NovelToon NovelToon
Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Status: tamat
Genre:Misteri / Tamat
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang pemulung menemukan jasad tanpa wajah di Kampung Kemarin. Hanya ada cincin bertanda 'S' dan sehelai kertas tentang "kayu ilegal" sebagai petunjuk.

Detektif Ratna Sari menyadari kasus ini tidak biasa – setiap jejak selalu mengarah pada huruf 'S': dari identitas korban, kelompok tersembunyi, hingga lokasi rahasia bisnis gelap.

Ancaman datang dari mana saja, bahkan dari dalam. Bisakah Ratna mengungkap makna sebenarnya dari 'S' sebelum pelaku utama melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 (twenty one)

Jakarta di tengah malam terlihat seperti lautan lampu yang tak berujung, namun bagi Ratna, kota ini hanyalah sebuah medan perang yang penuh dengan titik buta. Mereka tidak menggunakan helikopter untuk kembali terlalu mudah dilacak. Sebaliknya, mereka menggunakan speed boat nelayan yang melaju kencang menembus ombak Teluk Jakarta, mendarat di pelabuhan tikus dekat kawasan industri.

"Teguh, periksa amunisi. Kita hanya punya satu kesempatan," ujar Ratna sambil mengenakan rompi taktis hitam yang ia ambil dari simpanan lama di Pangkalan 09.

Gedung Agro Santara berdiri angkuh di pusat bisnis Jakarta, sebuah menara kaca 50 lantai yang dijaga oleh pasukan Black Cobra di setiap sudutnya. Di lantai paling atas, di bawah lampu neon yang menyilaukan, Siska menunggu.

(Infiltrasi: Jalur Bawah Tanah)

"Hendra, kau masih di sana?" Ratna berbisik melalui mikrofon tenggorokan.

"Selalu, Bu. Saya sudah mematikan sistem alarm di Sektor Parkir B-3 selama 60 detik. Begitu kalian masuk, saya akan membekukan lift logistik. Kalian harus memanjat lewat lorong kabel," suara Hendra terdengar stabil meski ada nada tegang.

Ratna dan Teguh bergerak seperti bayangan. Mereka masuk melalui saluran pembuangan limbah gedung mengingatkan Ratna pada pelarian mereka di Semarang. Namun kali ini, mereka tidak merangkak untuk kabur, mereka merangkak untuk menyergap.

Saat mencapai lantai 45, tempat "Gudang Hitam" berada, suasana berubah menjadi steril dan sunyi. Dinding-dindingnya terbuat dari baja tahan ledakan.

"Bu, lihat itu," Teguh menunjuk ke arah pintu kaca besar.

Di dalam sebuah ruangan kedap suara, Bagas duduk di kursi medis dengan selang infus menempel di lengannya. Wajahnya pucat, namun matanya tetap terbuka, menatap kosong ke langit-langit. Di sampingnya, Siska sedang memeriksa data di tabletnya, ditemani oleh Jenderal Arman yang tampak gagah dengan seragam kebesarannya.

Brak!

Ratna meledakkan pintu akses menggunakan thermal paste. Ia melangkah masuk dengan tenang, senapan serbu tersampir di bahunya, namun matanya hanya tertuju pada satu orang: Jenderal Arman.

"Jenderal," sapa Ratna dengan nada yang sangat formal, seolah-olah ia masih berada di barak militer masa lalunya. "Saya tidak menyangka pria yang dulu bersumpah setia pada panji negara kini menjadi pelayan organisasi kriminal."

Arman tertawa kecil, suara beratnya menggema di ruangan itu. "Ratna, atau siapa pun jiwa yang ada di dalam tubuh itu... dunia ini tidak butuh pahlawan. Dunia ini butuh keteraturan. Dan Sangkala memberikan keteraturan itu lewat seleksi genetik. Yang kuat memimpin, yang lemah... dieliminasi."

"Dan anak itu? Bagas? Dia dianggap lemah hanya karena dia lahir di hutan?" tanya Ratna, tangannya perlahan mendekati detonator digital di saku rompinya.

"Dia adalah subjek tes yang sempurna," sela Siska dengan senyum kemenangan. "Darahnya murni, belum terkontaminasi oleh polusi kota. Gennya akan menjadi dasar dari virus Project Hydra."

"Sudah cukup bicaranya," sahut Ratna dingin. "Teguh, ambil Bagas!"

Pertempuran pecah. Teguh melepaskan tembakan pengalih perhatian ke arah lampu ruangan, mengubah suasana menjadi remang-remang. Ratna menerjang ke arah Siska dengan gerakan bela diri yang sangat cepat perpaduan antara kelincahan tubuh wanitanya dan teknik membunuh militer kuno.

Duak!

Tendangan Ratna mendarat telak di dada Siska, namun Siska jauh lebih kuat dari kelihatannya. Ia menggunakan sepasang tongkat listrik untuk menangkis serangan Ratna. Di sisi lain, Jenderal Arman mengeluarkan pistol berlapis emasnya, mengincar kepala Ratna.

"Sekarang, Hendra! Aktifkan pemancar!" teriak Ratna.

Di atas meja kontrol, liontin perak milik Sarah yang sudah dihubungkan ke sistem utama mulai bersinar biru. Angka hitung mundur muncul di semua layar di seluruh gedung:

05:00.

"Hentikan sinyal itu!" teriak Arman panik. Ia tahu jika sinyal itu terkirim, seluruh kekaisaran Sangkala akan runtuh dalam semalam.

Pasukan Black Cobra mulai menyerbu masuk ke ruangan. Ratna dan Teguh kini terkepung di tengah-tengah ruang kontrol yang sempit. Ratna menarik Bagas dari kursi medis, melindunginya di balik meja baja sementara peluru berseliweran di atas kepala mereka.

"Ibu... kau datang," bisik Bagas lemah.

Ratna mengusap kepala bocah itu sekejap. "Jenderal tidak pernah meninggalkan prajuritnya, Bagas. Tetaplah merunduk."

Siska melompat melewati meja, mencoba meraih liontin itu. Namun Ratna lebih cepat. Ia menangkap tangan Siska, memutarnya dengan paksa hingga terdengar bunyi tulang patah. Siska menjerit, namun amarahnya justru membuatnya semakin buas. Ia menghantamkan kepalanya ke wajah Ratna, membuat Ratna terhuyung.

[01:30...]

"Tinggal satu setengah menit!" teriak Teguh yang kini beradu fisik dengan dua penjaga.

Tiba-tiba, suara Sarah terdengar melalui sistem pengeras suara gedung. Rupanya Hendra telah meretas jalur audio. "Ratna, kau harus mengaktifkan protokol terakhir. DNA-mu adalah kuncinya. Letakkan tanganmu di atas scanner itu!"

Ratna melihat scanner genetik di samping liontin. Jika ia melakukan itu, datanya akan terkirim, namun sistem keamanan gedung akan meledakkan ruang kontrol sebagai protokol "penghancuran diri" otomatis.

"Bu! Jangan lakukan itu!" teriak Teguh yang melihat indikator merah menyala di dinding.

Ratna menatap Bagas, lalu menatap ke arah Jakarta di luar jendela kaca yang pecah. Ia tersenyum tipis senyum seorang jenderal yang siap untuk pengorbanan terakhir.

"Teguh, bawa Bagas keluar lewat jalur kabel. Ini perintah!"

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Sungguh akhir yg sangat indah😭😭 pada akhirnya, Ratna bisa kembali pulang dan bisa berkumpul dengan orang² terkasihnya😭😭
Terima kasih untuk cerita yg luar biasa ini thor🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: awww sama sama🥰 aku juga gk mw sad ending🤧🤧🤧
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Tahun 2035,dan aku masih kepikiran: Hendra, teguh, Ares, tidak beristri😭😭

Makasih Othor untuk ceritanya yang setiap bab selalu bikin degdegan, tegang dan tertawa pastinya...
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: auuu terimakasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh, jangan kasih bakso tuh si hendra, guhh
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 biar kelaparan 🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Aku kemarin2 nunggu mbah Mansyur, aku kira dia udah isthettttt🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: masih kok masih hidup
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othorrrr/Curse/ masa bahas bakso jam segini, aku jadi ngiler/Scream/
makasih buat double upnya thor/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Au ahh aku mewek😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yg sanar sabar🤣🤧
total 1 replies
yosh—
👍👍👍👍👍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
booom apa Ratna atau jendral ikut meledak mati 😱🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
serius gw ikut ketawa gara gara gerutuan Ares sama kolonel Baskoro 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh pak Tua😭😭🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: memanfaatkan kesempitan dalam kesempatan eh🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ya lagiann warna ungu banget ya Res, bikin sakit mata🤣😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nah iya thu😐🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
yang penting bukan dugong
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahhaha🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
biar kalian ada kerjaan
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jangan keras keras atuh🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
suka2 dia lah mau warna apa juga 🤨
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: 😱 asal jangan pink anu ehhh🏃🏃🏃
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hehh sempet²nya pak tua satu ini/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mmg dasar mata makanna😐🤣
total 1 replies
Rembulan menangis
aku fikir ending nya si ratna dan teguh bisa mnagkap para pnjilat dan pnjahat dan mmasukkan k pnjara sesuai hukum krn judul nya kan tntg kayu ilegal
gk taunya jdi crita kyak film robot²
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/Kan itu juga termasuk berhasil, bu jenderal
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 betul itu betul
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh, aku pun rindu sama aksi kalian berdua, Guh. maksudku pak Pol
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ratna tidak benar² pergi, ia masih tetap ada diantara kalian. Melindungi dan melihat kalian dari kejauhan🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jadi hantu di satelit
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ntun kenapa sih, kok gak ada notif ini up🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Malahan tadi sempet gak bisa komen
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!