NovelToon NovelToon
Syakila: Sandiwara Cinta

Syakila: Sandiwara Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Ibu Tiri / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Hidup Syakila hancur ketika orangtua angkatnya memaksa dia untuk mengakui anak haram yang dilahirkan oleh kakak angkatnya sebagai anaknya. Syakila juga dipaksa mengakui bahwa dia hamil di luar nikah dengan seorang pria liar karena mabuk. Detik itu juga, Syakila menjadi sasaran bully-an semua penduduk kota. Pendidikan dan pekerjaan bahkan harus hilang karena dianggap mencoreng nama baik instansi pendidikan maupun restoran tempatnya bekerja. Saat semua orang memandang jijik pada Syakila, tiba-tiba, Dewa datang sebagai penyelamat. Dia bersikeras menikahi Syakila hanya demi membalas dendam pada Nania, kakak angkat Syakila yang merupakan mantan pacarnya. Sejak menikah, Syakila tak pernah diperlakukan dengan baik. Hingga suatu hari, Syakila akhirnya menyadari jika pernikahan mereka hanya pernikahan palsu. Syakila hanya alat bagi Dewa untuk membuat Nania kembali. Ketika cinta Dewa dan Nania bersatu lagi, Syakila memutuskan untuk pergi dengan cara yang tak pernah Dewa sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pencarian Syakila

"Syakila!!!"

Begitu bangun, Dewa langsung menyebut nama itu. Tatapannya menyapu seluruh ruangan. Tidak. Ini bukan kamar di vila. Bukan pula kamar di rumahnya.

"Dewa, akhirnya kamu bangun juga," ucap Nania sambil tersenyum lega.

Dia lekas menghampiri Dewa. Memeluk pria itu dengan sangat erat.

"Apa yang terjadi?" tanya Dewa tak mengerti.

"Tadi, kamu pingsan. Makanya, aku membawamu ke klinik ini," jawab Nania.

Satu-satunya pusat kesehatan yang dekat dengan vila hanya klinik tersebut. Makanya, Nania tak punya pilihan lain selain membawa Dewa yang tiba-tiba pingsan ke tempat itu.

"Aku... pingsan?" lirih Dewa tak percaya.

Selama ini, kondisi tubuhnya selalu fit. Dia jarang sakit apalagi pingsan secara tiba-tiba. Tapi, ada apa dengan malam ini? Kenapa tubuhnya mendadak jadi lemah begini?

Tiba-tiba, ingatannya menangkap satu momen yang sempat terlupakan.

"Syakila..." Dewa mencengkram erat kedua lengan Nania. "Syakila dimana?" tanyanya dengan tidak sabaran.

Ekspresi Nania langsung berubah sendu. Sepasang matanya mulai berkaca-kaca.

"Syakila... masih belum ditemukan, Dewa," jawabnya lirih.

Otak Dewa seketika jadi kosong. Kata-kata Nania terus berputar didalam otaknya.

Syakila belum ditemukan. Syakila belum ditemukan.

"Jadi, Syakila benar-benar lompat ke dalam laut? Itu semua bukan mimpi?" gumam Dewa sambil menggeleng pelan.

Dadanya terasa sangat sakit. Napasnya mulai sesak.

"Dewa, semua ini salahku. Andai aku nggak menginginkan kalung milik Syakila, mungkin Syakila masih hidup."

"Apa maksudmu dengan masih hidup?" tanya Dewa dengan nada suara yang terdengar tak suka dengan ucapan Nania. "Memangnya, Syakila sudah mati? Belum, kan? Jangan mengatakan hal yang bisa bikin sial, Nania."

"Ma-maaf," ucap Nania. "Aku tidak bermaksud begitu. Hanya saja, diluar sedang hujan badai. Tim SAR belum bisa bergerak mencari Syakila karena cuaca yang sangat ekstrim. Mereka bilang, sulit bagi seseorang bisa bertahan di dalam air dengan cuaca seperti sekarang."

Seperti ada petir yang menyambar di dekat telinga Dewa. Lelaki itu meremas rambutnya dengan kuat. Tatapan penuh kecewa Syakila sebelum melompat dari tebing ke dalam laut, terus berputar di dalam kepalanya.

"Tidak. Syakila pasti bisa bertahan," ucap Dewa dengan air mata yang entah sejak kapan sudah membasahi pipinya.

Jarum infus yang menancap di punggung tangannya langsung ia cabut dengan kasar. Nania yang berada di sampingnya tampak sangat terkejut dengan aksi Dewa.

"Dewa, apa yang kamu lakukan? Tanganmu berdarah," kata Nania dengan panik.

"Aku harus mencari Syakila, Nania. Kasihan dia. Air laut pasti sangat dingin," timpal Dewa sambil turun dari tempat tidur kemudian berlari dengan cepat meninggalkan ruangan itu.

"Dewa, tunggu!" teriak Nania. Dia berusaha menghentikan Dewa namun tidak bisa.

"Jangan halangi aku!" ucap Dewa penuh peringatan. "Aku harus mencari Syakila. Aku harus membawa dia pulang."

"Di luar sedang hujan deras, Dewa. Berbahaya jika kamu keluar sekarang," cegah Nania. Dia memegang tangan Dewa.

"Aku harus tetap pergi. Syakila tidak boleh kenapa-kenapa."

Dewa tetap keras kepala. Dia menghempas tangan Nania begitu saja. Isi kepalanya saat ini hanya bisa menemukan Syakila secepat mungkin.

"Dewa....kepalaku sakit," keluh Nania tiba-tiba.

Langkah Dewa reflek terhenti. Dia berbalik kemudian menangkap tubuh Nania yang hampir jatuh.

"Dewa... Sepertinya aku sakit. Kepalaku pusing sekali," ucap Nania pelan. "Tolong jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!"

Nania berpura-pura pingsan. Mau tak mau, Dewa harus mengantarnya untuk mendapatkan perawatan.

"Saya titip Nania di sini. Tolong jaga dia!" pesan Dewa kepada seorang perawat.

Kali ini, tak akan ada yang bisa menghentikan dia untuk mencari Syakila. Dia harus tetap pergi walau apapun yang terjadi.

Dalam keadaan pura-pura pingsan, Nania benar-benar kesal mendengar ucapan Dewa. Pria itu tega menitipkan dirinya kepada perawat. Padahal, Nania pikir, Dewa yang akan merawatnya seperti biasa.

"Baik, Tuan," angguk perawat tersebut. Dia menerima sejumlah uang yang diberikan Dewa sebagai upah untuk menjaga Nania dengan senyuman lebar.

"Kalau begitu, saya pergi dulu!" pamit Dewa.

Memang benar. Hujan masih sangat deras. Angin kencang juga turut menambah ekstrem suasana. Sepanjang perjalanan kembali ke vila, perasaan Dewa semakin tidak bisa tenang.

Bagaimana kalau Syakila benar-benar tak bisa ditemukan? Bagaimana kalau Syakila benar-benar sudah...

Ah, Dewa tak sanggup memikirkan kemungkinan terburuk. Belum apa-apa, dia sudah hampir kehilangan kewarasannya.

"Syakila... Bertahanlah! Aku datang," lirih Dewa sambil terus menangis.

Untungnya, saat dia sampai di vila, angin kencang sudah mulai reda. Hujan deras juga berubah jadi gerimis. Tim SAR masih berkumpul di halaman belakang vila. Tampak sedang menyusun strategi untuk menyelamatkan Syakila.

"Bagaimana?" tanya Dewa begitu dia tiba. "Apa Syakila sudah ditemukan?" tanyanya dengan jantung berdebar.

"Maaf, Tuan Dewa. Nona Syakila belum ditemukan. Tadi, sebelum hujan deras, tim kami sempat turun untuk mencari keberadaan Nona Syakila di titik awal terjatuh. Sayangnya, Nona Syakila tidak bisa ditemukan. Kemungkinan besar, tubuhnya sudah terseret jauh oleh ombak dan arus laut yang cukup deras."

Langkah Dewa surut beberapa langkah ke belakang. Salah satu petugas dari tim SAR bergegas menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

"Anda tidak apa-apa, Tuan Dewa?" tanya pria itu.

Namun, Dewa sama sekali tidak menggubris. Dia masih syok setelah mendengar ucapan pemimpin tim SAR tersebut.

"Syakila tidak mungkin benar-benar mati," lirih Dewa sambil tersenyum getir. Matanya tak bisa melihat dengan benar karena kabut yang tercipta akibat air mata yang menggenang di pelupuk matanya.

"Maaf, Tuan Dewa!" sela pria yang berdiri di hadapannya. "Dengan berat hati, kami harus menyampaikan bahwa kemungkinan besar tidak akan ada orang yang bisa selamat jika terjatuh ke dalam laut dengan ombak dan arus sebesar itu. Apalagi, Nona Syakila memang tidak bisa berenang."

"A-apa?"

Suara Dewa tercekat di tenggorokan. Syakila... tidak bisa berenang?

"Sebaiknya, Tuan Dewa berdoa saja! Semoga ada keajaiban yang bisa membuat Nona Syakila bisa cepat ditemukan."

1
Ariany Sudjana
kamu kenapa masih memikirkan Shakila dewa? kan sudah ada si jalang murahan Nania itu, yang dulu selalu kamu bela? dan kamu tidak pernah percaya sama Shakila. Shakila sudah bahagia dengan laki-laki pilihannya, jangan kamu ganggu lagi, urus saja Mak Lampir kesayangan kamu itu
Ariany Sudjana
hahaha Morgan dan rona, siap-siap jadi gembel kalian, apalagi itu jalang murahan, yang rela berselingkuh dengan suami orang, supaya jadi nyonya besar? ternyata hanya jadi gembel... kamu bilang Erick lebih berpendidikan, karena kuliah di luar negeri ? tapi ga bisa apa-apa tuh, kalah kelasnya dibanding Arthur, yang kamu bilang hanya punya bengkel
Ariany Sudjana
hahaha skak mat buat kamu rona 🤣🤣🤭🤭 kamu pikir semua aset Morgan akan jadi milik kamu ?
Vie
karena waktu kebersamaan dengan istri sah tentunya tidak akan sependek dengan kebersamaan selingkuhan.... istri sah pertama akan memulai membentuk keluarga mulai dari nol sampai keberhasilan dan kesuksesan datang, sedangkan selingkuhan hanya berada pada tahap sukses dan berhasil itu sudah diraih, makanya walaupun kamu bilang sangat mencintai selingkuhan, tetap saja didalam hatimu yang paling... paling dalam tidak akan bisa berbohong, itu hanya sekedar nafsu sesaat saja... dikemudian hari hanya akan menjadi sesal...
mariammarife
kami akan berhadapan dgn Arthur,dewa bila kau mengusik syakilla alias Zara
astr.id_est
astaga demi dewa... sungguh menyedihkan
partini
uhhh otw face to face,,dewa sama viola Thor secara dewa kan dulu oon cinta buta ma Kunti
Seela New
mantulll mantull mommy Eriaaaa
astr.id_est
mantep Arthur
astr.id_est
keren mami eria
Aidil Kenzie Zie
si jalang bakal hidup melarat makan tu sayang
partini
semoga kalian pasangan begundal lendir jadi gembel
kymlove...
mampus kau!!! gembel2 lah kau valakor gila,!!!
Tini Uje
aduhhh..selamatt jdi gembel ronaria 🤣🤣
partini
Rona Rian berharap jadi ratu malah jadi gembel,,aduh mommy kenapa ga dari dulu malah nunggu 10th anda ga kasihan sama Arthur kecewa selama 10 th
partini
lah ternyata bokap mu suka fefek Thor Arthur, penyesalan dari Hongkong kalau nyesel harusnya di selidiki tuh GUNDIK mu dasar BEGE plus idiot
Ariany Sudjana
kan namanya juga pelakor Morgan, kalau sakit, pasti ngakunya waktunya ga lama lagi, padahal masih segar bugar 🤣🤣🤭🤭 kamu dibohongi Morgan
ayudya
siapa tu... yg datang.
Mundri Astuti
wahhh siapa tuh
partini
nah ini laki atau perempuan yg datang kalau laki bisa bisa saling serang perempuan emmmma apa laki laki jiwa prempuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!