NovelToon NovelToon
Bayang Dendam Dalam Cinta

Bayang Dendam Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Noona.sv95

Maya, gadis manis yang harus mengganti identitas dan namanya setelah kecelakaan besar nyaris merenggut nyawanya.

Ia bangkit dari kematian setelah diselamatkan oleh seorang dokter yang mengangkatnya sebagai anak. Ia bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Ia bersumpah membalaskan dendam atas kematian ayah dan juga adiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona.sv95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemakaman Max, Maya kembali hidup

Sementara itu, bertepatan dengan sadarnya Maya.

Di kediaman keluarga Lewis, tengah mengadakan upacara pemakaman salah satu anggota keluarganya.

Steve sedang mengadakan upacara pemakaman keponakannya, Max yang baru saja di temukan dalam kondisi tak bernyawa.

Max di temukan dengan kondisi tubuh yang hangus terpanggang dan wajah yang tak lagi dikenali.

"Tuan Steve, saya turut berduka atas tiadanya keponakan anda Max. Saya tidak menyangka, Max meninggal di usia yang sangat muda!" ucap salah satu kolega Steve, mengucapkan belasungkawa nya.

"Terima kasih, tuan Mark. Aku juga tidak menyangka, jika Max yang sebelumnya baik - baik saja ternyata harus mengalami kecelakaan tragis seperti ini!

Belum lagi, aku sangat terpukul dengan kondisi kakak iparku yang sekarang nyaris terganggu kejiwaannya karena kehilangan Max!" suara Steve terdengar parau.

"Kami turut berduka. Semoga keluarga kalian di berikan kekuatan menghadapi musibah ini!"

"Terima kasih,tuan Mark!"

Lalu setelah Mark, datang secara bergantian kolega-kolega terdekat yang hadir di upacara pemakaman tersebut, memberikan ucapan belasungkawanya.

Jika biasanya Steve selalu menginginkan apapun yang mereka lakukan di liput media, kali ini ada yang berbeda darinya.

Bahkan, saat ini yang menghadiri upacara pemakaman, hanya orang-orang yang memang dekat dengannya.

Steve meminta pada asistennya untuk memberitahu pihak wartawan yang selalu berkeliaran di sekitar lingkungan Lewis, agar tidak meliput atau memberitakan apapun tentang kematian Max.

Dia tidak ingin kondisi Max yang mengenaskan, menjadi bahan gunjingan di kalangan masyarakat dan juga kalangan rekan bisnisnya.

"Claus, beritahu awak media. Jangan sampai berita kematian Max ini menyebar.

Jika sampai ada berita kematian Max terdengar dari media milik mereka, maka bersiaplah untuk bermusuhan denganku," tegas Steve pada asisten kepercayaannya.

Setelahnya, sang asisten menemui beberapa awak media yang akan meliput upacara pemakaman tersebut. Lalu mengatakan, apa yang sebelumnya Steve katakan.

Dengan raut kecewa, para wartawan yang sebelumnya sudah siap dengan beberapa pertanyaan harus mengalah dan mengurungkan niatnya.

Bahkan beberapa rekaman yang  sempat di ambil pun, mereka terpaksa menghapusnya.

Mereka tahu betul, apa yang akan terjadi jika Steve sudah memberikan peringatan demikian.

"Sepertinya kita akan pulang dengan tangan kosong!" ucap salah seorang wartawan.

"Mungkin untuk saat ini, kita harus mengalah. Kita tahu, bagaimana kekuasaan seorang keluarga Lewis!" sahut wartawan lainnya.

"Sebaiknya kita mengalah saja, daripada karir kita nantinya yang bermasalah!"

Setelahnya, para awak media mulai meninggalkan kediaman keluarga Lewis.

Asisten yang meminta awak media pergi, langsung tersenyum saat perkataannya dituruti.

"Baguslah jika mereka masih memikirkan karirnya. Jadi, mereka tidak terlalu menyulitkanku saat ini!" kekehnya, lalu kembali menghampiri Steve yang tampak sedih.

Tanpa di sadari oleh sang asisten, ada salah satu wartawan yang sengaja menyembunyikan kameranya pada tas yang saat ini dia bawa.

***

Beberapa hari kemudian, keadaan Maya mulai membaik. Namun, rasa trauma yang dialaminya membuat Maya sulit menerima kehadiran orang baru, kecuali Amora.

Seperti saat ini, Amora berusaha mengajak Maya berkomunikasi untuk mengetahui nama dan juga siapa Maya sebenarnya dan apa yag terjadi sebelum Maya mereka temukan.

"Kau sudah membaik, Nak?"tanya Amora.

"Ya, sedikit membaik nyonya!" jawab Maya singkat.

"Apa aku bisa mengetahui siapa namamu?? Aku hanya ingin, kita bisa saling mengenal dan saling dekat satu sama lain!" ucap Amora lembut berusaha meyakinkan Maya.

"Aku Maya!"

"Ah, Maya. Nama yang cantik, perkenalkan namaku Amora Shawn Louis! Senang bisa mengenalmu, Maya!" ucap Amora dengan mata yang berbinar.

Saat Maya mulai bisa berbicara dengan santai pada Amora, tiba-tiba Thomas masuk kedalam ruangan dan langsung membuat Maya histeris karenanya.

"Si-siapa kau?? Kenapa ka-kau ada disini?" Maya tergagap, melihat Thomas yang masuk dengan tiba-tiba.

Amora memberikan tarapan tajam pada Thomas, namun dengan segera Amora mengalihkan perhatian Maya dan berusaha menenangkannya.

"Tenanglah sayang, tenang! Dia tidak akan menyakitimu, dia putraku!"

"Tidak, dia pasti suruhan keluarga Lewis. Dia pasti di minta untuk membunuhku, tidak. Pergii!" Maya berteriak, berusaha mengusir  Thomas dari ruangannya.

"Aku tidak ada hubungannya dengan Lewis, apa kau di sakiti olehnya?" Thomas yang sudah mempelajari bagaimana Amora menghadapi orang-orang yang depresi, mulai mempraktekannya pada Maya.

Dengan pelan, Thomas mengajak Maya berbicara dan meyakinkannya bahwa dirinya bukanlah orang Lewis. Bahkan sama sekali tidak mengenal siapa Lewis. Bak membunuk anak-anak, Thomas dengan perlahan mengajak Maya berbicara.

Meskipun beberapa kali mendapatkan pengusiran dari Maya dan teriakan ketakutan darinya, tak membuat Thomas menyerah begitu saja. Pepatah mengatakan, usaha tak kan mengkhianati hasil. Tiada hasil yang mengkhianati usaha, dan itu terjadi pada keduanya saat ini.

Usaha Thomas yang keras untuk membujuk Maya, agar tidak histeris dan ketakutan padanya akhirnya membuahkan hasil.

Perlahan, Maya mulai tenang dan bisa merespon meskipun masih ada sorot ketakutan dari matanya.

"Kau tidak perlu takut sayang, dia bukanlah orang jahat. Dia putraku, anggap saja dia kakakmu. Dia akan menjagamu dari siapapun yang berusaha menyakitimu!" ucap Amora meyakinkan Maya.

"Ta- tapi .."

"Aku yang akan menjamin. Tidak akan ada yang menyakitimu, termasuk putraku. Tenang ya, kau aman disini."

Maya menatap Amora dengan ragu, lalu beralih menatap Thomas yang berdiri diam di dekat pintu. Sorot mata Thomas tampak tulus, tidak ada sedikit pun niat jahat di sana. Perlahan, Maya mulai mereda.

"Ba-baiklah," jawab Maya lirih, "Tapi, jangan mendekat."

Thomas mengangguk mengerti dan tetap berdiri di tempatnya. Amora tersenyum lega dan mengusap lembut rambut Maya.

"Nah, begitu lebih baik. Thomas memang sedikit mengejutkan, tapi dia orang baik."

Thomas tersenyum tipis mendengar pujian dari ibunya. "Maafkan aku jika membuatmu takut, Maya. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja," ujarnya dengan nada menyesal.

"Tidak apa-apa," jawab Maya pelan.

"Kalau belum terbiasa tidak apa-apa. Pelan-pelan saja, ya."

Maya mengangguk. Untuk saat ini, ia mulai merasakan aman meski hatinya masih terselip rasa takut.

"Ayah... Vello, aku ternyata masih bisa hidup. Aku janji, aku akan mencari jalan untuk menuntut balas," batin Maya, seiring dengan tangannya yang terkepal kuat dan mata yang terpejam.

*

1
falea sezi
males harusnya jujur km biar di bantuin bales dendam oon novel pret
falea sezi
max di bunuh berarti
falea sezi
penulis pro penjahat kayaknya
falea sezi
penulis nya bego
Noona_SV: contohin jd penulis pintar dong kak. biar aku bisa belajar
total 1 replies
falea sezi
semoga bisa di penjara
falea sezi
bejat gtt mreka
FELNI JULIANI
sangat bagus
FELNI JULIANI
lanjut kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!