baik.
" siapa kamu yang dengan sangat berani menanyakan siapa aku bahkan di rumah ku sendiri !" bentak wanita itu penuh amarah.
" memang siapa Anda ?" tanya Mala yang sudah merentangkan tangannya menghalangi wanita itu agar tak masuk ke dalam rumah.
✍️✍️✍️ siapakah wanita yang datang tanpa sopan santun itu ? Dan apakah Darrel mengenal wanita itu ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏