NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:27.1k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.

Tanpa diketahui oleh Sonia, Abil yang kembali ke kamarnya pun diam-diam menangis.

Abil tersentak ketika merasakan sentuhan lembut pada bahunya. Ya, pemilik tangan tersebut tak lain adalah sang istri tercinta, Yuli. Tanpa berkata-kata, Yuli memeluk tubuh suaminya. Ia tahu bahwa saat ini Abil memerlukan pelukan darinya untuk sekedar menghibur.

"Sonia sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain keluarga ini, kedua orangtuanya telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Jika aku hanya diam saja melihatnya terluka seperti itu, pasti di surga sana uncle dan aunty Syifa akan kecewa kepadaku. Mereka akan menganggap aku tidak bisa menjaga adik sepupuku dengan baik." Tutur Abil yang kini berada di pelukan istrinya.

"Aku mengerti dengan perasaan kamu, mas. Sama seperti perasaan mas Abil, aku juga sangat prihatin pada kondisi rumah tangga Sonia dan mas Tomi. Tetapi, mas juga tidak harus bersikap sekeras ini pada Sonia! Seharusnya sebagai keluarga, kita cukup memberikan dukungan, jangan justru memperkeruh keadaan. Bisa jadi ada sesuatu yang tidak kita ketahui tengah terjadi, sehingga keberadaan Cili di perusahaan mas Tomi tidak bisa diindahkan." Yuli berusaha meluluhkan kerasnya hati sang suami.

"Apapun alasannya, tidak seharusnya Tomi membiarkan Cili berada di lingkup kehidupan mereka. Jika Tomi mencintai Sonia, Tomi pasti tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini."

"Mas.... setiap rumah tangga memiliki ujiannya masing-masing, mungkin ini merupakan salah satu ujian bagi rumah tangga Sonia dan mas Tomi. Jangan terlalu berpikiran negatif, belum tentu Tomi tidak mencintai istrinya, mas. Jangan lupa, kisah rumah tangga kita pun tak jauh berbeda dengan hubungan rumah tangga Sonia dan mas Tomi, awalnya tidak saling mencintai. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Tidak menutup kemungkinan hal itu pun terjadi pada Sonia dan mas Tomi, apalagi mereka sudah cukup lama bersama. Mustahil tidak tumbuh cinta di antara dua insan yang telah terikat hubungan suami-istri, mas."

Tomi terdiam. Mungkin bagi sebagian orang, sikap serta tindakannya akan dianggap kurang bijak sebab telah membawa pergi Sonia dari suaminya. Akan tetapi, di dalam relung hati terdalam Abil, ada sebuah alasan sehingga melakukan semua itu.

"Sebaiknya kamu ke kamar Sonia, tenangkan dia!." Pinta Abil pada sang istri.

"Baiklah." Yuli pun mengangguk dan hendak ke kamar Sonia.

*

"Tumben mas Tomi pulang lebih awal?." Gumam Zira melihat kakak laki-lakinya sudah kembali ke rumah padahal waktu masih menunjukkan pukul tiga sore.

"Mbak Sonia mana, mas?." Zira menatap ke arah pintu utama namun tak melihat keberadaan Sonia.

Tomi tak menanggapi.

"Kamu ini bagaimana sih, adiknya bertanya kok nggak dijawab, nak?" Ibu menimpali.

"Abil pergi membawa Sonia, mah." Jawab Abil.

"Kenapa bisa begitu, Tomi?." Ibunya Tomi sangat mengenal sifat Abil. Tidak mungkin pria itu mengajak Sonia pergi tanpa alasan. Apalagi tanpa meminta izin kepada mereka, mengingat kini Sonia sudah menjadi bagian dari keluarga mereka.

Ayah yang baru saja turun dari lantai dua berjalan mendekat pada putranya. Tatapan pria paruh baya tersebut nampak tak bersahabat pada sang putra.

"Jangan katakan Abil sudah tahu kalau Cili sudah kembali dan kini terikat kontrak kerjasama dengan Andrean Group?." Pertanyaan ayahnya dijawab Tomi dengan anggukan kepala.

"Apa? Wanita itu sudah kembali dan kini menjalin kerjasama dengan perusahaan kita?." Ibu terlihat sangat terkejut mendengarnya.

"Maafkan Tomi, mah. Semua itu memang kesalahan Tomi. Tapi percayalah, Tomi tidak melakukannya dengan sengaja. Semua ini terjadi karena kelalaian Tomi sebagai pimpinan perusahaan." Ya, memberikan kepercayaan penuh pada asisten pribadinya yang sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang sosok Cili, tentu saja merupakan sebuah kelalaian yang sangat disesali oleh Tomi.

Zira jadi gemas sendiri melihat kakaknya itu. Setelah kehilangan istrinya barulah bersikap seperti orang kebakaran jenggot, panik dan bingung sendiri.

"Sudah tahu sampah seharusnya di buang ke tempatnya, eh... malah di pungut segala. Jadi repot sendiri kan sekarang." Zira bergumam dengan terang-terangan.

"Zira...." Ibu menegur putrinya.

"Memang benar begitu kan, mah. Coba kalau mas Tomi nggak sibuk mungutin sampah seperti si Cili itu, pasti saat ini kakak ipar masih berada di tengah-tengah kita, dan Keluarganya tidak akan membawanya pergi." Kesal Zira.

"Sudahlah....jangan saling menyalahkan, lebih baik sekarang kita cari jalan keluarnya." Jika keadaan sudah seperti ini, sebagai kepala keluarga, ayah harus tetap bersikap bijak, sekalipun dihati pria itu pun sangat kesal pada putranya.

"Apa tindakan kamu selanjutnya?." Tentu saja pertanyaan ayah di tujukan pada Tomi. Pria itu mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tengah, dan di susul oleh Tomi dan yang lainnya.

"Tomi tidak ingin rumah tangga Tomi dan Sonia sampai hancur, pah. Tomi ingin menyudahi kontrak kerjasama Andrean Group dengan Cili, apapun konsekuensinya. Jika memang Cili bermaksud mengatakan hal yang bukan-bukan dihadapan media hingga pada akhirnya muncul berita jika Andrean Group tidak profesional dalam urusan pekerjaan, Tomi sudah siap untuk itu." Tomi sudah siap dengan konsekuensi yang bisa saja terjadi kedepannya nanti, mengingat sebelumnya Cili pernah mengancamnya jika memutuskan kontrak kerjasama secara sepihak. Kalau untuk biaya ganti rugi atas pemutusan kontrak kerjasama secara sepihak, Tomi sudah menyiapkan segalanya termasuk kompensasi.

"Memikirkan nasib serta nama baik perusahaan memang penting, tetapi keutuhan rumah tangga kamu dan Sonia jauh lebih penting, nak." Dukungan dari sang ayah semakin meyakinkan Tomi bahwa menyudahi kontrak kerjasama dengan Cili adalah keputusan terbaik.

Setelah mengobrol serius dengan sang ayah, Tomi kembali ke kantor.

*

"Tidak bisa begitu. Kamu tidak bisa memutuskan kontrak kerjasama kita secara sepihak seperti ini, Tomi!." Cili keberatan saat Tomi mengutarakan maksudnya untuk menyudahi kontrak kerjasama dengannya.

"Kamu tidak perlu khawatir, karena perusahaan akan membayar penuh untuk kontak kerjasama selama setahun, dan perusahaan juga akan memberikan kompensasi lainnya."

Cili tersenyum getir mendengarnya.

"Sebenarnya apa istimewanya wanita itu sampai-sampai kamu rela melakukan semua ini padaku, hah? Sebenarnya apa kelebihan wanita itu dibanding aku, Tomi?." Cili mulai terpancing emosi.

"Cukup, Cili...! Jangan sekali-kali kau membandingkan dirimu dengan istriku, karena kau tidak pantas dibandingkan dengannya!." Bentak Tomi. Mendengar Cili membandingkan dirinya dengan Sonia berhasil membuat Tomi naik pitam.

"Kau boleh mengatakan apa saja di depan media, aku tidak akan menghalanginya! Namun kau juga jangan lupa bahwa pada project pertama saja kau sudah melakukan kesalahan, dan yang lebih parahnya lagi kau justru melempar kesalahan yang telah kau lakukan kepada orang lain!."

"Sekarang, terima ataupun tidak, kontrak kerjasama kita sudah selesai sampai di sini. Jika kau masih belum puas dengan kompensasi yang diberikan oleh perusahaan, maka kau boleh menuntut kami di pengadilan!." Tegas Tomi sebelum berlalu meninggalkan Cili.

Cili mengeratkan genggaman tangannya mendengar semua itu. Rupanya memprovokasi Tomi memang tidak semudah yang dibayangkannya. Bola panas bisa saja berbalik arah padanya jika ia sampai mengatakan hal buruk tentang Andrean Group dihadapan media.

1
Lentera Aksara
kalau itu ulet bulu
Sonia suruh pindah aja Thor
kasian Dede bayinya
Felycia R. Fernandez
😅😅😅😅😅
Dwi ratna
pst si cabe level akut dah
secret
hmmm siapa tuhh yg diliat sonia
sutiasih kasih
lanjut thorrr... udah g sabar😍😍
Ayila Ella
waduh siapa tuh, jangan bilang itu si cilok
Lia siti marlia
siapa tuhhh sonia bikin penasaran aja
Ami LeoGirl
Cikarang selatan hadir.... kpn up lgi thorr
Nurul
Ditunggu lanjutannya......
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!